Penguasa Culun

Penguasa Culun
Perang Dimulai


Sementara itu Jill Vice hanya diam !


Matanya merah karena menahan amarah dan aura yang sangat kuat keluar dari tubuhnya.


Meskipun dia hanya terdiam, namun semua orang merasakan ancaman dari Jill Vice.


Seolah olah perasaan membunuhnya bisa keluar kapan saja !


Beberapa orang merasakan ketakutan pada diamnya seorang Jill Vice.


Karena saat amarahnya meledak maka itu akan menjadi hari terakhir keluarga Saputra.


Seluruh boss lingkaran ilegal dan Jill Vice membawa lebih dari 300 orang, itu adalah jumlah yang sangat banyak.


Itu sudah cukup untuk menghancurkan keluarga Saputra dan seluruh boss di lingkaran ilegal kota Nozel.


Ditambah dengan petarung terampil seperti Jill Vice, White Dragon dan Black Dragon.


Itu menambah semangat mereka berkali kali lipat lagi.


Jika mereka menggabungkan kekuatan bahkan Master Rey pun akan kesulitan menghadapi mereka.


Terlebih lagi tuan Renan dan Master Rey tidak ada.


Maka ini akan memudahkan mereka untuk menghancurkan keluarga Saputra.


Lalu mereka akan membunuh semua boss lingkaran ilegal di Nozel !


Jill Vice melihat kearah luar jendela mobil dengan tatapa sedingin es.


"Putraku.. aku akan membunuh semua orang di lingkaran ilegal Nozel untuk menemanimu!" Gumam Jill Vice dengan amarah.


"Tuan Vice sebentar lagi kita akan sampai di rumah keluarga Saputra!" Ujar supir kepada Jill Vice dengan pelan.


Mendengar itu semua orang yang berada di dalam mobil mulai mengeluarkan aura membunuh mereka.


Mereka semua tidak sabar untuk menghabisi keluarga Saputra !


"Akan ku bunuh setiap orang dari keluarga Saputra!" Ujar White Dragon dengan mengepalkan tangannya.


"Kita habisi mereka semua!" Ujar Black Dragon dengan dingin.


Tidak lama kemudian mereka pun telah sampai di depan gerbang rumah keluarga Saputra.


Mereka sangat terkejut dengan dekorasi keluarga Saputra !


Dengan berhias bendera warna hitam dan seluruh penjaga bahkan memakai jas seperti penjaga sebuah kuburan.


Apa maksudnya ini !


Apa mereka benar benar menghina mereka semua ?


Jill Vice yang melihat itu menjadi semakin marah !


"SIALAN KALIAN SAPUTRA!!" teriak Jill Vice yang langsung melangkah maju.


"HENTIKAN!!" teriak Bryan dengan keras.


Bryan pun segera keluar dengan penuh rasa hormat.


"Salam tuan tuan, selamat datang di kota Nozel!" Ujar Bryan dengan tersenyum.


"Aku tidak perduli dengan sambutan dan segala macamnya!" Ujar Jill Vice dengan dingin.


"BUNUH MEREKA SEMUA!!" teriak Jill Vice dengan keras.


Semua orang berlari menyerang kedalam rumah keluarga Saputra.


Tak lama kemudian, seluruh halaman rumah keluarga Saputra di penuhi orang, dan mata mereka tertuju kearah depan.


Ada kursi yang di letakan pas di tengah dan disana ada Bagas yang duduk dengan santai.


"Ku dengar jika keluarga Vice akan datang untuk pemakaman putranya di rumah kami!" Ujar Bagas dengan memiringkan kepala.


"Apa kau yang bertanggung jawab?!" Tanya Bagas kepada Jill Vice.


Mata Jill Vice menatap dengan tajam kearah Bagas, Ini adalah pertama kalinya Jill Vice melihat Bagas.


Dia tidak menyangka jika Bagas bahkan masih muda !


"Apa putra ku, Gio Vice dibunuh olehmu?!" Tanya Jill Vice dengan dingin.


"Itu benar, dia pantas mendapatkannya!" Jawab Bagas tanpa menyangkalnya.


"Apa kau juga yang membunuh saudaraku, Red Dragon?!" Tanya Jill Vice kembali.


"Benar, aku juga membunuhnya karena dia terlalu melebih lebihkan kemampuannya!" Jawab Bagas dengan tenang.


Semua orang sangat terkejut dengan pernyataan Bagas.


Sementara White Dragon dan Black Dragon merasa sangat marah dengan jawaban Bagas.


Mereka sangat kesal dengan ketenangan Bagas !


Selain itu dia pun tidak ada rasa takut sedikitpun kepada mereka semua.


Bagas masih terus duduk dan di belakangnya ada Bryan dan dua orang yang memakai topeng.


Sedangkan lima puluh pasukan ada di belakang pasukan Jill Vice.


Disebelah kanan mereka ada sepuluh singa yang siap mencabik cabik mereka.


Dan bagian kiri mereka ada lima harimau yang siap menerkam mereka semua.


Jill Vice yang melihat kondisi ini sedikit tertawa dengan keras.


"Apa kau pikir, mereka bisa menghalangi tiga ratus orang ku?!" Tanya Jill Vice dengan tertawa.


"Kuantitas tidak penting, tapi kualitas yang akan membedakan mereka!" Jawab Bagas dengan tersenyum.


Tidak ada orang lain selain mereka !


Jumlah mereka hanya enam puluh sembilan orang !


Ekspresi Jill Vice sangat buruk sekarang.


Dia hanya mempunya kurang dari seratus orang dan mereka berani menghadapi dirinya ?


Apa dia bodoh?


Atau dia frustasi akibat melihat bawahannya ?


"Tuan Vice, ijinkan aku untuk membunuhnya!" Ujar White Dragon yang sudah tidak sabar.


"Tunggu sebentar!" Ujar Bagas yang mengangkat tangan.


"Tidak perlu terburu buru? Kita baru bertemu tidak sopan jika aku tidak memberimu hadiah!" Ujar Bagas dengan tersenyum.


Bagas pun segera meminta bawahannya membawa hadiah.


Ekspresi Jill Vice menjadi semakin marah, tiga peti mati ada disana !


Bagas sepertinya ingin segera mati ? Jill Vice akan membunuhnya !


"Sebuah keluarga bukan kah harus selalu bersama?!" Tanya Bagas dengan tenang.


"Bukan kah aku sudah mengatakan, jika siapa pun yang berani datang maka mereka mencari kematiannya!" Ujar Bagas dengan dingin.


White Dragon sudah tidak sabar, dia segera mengeluarkan belati dari tangannya.


"Aku akan membunuh mu sekarang juga!!" Teriak White Dragon yang langsung menyerang Bagas.


White Dragon bergerak dan langsung menuju kearah Bagas.


Tapi Bagas bahkan tidak bergeming sama sekali.


"Bryan kau mau yang mana?!" Tanya Bagas dengan pelan.


Tiba tiba Bryan segera bergerak dan menahan serangan belati itu dengan sebuah tongkat.


"Lawanmu adalah aku!" Ujar Bryan kepada White Dragon.


"BUNUH MEREKA!!" teriak Jill Vice kepada semua bawahannya.


"KALIAN BOLEH BERSENANG SENANG!!" Teriak Bagas yang membuat semua bawahannya pun bergerak.


Hanya ada enam puluh lima orang yang menuju kearah tiga ratus orang !!


Seluruh anak buah Jill Vice sangat marah sekarang !


Mereka belum pernah di hina dengan buruk seperti sekarang ini !!


Mereka bahkan dapat menghancurkan seluruh kota Nozel dan saat ini mereka di hina di sebuah keluarga di kota Nozel.


Ini adalah penghinaan !!


Keluarga Saputra terlalu bodoh untuk melawan mereka semua !


Enam puluh lima orang berbanding dengan tiga ratus orang?


Ini adalah perbandingan yang sangat kejam !


Sementara itu Luis Braga yang memperhatikan semuanya dari atas gedung pun tersenyum.


"akhirnya dimulai!!" ujar Luis Braga dengan tersenyum.