
Pria culun itu menanyakan hal itu kepada Luis Braga !
Dia berdiri dengan menunjuk mayat Bagas yang masih tergeletak di tanah !
Meskipun terlihat sangat tenang, namun ekspresinya tidak bisa membohongi jika dia sebenarnya sangat marah.
Kematian Bagas benar benar membuat Pria culun itu sangat marah !
Para Singa yang mengetahui jika pria itu adalah Rizki, seketika mereka menangis dan berteriak dengan keras.
“Maafkan kami semua teman!” Ujar Jhon dengan berteriak.
“Kami memang sampah yang tidak berguna!” Ujar Para Singa yang lainnya.
“Karena kami lemah, akhirnya Tuan Bagas harus terbunuh!” Ujar Jhon dengan menangis.
Semua Singa menangis dan meminta maaf kepada Rizki.
Mereka telah melakukan kesalahan dengan gagal menjalankan perintah yang Rizki buat untuk mereka.
Para Singa sangat malu karena gagal menjalankan tugas mereka.
Sementara, Luis Braga yang mendengar semua itu hanya bisa terheran dan kebingungan dengan situasi ini.
Apa telinganya tidak salah mendengar?
Teman dan maaf berulang kali mereka ucapkan?
“Kalian sudah bertarung dengan kekuatan maksimal!” Ujar Rizki dengan tersenyum.
“Terimakasih karena telah berjuang dengan segenap kekuatan kalian!” Ujar Rizki dengan pelan.
“Kematian paman Bagas bukan lah karena kesalahan kalian, maaf kan aku!” Ujar Rizki dengan tenang.
Luis Braga yang mendengarkan percakapan itu menjadi sedikit terkejut sekaligus bingung.
Untuk para pejuang yang meminta maaf itu bukanlah hal yang aneh.
Karena sudah menjadi kebiasaan bawahan harus menuruti semua perintah atasannya.
Jika gagal maka mereka akan diberikan hukuman dan itu adalah bentuk resiko yang sudah mereka sepakati bersama.
Namun Rizki tidak menghukum mereka dan bahkan terkesan melepaskan mereka begitu saja !
Bahkan Rizki dengan mudahnya meminta maaf dan berterima kasih kepada bawahannya.
Luis Braga sangat marah dengan pemandangan itu.
Dia sangat tidak bisa menerima sosok yang sangat lemah seperti Rizki !
Luis Braga langsung bergerak menyerang kearah Rizki.
Tinjunya sudah di persiapkan memang untuk menghabisi seluruh anggota Keluarga Saputra.
Namun tiba tiba gerakan Rizki lebih cepat dari Luis Braga.
"WUUSSHH" Gerakan Rizki yang bergerak menghindari serangan Luis Braga.
Dia sudah menunduk di dekat mayat pamannya, yaitu Bagas !
Gerakan itu benar benar mengejutkan Luis Braga.
Bagaimana pria culun itu bisa bergerak dengan sangat cepat?
"Paman, beristirahatlah dengan tenang!" Ujar Rizki dengan tersenyum getir.
"Maafkan aku yang terlambat datang!" Ujar Rizki yang mulai meneteskan air matanya.
"Tunggu sebentar paman, aku akan mengurus pemakaman mu nanti!" Ujar Rizki yang langsung berdiri.
Dia melepaskan kacamatanya dan mengacak acak rambutnya.
Luis Braga yang melihat itu menjadi tersenyum meremehkan.
"Apa kau ingin menyusul paman mu?!" Tanya Luis Braga kepada Rizki.
Rizki yang mendengar itu hanya tersenyum dan menarik nafasnya beberapa kali.
Luis Braga yang melihat itu langsung bergerak menyerang Rizki.
Rizki langsung bersiap menerima serangan dari Luis Braga itu !
Pukulan Luis Braga mengarah langsung ke bagian tubuh Rizki.
Namun, Rizki dapat menahan serangan itu dengan sangat baik.
Luis Braga terkejut dengan kejadian itu, selama ini belum pernah ada yang berani menahan serangan tinju nya.
Meskipun dia telah bertarung dengan beberapa Master Beladiri !
Dia hanya menyentuh sedikit pergelangan tangan Luis Braga, untuk mengalihkan arah serangannya.
Luis Braga melanjutkan serangannya dengan melakukan tendangan memutar yang mengarah ke kepala Rizki.
Tapi Rizki berhasil menghindari serangan Luis Braga dengan baik.
Luis Braga terus melancarkan serangan dan Rizki hanya menahan serangan itu !
Mereka bertarung dengan sangat intens, bahkan Para Singa tercengang melihatnya.
Pertarungan ini bahkan lebih dahsyat dari Bagas dan Luis Braga sebelumnya.
Tidak lama kemudian, Luis Braga berhenti menyerang dan mundur beberapa langkah.
"Sial bagaimana pemuda ini bisa sangat kuat?!" Tanya Luis Braga di dalam hatinya.
"Apa serangan mu sudah selesai paman?!" Tanya Rizki dengan tersenyum.
"Sekarang giliranku!" Ujar Rizki yang tiba tiba bergerak sangat cepat.
Luis Braga sangat terkejut melihat kecepatan dari Rizki.
Serangan itu langsung mengenai tubuh bagian Luis Braga dengan telak !
Karena kecepatan yang di miliki oleh Rizki, membuat Luis Braga tidak bisa menghindari serangan itu.
Pukulan itu terlihat sangat pelan, namun tenaga yang di keluarkan benar benar sangat menakutkan.
Luis Braga langsung terjatuh karena pukulan itu, dia merasa organ tubuh nya akan keluar dari mulutnya karena pukulan itu !!
"AARRGGGHHH!!" Teriak Luis Braga yang memuntahkan darah segar melalui mulutnya.
Para Singa yang melihat itu sedikit merasakan bulu di tubuh mereka berdiri karena ketakutan.
Mereka memang belum tahu, bagaimana dan sebesar apa kekuatan Rizki.
Tapi hanya satu yang mereka sadari, Rizki adalah monster yang sebenarnya !!
Sementara, Luis Braga masih tidak menyangka jika dia akan terkena satu serangan yang sangat menyakitkan.
"Siapa.. siapa kau sebenarnya?!" Tanya Luis Braga kepada Rizki.
"Aku adalah malaikat maut mu!" Ujar Rizki yang bergerak kembali menyerang Luis Braga.
Luis Braga segera berdiri dan bersiap !
"Teknik Tinju Braga gerakan pertama!" Ujar Luis Braga yang menyerang kearah Rizki.
Tinju Luis Braga langsung mengarah langsung kearah Rizki.
Namun, pukulan Luis Braga dapat di hindari oleh Rizki.
Rizki menghindari tinju itu sekaligus menyerang Luis Braga pada bagian tubuhnya untuk kedua kalinya.
Luis Braga sekali lagi harus merasakan rasa sakit yang sangat dahsyat !
Belum berhenti sampai disitu, Rizki kembali menyerang Luis Braga dengan serangan lanjutan.
Pukulannya mengarah kearah mata dari Luis Braga dan menghancurkannya !
Rizki melanjutkan pukulannya dengan cepat kearah tubuh Luis Braga dan menyerang beberapa titik vital Luis Braga.
Setiap pukulan demi pukulan yang di lancarkan oleh Rizki ke tubuh Luis Braga.
Maka setiap Pukulan itu terasa semakin kuat dan semakin berat yang di rasakan oleh Luis Braga !!
Setelah beberapa saat, Rizki pun menghentikan pukulannya !
Luis Braga terbatuk beberapa kali dan sedikit tersenyum.
"Aku.. aku tidak menyangka!" Ujar Luis Braga dengan terbatuk.
"Jika.. ramalan pria tua itu akan menjadi kenyataan!" Ujar Luis Braga dengan pelan.
Nafasnya sudah terengah engah karena rasa sesak di area paru parunya !
Rizki hanya menunjukan ekspresi bingung di depan Luis Braga.
Luis Braga sudah memuntahkan darah segar kembali dari mulutnya !
"Aku tidak perduli dengan apa pun itu!" Ujar Rizki dengan pelan.
"Padahal aku berharap kita bisa menjadi teman untuk membebaskan negara ini dari lingkaran ilegal!" Ujar Rizki menepuk pundak Luis Braga.
Luis Braga yang mendengar itu sedikit merasa tersentuh dengan ucapan Rizki.
Dia pun merasa menyesal karena telah membunuh Bagas !