Penguasa Culun

Penguasa Culun
Kekuatan Yang Tidak Terduga


Perbedaan sangat terlihat jelas sekarang !


Bagas di kepung dari segala arah, Luis Braga, Silverus dan Gordon mengelilingi Bagas.


Sementara, Tuan Ardiansyah sudah kelelahan dan tidak sanggup untuk berdiri setelah mengeluarkan jurus pamungkasnya.


"Apa ada kata kata terakhir?!" Tanya Luis Braga kepada Bagas.


"Aku akan mengeluarkan salah satu matanya sebelum membunuhnya!" Ujar Silverus dengan lidah yang terjulur.


"Aku tidak sabar menantikan pertarungan hebat dengan salah satu anggota keluarga Legenda Negara ini!" Ujar Gordon dengan tersenyum.


Bagas hanya tersenyum dan sangat terlihat tenang.


Seolah olah mereka bertiga bukan lah tandingannya.


Luis Braga, Gordon dan Silverus yang melihat itu merasa jika mereka telah di remehkan.


Tidak ada ekspresi ketakutan dalam wajah Bagas, meskipun dia berada di ambang kematian !


Namun hanya ada ketenangan yang terlihat dalam diri Bagas, seolah olah dia merasa tidak akan mati hari ini.


"Sepertinya kau cukup percaya diri!" Ujar Luis Braga dengan bersiap.


"Kau meminta ku, untuk mengucapkan kata kata terakhir bukan?!" Tanya Bagas dengan pelan.


"Ini lah kata kata terakhir ku!" Teriak Bagas dengan keras.


"SERANG MEREKA!!" Teriak Bagas dengan sangat keras.


Tiba tiba Lima Belas kawanan Singa menyerang Luis Braga, Silverus dan Gordon.


Silverus dan Gordon yang terkejut, terkena pukulan dan tendangan yang di layangkan oleh para Singa !


Namun, Luis Braga dapat menahan serangan Jhon !


"Ternyata, kalian masih memiliki kartu As yang bagus!" Ujar Luis Braga dengan tertawa.


"INI SANGAT MENYENANGKAN!!" Teriak Silverus dengan keras.


Darah sudah mengalir dari mulut dan hidungnya, tapi dia masih sangat bersemangat sekali.


Silverus segera bangkit, lalu menyerang kearah kawanan Singa.


Gordon yang tidak mau kalah, segera menyerang kearah kawanan Singa juga.


Sementara Jhon masih belum bisa melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Luis Braga.


Tiba tiba Bagas bergerak menyerang kearah Luis Braga dengan cepat.


Namun serangan itu bisa di hindari dengan sangat baik.


"Apa kau tidak apa apa?!" Tanya Bagas kepada Jhon.


"Terimakasih Tuan, aku baik baik saja!" Jawab Jhon dengan tenang.


"Jhon lebih baik, kau bantu saudara mu dan tinggalkan aku sendiri!" Ujar Bagas kepada Jhon.


"Apa kau yakin?!" Tanya Jhon dengan pelan.


"Apa sekarang anak buah dari keponakan ku meremehkan ku?!" Tanya Bagas dengan berpura pura marah.


Jhon yang melihat itu segera pergi dengan cepat.


"Aku akan membantu kalian!" Teriak Jhon dengan berlari.


Bagas yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum.


Entah kenapa, meskipun ketenangan ada di dalam hatinya.


Tapi pikirannya merasa jika ini adalah akhir dari hayatnya.


"Apa kau sudah siap mati?!" Tanya Luis Braga dengan keras.


"Kita semua pada akhirnya akan mati!" Ujar Bagas dengan bijaksana.


Luis Braga segera bergerak dengan cepat kearah Bagas.


Pijakan Luis Braga benar benar kuat, bahkan meninggalkan retakan di area pijakan itu.


Sebuah tinju dengan keras menuju kearah Bagas.


Namun Bagas dapat menahan serangan itu, tidak lama sebuah tendangan mengarah kearah kepalanya sebelah kanan.


Tapi lagi lagi Bagas bisa menahannya dengan cukup baik !


Meskipun sedikit merasakan sakit karena tendangan itu.


"Kekuatannya di luar perkiraan ku!" Gumam Bagas dengan pelan.


Belum sempat berpikir lebih jauh, Luis Braga sudah menyerang kembali kearah Bagas.


Kali ini tendangan secara terus menerus yang di lakukan Luis Braga, mengincar bagian tubuh dan kepala Bagas.


Tapi Bagas masih bisa menghindari serangan serangan itu dengan sangat baik.


Bagas benar benar merasa terpojok !


Kekuatan Luis Braga benar benar melebihi ekspektasi yang di bayangkan oleh Bagas sendiri.


Dia tidak menyangka jika Luis Braga akan menjadi begitu tangguh.


Dari semua musuh yang pernah dia hadapi, mungkin Luis Braga akan menjadi yang terbaik diantara mereka semua.


Bagas balik menyerang kearah Luis Braga !


Dia tidak ingin terus terusan diserang oleh Luis Braga dan di pojokan begitu saja.


Namun, Luis Braga tersenyum melihat semua serangan Bagas.


Dia terlihat seperti meremehkan semua serangan Bagas !


Bahkan sesekali dia secara sengaja terlihat sulit menghindari serangan Bagas dan membuat Bagas berhasil memukul nya !


Padahal kenyataannya Bagas benar benar di remehkan secara terang terangan oleh Luis Braga.


Semua yang di lakukan Bagas benar benar tidak berguna di hadapan Luis Braga.


"HAHAHA.. Apa hanya segitu kemampuan pemimpin Keluarga Saputra?!" Tanya Luis Braga dengan tertawa.


Bagas yang mendengar itu, dengan sebisa mungkin untuk menahan emosinya.


Ketenangannya benar benar membuat Luis Braga sangat muak !


"Aku sepertinya harus membunuhnya sekarang!" Ujar Luis Braga dengan pelan.


Luis Braga bergerak dengan cepat, dari arah kanan kearah kiri secara acak dan tidak beraturan.


Sesekali dia melancarkan tendangan dan pukulan kearah Bagas.


Bagas yang tidak dapat melihat pergerakan itu hanya menjadi samsak empuk bagi Luis Braga.


Entah pukulan ke berapa yang akhirnya membuat Bagas terjatuh dan terpental.


Bagas memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya.


Melihat semua itu membuat para Singa terkejut.


Tuan Ardiansyah dan Luis Braga tertawa dengan keras karena melihat kondisi Bagas !


"Selanjutnya adalah kematian Tuan Saputra yang hebat!" Ujar Luis Braga yang berjalan kearah Bagas.