Penguasa Culun

Penguasa Culun
Musuh dan Pasukan Baru


Luis Braga yang mendengar itu pun menjadi sangat senang.


"Ternyata keluarga selatan masih bodoh seperti dahulu!" Ujar Luis Braga dengan tertawa.


"Hayden, minta Gordon untuk datang ke ruang latihan untuk menemui ku!" Pinta Luis Braga kepada Hayden.


"Baik tuan!" Uja Hayden dengan hormat.


Luis Braga pun segera pergi menuju ruangan latihan untuk menunggu Gordon.


Karena selain Thalita dan Larrson, Gordon pernah menghadapi pemuda ini.


Jadi setidaknya dia tahu sedikit informasi dari pemuda ini.


"Aku harap pemuda ini bisa menghiburku!" Ujar Luis Braga dengan tersenyum.


Tidak lama kemudian, Gordon datang dan segera memberikan gestur hormat kepada Luis Braga.


"Ada apa tuan memanggilku?!" Tanya Gordon dengan hormat.


"Gordon, kau adalah satu satunya anggota VIP yang paling ku hormati selain Hayden!" Ujar Luis Braga dengan tenang.


"Terima kasih tuan!" Ujar Gordon dengan hormat.


"Apa kau masih ingat dengan pemuda yang tempo hari kau hadapi?!" Tanya Luis Braga dengan cepat.


"Aku masih mengingatnya tuan, ada apa tuan?!" Tanya Gordon dengan pelan.


"Karena kau baru pulih wajar jika kau tidak mengetahui kabar jika Larrson telah tewas!" Ucap Luis Braga.


Gordon yang mendengar itu seketika menjadi terkejut.


Bagaimana Larrson bisa tewas?


Apakah dia menghadapi pemuda itu?


Gordon tahu betul bagaimana kekuatan pemuda itu.


Dia bahkan merasa jika lima anggota VIP menghadapinya secara bersama, maka mereka semua akan tetap tewas.


Tapi bagaimana Larrson tewas?


Apa mereka menyinggung perasaan pemuda itu?


Gordon bingung dengan setiap pertanyaan yang ada di kepalanya saat ini.


"Apa kita menyinggung pemuda itu?!" Tanya Gordon yang mulai merasakan dingin di punggungnya.


Itu adalah ketakutan yang sangat nyata di hidupnya.


Meskipun dia sudah pernah melawan pemuda itu.


Tapi dia sadar jika pemuda itu tidak mengeluarkan kemampuannya dengan penuh.


Luis Braga yang mendengar pertanyaan itu, sedikit merasa tersinggung.


Tapi dari ekspresi yang Gordon tunjukan, Luis Braga tahu jika pemuda itu bukanlah pemuda biasa.


Petarung Master yang dia miliki seperti Larrson dan Thalita saja di buat tidak berdaya.


Dan Gordon yang kemampuannya hampir menyamai dirinya saja, terlihat sangat ketakutan.


Luis Braga semakin penasaran dengan pemuda dari keluarga Saputra itu.


"Kita tidak menyinggungnya sama sekali!" Jawab Luis Braga berbohong kepada Gordon.


"Syukurlah, berarti Larrson mati karena kebodohannya!" Ucap Gordon yang merasa bersyukur.


"Apa kau tidak dendam karena saudara mu terbunuh?!" Tanya Luis Braga kepada Gordon.


"Aku lebih baik menghindarinya dari pada harus berurusan dengan dia lagi!" Jawab Gordon kepada Luis Braga.


"Bagaimana jika aku ingin membalas dendam?!" Tanya Luis Braga kepada Gordon.


Gordon yang mendengar itu pun seketika menunduk.


"Jangan tuan, sebisa mungkin kita tidak perlu berurusan dengan pemuda itu!" Ujar Gordon kepada Luis Braga.


Luis Braga yang mendengar itu pun merasa senang, setidaknya tiga anggota VIP nya masih menurut padanya.


"Kita akan menjalankan rencana kita!" Ujar Luis Braga dengan penuh percaya diri.


Namun tanpa Luis Braga ketahui, Gordon masih ragu tentang rencana Luis Braga.


Karena Gordon tahu seberapa hebatnya pemuda itu.


Bahkan dia saja tidak bisa melayangkan satu pun serangan kepada pemuda itu.


Sementara itu di kota Nozel, setelah tiga hari berlalu semenjak perayaan ulang tahun tuan Renan.


Chris masih belum dapat bertemu dengan Bagas.


Sudah tiga hari ini juga Bagas tidak ada di rumahnya bersama dengan Bryan.


"Ferdian, temani aku kerumah keluarga Saputra!" Ujar Chris kepada salah seorang anak buahnya.


"Baik boss!" Ujar Ferdian segera mengeluarkan mobil.


Chris pun segera masuk ke mobilnya dan menuju ke rumah keluarga Saputra.


"Semoga hari ini tuan Bagas ada di rumahnya!" Ujar Chris dengan berharap.


Dalam perjalanan Chris masih memikirkan tentang keadaan nya yang saat ini.


Dia bukan bagian dari tuan Renan tapi bagian dari keluarga Saputra.


Tidak lama kemudian, mereka sudah sampai di depan rumah keluarga Saputra.


Chris pun turun dan menanyakan kepada penjaga rumah keluarga Saputra.


"Apakah tuan Saputra ada di rumah hari ini?!" Tanya Chris dengan sopan.


"Apa anda tuan Chris?!" Tanya penjaga itu dengan sopan.


"Iyah benar, itu aku!" Ujar Chris dengan pelan.


"Tuan Bagas sudah menunggumu!" Ujar penjaga itu dengab pelan.


Chris yang mendengar hal itu menjadi sangat senang.


"Terima kasih tuan, terima kasih!" Ujar Chris kepada penjaga gerbang.


Chris segera masuk kedalam dengan perasaan yang sangat senang.


Di depan pintu masuk Bryan sudah menunggu sesuai perintah Bagas.


"Kau lama sekali!" Ujar Bryan kepada Chris.


"Maafkan aku!" Ujar Chris dengan gugup.


"Tuan Bagas sudah menunggu mu di dalam, ikuti aku!" Ujar Bryan kepada Chris.


Bryan pun berjalan di ikuti oleh Chris yang berada di belakangnya.


Perasaan gugup dan bimbang kembali datang di dalam hati Chris.


Ini seperti mimpi yang tidak pernah di sangka oleh Chris sendiri !


Dia benar benar di undang masuk kedalam sebuah keluarga legenda di negara ini !


Tidak lama Bryan berhenti di depan sebuah ruangan.


"Kau masuk ke dalam, tuan Bagas sudah menunggu mu!" Ujar Bryan kepada Chris.


Namun Chris hanya diam di tempat seperti orang bingung.


"Aku hanya bisa mengantar mu sampai sini!" Ujar Bryan yang segera meninggalkan Chris.


Dengan ragu ragu, Chris mengetuk pintu itu.


"Silahkan masuk tuan Chris!" Ujar Bagas dengan tenang.


Chris segera masuk kedalam dan melihat di dalam ruangan itu terdapat dua orang.