
Setelah mendapat penjelasan itu Luis Braga menjadi sangat marah.
Belum pernah ada sebelumnya yang berani melakukan seperti ini kepadanya.
Meskipun begitu dia menjadi sangat senang, karena dia bisa membunuh dua orang sekaligus.
Tuan Renan dan Bagas adalah targetnya !
Setelah beberapa hari, Thalita akhirnya sadar dari pingsan nya.
"Thalita bagaimana keadaan mu saat ini?!" Tanya Hayden yang terlihat senang.
"Hayden, apa yang terjadi padaku?!" Tanya Thalita yang bingung.
"Apa kau lupa? Kau sudah tidak sadar selama beberapa hari!" Ujar Hayden kepada Thalita.
Thalita mengingat kembali kejadian dimana dia dan Larrson melawan pemuda itu.
Pemuda yang menakutkan !
Dia mendapatkan luka patah tulang dan trauma yang mendalam.
Karena melihat Larrson mati di hadapannya karena kebodohannya !
"Hayden dimana tuan Braga?!" Tanya Thalita dengan cemas.
"Tuan Braga ada di ruangannya, dia sedang berlatih!" Jawab Hayden dengan khawatir.
"Aku.. aku harus bertemu dengan tuan Braga!" Ujar Thalita yang mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya.
"Aarrrgghh!" Teriak Thalita yang masih merasakan sakit di tangan dan punggungnya.
"Thalita kau tidak apa apa?!" Tanya Hayden yang terkejut.
"Sudah kau tidak perlu banyak bergerak, nanti aku akan sampaikan kepada tuan Braga!" Ujar Hayden kepada Thalita.
"Baiklah, terimakasih!" Ujar Thalita dengan tersenyum.
Hayden cukup bingung dengan kondisi Thalita.
Dia tidak menyangka jika Thalita akan terlihat seperti orang yang sangat menyedihkan.
Thalita adalah pribadi yang selalu mendominasi !
Tapi saat ini tatapan matanya terlihat sangat kosong !
Hayden dapat menyadarinya dengan cepat meskipun hanya menatap matanya sebentar saja.
"Lebih baik aku segera memberitahu tuan Braga!" Ujar Hayden dengan cepat.
Sementara itu di lingkaran ilegal kota Nozel sedang mengalami ke khawatiran.
Banyak boss yang mulai ragu dan harus menempatkan pilihan yang tepat.
Mereka harus memilih dengan matang !
Mereka harus memilih antara tuan Renan atau Bagas Saputra.
Sebagai pemimpin di lingkaran ilegal kota Nozel !
Karena mereka tidak boleh salah pilihan untuk ke dua kalinya !
Tapi lagi lagi kejutan itu datang !
Restoran Everest mengirimkan undangan kepada semua boss lingkaran ilegal kota Nozel.
Tuan Renan akan merayakan ulang tahunnya yang ke lima puluh.
Dan semua orang di undang oleh tuan Renan.
Namun semua orang tetap merasa takut.
Mereka menyangka jika ini adalah sebuah jebakan !
Master Rey datang sendiri ke rumah keluarga Saputra.
Selain dia, tidak ada lagi yang berhak mengirimkan undangan kepada Bagas.
Bagas sedang bersantai di taman depan rumahnya bersama dengan Rizki.
Rizki telah menceritakan semua kejadian beberapa hari lalu tentang dua orang yang menyerangnya.
Mereka sedang bersantai menikmati teh dan bercanda dengan riang.
Meskipun begitu, mereka tetap menyadari jika Master Rey datang.
"Ada apa kemari Master Rey?!" Tanya Bagas yang tidak menoleh kearah belakang.
"Aku hanya mengantarkan undangan untuk mu!" Ujar Master Rey yang memberikan secarik kertas.
"Ulang tahun tuan Renan?!" Tanya Bagas dengan tersenyum.
"Itu tidak mudah!" Ujar Rizki yang menyela.
Master Rey memahami ketiga kata yang telah di ucapkan oleh Rizki.
Pemuda yang di kagumi oleh saudaranya !
Tidak mudah bagi orang orang seperti dia dan tuan Renan untuk mencapai usia lima puluh tahun.
Terlebih lagi mereka berada di lingkaran ilegal, tempat yang bisa membuat mereka menemui ajal kapan saja.
Namun tuan Renan telah hidup mulia selama bertahun tahun, jadi dia ingin merayakan ulang tahunnya.
Bisa jadi ini adalah tahun terakhirnya merayakan ulang tahunnya !
"Apa kah kamu akan pergi?!" Tanya Master Rey dengan nada berat.
"Apa kamu ingin kami pergi?!" Tanya Bagas dengan tenang.
"Ya!!" Jawaban singkat dari Master Rey.
"Tapi yang aku inginkan adalah kesempatan untuk menghadapi mu!" Ujar Master Rey menunjuk Rizki.
"Sampai salah satu dari kita mati!" Ujar Master Rey dengan dingin.
Rizki hanya tersenyum mendengar hal itu.
Bagas bahkan tertawa dengan keras, dia tidak bermaksud meremehkan.
Tapi bukan kah Master Rey harus nya sudah menyadari jika dia tidak lah sebanding dengan keponakan nya.
"Aku harap kamu tidak tersinggung, tapi kamu benar benar bukan tandingan keponakan ku!" Ujar Bagas dengan pelan.
Meskipun dia tahu kemampuan Master Rey, dia dapat membunuh dengan lembut.
Bahkan dia bisa saja membunuh secara diam diam tanpa orang lain menyadarinya.
Master Rey tidak merespon dan tidak membantahnya.
Pada level mereka, tidak ada gunanya berdebat dengan kata kata.
Bahkan dia pun menyadari jika kemampuannya saat ini jauh jika di bandingkan dengan Rizki.
"Bahkan jika aku harus mati, aku ingin mati di tangan mu!" Ujar Master Rey dengan tenang.
"Orang lain tidak pantas membunuh ku!" Lanjut nya dengan aura yang mengancam.
Ini adalah keseriusan yang di tunjukan oleh Master Rey.
Dia sangat jarang mengeluarkan aura yang kuat seperti ini kecuali saat bertarung.
"Maaf kan aku paman, tapi kamu tidak akan pernah mati di tangan ku!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Karena aku menghormati mu dan tuan Renan!" Lanjut Rizki dengan tenang.
Bagas dan Rizki segera pergi meninggalkan tempat itu.
Rizki terlihat melipat undangan itu dan di masukan kedalam sakunya.
Jika itu orang lain, maka itu adalah tanda jika orang itu tidak menghormati tuan Renan.
Master Rey akan membunuhnya sekarang juga !
Tapi karena yang melakukan itu adalah keluarga Saputra, maka dia bisa mentoleransinya.
Karena mereka sekarang menjadi tamu ke hormatan dari saudaranya, tuan Renan.
"Aku akan pergi!" Ujar Rizki kepada Master Rey dengan tersenyum.
Mendengar itu, Master Rey segera memberikan hormat dan menghilang.