Penguasa Culun

Penguasa Culun
Kehidupan yang harus di Jalani


"apa yang kalian bicarakan tadi?!" tanya Bagas yang penasaran dengan Rizki dan tuan Renan.


"aku hanya meminum teh dengannya!" ujar Rizki dengan tenang.


"kau tidak perlu khawatir paman!" ujar Rizki tersenyum kepada Bagas.


"kau harus hati hati dengan tuan Renan dan Master Rey!" ujar Bagas mengingatkan.


"mereka memang terlihat baik, namun kau akan tahu apa alasan mereka bisa menguasai kota ini lebih dari dua puluh tahun!" ujar Bagas yang terlihat khawatir.


"terimakasih karena telah mengkhawatirkan ku!" ujar Rizki dengan tersenyum.


"apa yang kau sadari? Saat bertemu dengan tuan Renan?!" tanya Bagas kepada Rizki.


Bagas pun mulai menyalakan rokoknya karena merasa obrolan ini akan menjadi panjang.


"aku belum merasakan apa apa!" jawab Rizki dengan tersenyum.


"tuan Renan hanya menitipkan pesan saat sebelum aku pergi!" lanjut Rizki dengan tenang.


"pesan apa itu?!" tanya Bagas yang penasaran.


"Hati hati dan jaga diri dari se ekor naga yang lapar!" ujar Rizki yang terlihat bingung.


Bagas yang mendengar itu langsung terbangun dari tempat duduknya seperti orang yang sangat terkejut.


Lalu memandang Rizki dengan perasaan yang sulit dia ungkapkan.


Karena Bagas mengetahui Naga yang di maksud oleh tuan Renan.


"si tua bangka itu, apa dia benar benar mencari kematiannya?!" tanya Bagas yang bergumam dalam hatinya.


Rizki yang menyadari perubahan sikap dan ekspresi Bagas pun.


Menjadi sedikit penasaran tentang Naga yang di maksud oleh tuan Renan.


"apa kau mengetahui sesuatu paman?!" tanya Rizki kepada Bagas dengan pelan.


"aku belum tahu pasti, namun hanya ada satu se ekor Naga di wilayah Lakertown!" ujar Bagas dengan mengeluarkan sedikit amarahnya.


"apa dia begitu kuat paman?!" tanya Rizki yang tampak tersenyum.


"kekuatan nya saat ini aku belum mengetahui secara pasti!" ujar Bagas menjelaskan.


"namun, dahulu Master Rey dan tuan Renan hampir mati di tangan mereka!" lanjut Bagas bercerita.


"jika memang seperti itu, kenapa Master Rey dan tuan Renan masih hidup saat ini?!" tanya Rizki yang penasaran.


"ada yang mengatakan bahwa Master Rey berhasil membunuh dua dari lima orang yang di juluki sebagai Naga wilayah timur!" ujar Bagas dengan serius.


"karena hal itu lah membuat tiga naga yang tersisa menjadi melarikan diri!" ujar Bagas dengan ekspresi berbeda.


Rizki yang menyadari perubahan ekspresi Bagas pun seakan tahu bahwa tiga orang yang tersisa bukan lah lawan yang mudah.


"aku tidak tahu sebesar apa kekuatan mu!!" ujar Bagas dengan tenang.


"namun percayalah di balik kekuatan yang hebat pasti terdapat tanggung jawab yang berat!" lanjut Bagas dengan tersenyum.


"sebelum kau mati!!" ujar Bagas yang tiba tiba mengeluarkan ekspresi kekhawatiran.


Rizki yang menyadari itu pun tersenyum.


"jujur saja, aku belum tahu kepastiannya!" ujar Rizki dengan tenang.


"wasiat kakek atau kebenaran orang tua ku!" lanjut Rizki yang mulai serius.


"aku hanya mencoba menjalani kehidupan ku sebagaimana mestinya!" tambah Rizki yang tersenyum kecil.


"jangan khawatir paman, kakek selalu mengatakan bahwa aku hanya perlu menjalani semua hidup ini dengan baik!" ucap Rizki yang menenangkan Bagas.


Bagas yang mendengar perkataan Rizki pun menjadi tersenyum kecil.


Karena ucapan Rizki sama persis dengan perkataan mendiang kakaknya.


"yah yang kau katakan ada benarnya juga!" ujar Bagas yang melihat keatas langit.


"sepertinya paman mu ini terlalu mengkhawatirkan keponakannya!" lanjut Bagas yang tersenyum kearah Rizki.


Rizki yang mendengar itu pun tersenyum kearah Bagas.


"apa saudara Bryan sudah tidak apa apa?!" tanya Rizki yang mencoba menanyakan keadaan Bryan.


"kondisinya sudah berangsur membaik, saat ini tinggal masa pemulihan nya saja!" jawab Bagas kepada Rizki.


"apa kau ingin menjenguk untuk melihat keadaannya?!" tanya Bagas kepada Rizki.


"sepertinya aku harus pulang, tolong sampaikan salamku untuk saudara Bryan!" ucap Rizki dengan tersenyum dan berjalan menjauh.


"baiklah, aku akan menyampaikannya saat dia tersadar!" balas Bagas dengan sedikit berteriak.


***


Disisi lain Luis Braga yang mendengar laporan dari bawahan Hayden pun menjadi tertawa sangat keras.


"sudah ku duga!!" ujar Luis Braga dengan tertawa.


Luis Braga pun mengeluarkan teleponnya untuk menghubungi seseorang.


"jalankan rencana kita, sepertinya kita akan mendapatkan dua hiu sekaligus!" ujar Luis Braga dengan tenang.


"Victor dan Yuan aku berharap yang terbaik untuk mu!" ujar Luis Braga dengan tenang.


Victor dan Yuan yang mendengar itu pun berlutut dan memberi hormat.


"kami tidak akan mengecewakan tuan!" ujar Yuan dengan hormat.


"itu benar, kami akan berusaha semaksimal mungkin!" ujar Victor yang tersenyum.


"baiklah sekarang kalian segera lakukan, pergi dan buat kekacauan di wilayah kota Nozel hancurkan semua bisnis di area Chris!" ujar Luis Braga dengan tersenyum.


"baik tuan!!" teriak mereka berdua dan segera pergi.


Luis Braga yang melihat itu pun segera berdiri dan tersenyum dengan mengerikan.