Penguasa Culun

Penguasa Culun
Master Rey dan Tuan Renan 1


Master Rey yang melihat, tuan Renan selalu tertawa saat bersama dengan Rizki pun.


Menjadi teringat dengan keadaan mereka dua puluh tahun lalu.


Pada saat itu dia dan tuan Renan hanyalah seorang pekerja kasar pada sebuah pabrik di wilayah Lakertown.


Pekerjaan mereka saat itu, meskipun hanya dapat mencukupi untuk makan sehari hari.


Mereka selalu dapat menikmati makanan dan kebersamaan mereka berdua.


Lalu tiba tiba tragedi yang sangat mengerikan terjadi.


Saat itu pabrik tempat mereka bekerja di serang oleh sekelompok berandalan yang mengatakan jika mereka meminta uang keamanan.


Namun karena pabrik itu bukan lah sebuah usaha yang besar.


Akhirnya boss pabrik itu pun tidak memenuhi keinginan kelompok berandal itu.


Para berandal yang tidak terima pun menyerang para pekerja dengan ganas.


Tongkat kayu semua diarahkan kepada para pekerja bahkan Master Rey dan Tuan Renan pun tidak luput dari sasaran amarah mereka.


Karena pada dasarnya tuan Renan dan Master Rey sudah memiliki bekal beladiri.


Akhirnya mereka pun melawan para berandal itu dan dalam sekejap para berandal itu pun sudah tidak sadarkan diri.


Karena kejadin itu tuan Renan dan Master Rey pun terkenal bahkan boss mereka pun menaikan upah mereka berdua.


Namun itu adalah awal dari kehancuran mereka.


Ternyata kelompok berandal itu adalah penguasa kota itu.


Karena mendengar anak buahnya di pukuli dengan sangat buruk oleh dua orang pegawai.


Akhirnya boss dari kelompok berandal itu pun mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari tuan Renan dan Master Rey.


Selama tiga hari tuan Renan dan Master Rey bersembunyi, karena permintaan dari keluarga mereka.


Namun saat di hari ke tiga itu, Master Rey dan tuan Renan mendengar sebuah informasi.


Bahwa semua keluarga mereka di bantai dengan sadis.


Bahkan adik perempuan tuan Renan dan saudara perempuan Master Rey mendapatkan siksaan yang sangat berat.


Mereka di paksa keliling wilayah kota itu dan berteriak memanggil nama Master Rey dan tuan Renan.


Lalu semua pekerja di pabrik tempat mereka mencari nafkah dahulu pun di bakar bersama dengan semua pekerja di dalamnya.


Mendengar semua cerita itu tuan Renan dan Master Rey pun keluar dari persembunyian mereka dan menyerang kelompok berandal itu dengan sangat brutal.


Namun meski begitu mereka tetap saja kalah karena jumlah mereka yang terlalu banyak.


Master Rey yang masih sanggup melawan itu pun akhirnya terpaksa berhenti saat melihat tuan Renan sudah berhasil di kalahkan.


Master Rey pun terpaksa mengangkat tangan dan berlutut sebagai tanda bahwa dirinya menyerah.


Boss berandal itu pun berdiri dan bertepuk tangan dengan tertawa.


"aku tidak menyangka bahwa kalian berdua sangat hebat!" ujar Boss berandal itu dengan tenang.


"namun kalian bodoh karena tidak mengetahui ini wilayah kekuasaan siapa?!" ujar Boss itu yang menendang Master Rey dengan keras.


Tendangan itu langsung membuat Master Rey merintih kesakitan.


"apa kalian tahu? Sudah banyak yang mati sia sia karena kalian berdua!!" teriak boss itu dengan keras.


"saudara ku mati sia sia, para pekerja di pabrik itu dan keluarga kalian yang bodoh!!" teriak boss itu yang kembali menendang Master Rey dengan keras.


"meskipun kalian mempunyai dasar beladiri yang cukup bagus, namun tetap saja kalian hanya sampah buat ku!" ujar boss itu dengan arogan.


"aku tahu kau memiliki teknik tinju besi!" ujar Boss itu menunjuk Master Rey.


"aku juga tahu kau memiliki pemikiran yang cukup bagus dalam hal perencanaan!" teriak boss itu kepada tuam Renan.


"SIKSA MEREKA!!" teriak boss itu kepada para bawahannya.


Tuan Renan dan Master Rey pun di pukuli bahkan di injak injak oleh para berandal itu.


Tiba tiba datang sebuah mobil dan turun dua orang pengawal yang langsung menghajar para berandal itu.


Master Rey dan tuan Renan tidak mengetahui siapa mereka, yang telah berbaik hati menolong mereka.


Tidak lama kemudian seorang pria tua dengan penampilan yang modis datang menghampiri mereka berdua.


"apa kau Renan dan Rey?!" tanya pria tua itu kepada Master Rey dan tuan Renan.


"siaapa.. siapa kamu?!" tanya tuan Renan yang masih merasa sakit di sekujur tubuhnya.


"kalian belum layak mengetahui siapa aku!" ujar pria tua itu dengan tersenyum.


"namun aku ingin membuat perjanjian dengan kalian berdua!" ujar pria tua itu dengan tenang.


"aku akan membantu untuk membalaskan dendam kalian dan bahkan menjadikan kalian sebagai seorang raja di sebuah wilayah!" ujar pria tua itu dengan tenang.


"namun kalian harus mau untuk menjadi anjing peliharaan keluarga ku!" ujar pria tua itu dengan tersenyum.


Mendengar itu sontak saja membuat Master Rey sangat marah.


Biar bagaimana pun dia tidak ingin menjadi seekor anjing yang mengikuti suruhan dari majikannya.


Meskipun mereka pernah bekerja sebagai buruh kasar namun menurut mereka kali ini sangat berbeda.


Sebelum Master Rey ingin marah!! Tiba tiba dia sudah memuntahkan darah segar yang menyebabkan dirinya tidak sadarkan diri.