
Julian Dexter yang melihat itu langsung menjadi panik.
Dia ketakutan karena pergerakan Rizki sebelumnya.
Ditambah dengan terkapar nya Tuan Waze membuat dia menjadi merasakan sangat ketakutan.
Ekspresi wajahnya tidak bisa menyembunyikan jika dia saat ini sangat ketakutan.
Tiba tiba ucapan dari Wright Bersaudara teringat kembali di pikirannya.
Rizki bukanlah orang yang bisa dia singgung dengan mudah.
Tapi Julian Dexter tidak percaya akan semua ucapan itu.
Dia menganggap jika Wright Bersaudara berbicara omong kosong.
Jadi dia menghubungi Tuan Waze untuk membantunya menghancurkan perusahaan Keluarga Saputra.
Sekaligus mematahkan Kaki dan Tangan Rizki !
Namun kali ini Julian Dexter telah di pukul dengan telak.
"Jika kamu melakukan hal yang bodoh, maka kau akan mati!" Ujar Julian Dexter yang mundur perlahan.
"Aku adalah Tuan Muda dari keluarga Dexter, ayahku akan memberimu pelajaran jika kau tidak melepaskan ku!" Ujar Julian Dexter dengan gugup.
Jhon segera mencekik Julian Dexter dan mengangkatnya keatas.
Julian Dexter langsung memerah wajahnya saat kakinya menjuntai dari lantai.
Matanya di penuhi dengan teror, bagaimana bisa pemuda culun ini mempunyai anak buah yang sangat menakutkan?
"Maaf mengecewakan Tuan Muda Dexter, tapi Keluarga Saputra tidak akan pernah hancur!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Tapi saat ini keluarga Saputra akan memperhatikan keluarga Dexter dari kota Castle Rock!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
Julian Dexter yang mendengar itu menjadi sangat panik.
Dia menjadi sangat ketakutan dan mulai menangis.
"Tolong lepaskan aku tuan!" Ujar Julian Dexter yang mulai menangis.
Tubuh Julian Dexter sudah mulai sedikit mengejang karena kurangnya oksigen.
Namun tangan Jhon tetap mencengkram dengan keras leher dari Julian Dexter.
Julian Dexter merasakan perasaan mengerikan karena di cekik sampai mati dan dia merasa jika dirinya bisa mati kapan saja !
Jhon yang melihat itu segera memberikan tendangan kearah tubuh Julian Dexter dengan keras.
Julian Dexter yang merasakan tendangan itu segera terjatuh seperti anjing mati dan tidak sadarkan diri !
"Lemparkan mereka semua ke perbatasan Kota Nozel dan Kota Castle Rock!" Ujar Rizki kepada Jhon dan empat orang Singa.
Jhon dan ke empat Singa segera menyerang kearah anak buah Tuan Waze yang tersisa.
Perbedaan kekuatan benar benar terlihat, dalam hitungan menit.
Lima puluh anak buah Tuan Waze benar benar terkapar dengan kondisi yang mengerikan.
Kondisi tubuh mereka tidak beraturan, ada yang menderita karena tangan yang patah dan ada pula yang menderita kaki patah.
Setelah itu mereka semua di masukan kedalam sebuah mobil box besar untuk di lemparkan di perbatasan Kota Nozel dan Kota Castle Rock.
Saat Rizki masuk kedalam, semua staf menatap dengan mata dan mulut mereka yang melebar.
Mereka tidak tahu jika pemuda culun ini akan menjadi seganas ini !
Tuan Waze yang terkenal di lingkaran ilegal kota Castle Rock, tidak sadarkan diri dengan satu kali tendangan.
Bahkan Tuan Muda dari keluarga Dexter di Castle Rock, di buat hingga tidak sadarkan diri.
Lalu mereka semua akan di buang begitu saja di perbatasan Kota Nozel dan Kota Castle Rock.
"Semuanya!" Ujar Rizki kepada seluruh pekerja dengan tersenyum.
"Aku akan menyampaikan pesan dari paman Bagas kepada kalian semua!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Keluarga Saputra, akan menjamin keselamatan kalian semua saat bekerja disini!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Paman Bagas juga akan memastikan bahwa kalian semua akan di perlakukan dengan baik dan di berikan penawaran terbaik dari apa yang di tawarkan pihak lain!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
Itu bukanlah pesan dari Bagas, karena nyatanya Bagas masih tidak sadarkan diri di rumah sakit.
Rizki mengatakan semua itu dengan mengatasnamakan Bagas agar semua orang percaya dengan kata katanya.
Siapa yang akan mendengarkan ucapan pemuda culun yang bahkan belum lulus Universitas ini ?
Tidak ada yang istimewa dari kata kata yang di ucapkan oleh Rizki.
Namun semua orang memahami apa maksud dan tujuan dari Rizki.
Mereka terlihat bersemangat dan saat ini mulai menghormati Rizki sebagai calon pewaris perusahaan ini.
"Kawan, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?!" Tanya Jhon kepada Rizki.
"Apa sudah ada kabar dari Tuan Ernest?!" Tanya Rizki kepada Jhon.
"Semalam Tuan Ernest sempat memberikan petunjuk!" Jawab Jhon kepada Rizki.
"Apa itu?!" Tanya Rizki dengan pelan.
"Kepastian dan sama!" Ujar Jhon kepada Rizki dengan tenang.
"Sekarang kita temui Tuan David!" Ujar Rizki kepada Jhon.
Mereka segera pergi dengan mobil untuk menemui Tuan David.
***
Sementara itu, Luis Braga saat ini sedang bertemu dengan utusan dari keluarga Forst dari selatan.
Mereka sedang merencanakan sesuatu tentang penyerangan mereka ke Kota Nozel.
Luis Braga dan Tuan Ardiansyah akan menyerang Keluarga Saputra.
Sedangkan Keluarga Forst akan berurusan langsung dengan Tuan Renan dan Master Rey.
"Jadi kapan kita akan bergerak?!" Tanya Luis Braga kepada pria tua di depannya.
Dia adalah Master Beladiri yang di miliki oleh keluarga Forst !
Kekuatan nya bahkan jauh diatas Master Rey dan Tuan Renan.
"Secepatnya, besok murid ku akan ke Kota Nozel untuk mencari putri Tuan Renan!" Ujar Pria tua itu dengan pelan.
Setelah mendengar ucapan pria tua itu,
Mereka berdua pun tertawa dengan keras !
Masing masing dari mereka akan menghadapi monster di Kota Nozel !