
Tidak lama setelah itu, Tuan Waze dan seluruh anak buahnya mencoba menyerang.
Mereka ingin menghancurkan Perusahaan keluarga Saputra !
Julian Dexter yang melihat itu menjadi sangat senang !
Persetan dengan nasihat dari Wright bersaudara.
Mereka hanyalah pria pengecut yang tidak sebanding dengan keluarga Dexter.
Lagi pula dia masih memiliki Tuan Waze, salah satu Gangster di wilayah kota Castle Rock.
Julian Dexter sangat ingin melihat pria culun itu datang dan meminta belas kasihan.
Lalu wanita yang bersamanya akan memohon hal yang sama dan dia akan menikmatinya !
Itu benar benar terdengar sempurna bagi Julian Dexter !
Namun tiba tiba sebuah teriakan dari belakang benar benar mengejutkannya !
"AAARRRRGGHHH!!" Teriak seorang bawahan Tuan Waze dengan keras.
Julian Dexter dan Tuan Waze segera berbalik badan untuk melihat apa yang terjadi.
Disana berdiri lima orang dengan penampilan yang sangat menakutkan !
Lalu di depan mereka berdiri satu pria dengan penampilan culun dan tersenyum kearah Julian Dexter.
"Tuan Waze itu dia, cepat patahkan kedua kakinya!" Ujar Julian Dexter kepada Tuan Waze dengan menunjuk Rizki.
Namun Tuan Waze tidak bergerak dan terpaku ke tanah !
Tiba tiba keringat bermunculan di wajahnya, tangan dan bagian belakang tubuhnya pun terasa dingin.
Dia terlihat sangat terkejut dan sedikit merasakan ketakutan !
"Siapa.. siapa dia?!" Tanya Tuan Waze dengan ragu.
"Bagaimana mungkin kau ingin mematahkan kaki ku, tapi kau tidak mengenali aku!" Jawab Rizki dengan tersenyum.
"Tuan Waze apa yang kau tunggu, segera serang dia dan patahkan kakinya!" Ujar Julian Dexter dengan pelan.
"Apa kau tidak bisa diam?!" Ujar Tuan Waze kepada Julian Dexter.
"Kau tidak merasakan aura lima orang yang ada di belakangnya?!" Tanya Tuan Waze kepada Julian Dexter.
"Apa maksudmu? Bukan kah Mereka hanya orang biasa?!" Tanya Julian Dexter dengan bingung.
Tuan Waze hanya terdiam dan mengeluarkan aura yang tidak kalah menakutkan dari lima orang di belakang Rizki.
"Wow itu aura yang sangat menakutkan!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
Perkataan itu membuat Tuan Waze terkejut !
Bagaimana bisa seorang yang terlihat culun seperti Rizki bisa mengetahui aura yang dia keluarkan !
Tuan Waze hanya terdiam dan mencoba untuk tenang.
Dia sadar jika pemuda culun yang sekarang berada di hadapannya bukanlah pemuda yang bisa dianggap remeh.
"Aku akan langsung ke intinya saja!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Apa yang akan kalian lakukan jika aku tidak datang?!" Tanya Rizki dengan tenang.
"HAHA maka perusahaan ini akan kami hancurkan!" Ujar Julian Dexter dengan tertawa senang.
"Kau telah membuat masalah dengan Keluarga Dexter dan kau harus di beri hukuman!" Ujar Julian Dexter dengan dingin.
"Baiklah, apa ada kata kata terakhir untuk kalian?!" Tanya Rizki yang merubah tatapannya.
Tatapan Rizki terlihat sangat tajam dan terlihat sangat menakutkan !
Tuan Waze segera menyadari tatapan itu dan terkejut !
Tatapan Rizki terlihat seperti tatapan hewan buas yang melihat mangsanya.
Insting Tuan Waze menyadari jika Rizki adalah seorang Master Beladiri.
Tapi dia masih menolak mempercayai instingnya itu !
"Ini adalah peringatan terakhir dari ku!" Ujar Rizki dengan dingin.
"Jika kalian tidak pergi sekarang, maka kalian akan menjadi pupuk sekarang juga!" Ujar Jhon yang meneruskan ucapan Rizki.
Julian Dexter bergidik ngeri, melihat tatapan tajam Rizki.
Dia juga merasa ketakutan karena ancaman Jhon !
Namun Julian Dexter mencoba untuk memberanikan diri karena adanya Tuan Waze.
"Jangan berpura pura untuk terlihat kuat, kalian hanyalah sampah bagi Tuan Waze!" Ujar Julian Dexter dengan keras.
"Bukan kah sudah ku katakan sebelumnya, jika melawan keluarga Dexter sama saja mencari kematian!" Ujar Julian Dexter dengan sombong.
"Kamu sebaiknya kemari dan berlutut kepada ku, lalu kau ajak teman wanita mu untuk menemaniku!" Ujar Julian Dexter dengan tertawa.
Julian Dexter berdiri dengan sombong karena adanya Tuan Waze.
Dia tidak memperdulikan Rizki dan lima pria yang ada di belakangnya !
Julian Dexter sangat ingin Rizki merasakan neraka karena telah berani melawannya.
Julian Dexter ingin melihat Rizki merasakan putus asa.
Ditambah dia adalah salah satu anggota keluarga Saputra.
Maka ini adalah waktu yang tepat untuk menghancurkan semuanya !
Tiba tiba Rizki bergerak dengan cepat dan berada tepat di depan Julian Dexter.
"Berlutut?!" Tanya Rizki dengan tersenyum.
Rizki segera mengangkat tangannya dan menampar wajah Julian Dexter dengan sangat keras.
"Kau lah yang harusnya berlutut sekarang!" Ujar Rizki dengan tegas.
Julian Dexter terjatuh dan memegangi wajahnya yang memerah karena tamparan Rizki !
Rizki sama sekali tidak menahan dan tidak ingin membuang energi untuk banyak bicara.
Sementara Tuan Waze terkejut dengan pergerakan Rizki dan segera menyerang Rizki.
Namun pukulannya di tangkap oleh Jhon !
"Kau tidak cocok untuk melawan bos ku!" Ujar Jhon kepada Tuan Waze.
"Kemarilah orang tua, dan hadapi aku!" Lanjut Jhon dengan ekspresi mengejek.
"SIALAN!!" Teriak Tuan Waze kepada Jhon.
Namun belum sempat menyerang Rizki sudah memberikan tendangan yang mengarah ke tubuh Tuan Waze.
Tuan Waze yang menerima tendangan itu langsung terpental dan tidak sadarkan diri.