Penguasa Culun

Penguasa Culun
Jarum Penderitaan


Tuan Ardiansyah bersama supirnya pergi menjauh dari Rumah Keluarga Ardiansyah.


Dia terlihat sangat ketakutan dengan kedatangan Rizki bersama dua orang pengawalnya.


Dia terus mencoba menghubungi Luis Braga dan Hayden.


Namun tidak ada jawaban dari mereka, seolah olah mereka tidak ingin mengangkat teleponnya.


“Sial kenapa telepon ku tidak diangkat oleh mereka!” Teriak Tuan Ardiansyah dengan keras.


Dia terlihat sangat frustasi dengan keadaan yang sekarang malah berbalik menyerang kearahnya !


“Bagaimana mungkin Luis Braga dan Keluarga Saputra bersatu?!" Tanya Tuan Ardiansyah dengan pelan.


"sementara Bagas telah membunuh adiknya?!” Lanjut Tuan Ardiansyah dengan bingung.


Tapi semua yang terjadi pada saat ini benar benar di luar ekspektasinya bahkan jauh meleset dari rencananya !


Dia yang ingin menguasai lingkaran ilegal dan hukum di Kota Grozz dan Kota Nozel dengan memanfaatkan Luis Braga.


Namun Luis Braga malah mengkhianatinya dan berbalik menyerang balik bersama Keluarga Saputra.


Tuan Ardiansyah benar benar sangat marah !


“Tuan kita akan pergi kemana?!” Tanya supirnya dengan tenang.


“Kita harus pergi ke Kota Nozel dan melihat sendiri keadaan yang terjadi disana?!” Ujar Tuan Ardiansyah dengan cepat.


"Aku harus memastikan, jika semuanya adalah benar!" Ujar Tuan Ardiansyah dengan pelan.


"Jika semuanya memang benar, maka aku sendiri yang akan membunuh Luis Braga!" Ujar Tuan Ardiansyah dengan serius.


Sementara itu, Rizki sedang mendengarkan dengan baik percakapan Tuan Ardiansyah dengan supirnya.


Sesaat sebelum mereka pergi, mobil itu telah dipasangkan alat penyadap oleh Wanita bertopeng bawahan Rizki.


“Sekarang tinggal penutupnya!” Ujar Rizki dengan sedikit tersenyum.


Rizki segera menghubungi seseorang dan mengatakan akhir dari rencananya.


***


Sementara itu, pertarungan antara Pria bertopeng melawan Hobbs masih berjalan dengan sengit.


Keduanya bergantian melancarkan serangan demi serangan untuk menjatuhkan lawannya !


“Tidak ku sangka jika bajingan bertopeng sepertimu ternyata seorang seniman beladiri yang cukup kuat!” Ujar Hobbs memuji pria bertopeng itu.


“Maaf jika aku tidak sesuai dengan ekpektasi mu!” Ujar Pria bertopeng itu dengan tenang.


Pria bertopeng itu segera bergerak dengan sangat cepat !


Tiba tiba kecepatannya bertambah dengan seiring langkah yang dia ambil untuk menyerang.


Hobbs mencoba mengikuti gerakan itu namun penglihatannya benar benar sulit untuk mengikutinya !


Seolah olah Pria bertopeng itu menghilang dan mengikuti kecepatan angin !


“Sialan kenapa dia bisa bergerak secepat ini?!” Tanya Hobbs dalam hatinya.


Gerakan Pria bertopeng itu benar benar sangat cepat.


Pukulan yang di layangkan kearah Hobbs, semua mengenai Hobbs dengan tepat.


Namun karena daya tahan tubuh Hobbs yang sangat bagus jadi efek pukulan pria bertopeng itu tidak terlalu parah.


Selain itu juga beberapa pukulan dapat di tahan oleh Hobbs dengan baik.


Namun tetap saja, kekuatan mereka tidak sebanding dan Hobbs menyadari hal itu.


Dalam beberapa menit Hobbs telah sadar jika Pria yang ada di hadapannya benar benar mengerikan.


Jika dia terus memaksakan pertarungan ini, maka cepat atau lambat pukulan pria bertopeng itu akan melukai dirinya.


Hobbs segera mundur beberapa langkah dan memuntahkan darah segar dari mulutnya !


“Tidak ku sangka, jika aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri!” Ujar Hobbs dengan tertawa.


Lalu Hobbs membuat sebuah gerakan teknik pamungkasnya !


“Aku sudah menantikan hal ini, aku akan mempertaruhkan nyawa ku untuk dapat membunuh mu dan Tuan mu!” Ujar Hobbs dengan tertawa.


Hobbs terlihat seperti pohon Jati yang sangat kokoh.


WUUSSSHHH !!!


Gerakan Hobbs yang terlihat sangat cepat !


Tiba tiba sebuah pukulan mengenai tubuh pria bertopeng.


Pukulan itu membuat dia terpental dan membentur meja kayu di ruangan tengah Rumah Keluarga Ardiansyah.


“Apa kau menyukai hal itu pria aneh?!” Tanya Hobbs dengan tersenyum.


Pria bertopeng itu segera bangkit, namun tiba tiba Hobbs sudah ada di hadapannya dan kembali akan menyerangnya.


Namun pria bertopeng itu dapat menghindari pukulan itu dengan cepat !


Pria bertopeng itu sedikit terkejut dengan kemampuan Hobbs yang sebenarnya.


"Ternyata Teknik Tujuh Gerbang kematian masih ada!" Ujar pria bertopeng itu dengan tenang.


"Aku terkejut kau mengetahui Teknik ini, tapi itu adalah hal terakhir yang akan kau ingat!" Ujar Hobbs dengan tenang.


Tiba tiba Hobbs kembali menyerang kearah Pria bertopeng itu dengan cepat.


Tinju Hobbs mengarah langsung kearah kepala Pria bertopeng itu.


"MATI KAU!!" Teriak Hobbs dengan keras.


"Apa kau pikir, hanya kau yang memiliki Teknik Pamungkas?!" Ujar Pria bertopeng yang berdiri dengan tegap.


Tapi tiba tiba pukulan Hobbs yang diarahkan tepat kearah kepala Pria bertopeng itu.


Dengan cepat dapat di tahan oleh pria bertopeng dengan sangat baik.


Cengkraman pria bertopeng itu sangat keras, hingga membuat tangan Hobbs patah.


Bunyi patahan terdengar nyaring di ruangan yang sunyi itu.


"Aarrgghh lepaskan sialan!!" Teriak Hobbs yang meringis kesakitan.


Belum selesai sampai situ, Pria bertopeng itu mengeluarkan jarum kecil dari sakunya.


Jarum itu diarahkan langsung tepat di titik area belakang leher Hobbs oleh Pria bertopeng itu.


Dia segera melepaskan cengkraman tangannya !


Setelah itu Pria bertopeng itu langsung mundur beberapa langkah dan memuntahkan darah segar dari mulutnya !


Sementara Hobbs tidak bisa bergerak dan sedikit bergetar tubuhnya !


"Apa.. apa yang kau berikan padaku?!" Tanya Hobbs dengan pelan.


Urat urat dari kepala hingga bagian lehernya sudah terlihat menonjol karena jarum itu.


"Itu adalah jarum penderitaan!" Ujar Pria bertopeng itu dengan pelan.


"Darah di seluruh tubuhmu akan naik ke kepala, lalu darah itu akan berhenti di otak dan tidak akan pernah turun!" Ujar Pria bertopeng itu.


"Tidak lama setelah itu darah akan keluar melalui hidung, telinga dan matamu!" Jelas Pria bertopeng itu dengan pelan.


"Lalu kau akan mati dengan sangat menderita!" Ujar Pria bertopeng itu dengan pelan.


Pria bertopeng itu berjalan mendekati Hobbs dan mencabut jarum yang telah dia tusukan di leher bagian belakang Hobbs.


Pria bertopeng itu terus berjalan keluar dengan perlahan tanpa memperdulikan Hobbs yang ada di belakangnya.


Sesaat setelah Pria bertopeng itu keluar, Hobbs segera merasakan semua yang pria bertopeng itu katakan.


Tubuhnya bergetar dengan kuat !


Dia memuntahkan darah segar dari mulutnya dan dari hidung mengalir darah dengan deras !


Itu benar benar cara mati yang sangat menyakitkan !


Hobbs tidak dapat berteriak, dia hanya bisa mengerang karena rasa sakit yang dia rasakan.


Tidak lama setelah itu Hobbs pun terjatuh dan mati dengan darah yang terus mengalir dari mulut, hidung, telinga dan matanya !!