Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
Panggilan Akhir Kematian


KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Di pagi harinya, Maria terlihat duduk dengan menyesap rokoknya. Dia sebenanrya sudah tidak merokok. Hanya karena keadaanya sangat pusing. Maka dia memilih untuk merokok untuk menghilangkan semua bebannya.


“Jadi bagaimana kencanmu semalam?” Tanya Bunchi, menyerahkan segelas Anggur pada Maria.


Namun Maria hanya diam saja, merasa enggan menjawab pertanyaan Bunchi yang satu ini. Dan terus saja menyesap rokok yang ada di tangannya.


“Kamu bisa menjauhi semua ini Maria,” ucapnya lagi, mengangkat gelasnya, begitupun juga dengan Maria yang mengangkat gelasnya untuk cheers bersama dengan Bunchi.


“Aku masih punya uang simpanan, setelah kemarin kamu ambil 3 Miliyar, mungkin masih ada sekitar 2 Miliyar lagi,“ tambahnya, membuat Maria tertegun mendengarnya.


“Kamu bisa menggunakannya untuk memulai awal yang baru, cukup untuk memulai hidup baru, nama baru lagi, atau kamu masih mau menggunakan nama kemarin itu.”


“Siapa? Thalia?” Serunya, menasehati Maria, untuk tidak lagi terlibat dalam urusan dunia gelap.


Maria lagi - lagi hanya diam saja menatap Bunchi, karena dia bingung bagaimana harus menanggapinya.


Dan di saat mereka sedang mengobrol, tiba - tiba saja, ponsel yang di berikan oleh pria semalam itu berdering dan memperilahatkan nama bos yang berarti itu adalah Darius.


Dengan cepat Maria langsung mengangkatnya, dan menyalakan speakernya, agar Bunchi dapat mendengarnya.


“Kita akhiri semuanya sekarang!”


“Temui aku di Ujung Dermaga.”


Maria mendengarkan saja, lalu langsung menutup panggilan tersebut. Dia menampilkan wajahnya penuh kekesalan dan amarah pada Bunchi.


****


Jika di satu sisi Maria atau Thalia sedang menyelesaikan balas dendam masa lalunya.


Berbeda dengan Ren yang sedang duduk santai di sebuah Sofa.


Dia baru saja sampai di Belanda satu jam yang lalu, dan kini dia sedang duduk menunggu adiknnya Glo, karena mereka akan pergi untuk bertemu dengan Pisikolog yang sudah di jadwalkan oleh Valda.


“Glo, cepat Glo! Lama banget sih!” Serunya, memanggil adiknya, yang sudah terlalu lama bersiap itu.


Sambil menunggu Gloria siap, Ren memilih untuk memainkan Ponselnya, untuk melihat berita - berita yang ada di situs kabar terkini.


Awalnya semuanya terasa normal - normal saja, bahkan Ren masih menyesap coffe yang di buatkan oleh Glo, dan menikmati setiap detik waktunya.


Sampai dia melihat sebuah artikel yang cukup mengejutkannya.


4 orang anggota Black Rose yang merupakan DPO polisi, di temukan tewas tak bernyawa di sebuah Club malam. Pelaku pembunuhan di ketahui juga anggota Black Rose itu sendiri, berinisial MO. Tetapi masih di selidiki pasti, tentang motif dan pelaku tersangka yang sebenanrnya.


Ren membaca artikel itu dengan wajahnya yang menampilkan kebingungan. Lalu dia segera menelpon Valda untuk memastikan hal ini.


“Iya Tuan, saya sudah melihatnya.” Jawab Valda dari sebrang sana.


“inisial MO itu adalah Maria Otoriana, istriku?” Tanyanya lagi, untuk memastikan jika dugaanya itu tidaklah salah.


“Ya, benar Tuan, dia adalah Nyonya Thalia.” Jawab Valda.


“Kalau begitu cepat temukan dia!” Perintah Ren, dan langsung mematikan ponselnya.


Di saat Ren sedang marah - marah dengan ponselnya, Glo keluar dengan penampilannya yang sudah siap.


“Ada apa sih kak? Kok kakak marah - marah gitu?” Tanya Glo bingung, pasalnya kakaknya itu datang ke sini karena mau liburan, tetapi baru satu jam di sini saja kakaknya sudah full emosi seperti itu.


Ren melirik ke arah Glo, lalu memperlihatkan artikel yang tadi dia baca. Glo menerima ponsel milik Ren, dan langsung membacanya.


“Apa yang salah sama artikel ini kak?” Tanya Glo lagi, dia bingung karena dia belum tahu apa - apa kecuali soal pembantai di rumah kakaknya kemarin malam.


Ren kembali menatap adiknya, lalu mengambil kembali ponselnya lalu mengantonginya. “Inisial MO adalah Maria Otoriana, wanita yang kemarin aku nikahi.” Jawabnya, memberitahu adiknya, tentang identitas Maria yang dia ketahui.


“Apa?” Glo, tertegun mendengar kalimat kakaknya itu.


“Ma - maria? Bukankah nama dia -“


“Rapthalia-“ Ren memotong kalimat adiknya, dan menyebutkan lagi nama wanita yang dia nikahi.


“Nama wanita itu adalah palsu, semua yang dia ucapkan semua adalah kepalsuan, dia itu adalah seorang pembunuh bayaran anggota Black Rose.” Ungkapnya, sampai membuat Glo tidak bisa berkata - kata.


“Ja - jadi malam pembantaian kemarin itu -“


“Karena mereka datang ingin membunuh Thalia.” Sahut Ren lagi. Sudah mengerti apa arti kedatangan dari kelompok Black Rose ke rumahnya malam itu.


“Sepertinya Thalia membuat marah mereka, hingga Maria yang katanya adalah anak buah unggulan, mereka sekarang menginginkan Maria untuk mati.” Sambungnya lagi, lalu mengambil posisi untuk duduk di sofa, dan kembali menikamti coffenya, dengan tujuan agar bisa menghilangakan pemikiran stressnya itu.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*