
Tuan David merasakan sedikit dingin di bagian punggungnya.
Dia melihat dengan cermat bagaimana Bagas dan Roman Braga akan mengeluarkan kemampuan yang sebenarnya.
Bahkan dia sedikit merasa terganggu dengan aura yang di keluarkan oleh Bagas dan Roman Braga.
Aura membunuh yang sangat kuat dari kedua belah pihak itu benar benar membuat dada merasa sesak !
Seperti yang Rizki katakan, mungkin ini akan menjadi akhir dari pertarungan ini.
Bagas atau Roman Braga yang akan menang ?
Semua tergantung dengan kemampuan mereka masing masing.
Jika dilihat lihat Roman Braga memiliki keunggulan karena mempunyai tehnik Tinju Besi.
Tapi Tehnik yang di keluarkan oleh Bagas pun tidak bisa dianggap remeh begitu saja.
Gerakan yang terkoordinasi dengan baik !
Membuat sebuah aura menakutkan ada di belakang Bagas.
"Rizki apa kau yakin jika paman mu akan menang?!" Tanya Tuan David kepada Rizki.
"Tenang saja, di bandingkan dengan Tinju Besi maka Tehnik paman ku sangat kuat!" Jawab Rizki dengan tersenyum.
"Bagaimana kau tahu? Sedangkan Tehnik itu tidak setenar Tehnik Tinju Besi?!" Tanya Tuan David yang penasaran.
"Itu benar, tapi Tehnik itu hanya bisa di pelajari oleh keluarga Saputra saja!" Jawab Rizki dengan tenang.
"Itu adalah Tehnik pamungkas dari keluarga Saputra!" Ujar Rizki dengan tenang.
Tuan David yang mendengar itu segera menatap ke depan.
Dia menunggu Bagas mengeluarkan Tehnik itu dan menyerang Roman Braga.
Jika itu adalah Tehnik pamungkas maka itu pasti Tehnik yang luar biasa !
Dia sudah tidak sabar melihat siapa yang akan menang pada pertarungan ini !
Sementara itu Bagas masih menunggu Roman Braga menyerang nya.
"Aku harus bisa bertahan selama dua menit!" Ujar Bagas dalam hatinya.
"Meskipun dia sudah menguasai gerakan ke sembilan Tinju Besi, tapi kekuatan nya hanya akan bertahan selama dua menit!" Ujar Bagas dengan pelan.
"Jika aku mendapatkan kesempatan, maka aku bisa membunuhnya dalam satu kali pukulan!" Ujar Bagas di dalam hatinya.
Sementara itu Roman Braga tersenyum melihat Bagas yang di tinggalkan oleh pasukannya.
Meskipun dia harus kehilangan dua orang petarung terbaiknya, tapi bagi Roman Braga itu adalah bayaran setimpal jika dia berhasil membunuh Bagas.
"MATILAH KAU!!!" Teriak Roman Braga yang langsung bergerak kearah Bagas dengan cepat.
Roman Braga segera mengarahkan tinjunya ke bagian jantung Bagas.
Tinju itu menimbulkan bunyi yang sangat nyaring !
Itu terdengar sangat menakutkan !
Namun saat tinju itu sedikit lagi mengenai Bagas, tiba tiba Bagas dapat menghindarinya dengan melompat ke samping.
Namun belum berhenti disitu, Roman Braga segera melepaskan tendangan kearah kepala Bagas.
Namun Bagas dapat menahan tendangan itu dengan menangkapnya dan melemparkan Roman Braga menjauh.
"SIALAN!" Teriak Roman Braga dengan emosi.
Namun Bagas masih bergerak dengan tenang dan berirama.
Seolah olah Bagas tidak takut dengan tinju besi dari Roman Braga !
Bahkan terlihat jika Bagas seolah meremehkan Roman Braga dengan senyum mengejek.
"Kau benar benar bosan hidup!" Ujar Roman Braga yang segera menyerang Bagas dengan kuat.
Tinju besi itu segera di lepaskan mengarah kearah Bagas !
Namun lagi lagi Bagas bisa menghindari semua serangan Roman Braga dengan baik.
Tapi Roman Braga terus menyerang Bagas tanpa berhenti !
"Sial kenapa tidak ada serangan ku yang dapat mengenai nya?!" Tanya Roman Braga dalam hatinya.
Sedangkan Bagas masih terus menghindari dan menahan serangan itu dengan cukup baik.
Jika di perhatikan, tangan Bagas tidak menyentuh tinju Roman Braga.
Tapi dia menahan serangan itu dengan mengubah arah serangan Roman Braga.
Bagas menahan bagian pergelangan tangan Roman Braga.
Itu benar benar gerakan yang sangat indah !
Bagas terus menghindari serangan dari Roman Braga.
Tinju besi itu terus menyerang Bagas tanpa henti, hingga tepat dua menit.
Bagas mengeluarkan Aura yang sangat menakutkan !
Bahkan gerakan pada tubuhnya sekarang berbeda dari yang sebelumnya !
Dia seperti telah siap menyerang ke arah Roman Braga !
"Ada perkataan terakhir?!" Tanya Bagas kepada Roman Braga.
"BANGSAT!!!" Teriak Roman Braga dengan Keras.
"MATILAH KAU!!" Teriak Roman Braga yang kembali menyerang Bagas.
Gerakan ini jauh lebih cepat dari gerakan sebelumnya dari Roman Braga.
Namun meskipun begitu, Bagas tetap diam dan tidak bergerak dari posisinya.
Dia seperti menunggu sesuatu dari serangan Roman Braga !
Jika sebelumnya dia akan melompat untuk menghindari tinju besi itu.
Maka saat ini Bagas bersiap untuk menerima tinju besi dari Roman Braga !
Semakin Roman Braga mendekat, semakin dia merasakan hawa dingin di tangan hingga tubuhnya.
Aura yang menakutkan itu keluar dari tehnik Bagas !
Roman Braga merasakan jika aura itu benar benar mencekam dan mengancam !
"Apa yang terjadi kenapa aku ketakutan?!" Tanya Roman Braga yang masih bergerak maju.
Tinju itu semakin kuat mengarah ke jantung Bagas !
DAAAARRR DAAARRR DAAARRR
Bagas saling beradu pukulan dengan Roman Braga !
Tinju mereka saling beradu dengan cepat dan semakin cepat.
Itu bahkan terlihat sangat menakutkan !
Tuan David terkejut dengan tehnik itu sementara Rizki hanya menggelengkan kepalanya.
"Tehnik itu sangat hebat!" Gumam Tuan David dengan pelan.
"Tapi itu belum sempurna!" Ujar Rizki dengan tenang.
"Bagaimana mungkin?!" Tanya Tuan David yang terkejut.
Jika Tehnik itu belum sempurna lalu bagaimana Bagas bisa beradu pukulan dengan tinju besi gerakan ke sembilan?
Itu benar benar tidak masuk akal !
Tuan David kembali melihat Bagas dan Roman Braga masih saling beradu tinju satu sama lain !
"AAAARRRGGGHHH SIALAN KAU BAGAS!!" Teriak Roman Braga dengan kencang.
"AAARRRGGHHH!!" Teriak Bagas yang tidak kalah kencang dari Roman Braga.