
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Maria berjalan dengan penuh waspada, namun ternyata Miru lebih dulu menemukannya, lalu menodongkan pistol ke kepalanya.
Dan sebelum pistol itu mendarat di kepalanya, Maria lebih dulu membaca pergerakan Miru, dan menarik tangan piru hingga mematahkan sikutnya.
Kreekkkkk, Maria memutar kepala Miru, hingga tewas begitu saja. Bagi Maria, Miru hanyalah penghalang seperti Mimi. Bahkan di lihat dari gerakannya, Mimi jauh lebih baik dari Miru.
Lalu Maria kembali maju, dan melihat Darius bersama anak buahnya yang sejak tadi ada di sampingnya melaporkan semua kegiatan bawahannya.
Namun, ketika mereka melihat Maria, mereka berdua berlari ketakutan. Dor,, doooorrr, doorrr 3 tembakan Maria layangkan untuk anak buah terakhir Darius.
Dan kali ini pelurunya benar - benar sudah habis, sehingga Maria mengambil pisau sabitnya yang sejak tadi dia simpan di kantong depan.
Dia juga melepaskan dua senjata, dan tas yang sejak tadi dia bawa. Maria benar - benar mengejar Darius hanya dengan pisau sabitnya saja, tanpa mengenakan perlindungan apapun.
Namun Darius terus saja berlari, padahal kakinya masih pincang karena tembakan Maria yang kemarin.
Membuat Maria lebih unggul dan langsung mendorong tubuh Darius hingga mereka berdua terjatuh di atas tanah yang berlumpur, Namun, segesit mungkin Maria langsung berdiri agar tidak di serang oleh Darius lebih dulu.
Ketika mereka berdua berhadapan, tiba - tiba saja hujan turun dengan sangat deras. Membasahi bumi dan bahkan membasahi dua insan yang tengah bernostalgia.
Maria dan Darius kini saling menatap, dengan tatapan yang berbeda. Jika Maria menatap Darius penuh dengan rasa marah dan juga dendam. Berbeda dengan Darius yang menatap Maria dengan penuh rasa kerinduan.
“Aku pikir selama ini kamu sudah mati.” Ujar Darius, mencoba berbicara dari hati ke hati dengan Maria.
“Wanita yang selama ini aku cintai, wanita yang selama ini aku percaya,” timpalnya lagi, berbicara dengan begitu lembut dengan Maria.
“Kamu sudah membunuh orang - orang yang aku Cintai, kamu membunuh Nathan!” Tegas Maria, mengingatkan Darius tentang kesalahan pria itu padanya.
“Dia tidak layak bagimu!” Balas Darius tak kalah kesal. Dia paling benci jika Maria mengucapkan nama Nathan di depannya.
Karena Nathanlah Maria bisa sampai mengkhianatinya. Dan kini Maria kembali dengan membalaskan dendam Nathan. Menurutnya itu sangat tidak adil.
Darius juga mengeluarkan pisau lipatnya. Begitupun dengan Maria, yang sudah siap menerima serangan dari Darius.
5 tahun dia sudah menunggu saat - saat ini, dan tentu saja, malam ini dengan di saksikan hujan yang turun membasahi bumi, dia akan menyelesaikan urusannya di masa lalu agar bisa hidup dengan normal tanpa harus lari dari siapapun.
Bugghhhhh, bugghhhh, aksi saling pukulpun terjadi, namun, perbedaanya ketika Darius bertarung bersama Maria. Semua gerakan mereka benar - benar terlatih. Tidak berutal ketika dia melawan Mimi atau yang lainnya.
Mereka terus saling menyerang, hingga Darius berhasil menggores lengan Maria dengan pisau lipatnya.
“Arrrgghh,” teriak Maria kesakitan. Namun itu tidak berselang lama, karena Darius kembali menghujaninnya dengan pisau yang siap membunuhnya kapanpun.
Namun lagi - lagi gerakan Maria terbaca, hingga Darius berhasil menjambak rambutnya dan menusuk Dadanya. Namun tidak mengenai Jantung, sehingga membuat Maria masih bisa menahannya.
“Aaarrgghhh,” teriak Maria lagi, ketika Darius kembali menusuk perutnya.
Namun tidak sampai ke tusukan 3 kali, Maria berhasil membanting tubuh Darius, dengan teknik bela diri yang dia punya. Hingga Darius terjatuh dan Maria langsung menginjak - injak dadanya, dengan sepatu kulit yang dia gunakan.
Bugghhhh, bugghhh, pukul Darius pada kepala Maria. Sreeeeekkkkk, Maria menggoreskan pisaunya pada Wajah Darius. Hingga pria itu melepaskan kuncinyanya dan beralih ke sisi lain. Hingga mereka berdua kini sama - sama berdiri.
“Buka matamu Maria! Kamu bilang kamu mau berhenti dan tidak mau membunuh lagi, tapi lihat sekelilingmu!”
“Begitu banyak mayat yang berjatuhan, hanya karena kamu membalaskan dendam seorang Nathan, yang bahkan tidak pantas denganmu.”
Bughhh, Maria memukul Darius dengan satu tangan, sreeekkkkk, Maria menyayat tangan Darius ketika dia menangkis serangannya.
Sreekkkk, Sreekkk, sayatnya pada ke dua tangan Darius, Sreeekkkk, kembali dia menusuk Kaki Darius, hingga membuat pria itu berlutut di tanah.
Darius tidak sadar dengan kesalahannya, yang jika semakin dia menyebutkan Nathan, maka kemarahannya akan semakin membara dan itu akan membuat Maria semakin kuat.
Dari belakang tubuh Darius, Maria menjambak rambut Darius, hingga membuat pria itu mendangakkan kepalanya.
“Kamu adalah kematian Maria!” Ucap Darius, menatap wajah Maria untuk terakhir kalinya.
“I know.” Balas Maria dengan menganggukan kepalanya.
Lalu tanganya mulai terangkat, mengarahkan pisau sabitnya ke leher Darius.
Sreeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkk, dia menyembelih leher Darius seperti manusia sedang menyembelih sapi Qurban.
“Uhhhuuukkkkk,,uhhuuukkkk.” Nafas terakhir Darius kini telah hilang di renggut oleh Maria.
“Aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh.” Teriak Maria dengan tangis. Ketika akhirnya dia berhasil membunuh Darius, walaupun di harus membuang waktu selama 5 tahun untuk akhirnya bisa melakukkan semua ini.
Dan tak lama kemudian, Maria tergeletak di tanah, karena mulai merasakan tubuhnya lemas karena kehabisan darah. Namun Bunchi yang sejak tadi menjadi penonton, langsung menolong Maria.
“Bakar tempat ini! Jangan tinggalkan jejak.” Pinta Maria pada Bunchi, sebelum dia tidak sadarkan diri.
Bunchi menganggukan kepalanya pelan, walau itu sudah pasti tidak bisa di lihat oleh Maria yang sudah pingsan.
Lalu Bunchi menghubungi anak buahnya untuk segera membakar habis tempat yang menjadi saksi tragedi pembunuhan yang di lakukkan Maria.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*