
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Sudah tiga hari berlalu, dan hari ini terlihat Thalia dan Ren yang baru saja pulang ke rumah baru mereka.
“Kenapa kita pulang ke sini?” Tanya Thalia dengan bingung, menatap sekeliling rumah itu yang nampak asing baginya.
“Ah, apakah ini rumah punyaku? Aku kemarin sudah memberikan uangku pada Valda, apakah ini milikku?” Tanya lagi, namun Ren malah tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya pelan.
“Kamu pikir, uang 2,5 Miliyar bisa mendapatkan rumah sebesar ini?” Tanya Ren balik, dan tentu saja jawaban dan balikan pertanyaan itu, membuat Thalia menjadi bingung sendiri, dan lalu dia langsung membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Valda yang berjalan di belakang mereka.
Valda tahu, jika saat ini dia sedang di perhatikan oleh Thalia. Dan itu sedikit mulai membuatnya merasa langsung keringat dingin.
“Valda, kamu tidak sedang memakan uangkukan?” Tanya Thalia, dengan tatapan sedikit menyelidik.
Ren tersenyum sinis mendengar pertanyaan konyol yang di berikan Thalia kepada Asistennya Valda. “Uangmu hanya 2,5Miliyar, di tambah uang 3 Miliyar itu aku kembalikan lagi sama kamu, totalnya jadi 5,5 Miliyar. Uang yang di miliki Valda bahkan berkali - kali lipat dengan uangmu saat ini, apakah kamu masih berpikir jika Valda akan memakan uangmu yang sangat sedikit itu.” Ren menjawab dengan tatapan yang tidak biasa pada Thalia.
“Aku tidak bertanya denganmu. Aku bertanya pada Valda.” Balas Thalia, tak kalah menampilkan wajah permusuhannya.
“Tapi aku bosnya Valda, jadi aku berhak memerintahkan Valda untuk apa yang bisa dia lakukkan dan apa yang tidak bisa dia lakukkan.” Tegas Ren, dengan sedikit membentak Thalia.
“Hanya boskan, bukan orang tua, apa lagi Tuhannya.” Sahut Thalia lagi, dan kalimat itu sontak membuatnya terdiam.
Tidak ingin menanggapi Ren lagi, Thalia memilih untuk berjalan masuk, melihat - lihat kembali isi rumah itu. “Valda, jika kamu tidak bisa membelikan Rumah atau Apartemen seperti yang aku minta. Maka kembalikan saja uangnya, aku bisa mencarinya sendiri.” Pinta Thalia pada Valda.
Setelah itu dia kembali melangkahkan kakinya ke kamar yang ada di lantai dasar. “Kamarmu bukan di situ! Tapi di atas!” Teriak Ren memberitahu Thalia. Namun, bukannya di tanggapi Thalia malah mengeluarkan jari tengahnya 🖕🏻 pada Ren.
“Benar - benar ya, bisa - bisanya aku sudah bertingkah dengan baik sama dia, malah dia memperlakukkan aku seperti itu.” Tungkasnya tidak terima dengan apa yang di lakukkan oleh Thalia kepadanya.
Namun, Valda malah tersenyum melihat tingkah Thalia. “Kenapa dia begitu manis.” Gumam Valda, dan walaupun pelan dan nyaris tidak bersuara, tetapi itu masih terdengar dengan jelas di telinga Ren.
“Valda!” Tegur Ren. Membuat Valda tersadae akan lamunanya membayangkan wajah istri bosnya.
Ren menggelengkan kepalanya pelan, tidak menyangka jika asistennya itu mulai kagum dengan kecantikan istrinya.
“Eh, iya Tuan.” Sahutnya, dengan suara yang terbata - bata.
“Kalau kamu sudah selesai mengankat barang Thalia! Maka letakan saja di situ, dan kamu boleh pergi.” Tambahnya lagi.
****
Di sisi lain, terlihat Kaleb yang baru saja memakamkan ke dua putranya yang mati dalam tragedi itu.
“Apakah kalian sudah memastikan, jika Maria sudah benar - benar meningga?” Tanya Keleb, pada anak buahnya yang tersisa.
“Kami belum bisa memastikannya Tuan, karena kita tidak menemukan mayatnya, atau bahkan jejaknya di Dermaga.” Jawab anak buahnya itu.
Dan tentu saja Kaleb merasa sangat dendam sendiri. Dia sangat marah karena dua anaknya di bunuh begitu saja oleh seorang wanita yang merupakan mantan anak buah Darius.
“Apakah kamu tahu? Apa yang menyebabkan Maria begitu marah pada Darius?” Tanya Kaleb lagi.
“Bukankah Anda seharusnya sudah mengetahuinya Tuan, Mendiang Tuan Darius mencintai Maria, tetapi Maria malah mengkhianatinya dengan menembak Mendiang Darius agar bisa kabur dengan pria yang menjadi asisiten tuan Seggy, Nathan.” Jawabnya, mengingatkan lagi tentang masa lalu yang menyebabkan Maria bisa semarah itu dengan Darius.
“Lalu, kalau Darius yang di Khianati, kenapa dia yang marah?” Tanya Keleb lagi.
“Itu Karena tuan Darius, membunuh Nathan tepat di depan mata Maria.”
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*