Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Bab 150 EndVer2 MBYDL : 05


Mohon baca BAB 133 bagi yang belum mengerti 🥰


Cerita Arkan dan Rea SUDAH TAMAT, ini ending versi KEDUA untuk Axel dan jelas SUDAH BERBEDA ALUR CERITA.


_


_


_


_


_


Melihat suaminya yang masih bersikap biasa saja seolah tak terjadi sesuatu membuat Rea merasakan sedikit nyeri di hatinya, terbuat dari apa sebenarnya hati Arkan, seharusnya laki-laki itu langsung menggugat cerai dirinya, bukankah jelas dia berkata bahwa dirinya sudah berselingkuh.


"Aku sudah tidur dengannya," ucap Rea saat Arkan bersiap untuk ikut ke acara peresmian cabang ke tujuh dari bisnis perhiasannya.


"Aku sudah berzina," lanjutnya.


Bergeming, Arkan hanya bisa memejamkan matanya, menghela napasnya, ia menantap tajam ke arah Rea dari dekat almari pakaiannya.


"Apa kamu puas? apa dia lebih bisa memuaskanmu dari pada aku?" Senyum getir terbit dari bibir laki-laki itu.


"Siapa laki-laki itu?" tanya Arkan dengan pandangan penuh kekecewaan.


"Axel."


Bak tersambar petir di pagi hari, hati Arkan benar-benar hancur, bagaimana bisa Ax menusuknya dari belakang seperti itu, bahkan ia masih tak menyangka istri yang sangat dia cintai bisa sangat tega kepadanya.


"Kamu tahu Re? seorang pengkhianat memang pantas jika bersanding dengan seorang pencuri, itukah yang kamu inginkan? bercerai? akan aku kabulkan permintaanmu, tapi jangan harap kamu bisa mendapatkan hak asuh bening dan Embun." Membanting pintu almari dengan kasar, Arkan pergi berlalu meninggalkan Rea begitu saja.


Pada akhirnya Rea harus pergi ke acara peresmian usahanya seorang diri. Sama sekali tidak menikmati acara itu, Rea memilih memisahkan diri dan keluar.


Sebuah tangan menepuknya lembut, Rea memalingkan wajahnya melihat Mia tengah tersenyum kepadanya.


"Aku harus segera pergi, maaf tidak bisa sampai acara selesai, " ucap gadis itu.


"Pergi kemana?" Rea mengernyitkan dahinya heran.


"Kencan," jawab Mia dengan raut wajah bahagia.


Rea mengangguk, membiarkan Mia pergi dari sana. Namun, baru beberapa langkah berjalan gadis itu menoleh lagi ke arahnya.


"Re, jika Axel bersedia, apakah tidak apa-apa jika aku menjadi ibunya Embun?"


Mendengar ucapan Mia, pikiran Rea tiba-tiba kosong, Ia tidak mengerti arah pembicaraan gadis yang menjadi rekan bisnisnya sampai memiliki tujuh cabang toko itu.


"Orang tua kami meminta kami berkencan, hari ini aku akan bertemu dengannya, doakan semoga perjodohan kami berhasil." Wajah Mia berseri-seri, Ia memang sangat mengagumi Axel sejak lama.


"Apa?"


Rea terkejut, bahkan setelah pulang dari Bali Ax sama sekali belum menghubunginya dan tiba-tiba Ia mendengar selingkuhannya itu di jodohkan dengan temannya sendiri.


Masuk ke dalam sebuah restoran, Axel mengingat ucapan sang Papa kepadanya.


"Tinggalkan Rea, Papa tidak pernah memohon apapun kepadamu seumur hidup papa Ax, jadi sekarang papa mohon temui gadis itu, namanya Naomi Lowry, dia gadis yang cantik juga baik, kamu harus mempertimbangkannya."


"Nona Naomi," Sapa Ax ke gadis yang tengah duduk di sebuah meja dengan posisi membelakanginya.


Ax terkejut, gadis yang harus Ia temui ternyata Mia.


"Mia? bagaimana?" masih tak percaya, Ax terbata-bata mendapati gadis yang akan dijodohkan dengannya adalah gadis yang Ia kenal.


"Ax, apa kamu kaget?" Mia terus tersenyum, jelas ada rona bahagia di wajah gadis itu.


"Jadi namamu Naomi?" Tanya Ax penasaran.


Mia menganggukkan kepalanya, salah tingkah berhadapan dengan laki-laki yang Ia kagumi, pipi gadis itu bersemu merah.


Sementara saat sang selingkuhan tengah kencan buta dengan gadis lain, Rea berjalan pulang dari lokasi acaranya. Ia terkejut mendapati Jordan sudah berdiri di hadapannya, mendekat ke sang anak tiri, laki-laki itu berkata ingin membicarakan sesuatu dengannya. Seperti sudah bisa menebak, sang papa tiri pasti akan membahas hubungannya dengan Axel.


" Re, papa mohon tinggalkan Ax."


Tidak tahu apa yang harus dilakukan, Rea hanya bisa menunduk, terdiam.


"Axel memang bukan anak laki-laki satu-satunya yang papa punya, masih ada Ale adikmu, tapi harapan papa sekarang hanyalah Axel." Dengan lembut Jordan berusaha membujuk Rea. "Tinggalkan dia, kembalilah ke suamimu, perbaiki hubunganmu dengan Arkan."


"Apa papa harus berlutut di kakimu?"


Ucapan Jordan membuat Rea seketika menegakkan kepalanya, "Tidak pa, tidak."


"Papa tidak perlu berbuat apa-apa, aku akan meninggalkan Ax dengan sendirinya," lirih Rea, air matanya menetes membasahi pipinya.


***


Rea terduduk di ujung ranjangnya, saat pulang Ia tidak mendapati seorangpun di rumah. Jelas Arkan membawa kedua anaknya pergi bersama.


[ Aku sudah berbicara kepada pengacaraku, silahkan bahas apa yang ingin kamu bahas dengannya, aku tidak sejahat yang kamu kira. Perselingkuhanmu dengan Axel bagiakan aib yang sangat menjijikkan untukku, jadi aku akan memberi alasan sudah tidak ada kecocokkan diantara kita di dalam gugatan ceraiku]


Rea hanya bisa menggenggam erat ponselnya setelah membaca pesan dari Arkan, entah perasaan apa yang berkecamuk di hatinya saat itu, yang pasti gadis itu kembali menangis.


[ Jangan berebut Bening dan Embun, karena aku tidak ingin sampai alasan mamanya berselingkuh terlontar untuk memenangkan hak asuh mereka ]


Lagi-lagi rasa sesak seperti menekan dadanya. Sepertinya Rea memang harus menanggung konsekwensi atas tindakannya seorang diri.


Berbalut rasa kalut, Ia memilih menelpon Axel, meminta laki-laki itu menemuinya di apartemen milik Ax.


Berdiri memandang keluar jendela, Rea mendengar saat bunyi pintu apartemen terbuka. Menghapus air matanya, Rea langsung berpaling dan tersenyum saat Ax memanggil namanya.


"Kamu sudah sampai, apa kencan butamu dengan Mia berjalan lancar?" tanya Rea dengan senyum setengah terpaksa.


"Bagaimana kamu tahu? mendekat ke arah Rea, Ax ingin meraih tangan gadis itu. "Re, aku..."


Belum sempat Ax menyelesaikan kalimatnya, Rea sudah memotong ucapan laki-laki itu terlebih dulu.


"Ax, sepertinya kita harus mengakhiri ini."


"Re, aku tidak menginginkan perjodohan ini, kamu tahu dengan jelas aku benar-benar mencintaimu, hanya dirimu." bujuk Ax yang terlihat mulai gusar.


"Aku ingin memperbaiki hubungan dengan mas Arkan, aku sadar bahwa aku masih sangat mencintainya."


Ucapan Rea tak lantas membuat Axel percaya, laki-laki itu tidak bisa menerima keputusannya.


"Kamu masih bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik, Mia gadis yang pantas," lirihnya.


Axel langsung menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya, melingkarkan lengannya erat seolah tak ingin kehilangan.


Rea meninggalkan Axel di apartemen sendirian, laki-laki masih mematung dan tidak mau menerima kenyataan bahwa gadis yang dicintainya itu memutuskan hubungan dengannya begitu saja.


Berjalan gontai masuk ke dalam mobilnya, Rea memilih bertemu dengan sang pengacara, Ia tidak ingin menyakiti Arkan terlalu lama, Ia juga berharap Arkan bisa menemukan cinta yang lain. Sementara untuk Ax, Rea berharap laki-laki itu bisa bahagia dengan perjodohannya dengan Mia.


***


Tiga minggu kemudian


Rea memisahkan diri dari kerumunan di pesta pernikahan Elang dan Kinanti. Ia melamun, memandang hamparan bunga-bunga di halaman gedung lokasi pernikahan sang kakak, wajahnya terlihat sedikit kuyu.


Menyakitkan, dimana di dalam ada sepasang mahkluk yang tengah dilingkupi perasaan bahagia menjadi pasangan selamanya, di luar Arkan yang baru saja datang dan mensejajari Rea membuat rasa sesak membelenggu hati keduanya, hubungan mereka berbanding terbalik dengan yang orang-orang rasakan hari itu.


"Seperti keinginanmu terus berpura-pura sampai pernikahan Elang dan Kinanti, setelah ini kita bisa memberi tahu orang-orang bahwa kita sudah bercerai," ucap Arkan.


Memandang wajah laki-laki yang sekarang sudah menjadi mantan suaminya itu, Rea tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke Arkan.


"Maaf dan terima kasih Ar, maaf." Rea tiba-tiba menangis terisak.


Melihat gadis yang sebenarnya masih sangat dicintainya itu menangis, Arkan tak kuasa untuk tidak memeluk Rea.


"Hem, semoga setelah ini kamu bisa bahagia dengan pilihanmu Re."


Mengangguk di pelukan Arkan, Rea sudah berencana untuk pergi dari kehidupan semua orang.


_


_


_


_


_


_


_


jangan lupa LIKE dan KOMEN


KOMEN menghujat soookkkk monggo 😂😂😂😂