
Sementara itu berita kematian Tuan Renan telah sampai ke telinga Luis Braga.
"Luar biasa ! Tidak ku sangka jika pejuang Keluarga Forst akan sekuat ini!" Ujar Luis Braga dengan tertawa.
"Sekarang apa yang akan kita lakukan?!" Tanya Tuan Ardiansyah kepada Luis Braga.
"Sebentar lagi kita akan bergerak menghabisi Keluarga Saputra!" Ujar Luis Braga dengan dingin.
"Tunggu pembalasan ku Bagas, aku akan membunuh dan menghancurkan Keluarga Saputra!" Ujar Luis Braga dengan tertawa keras.
***
Sementara itu Rizki kali ini sedang menerima telepon dari seseorang pria.
"Teman, Selatan sedang terguncang dengan hebat oleh Master Rey!" Ujar seseorang di balik telepon.
"Apa dia berhasil membunuh Kepala Keluarga Forst?!" Tanya Rizki dengan tenang.
"Belum, tapi dia berhasil membunuh tujuh orang termasuk dua orang putra keluarga Forst dan seorang tetua dari keluarga Forst" Ujar pria di balik telepon itu.
"Apa kau berhasil masuk kedalam Instansi Hukum disana?!" Tanya Rizki kepada Pria itu.
"Aku sudah bergabung, sesuai perintahmu!" Ujar pria itu dengan tenang.
"Itu bagus, sekarang kau akan terus dikenal sebagai Artha Farren dari lingkaran hukum Negara ini!" Ujar Rizki dengan tersenyum.
"Baik teman, aku akan berusaha semampuku!" Ujar Artha di balik telepon.
Rizki pun mematikan panggilan teleponnya dan menikmati teh nya kembali.
Rizki tidak menyangka jika Tuan Renan sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik.
Tuan Renan telah siap dengan rencana ini dan dia siap untuk mati sekalipun dan meskipun dia mati.
Dia benar benar bertekad untuk memberikan gigitan yang kuat untuk Keluarga Forst di Selatan.
Selain itu Rizki juga benar benar terkejut dengan kemampuan Master Rey.
Hanya dalam satu hari, Master Rey telah berhasil membunuh tujuh orang anggota Keluarga Forst.
Bahkan tiga diantaranya adalah Tuan Muda dan Tetua Keluarga Forst, mereka semua di bantai oleh Master Rey.
Semua yang di lakukan oleh Master Rey untuk membalaskan dendam kematian Tuan Renan.
Udara mulai tegang, banyak orang yang mulai waspada terhadap kekuatan dari luar Selatan.
Sekarang seorang seniman beladiri yang sangat terampil telah memberontak dan bertekad untuk membunuh orang tertentu di Selatan.
Tidak ada perbedaan nya bagi orang di wilayah Selatan, saat ada Seniman beladiri bertindak maka tidak ada yang bisa menghentikannya.
Keluarga Forst sekarang telah di hadapkan oleh musuh yang sangat kuat !
Semua ini terjadi karena kebodohan yang mereka perbuat sendiri !
Jadi semua konsekuensi yang saat ini terjadi menjadi tanggung jawab untuk mereka sendiri.
Setelah beberapa hari, Rizki mendapat berita terbaru dari Artha Farren.
Alberto Carlos segera bergegas kembali ke Selatan dan bertarung melawan Master Rey.
Akibat dari pertarungan itu Master Rey terluka, namun dia dapat melarikan diri dari kejaran Alberto Carlos.
Namun niat Master Rey di ketahui dan di gagalkan oleh Alberto Carlos.
Sekarang tidak ada yang tahu di mana keberadaan Master Rey !
Keluarga Forst mengurung diri mereka dan melarang semua keluarga mereka untuk melakukan kegiatan di luar rumah.
Mereka bahkan membayar banyak pejuang terampil untuk menjaga mereka dari serangan dan dendam Master Rey.
Setelah tiga hari, tidak ada yang terjadi sama sekali dan beberapa orang bahkan menganggap jika Master Rey telah mati !
Bagaimana pun, Alberto Carlos adalah pejuang terbaik dari Keluarga Forst dan dia bahkan lebih terlihat mengesankan di bandingkan dengan Master Rey.
Kecepatan gerakan nya dalam menyerang dan pukulan bayangannya yang membuat dia di juluki Grand Master Beladiri.
Jadi menghadapi Master Rey bukan lah masalah berat bagi Alberto Carlos !
Tapi setelah empat hari selanjutnya, ada berita yang mengatakan jika anggota Keluarga Forst yang berada di luar kota Mati dengan tubuh yang hancur !
Master Rey telah meninggalkan Selatan dan sekarang mulai membunuh anggota Keluarga Forst yang saat ini berada di kota lain.
Dia benar benar gila !
***
Beberapa hari kemudian Rizki dan Bagas sedang bersantai di taman belakang Rumah Keluarga Saputra.
Bagas saat ini telah pulih, dia sedang duduk berdua bersama Rizki dan meminum teh dengan tenang.
Beberapa hari sebelumnya Rizki telah bertemu dengan Ferdian, Beny dan Rodry yang telah tiba di kota Nozel.
Rizki memberikan pelatihan yang berbeda kepada mereka bertiga !
Karena mereka akan di persiapkan untuk menjadi mata mata dan pembunuh dalam bayangan di Keluarga Saputra.
Tidak lama kemudian masuk Jhon sambil berlari kearah Bagas dan Rizki.
"Tuan Bagas, Master Rey kembali membunuh lebih banyak orang kini total dia telah membunuh tujuh belas anggota Keluarga Inti Forst!" Ujar Jhon dengan tenang.
"Tapi Master Rey hampir terbunuh karena terkepung oleh beberapa ahli Beladiri yang di bayar oleh Keluarga Forst! Sebelum akhirnya berhasil melarikan diri!" Lanjut Jhon menjelaskan.
Master Rey bisa saja tidak melakukan apa apa dan pergi dengan tenang.
Bukan kah Tuan Renan sudah meninggal?
Dia juga telah berhasil membunuh tujuh belas anggota inti dari Keluarga Forst !
Jadi itu sudah cukup untuk membalas kematian Tuan Renan !
Namun Master Rey terus membunuh anggota Keluarga Forst dengan terus menerus.
Seolah olah Master Rey akan memanfaatkan sisa umurnya untuk menghancurkan Keluarga Forst.
Kesetiaan semacam ini membuat semua orang di lingkaran yang sama merasakan perasaan yang mendalam untuknya.
Bagaimana bisa seseorang bisa mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk membalaskan dendam sahabatnya?
Master Rey benar benar menjadi topik hangat di lingkaran ilegal seluruh penjuru negeri.
Sedangkan Keluarga Forst menjadi bagian yang disalahkan atas semua yang terjadi saat ini !