
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Thalia yang sedang buru - buru naik ke atas, lansung masuk ke dalam kamar Ren, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Aahhhh, apa yang kamu lakukkan?!” Sentak Ren, ketika melihat Thalia yang masuk ketika dirinya sedang tidak mengenakan pakaian.
Dan sontak Thalia langsung membalikkan tubuhnya, dan segera menutup matanya. “Kamu itu ngapain di dalam kamar tidak mengenakan pakaian seperti itu?!” Tanya Thalia balik, menolak untuk di salahkan oleh Ren.
Melihat keadaan yang sudah tidak baik, Ren langsung bergegas mengambil celana pendeknya. Dan mengenakannya, tapi karena dia merasa ingin tidur. Jadi dia memilih untuk tidak mengenakan bajunya.
“Sudah, kamu bisa membuka matamu.” Ucapnya lalu dia mengambil ponselnya dan duduk di tepi ranjang.
Thalia perlahan membuka matanya, dan kembali membalikkan tubuhnya. “Kamu itu! Sadar tidak sih? Kamu masih tidak mengenakan baju!” Tegurnya lagi. Mengingatkan Ren jika pria itu masih belum memakai bajunya.
“Aku sudah selesai, dan beginilah aku, tidak mengenakan baju, karena aku mau tidur.” Responnya dengan begitu santai.
“Baiklah, terserah kamu, tapi -“
“Tapi, kenapa kamu harus memindahkan barang - barang aku di kamarmu?” Tanyanya, sambil berdiri dengan mengacak pinggangnya.
“Ya karena kamu istriku, makanya aku pindahkan barangmu, lagian di rumah ini hanya ada 5 kamar, 2 sudah di gunakan oleh Asisten rumah tangga, dan tiganya sudah di pakai,” Jawab Ren, lalu dia berdiri dan mendekati Thalia yang berdiri semakin mundur.
“Lagian, kamu istriku jadi ya kamu harus tidur bersamaku, tidak mungkikan aku menguruh Hazal yang tidur bersamaku.” Ucapnya, membuat Thalia seketika menjadi gugup. Dan langsung menghindar agar tidak tekunci oleh Ren yang pasti akan menyudutkannya ke dinding.
Thalia menghela nafasnya, dan tak lama kemudian terlihat Glo yang masuk ke kamar mereka juga tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Kakak.” Panggilnya, membuat Thalia dan Ren menoleh ke arahnya.
“Kakak, kenapa kakak mengizinkan si keong racun ini tinggal bersama kita? Kakak gak salahkan?” Tanya Glo, meyakinkan kakaknya. Jika dia secara sadar mengizinkan Hazal untuk menginap di rumah mereka.
Ren mengedikan bahunya singkat, lalu dia kembali berjalan mendekati tempat tidurnya. “Hanya satu malam, biar saja dia tidur di sini.” Jawab Ren lagi - lagi tanpa memperihatkan bebannya. Seakan - akan jika Hazal memang sudah terbiasa menginap di rumah mereka.
Glo terdiam, lalu dia terlihat mengerucutkan bibirnya, “Kakak ipar, tidur sama aku saja gimana?” Tanyanya, membuat Ren yang tadinya ingin membaringkan tubuhnya. Tiba - tiba saja bangkit, setelah mendengar ajakan adiknya pada istrinya.
Ren tersenyum dengan mengenaskan, rencananya yang ingin tidur dengan Thalia dalam satu kamar malam ini, jangan sampai di kacaukan dengan adiknya yang kurang ajar ini.
“Jangan terima, jangan terima.” Batinnya, berharap Thalia akan menolak ajakan dari adiknya.
“Baiklah Glo, malam ini aku tidur bersamamu.” Jawab Thalia, membuyarkan semua pemikiran Ren yang sudah bersorak gembira karena malam ini dia akan bersama Thalia.
Glo bukan tidak tahu, jika aura kakaknya tiba - tiba jadi berubah. Tetapi dia memang sengaja melakukkan ini. Agar kakaknya tahu jika membawa wanita lain menginap di rumah itu, membuatnya sangat tidak suka.
“Rumah sebesar ini saja masih dia bilang kecil, lalu bagaimana besarnya.” Gumam Thalia sangat pelan.
“Kakak ipar.” Panggilnya lagi, ketika melihat Thalia hanya diam saja.
Thalia sempat berpikir sejenak, lalu dia menoleh ke arah Ren. “Malam ini aku tidur di sini saja, masih ada yang ingin aku bicarakan bersama dengan Ren.” Thalia menolak untuk tidur bersama dengan Glo malam ini.
Entah kenapa, dia merasa tidur di kamar Ren, akan menjadi sarana dia menyelesaikan masalahnya. Dan bisa segera lepas dari jeratan Ren.
“Apakah Kakak ipar yakin?” Tanya Glo, sedikit sedih. Karena tadinya dia berpikir jika kesempatan mengobrol dengan kakak iparnya akan panjang malam ini.
Sedangkan sekarang, tiba - tiba malah kakak iparnya itu memilih tidur bersama dengan kakaknya.
“Yakin,” jawab Thalia, dengan senyum di wajahnya.
Ren yang mendengar itu, dia sudah sangat - sangat bahagia. Dia seperti mendapatkan angin segar, karena ternyata Thalia mau tidur bersamanya.
“Baiklah kalau begitu kakak ipar, aku ke kamar dulu.” Pamit Glo, menerima dengan ikhlas keinginan kakak iparnya itu.
Setelah Glo pergi, Thalia menghela nafasnya lalu melihat ke arah Ren. “Jangan tidur dulu! Kita masih ada urusan yang mau kita bahas.” Tungkasnya, lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Sepertinya dia ingin mandi karena tadi dia baru saja dari luar.
“Baiklah.” Sahut Ren, dengan wajahnya yang datar. Pria itu sepertinya sangat pandai dalam menyembunyikan mimik wajah bahagianya.
Ketika Thalia masuk ke dalam kamar mandi, barulah dia tersenyum puas dan langsung bangkit mengunci pintu kamarnya. Dia khawatir jika nanti Glo tiba - tiba akan datang menganggunya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*