
Kematian Victor terlihat sangat mengerikan dengan banyaknya darah yang keluar tanpa henti dari hidung, mulut dan telinga.
Ditambah dengan banyak nya bagian tubuh yang patah karena serangan dari para Singa.
Membuat kematian Victor terlihat seperti kematian yang sangat menakutkan !
Kemampuan para Singa saat ini memang bisa di bilang telah meningkat dengan pesat.
Pelatihan yang di buat oleh Rizki memang dapat membuat potensi kekuatan orang itu terbuka.
Kecepatan, kekuatan dan daya tahan adalah kunci dari sebuah pertarungan.
Setidaknya itulah yang di ajarkan oleh mendiang kakeknya kepada Rizki.
Lalu dia terapkan untuk membuat pasukan keluarga Saputra.
Tuan David yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam dan kagum dengan perkembangan keluarga Saputra sekarang.
Meskipun awalnya dia sempat meragukan Rizki !
Tapi sekarang dia telah menatap Rizki dengan perasaan kagum yang luar biasa.
Sangat jarang ada pewaris sebuah keluarga besar yang sudah matang di usia muda.
Tuan David tidak tahu apa yang saat ini sedang di rencanakan oleh Rizki.
Tapi dia tahu jika keluarga Saputra berada di jalur yang tepat !
"Rizki aku tidak tahu apa yang kau pikirkan sebenarnya!" Ujar Tuan David dengan tenang.
"Tapi apakah kau telah merencanakan ini semua?!" Tanya Tuan David dengan tersenyum.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Aku baru mengetahui jika Keluarga Saputra di masuki oleh seorang pengkhianat!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Jadi aku membuat rencana ini dengan mengundang empat orang!" Ujar Rizki menjelaskan kepada Tuan David.
"Paman ku, Jhon, Chris dan Bryan alias Roman Braga!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Aku sengaja membocorkan semua informasi tentang penyerangan yang akan di lakukan oleh Jordy Erald dari Castle Rock!" Ujar Rizki kepada Tuan David.
"Aku pun sengaja membagi tugas dalam rencana ku, untuk mengelabui Bryan alias Roman Braga!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Jhon dan Chris di jalur utama, lalu paman Bagas dan Bryan alias Roman Braga dari arah belakang untuk mengepung!" Ujar Rizki kepada Tuan David.
"Namun itu adalah rencana siasat untuk memberi pelajaran kepada paman ku juga!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Aku berharap paman ku akan selalu waspada, Bahwa orang yang kau percaya sekalipun bisa berkhianat kepada mu!" Ujar Rizki dengan nada yang dingin.
Tuan David yang mendengar itu sedikit merasakan hawa dingin di punggungnya !
Dia merasa seperti ada dua kepribadian dalam diri Rizki.
Kepribadian pertama adalah orang yang hangat dan pengecut.
Kepribadian kedua adalah orang yang dingin dan menakutkan.
"Aku tidak mempermasalahkan prinsip yang kau miliki!" Ujar Tuan David kepada Rizki.
"Tapi kau juga harus bisa menerima jika prinsip mu itu tidak akan sejalan dengan orang lain!" Ujar Tuan David dengan tenang.
Rizki yang mendengar itu hanya tersenyum !
Tuan David pun tertawa yang di ikuti oleh Rizki.
Meskipun terpaut jauh usia mereka, tapi seperti tidak ada sekat yang membatasi antara mereka berdua.
Rizki terlihat sangat nyaman bersama Tuan David dan begitu pun sebaliknya !
Namun tiba tiba sebuah teriakan menyadarkan mereka berdua !
"HAHAHA Kau akan mati di tangan ku!" Ujar Roman Braga menunjuk Bagas.
"Setelah itu keponakan mu akan menjadi target selanjutnya!" Ujar Roman Braga dengan tertawa keras.
"Sepertinya tidak ada kesempatan untuk kita berdamai!" Ujar Bagas dengan mengeluarkan sebuah gerakan.
Gerakan Bagas terlihat sangat berirama dengan cukup baik !
Bahkan seolah olah aura yang menakutkan keluar dari gerakan sederhana itu.
Roman Braga yang melihat itu sangat terkejut dengan gerakan Bagas.
Dia tidak menyangka jika Bagas masih menyimpan rahasia tehnik beladiri yang lainnya.
Roman Braga pun segera mengeluarkan gerakan ke sembilan dari tehnik tinju besinya.
Ini adalah tehnik pamungkas dari tinju besi !
Jika Bagas terkena dua kali dari tinju ini maka dia akan tewas !
Ini mungkin akan menjadi pertarungan akhir dari Bagas atau pun Roman Braga !
Sementara Jhon yang melihat itu segera mundur dan menjauh.
Dia sadar jika kemampuannya belum ada apa apanya di bandingkan dengan tuan Bagas atau pun Roman Braga.
Jika dia memaksakan dirinya, mungkin dia akan mati atau bisa saja hanya menyusahkan tuan Bagas.
"Kita harus segera mencari keberadaan musuh yang tersisa!" Ujar Jhon kepada para Singa.
"Bagaimana dengan tuan Bagas dan Chris?!" Tanya Nomor dua kepada Jhon.
"Tenang saja, di sana ada saudara Rizki dan tuan David!" Ujar Jhon yang menunjuk kearah Rizki dan tuan David.
Melihat itu para Singa merasa jika keamanan dari Tuan Bagas akan terjamin.
Mereka percaya jika Rizki akan dengan mudah mengalahkan Roman Braga.
Mereka sudah melihat bagaimana kekuatan Rizki saat melatih mereka di tempat pelatihan saat itu.
Bahkan tidak ada dari mereka yang dapat mengenai Rizki saat bertarung.
Sedangkan Rizki dapat dengan mudah menjatuhkan mereka semua.
"Baiklah, kita harus segera bergerak!" Ujar Jhon yang di ikuti oleh para Singa.
Sementara Rizki yang duduk dengan tenang bersama tuan David hanya tersenyum.
"Sepertinya ini akan menjadi akhir dari pertarungan ini!" Ujar Rizki dengan tenang.
Bagas sudah bersiap dengan tehnik terbarunya dan Roman Braga juga sudah bersiap.