Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
The End


KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Saat ini Ren dan Thalia sudah berada di sebuah pesta, namun karena Thalia tidak terbiasa dengan keramaian seperti ini.


Dia memilih untuk menjauh dari keramaian, dia mengambil makanan yang cukup untuknya, lalu duduk di meja paling sudut.


Dia juga terlihat sedang memainkan ponselnya, untuk belajar beberapa fitur yang menurutnya baru.


Ren yang sejak tadi sibuk dengan teman - temannya, akhirnya mendatangi Thalia yang sedang sendirian.


“Kenapa di sini?” Tanya Ren dengan tiba - tiba mengejutkan Thalia.


“Aku hanya tidak terbiasa dengan keramaian,” jawabnya dengan senyumannya.


“Jika, kamu masih mau mengobrol dengan mereka, maka lakukkanlah! Aku akan menunggu kamu di sini.” Tambahnya lagi, membuat Ren terdiam untuk sejenak.


“Ikut aku!” Pintanya, dengan menarik tangan Thalia untuk ikut bersamanya ke sebuah tempat.


“Kita mau kemana?” Tanya Thalia dengan bingung.


Namun, Ren sama sekali tidak menjawabnya dan malah terus mengajaknya pergi ke lantai paling atas.


Hotel yang di pakai untuk tempat acara itu adalah hotel milik temannya, jadi dia memiliki tempat yang sudah menjadi Favoritenya sejak dulu.


Sesampainya mereka di lantai atas, ke dua mata Thalia menatap kagum dengan pemandangan yang ada.


“Wahhhh.” Tandasnya, mengutarakan kekagumannya pada suasana ini.


Ren tersenyum, karena dia mendapatkan Thalia juga menyukai suasana ini. “Dulu waktu aku kecil, aku juga tidak menyukai keramaian, dan bahkan jika bisa di bilang hingga saat ini aku tidak menyukainya.”


“Dan aku selalu mencari tempat seperti ini untuk menghilangkan segala kepenatanku dengan dunia ini.” Ungkapan Ren terdengar sangat tulus. Membuat Thalia menoleh ke arahnya.


“Orang kaya seperti kamu, apakah kamu tahu artinya kepenatan pada dunia?” Tanya Thalia balik. Dia tidak yakin dengan apa yang di katakan oleh Ren barusan.


Ren melangkahkan kakinya mendekat ke arah pagar rooftop, lalu duduk di sana. Dia juga menaikan pandangannya menatap langit yang sedang tidak menampilkan bintang. “Tidak semua orang kaya itu hidupnya bahagia, buktinya aku sampai melibatkan kamu hanya karena ingin memperebutkan harta.” Jawabnya, tanpa mengalihkan pandangannya dari langit yang tak bertepi.


“Hanya saja, jika aku tidak melakukkannya, perjuanan Mendiang Mamahku di dalamnya, semuanya akan hilang begitu saja dan bahkan di ambil alih oleh pria yang tak berperasaan.”


“Pria itu menikah dengan Mamah hanya menginginkan sebuah harta, setelah mamah sakit - sakitan dia malah pergi mencari wanita lain dan bahkan membunuh Mamah.”


“Aku tidak akan membiarkan dia dan selingkuhannya merasakan harta milik Mamah!”


Mendengar Semua ungkapan perasaan yang di lontarkan Ren, Thalia sedikit kecilnya memahami itu.


Thalia terlihat menghela nafasnya lalu dia mengikuti Ren untuk duduk di pinggi pagar itu. “Yah memang seperti itulah hidup, people come and go, setiap saat kita akan merasakan hal itu.”


“Tuhan hanya menginginkan kita untuk berjuang agar selalu bisa memperbaiki hidup. Jika di masa lalu buruk, maka di depannya harus lebih baik.” Ucap Thalia, lalu dia melihat ke arah tangannya.


“Jika ada yang masa lalunya buruk itu adalah aku, dari kecil hingga saat ini, aku tidak bisa menghitung berapa banyak nyawa yang hilang karena tanganku ini.” Tambahnya lagi, membuat Ren mengalihkan pandanganya dari langit dan kini menatap telapak tangan Thalia yang terbuka.


“Di kehidupanku, hanya selalu membuat orang lain mendapatkan hukumannya, tanpa tahu apakah mereka bersalah atau tidak, sedari kecil aku di latih untuk tunduk akan perintah, tanpa sedikitpun mereka berikan aku nafas kebebasan.”


“Hingga datang seorang Pria yang menawarkan sebuah kebebasan, Namanya Nathan, tetapi karena ke egoisanku, akhirnya dia juga pergi.” Thalia menceritakan bagaimana kelamnya perjalanannya di masa lalu, bahkan dia tidak yakin jika di depan sana akan ada jalan yang terang untuknya.


Ren yang sejak tadi mendengar cerita Thalia, secara sepontan tangannya langsung menggengam tangan Thalia yang sejak tadi terbuka. “Thalia, jika ada seseorang yang mengajakmu untuk melangkah bersama mencari masa depan yang terang, apakah kamu akan menerimanya?” Tanya Ren dengan tiba - tiba, hingga membuat Thalia tertegun mendengarnya.


Dia bahkan menatap ke dua mata Ren yang juga sedang menatapnya dengan lekat. “Aku memang tahu, awal hubungan kita tidaklah baik, dan dari awal hubungan kita hanyalah sekedar Majikan dan Budak, apakah kamu mengizinkan aku untuk merubahnya?” Tanya Ren lagi, namun Thalia masih tidak bisa membuka kalimat apa - apa.


Tidak tahu harus merespon seperti apa, dia mencari tatapan kebohongan yang mungkin akan terlihat di ke dua mata Ren, namun dia tidak menemukannya.


“Ren, kenapa? Tiba - tiba kamu?”


“Aku tidak mengatakannya secara tiba - tiba, hatiku yang sejak dulu memang kosong, lalu bertemu denganmu yang aku sendiri tidak tahu kenapa sejak pertama aku melihatmu, aku begitu menginginkanmu.”


“Hingga pada saat malam pembantai itu, aku merasa semakin ada yang mencengkram di dada ini.”


“Thalia.” Panggilnya lagi, namun kali ini dia terlihat mengeluarkan sebuah kotak mungil dari sakunya.


Dia membukanya dan terlihat sebuah kalung yang sangat indah di sana. “mungkin aku dulu menikahimu hanya untuk di jadikan seorang budak, tapi izinkan aku sekali lagi melamarmu untuk menjadi istriku yang sebenar - sebenarnya hingga kita berdua bisa menemukan masa depan yang terang.” Kalimat yang baru saja di utarakan oleh Ren, sama sekali membuat Thalia merasa bingung.


Dia tidak tahu apa yang sedang dia rasakan, tetapi air matanya malah terjatuh tanpa izinnya. “Ren, aku -“ kalimatnya tertahan, sesaat Ren terlihat sudah lebih dulu memasangkan kalung itu di lehernya.


“Izinkan aku untuk mencintaimu dengan tulus, jika kamu belum mencintaiku tidak apa, karena mulai hari ini dan seterusnya kamu hanya akan bersamaku dan tidak ada pilihan lain untukmu selain mencintaiku.” Tambahnya lagi.


Nyiuuttttt, duwarrrr suara kembang api terdengar tiba - tiba mengejutkan mereka berdua. Dan ketika mereka menoleh ternyata itu adalah Valda dan Glo. “Congratulation ya Kakak, dan kakak ipar!!!! Semoga aku cepat mendapatkan keponakan.” Ucap Glo dengan begitu bahagia.


Dia merasa puas sekali karena semua rencana mereka akhirnya berhasil. Thalia melihat ke arah kalung yang sudah terpasang dengan indah di lehernya. Dia tidak mempunyai siapa - siapa di dunia ini, semuanya sudah hilang dan sekarang waktunya dia membuka lembaran baru dan mungkin awalnya di mulai dari sebuah hubungan keluarga.


Dia juga bersyukur karena di terima dengan baik oleh Ren dan juga Glo. Padahal mereka tahu jika di masa lalu dia hanyalah seorang pembunuh bayaran yang bahkan saat ini sedang mencari jati diri.


Dan mungkin saat ini Tuhan sedang menunjukkan sebuah jati diri yang baru untuknya, yaitu sebagai Rapthalia istri dari Ren.


The End


Hallo teman - teman, terima kasih ya sudah mengikuti karya Ren dan Thalia dari awal. Karya ini akan mimin buat menjadi 2 season, yang season ke duanya akan mimin ceritakan tentang kehamilan Thalia dan juga hubungan Glo dan juga Valda.


Jadi di tunggu saja ya 🙏🏻 terima kasih 🙏🏻