
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Darius menatap marah ke semua anak buahnya. “Cari wanita ini sampai ketemu! Jika tidak kalian semua akan mati!” Perintahnya pada seluruh anak buahnya.
“Baik Tuan,” jawab mereka, dan lansung bergegas mencari semua informasi dari foto gadis itu.
Darius merasa sangat bingung dengan hal ini, amarah, dendam rasa takut kini beradu menjadi satu.
****
Ke esokan harinya, malam pesta itupun terjadi, dan mau tidak mau Thalia harus mengikuti kemauan Ren untuk menghadiri pesta itu.
Thalia tampil dengan sangat cantik, mengenakan gaun putih panjang yang memang sudah Ren siapkan sejak dulu. Karena gaun itu juga adalah gaun mamahnya.
“Tuan Ren, selamat ulang tahun ya, dan selamat atas pernikahaanya.” Sapa Sandi, pengacara mendiang mamahnya yang memberikan syarat- syarat konyol itu.
“Terima kasih pak Sandi, jadi sekarang saya sudah bisa mendapatkan warisannya bukan?” Tanya Ren langsung to the point.
“Bisa Tuan, besok saya akan membawakan surat - surat yang harus Anda tanda tangani sebagai ahli waris.” Jwab Sandi dengan menampilakan senyum manisnya.
“Kalau begitu, silahkan di nikmati pestanya pak Sandi.” Serunya, mempersilahkan Sandi untuk hayut ke dalam pesta yang sudah dia buat.
Sebenanrya memang sangat tidak etis, ketika belum ada 1 minggu mamahnya meninggal. Tetapi dia sudah membuat pesta dan bahkan menikah.
Namun sepertinya pesta itu tidak berjalan dengan lancar karena Thalia melihat bunchi datang menyelinap dalam pestanya.
“Pergi cari kota atau negara lain sekarang! Mereka sudah mulai bergerak dan tahu kalau kamu masih hidup.” Bisiknya, membuat Thalia terkejut dan bahkan langsung menganggukan kepalanya pelan.
“Bawa suamimu! Karena wajahnya sudah di kenali oleh Darius, jangan sampai kejadian Nathan terulang kembali!” Tambahnya, membuat Thalia merasa seperti terjepit saat ini.
“Membawa Ren, tapi aku bahkan tidak bisa melindungi Nathan?” Tanyanya, namun Bunchi tidak menjawab, malah berpura - pura tidak mengenali Thalia dan mengajak tamu yang lain untuk mengobrol.
Thalia yang panik langsung mencari Ren, “kita harus pulang dan bereskan barang - barang kita sekarang!” Serunya, dan langsung menarik tangan Ren untuk pergi meninggalkan pesta.
“Tapi kenapa Thalia, kenapa kita harus meninggalkan Pesta?” Tanya Ren penasaran.
Namun Thalia tidak banyak ingin menjelaskan, dia langsung masuk ke dalam taxi bersama dengan Ren. Dan meninggalkan mobil ren di sana.
“Pak cepat pak!” Perintah Thalia, benar - benar panik dan takut saat ini.
“Thalia, jelaskan ada apa ini?!” Tanya Ren lagi.
“Tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang Ren! Kita harus pergi dari kota ini sekarang!” Jawab Thalia.
Dan ketika mereka sampai di rumah, Thalia langsung masuk ke dalam kamarnya. “Ren, cepat bereskan barang - barangmu!” Perintah Thalia lagi, sambil dirinya juga mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih santai.
“Aku tidak akan pergi kemana - mana karena ini rumah aku!” Tegas Ren, menolak untuk menuruti Thalia.
“Ren mengertilah, kita harus pergi!” Tegas Thalia, bahkan sampai memohon pada Ren agar mau mendengarkannya.
Tingg, tonggg, suara bel rumah berbunyi, membuat Thalia dan Ren sama - sama terdiam.
“Ren, please jangan di buka Ren.” Pinta Thalia, memohon pada Ren, dengan menahan tangan Ren untuk tidak membukakkan pintu untuk siapapun.
Namun Ren malah tidak perduli, dan bahkan melepaskan tangan Thalia dan berjalan membuka pintu.
Doooorrr,,doorrrr, sreekkkk, srekkkkk, perkelahianpun terjadi, Tetapi Thali berhasil merebut dua pistol dari orang - orang itu, dan bahkan sudah membunuh 5 orang dari mereka dan tersisa 4 orang lagi.
“Thalia! Turunkan pistolmu Thalia!” Perintah Darius, menyergap Ren, dan menodongkan pistolnya ke kepala Ren.
Namun Thalia juga malah menyergap anak buah Darius yang lainnya. “Maria, Kamu tahu aku siapa! Dan kamu tahu apa yang bisa aku lakukkan! Lepaskan senjatamu dan anak buahku!” Perintah Darius lagi, membuat Thalia merasa ragu saat ini dengan apa yang harus dia lakukkan.
“Oke - oke.” Ucapnya perlahan meletakan pistolnya ke lantai.
Dorrrrr, suara tembakan, Thalia lepaskan lagi dan mengenaik kaki Darius, “arrrggghhhh.” Teriak Darius, dan itu membuat longgar pegangannya pada Ren, dan memberikan Ren ruang untuk kabur.
Dooorrrrr, Darius membalaskan dendamnya dan balik menembak Ren di bagian perut.
“Ren.” Teriak Thalia, dan langsung mempercepat langkahnya untuk membunuh anak buah Darius yang kembali menyerangnya.
“Arrgghhhhh,jleeebbbb,” tusuknya pada mata pria itu.
“Mundur! Semua mundur!” Perintah Darius pada anak buahnya yang masih tersisah.
Sedangkan Thalia langsung menolong Ren dan mengobati luka Ren dengan peralatan seadanya.
***
Di dalam mobil, Darius terlihat menangis menahan sakit di kakinya. Bukan hanya kakinya tapi hatinya juga merasakan sakit.
“Tuan, Papah Anda menelpon.” Lapor Mimi, memberikan ponselnya pada Darius.
“Kamu di mana! Aku sudah menyuruhmu memantau pergerakan dari lawan kandidatku! Kenapa kamu malah pergi?!” Sentak Kaleb di seberang sana.
“Pah, sekarang ada masalah yang lebih penting lagi pah.” Lapornya, tanpa menjawab pertanyaan Papahnya.
“Masalah apa Darius?! Kasih tahu papah! Kenapa kamu menangis?!” Tanya Kaleb dan terlihat ikut panik mendengar suara putranya yang menangis ketakutan.
“Maria masih hidup Pah, Maria masih hidup, hiskk,, hiskkk,” Jawabnya, dan sontak membuat Kaleb terdiam dan mematikan telpon.
“Kita balik ke markas sekarang!” Perintah Darius pada seluruh anak buahnya.
“Tapi Tuan -“ Mimi ingin membantah perintah Darius.
“Pulang!” Sentak Darius, sambil menahan sakit di kakinya.
“Baik Tuan.”
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*