Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
Maria Otoriana


KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Sekitar dua jam waktu yang di habiskan oleh Thalia untuk berlatih. Sampai dia rasa semuanya sudah cukup. Dia memilih untuk kembali ke bawah. Karena perutnya sudah sangat keroncongan sekali.


Namun ketika dia turun ke bawah, Thalia melihat Valda yang sudah duduk dengan rapi di meja makan. “Kamu sedang apa di sini?” Tanya Thalia bingung, dan merasa risih dengan kehadiran Valda yang lebih sering menganggu hidupnya.


“Aku datang ke sini -“


Thalia menghela nafasnya, dan meletakan botol air minumnya. “Valda, kalau kamu hanya penasaraan dengan siapa diriku, lebih baik kamu urungkan niatmu untuk mencari tahu tentangku!” Ucapnya tegas, menegur Valda yang terlalu kentara jika sedang menyelidiki seseorang.


“Aku sedang tidak menyelidikumu, aku -“


“Aku tahu, kalau kamu sedari tadi juga memperhatikanku.” Ucapnya lagi, memutuskan kalimat Valda begitu saja.


“Valda, setiap gerakan kecil, aku akan mengetahuinya. Karena aku adalah Maria Otoriana.” Sebutnya, menyebutkan nama aslinya. Lalu Thalia berjalan masuk ke dalam kamarnya. meninggalkan Valda yang bingung dengan kata - kata Thalia yang terlalu ambigu untuknya.


“Siapa? Siapa Maria Otoriana?” Gumam Valda, menanyakan lagi tentang nama yang barusan di sebutkan oleh Thalia.


**


Sedangkan di dalam kamar, Thalia langsung merebahkan tubuhnya begitu saja di atas kasur. Dia melihat ke arah langit - langit kamarnya. “Aku tidak tahu apakah kamu mengenal Maria Otoriana atau tidak, karena identitas asliku juga begitu minim bisa kamu dapatkan.” Gumam Thalia, mengingat jika tadi di menyebutkan nama aslinya pada Valda. Di mana jika Valda benar - benar mencari tahu tentang nama itu, maka Valda akan tahu identitas aslinya.


Lalu Thalia memiringkan tubuhnya, kembali memikirkan Valda. “Kalau dia tahu identitas asliku, sebenarnya itu lebih baik, jadi dia bisa mengantisipasi kesalamatannya lebih dulu.” Ucapnya memikirkan nasib Valda, yang akan berbahaya jika terlalu ingin masuk ke dalam lingkungannya.


“Sebaiknya aku akhiri saja semua ini,” timpalnya lagi, lalu beranjak duduk dari tempatnya.


“Benar kata Bunchi, jika aku tidak boleh lagi melibatkan orang lain dalam urusan ini.” Thalia berdiri dari duduknya. Lalu dia berjalan mengambil tas yang dia gunakan tadi di saat pergi menikah. Di dalamnya dia mengambil sebuah Cek berisikan uang 2M.


“Aku akan mengakhiri permainan ini.” Ucapnya, lalu menyimpan kembali cek itu ke tempat yang aman.


Selain tidak kuat menahan kesabaraan ketika harga dirinya di injak - injak, Thalia juga tidak mau orang lain terlibat dengan masalah hidupnya.


***


Sedangkan di sisi lain, Valda tidak bisa berhenti memikirkan nama yang tadi di berikan oleh Thalia. Hingga ketika dia sampai di kantor, Valda langsung membuka laptopnya dan mencari tahu siapa Maria Otoriana itu.


“Ahhhh sial!” Umpatnya, ketika nama itu memerlukan sandi dari kepolisian.


“Siapa kamu Thalia? Kenapa identitasmu sampai di segel seperti itu?!” Serunya, merasa semakin frustasi, karena tidak mendapatkan informasi apapun, meski Thalia sudah mengatakan nama aslinya padanya.


Sampai sore hari, Valda masih begelut dengan nama itu, sampai - sampai Ren masuk ke dalam ruangannya.


“Valda!” Tegur Ren, dengan wajahnya yang sangat kesal, karena sejak tadi memanggil asistennya itu, Valda sama sekali tidak mendatanginya.


“Eh, iya Tuan?” Sahutnya, dan langsung berdiri dari duduknya.


“Cepat bersiap! Sudah waktunya aku pulang!” Perintah Ren kepadanya.


Sedangkan Ren, terlihat sudah jalan duluan di depan. Karena dia adalah pria yang paling malas untuk menunggu yang lainnya.


“Tadi, di saat mengantarnya pulang, kenapa kamu membutuhkan waktu yang sangat lama?” Tanya Ren, ketika mereka berdua sudah berada di dalam lift.


Valda tertegun mendengar pertanyaan bosnya kali ini. “Ta - tadi saya mengantar makan siang untuk Nyonya Thalia Tuan.”


“Thalia Valda! Jangan memanggil dia Nyonya, karena posisinya di rumah tidak lebih dari seorang budak pesuruh!” Tegur Ren, tidak suka mendengar Valda memanggil Thalia dengan sebutan Ren.


“Ba - baik Tuan.” Sahut Valda lagi.


“Besok adalah hari ulang tahunku, dan besok juga Sandi akan datang melihat Thalia, bersama dengan pria bereng sek itu, maka besok persiapkan acara semeriah mungkin.” Perintahnya lagi pada Valda.


“Saya sudah menyiapkan sebuah acara Birthday party untuk Anda, di hotel keluarga Tuan, acaranya tidak mewah, sesuai keinginan Anda, hanya ingin memperkenalkan istri Anda pada kolega - kolega, sebagai syarat dari wasiat mendiang Nyonya Erika.” Jelas Valda, yang hanya di balas dengan anggukan kepala oleh Ren.


“Entah kapan permainan pernikhaan ini berakhir, aku sudah muak jika harus berlama - lama membangun rumah tangga dengan si budak tak berguna itu.” Ucapnya dalam hati, merasa benci dengan keadaan, dan tepatnya dengan syarat aneh yang mamahnya harus berikan sebelum kematiannya.


“Tuan, saya -“ kalimat Valda terhenti. Karena dia merasa ragu untuk mengatakan jika dia sudah mendapatkan nama asli Thalia.


“Ada apa?” Tanya Ren, merasa penasaraan kenapa kalimat Valda harus berhenti seperti itu.


“Ah, tidak apa - apa Tuan.” Jawab Valda, belum siap melaporkan apapun dulu, karena dia masih belum bisa memastikan kebenaran dari nama itu.


Bisa saja Thalia juga membohonginya dengan menggunakan nama itu.


“Untuk identitas Thalia? Apakah kamu sudah mendapatakannya?” Tanya Ren, gantian dia duluan yang memulai obrolan mereka.


“Belum Tuan. Saya masih berusaha sebisa saya untuk mendapatkannya Tuan.” Jawabnya bohong.


“Sebegitu sulitkah identitas dari seorang sampah seperti dia?” Tanya Ren lagi, mulai meremehkan kemampuan Valda yang katanya adalah hecker handal dalam melacak identitas seseorang.


“Maaf tuan.” Jawab Valda dengan penuh rasa penyesalannya. Karena Hanya itu yang bisa dia katakan sebelum dia benar - benar mendapatkan sebuah jawaban pasti akan identitas Thalia.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*