
Tuan Ardiansyah bergerak dengan cepat menuju kearah Luis Braga.
Tidak ada keraguan dalam tatapan Tuan Ardiansyah !
Dia benar benar sangat berniat untuk membunuh Luis Braga.
Pengkhianatan Luis Braga benar benar membuat Tuan Ardiansyah sangat marah.
"Hey apa yang ingin kau lakukan?!" Ujar Gordon yang bersiap menghalangi Tuan Ardiansyah.
Tiba tiba Silverus bergerak menyerang Gordon.
"Biarkan Tuan ku menyelesaikan masalahnya!" Ujar Silverus yang meninju Gordon hingga membuat Gordon terpental.
"Bangsat kau Silverus!" Teriak Gordon yang langsung menyerang Silverus.
Sementara Luis Braga sudah menahan pukulan Tuan Ardiansyah.
"Apa yang kau lakukan bodoh?!" Tanya Luis Braga kepada Tuan Ardiansyah.
Tuan Ardiansyah yang mendengar itu menjadi sangat marah.
Luis Braga benar benar pintar dalam bersandiwara !
Dia seolah tidak tahu apa yang dia lakukan?
Bahkan dia berani mengatakan Bodoh kepadanya !
Tuan Ardiansyah terus menyerang Luis Braga dengan tongkatnya.
Luis Braga hanya bisa menahan dan menghindari serangan itu.
Sementara Bagas hanya duduk diam mengamati.
Dia tidak tahu bagaimana keponakannya bisa meyakinkan si Tua Ardiansyah yang terkenal dengan ketelitiannya.
Di seberang jalan Jhon melihat pertarungan itu dengan seksama tanpa melewatkan detail sekecil apapun.
Rizki telah mengatakan jika dalam pertarungan ini, Luis Braga akan menang namun dia akan terluka cukup parah.
Tapi kemungkinan nya hanya ada delapan puluh lima persen, sisanya mereka akan menyadari semuanya dan menyerang Tuan Bagas.
Jika hal itu terjadi, Jhon dan para Singa yang sedang bersembunyi harus menjadi tameng untuk Tuan Bagas.
Mereka hanya di izinkan untuk menahan Luis Braga dan Tuan Ardiansyah sampai kedatangan Rizki bersama kedua sahabatnya.
Tapi jangan sampai mengorbankan nyawa mereka !
Disisi lain Gordon bertarung dengan Silverus.
Beberapa kali tinju Gordon berhasil mengenai tubuh Silverus.
Namun semakin di pukul dan terluka, maka kekuatan Silverus menjadi bertambah.
Tentu hal ini sangat menyulitkan Gordon !
Selain itu titik vital Silverus juga terlindung dengan cukup baik.0
"Sulit sekali untuk memukul titik vitalnya!" Ujar Gordon di dalam hatinya.
Silverus memang pandai dalam bertarung, tapi karena obsesinya yang ingin membunuh dengan perlahan.
Membuat dia selalu terluka parah setelah selesai bertarung.
Silverus selalu bisa menghindari dewa kematian di setiap pertarungannya.
Dia tidak pernah takut untuk terluka, jadi bagi beberapa orang.
Silverus adalah musuh yang sangat merepotkan !
"Apa hanya segitu kemampuan mu, Tuan Gordon yang terhormat?!" Tanya Silverus dengan tertawa.
Tiba tiba terdengar ledakan keras di tempat pertarungan antara Tuan Ardiansyah dan Luis Braga.
Luis Braga menggunakan Teknik Tinju Baja yang sudah dia latih selama ini.
Hanya satu pukulan dapat mengguncang tempat ini dengan sangat dahsyat !
Dia berbeda jauh dari musuh yang selama ini mereka hadapi !
"Apa kau sudah gila ingin membunuh ku?!" Teriak Luis Braga dengan keras.
"Kau yang telah berani berkhianat kepada ku!" Jawab Tuan Ardiansyah dengan keras.
"Apa maksudmu?!" Tanya Luis Braga yang seraya berpikir.
"Kau bersekutu dengan Keluarga Saputra untuk dapat membunuh ku?!" Tanya Tuan Ardiansyah dengan keras.
Bagas yang mendengar itu, segera berlari menuju Tuan Ardiansyah untuk menyerangnya.
Tapi Tinju itu tidak berhasil mengenai Tuan Ardiansyah.
Tuan Ardiansyah dapat menghindari serangan itu dengan baik.
"Itu benar, kami memang bersekutu untuk membunuh mu!" Ujar Bagas yang menambah panas suasana.
"Teman, kenapa tidak kita habisi dia sekarang!" Ujar Bagas kepada Luis Braga.
Luis Braga yang menyadari sandiwara ini menjadi sangat marah.
Namun Tuan Ardiansyah terlihat lebih marah !
Dia segera memburu Luis Braga dan niat membunuhnya sekarang lebih kuat di banding dengan sebelumnya.
"MATI KAU PENGKHIANAT!!!" Teriak Tuan Ardiansyah kepada Luis Braga.
"SIALAN KALIAN KELUARGA SAPUTRA!!" Teriak Luis Braga yang terkena pukulan Tuan Ardiansyah.
Pukulan itu benar benar melukai Luis Braga !
Dia terpental hingga beberapa meter karena pukulan Tuan Ardiansyah.
Luis Braga pun memuntahkan darah segar dari mulutnya !
Tapi bukannya meringis kesakitan, Luis Braga malah tertawa terbahak bahak.
"Aku sudah lama tidak melihat darah ku sendiri!" Ujar Luis Braga dengan tertawa.
Tiba tiba tertawaan itu berhenti, Luis Braga menatap kearah semua orang !
Tatapan itu terlihat seperti iblis yang ingin membunuh banyak orang !
Dia menatap Bagas dengan lekat dan aura yang menyeramkan keluar dari Luis Braga.
"Sepertinya keponakan ku telah membangunkan seekor harimau!" Ujar Bagas yang dengan tersenyum.
Dia sangat siap sekali menghadapi kemarahan dan amukan Luis Braga.
"Apa kau sudah menyadarinya?!" Tanya Bagas dengan tersenyum.
"Apa maksudmu?!" Tanya Tuan Ardiansyah yang terlihat bingung.
"Dasar Bodoh!" Ujar Bagas mengejek Tuan Ardiansyah.
"BRENGSEK!!" Teriak Tuan Ardiansyah dengan keras.
Namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertarungan.
Akhirnya Tuan Ardiansyah hanya terduduk dengan lemah di bawah tanah.
Dia hampir membuat kesalahan dengan hampir membunuh Luis Braga.
Tapi dia juga terkejut ternyata Luis Braga dapat bertahan dari serangan pamungkasnya.
Biasanya seniman beladiri yang terkena serangan itu akan langsung mati seketika.
Tapi Luis Braga bahkan hanya memuntahkan darah saja.
Bagas dan Luis Braga akan saling berhadapan satu sama lain.
Sedangkan Gordon dan Silverus yang terluka kini mengetahui jika Keluarga Saputra bersiasat untuk menghancurkan mereka.