Penguasa Culun

Penguasa Culun
Si Culun dan Wanita cantik


Dina menjadi sangat bingung dengan banyaknya pertanyaan dari teman temannya tentang Rizki.


Apalagi sebenarnya Dina sudah mengajak Rizki.


Namun karena kebodohan sahabatnya Rizki menolak ajakan itu.


Dan parahnya sahabatnya malah memaki Rizki dan mengatakan hal buruk tentangnya.


Bagaimana bisa mereka mengajak seseorang dengan seperti itu.


“kami sudah mengajaknya, namun Rizki menolaknya!” ujar Dina dengan singkat.


Berbeda dengan teman temannya yang lain, Alice sangat tidak senang dengan itu semua.


Apalagi Rizki adalah pria yang menurutnya baik meskipun misterius.


Entah kenapa Alice merasa jika Rizki adalah sosok yang sangat menarik saat mereka berjumpa di kelas.


Dari gayanya yang tidak ingin menonjolkan diri padahal Rizki adalah mahasiswa yang sangat pintar dan baik.


“apa alasannya menolak? Bukan kah seharusnya dia senang bergabung dengan kami disini?!” tanya Alice yang merasa janggal dengan mereka bertiga.


Rendy yang menyadari bahwa semuanya tidak sesederhana keliatannya.


Mencoba untuk menenangkan mereka semua khususnya Alice dan Dina yang sepertinya tertarik dengan kepribadian Rizki.


“sudah lah kalian, disini banyak mahasiswa lain yang memperhatikan kalian!” ujar Rendy yang berbicara pelan dengan mereka semua.


Alice yang mendengar ucapan Rendy pun seketika bangun dan pergi dari tempat duduknya menuju Frans dan Robin.


Sementara itu Dian dan Putri yang mendengar pertanyaan Alice menjadi sangat marah kepada Alice.


Namun saat ingin mengejarnya mereka ditahan oleh teman temannya yang lain.


Sementara itu Alice ingin menanyakan dimana rumah Rizki kepada Frans.


Untuk menanyakan kebenarannya atau sekurang kurangnya mengetahui kebenarannya.


Apakah Dina dan sahabatnya datang untuk mengajak Rizki atau tidak sama sekali.


“Frans aku ingin kau mengantarku!” ucap Alice dengan pelan kepada Frans.


“bukan kah acaranya mau dimulai? Kau mau kemana?!” tanya Frans yang terkejut.


“antarkan aku ketempat dimana Rizki tinggal!” ujar Alice dengan wajahnya yang memerah.


Banyak para mahasiswa yang mendengarkan hal itu menjadi sangat marah kepada Rizki.


Karena mereka semua tahu siapa Rizki.


Mahasiswa culun yang sudah terkenal karena kemiskinannya dan pecundang.


Selain itu dia dapat belajar disini pun karena beasiswa.


Itu membuat sebagian orang sangat menghindari orang seperti Rizki.


Tiba tiba datang dari arah belakang seorang laki laki tampan dengan pakaian yang sangat rapi.


Berdiri tepat di belakang Alice.


“Alice untuk apa kau bertemu dengan laki laki pecundang itu?!” tanya seorang laki laki yang terlihat sangat menawan itu.


“apa urusan mu tuan muda Flick?!” ujar Alice yang berjalan pergi menarik Frans.


Mendengar itu banyak mahasiswa yang tertawa dengan tingkah Edgar Flick.


Karena sikap dingin Alice membuat Edgar Flick menjadi bahan lelucon untuk sebagian mahasiswa lain dengan sangat buruk.


Edgar yang menyadari hal itu pun menjadi sangat marah kepada Alice yang tidak menghargainya sama sekali.


“persetan dengan keluarga West, Alice sudah mempermalukan ku dengan buruk!” gumam Edgar yang segera mengeluarkan telponnya.


Sedangkan Dina yang melihat prilaku dari Alice membuat hatinya sedikit merasakan cemburu.


Dengan pembelaan yang dilakukan oleh Alice untuk Rizki tadi.


Sedangkan Dina tidak bisa berbuat apa apa.


Membuatnya harus menahan rasa sakit yang terjadi berulang kali.


Baik karena sikap Rizki ataupun karena harga dirinya di depan mahasiswa Universitas Nozel.


Namun berbeda dengan Alice yang tidak memperdulikan apapun tanggapan orang lain terhadapnya yang membela Rizki.


Karena hal itu lah yang membuat Dina merasa bahwa Alice menyukai Rizki seperti dirinya.


Tapi selain itu prilaku dari Alice juga membuat Dina berpikir bahwa yang mengetahui identitas Rizki.


Bukan hanya dirinya seorang, namun ada orang lain yang mengetahuinya.


Namun seberapa jauh Alice mengetahui identitas sesungguhnya dari Rizki itu yang Dina belum tahu.


Apakah sama seperti dirinya yang hanya tahu permukaannya saja atau Alice sudah mengetahui Rizki lebih jauh lagi.


Perasaan ini membuat Dina tidak bisa tenang.


Karena bagaimana pun Rizki adalah sosok yang sangat misterius dengan berbagai pertanyaan yang selalu sulit mendapatkan jawabannya.


Tentang siapa sebenarnya Rizki?.


Kenapa dia berdandan Culun?.


Apa yang sedang di cari olehnya?.


Dina pun bangun dari tempat duduknya dan pergi menjauh dari restauran Golden Jade.


“Dina kau ingin kemana?!” tanya Dian yang melihat Dina berlari keluar ruangan.


Dian yang ingin mengejar Dina pun ditahan oleh Putri.


“tujuan Dina pasti sama dengan Alice!” ujar Putri yang mengejutkan Dian.


“lalu harus tunggu apalagi, segera kita menuju rumah Rizki!” ajak Dian yang segera menarik tangan Putri.


Semua mahasiswa yang datang hanya bisa terheran melihat empat Wanita cantik yang pergi hanya mengejar satu orang pria culun dan pecundang.


Sehingga menimbulkan perasaan sangat tidak nyaman di hati mereka masing masing khususnya para laki laki terhadap Rizki.


“sepertinya kebencian sudah memuncak!” ujar Rendy dalam hatinya.


Robin yang melihat hal itu menjadi sedikit penasaran dengan apa yang terjadi.


Sehingga membuatnya datang mendekati Rendy.


“kenapa kita tidak ikut datang kerumah sewa Rizki?!” ajak Robin kepada Rendy.


“huh sudahlah jangan ikut campur masalah mereka!” ujar Rendy dengan tenang.


Sementara itu di dalam mobil Alice dan Frans masih berdiam dengan segala macam pertanyaan pada masing masing diri mereka.


Frans yang ingin tahu apa yang terjadi antara Dina, Alice dan Rizki.


Sementara Alice memikirkan kenapa dia tiba tiba tertarik dengan orang seperti Rizki.


Seseorang yang biasanya hanya dipandang sebelah mata oleh semua orang.


Tapi bagi Alice entah kenapa Rizki bukanlah sosok yang sesederhana itu.


“apa masih jauh?!” tanya Alice memcah keheningan.


“sebentar lagi kita akan sampai!” jawab Frans dengan tenang.


Sementara itu Dina menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Dia berharap bisa dapat mendahului Alice dan Frans datang kerumah Rizki.


Entah kenapa semenjak Alice membela Rizki di depan Mahasiswa lain.


Dan bahkan rela dicemooh karena dekat dengan laki laki pecundang seperti Rizki.


Karena melihat sikap Alice yang sama sekali tidak peduli dengan semua itu membuat Dina merasakan sakit dihatinya.


Karena sebenarnya Dina pun menaruh sedikit rasa kepada Rizki, semenjak kejadian di Grand Mall Nozel tempo hari.