Penguasa Culun

Penguasa Culun
Putri Mendiang Tuan Renan


Berita kematian Master Rey menyebar dengan sangat cepat.


Bagi sebagian orang, ini adalah berita yang menggembirakan karena pembunuh berdarah dingin ini telah mati.


Tetapi bagi Keluarga kuat lainnya, ini adalah pengingat untuk mereka agar lebih berhati hati lagi dalam merekrut juru bicara.


Siapa yang tahu, jika anjing yang mereka rekrut akan menjadi rubah yang balik menggigit mereka.


Keluarga Forst benar benar sedang menderita kali ini !


Harga yang harus mereka bayar karena Tuan Renan dan Master Rey menjadi sangat tinggi.


Sementara itu Rizki mengeluarkan telepon dari sakunya dan mengangkat telepon dari seseorang yang menghubunginya.


"Teman, mayat Master Rey sudah berhasil kita dapatkan!" Ujar Chris dengan pelan.


"Kuburkan dia dengan baik di samping mendiang Tuan Renan!" Ujar Rizki dengan tenang.


Setelah itu telepon pun mati dan Rizki tidak mengatakan apa apa.


Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk paman yang baik hati dan senior ilmu beladirinya.


"Kau tidak akan pernah terpisah dengan sahabat mu paman Renan!" Ujar Rizki dengan pelan.


Rizki tahu, jika Master Rey hanya berdiam diri dan memburu Keluarga Forst secara diam diam.


Kemungkinan besar maka Keluarga Forst akan hidup dalam kegelapan untuk sepuluh tahun kedepan.


Tapi Master Rey bukan lah orang seperti itu.


Dia adalah orang yang akan berjalan lurus secara terus menerus tanpa memperdulikan rintangan apa yang akan menantinya di depan !


Dia akan menggunakan caranya sendiri untuk membalas dendam, bahkan jika dia memang harus mati dalam prosesnya !


Rizki memang bersikeras untuk mendapatkan kembali tubuh Master Rey dan Tuan Renan.


Dia ingin memberikan istirahat terakhir yang layak untuk dua orang sahabat ini.


"Keluarga Forst sudah melakukan pelanggaran yang cukup berat!" Ujar Rizki dengan dingin.


"Bahkan mereka adalah aib dari Selatan!" Ujar Rizki dengan tenang.


Setelah itu Rizki pun duduk dengan tenang dan meminum teh yang dia dapatkan dari Restoran Everest.


Teh yang sama persis dengan yang dia minum terakhir kali dengan Tuan Renan.


"Tuan Renan, kamu benar benar rubah tua yang cerdik!" Ujar Rizki dengan hormat.


"Kau mengorbankan nyawa mu agar membuka celah untuk ku masuk ke Selatan!" Ujar Rizki dengan tertawa.


"Hanya karena Keluarga Saputra setuju menjaga putrimu?!" Lanjut Rizki dengan keras.


Rizki memang sudah mengetahui siapa putri Tuan Renan, tapi dia tidak mengatakan apa apa.


Dia tahu jika Tuan Renan tidak ingin putrinya mengetahui tentang dirinya yang sebenarnya !


Harapan terakhi Tuan Renan adalah agar putrinya bisa hidup dengan normal dan damai.


Rizki segera mengeluarkan teleponnya dan segera menelepon seseorang.


"Direktur Huston, tentang seorang gadis yang bernama Sarah Keihl yang melamar pekerjaan disini!" Ujar Rizki dengan tenang.


"Tolong atur pekerjaan untuknya dan biarkan dia tinggal di tempat tinggal perusahaan!" Ujar Rizki dengan pelan.


Setelah itu Rizki segera menutup teleponnya dan berdiri dari tempat duduknya.


Dia berjalan kearag jendela sebuah hotel di Kota Bougenville.


Sebentar lagi wilayah ini akan mengalami badai yang cukup hebat !


***


Sementara itu di kediaman Keluarga Forst.


Zein Forst masih saja cemberut meskipun telah berhasil membunuh Master Rey.


Bahkan tubuhnya telah di potong potong untuk menjadi santapan anjing peliharaannya.


Tetapi amarahnya belum juga teredam dengan baik.


Bukan hanya karena banyak anggota Keluarganya yang tewas di tangan Master Rey.


Namun Tuan Renan telah menyebarkan berita dan rahasia dari Keluarga Forst.


Jadi itu menjadi bumerang sekaligus kelemahan dari Keluarga Forst dan mereka bahkan kehilangan dukungan dari Keluarga Besar di Selatan.


Selain itu, mereka juga telah kehilangan Kota Nozel jadi pendapatan mereka berkurang cukup banyak.


Dia benar benar membenci Tuan Renan dan Master Rey sampai ke tulangnya !


Bahkan jika mereka bisa di bangkitkan kembali, Tuan Forst ingin menyiksa mereka dengan sangat sadis !


"Ku dengar Renan Keihl mempunyai seorang putri?!" Tanya Tuan Forst dengan pelan.


"Aku telah kehilangan lebih dari dua puluh anggota Keluarga dan Putrinya masih berani untuk hidup?!" Tanya Tuan Forst dengan kilatan jahat di matanya.


Alberto Carlos berdiri di dekat Tuan Forst dan tidak berkata apa apa.


Dia masih merasakan sakit dan terluka akibat dari pertarungannya dengan Master Rey.


Memang tidak mungkin baginya untuk tidak terluka menghadapi seseorang yang telah siap mati.


Keluarga Forst memang kehilangan sangat banyak kali ini.


Dia tidak menyangka jika Tuan Renan benar benar berani menyebarkan semua kelemahan Keluarga Forst.


Terlebih dia telah mempersiapkan rencana yang cukup matang, andai saat itu Alberto Carlos terlambat menyadari semuanya.


Mungkin Tuan Forst telah menjadi mayat !


Mereka benar benar telah menggigit cukup besar kali ini.


Bahkan mereka berhasil melukai cukup dalam Keluarga Forst !


Namun ini lah kenyataannya, Zein Forst tidak mungkin membiarkan semua ini begitu saja.


Alberto Carlos tahu, jika Zein Forst ingin menemukan putri Tuan Renan dan membunuhnya.


Namun Alberto Carlos merasa jika itu tidak perlu dilakukan, kematian Tuan Renan dan Master Rey sudah menjadi akhir dari semua nya !


Putri Tuan Renan bahkan belum pernah terlibat dalam kelompok Ilegal jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Tapi dia tahu bagaimana tempramen dari Zein Forst, jika dia menolak atau mengatakan pendapatnya.


Maka itu sama saja dia melawan perintah dari Tuan nya !


"Biarkan Miguel yang menangani masalah ini, kau beristirahat lah dengan baik dan pulihkan kondisi mu!" Ujar Tuan Forst kepada Alberto Carlos.


Zein Forst menatap kearah Alberto Carlos, dia menyadari pengaruh besar Alberto Carlos untuk keluarganya.


Jika Alberto Carlos tidak ada, mungkin Keluarga Forst akan menjadi debu di tangan Master Rey dan Tuan Renan.


"Terimakasih Tuan Forst!" Ujar Alberto Carlos dengan hormat.


"Aku yakin, Miguel pasti bisa melaksanakan tugas ini dengan baik!" Ujar Alberto Carlos dengan pelan.