
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Thalia tidak menyangka jika dia membutuhkan waktu seharian berada di salon. Niat hati hanya ingin membeli sebuah ponsel, kini malah dia tertahan di salon ini hingga petang tiba.
“Apakah masih belum selesai?” Tanya Thalia, dengan terus memperlihatkan wajahnya yang muram.
Entah apa yang di lakukkan oleh tukang salon ini, rambut yang kemarin sudah
Dia potong pendek, sekarang kembali di sambung bahkan di warnai.
Glo tersenyum dengan puas melihat tatana rambut serta make up kakak iparnya yang sangat sempurna.
“Tidak, ini masih 80%.” Jawab Glo, dan tentu saja itu langsung membuat Thalia menghela nafasnya.
Dia sudah sangat letih, seumur hidupnya dia tidak pernah duduk terlalu lama hanya karena menunggu di salon.
Dia bahkan sampai berpikir, bagaimana bisa wanita - wanita tadi itu terlihat santai padahal lebih lama darinya.
“Sudahlah kak, jangan di tekuk seperti itu wajahnya, sekarang lebih baik kita ke Hotel dekat sini, waktunya sudah mepet sekali jika mau pulang ke rumah.” Ajak Glo, ketika melihat kakak iparnya sudah nyaris sempurna.
“Ngapain harus ke hotel? Glo kamu jangan membuat hal yang macam - macam ya!” Tegur Thalia, Namun hanya di respon dengan senyum oleh Glo.
Adik iparnya itu bahkan langsung menuju kasir dan membayar tagihannya. “Terima kasih ya.” Ucapnya sebelum pergi.
“Ayo kak.” Ajaknya, dan mau tidak mau Thalia harus mengikutinya.
Di dalam mall ini, memang tersedia hotel bintang lima, gunanya agar turis asing tidak perlu berjalan jauh jika mau mencari Mall.
Glo mengambil satu kamar Suite room, dia juga tak lupa memberikan note pada Resepsionis untuk menerapkan layanan incognito agar tidak ada yang menganggu rencananya malam ini.
“Glo, kita tuh mau ngapain di sini?” Tanya Thalia kembali, ketika dia memasuki kamar hotel yang cukup mewah jika di pandang mata.
“Hufftt, malam ini Kak Ren ada undangan di acara pernikahaan temannya kak, jadi Kak Ren memintaku untuk membuatmu terlihat cantik, 20 menit lagi kak Ren akan ke sini dan menjemputmu. Dan setelah itu tugasku sudah selesai.” Jawab Glo, akhirnya berkata jujur tentang apa rencananya pada kakak iparnya ini.
“Kenapa kamu tidak berbicara dari tadi?” Tanya Thalia dengan heran.
Glo tersenyum menampilkan deretan giginya yang sempurna. “Karena aku khawatir jika kakak akan menolak untuk menemani Kak Ren pergi.” Jawabnya, yang sebenanrya Thalia juga tidak ingin pergi meskipun dia sudah bermake up cantik seperti ini.
“Glo, ini adalah -“
“Sudah kak, jangan bicara dulu! Nanti saja bicaranya, lebih baik kakak ganti baju segera, karena kak Ren sudah di jalan.” Glo memotong kalimat Thalia. Dia tidak mau sampai kalimat Thalia yang mengatakan tidak ingin pergi itu terdengar di telinganya.
Dia mendorong pelan tubuh Thalia masuk ke dalam kamar mandi, dan tak lupa dia memberikan sebuah totebag yang berisikan gaun cantik nan mewah yang tadi dia sempat beli.
Sekitar 10 menit berlalu, entah apa yang di
Lakukkan Thalia di dalam sampai membutuhkan waktu yang cukup lama seperti ini.
“Kakak, apakah belum siap? Kak Ren sudah mau sampai loh.” Glo mengetuk pintu kamar mandi dengan perasaan cemas.
Dia khawatir jika Thalia akan kabur dan malah menggalkan rencananya.
Di dalam kamar mandi, Thalia berulang kali menarik lepaskan nafasnya. Dia tidak yakin akan keluar dengan pakaian seperti itu.
Gaun sexy tanpa lengan, yang hanya memiliki panjang sampai di pahanya, dengan ekor yang seharusnya di belakang malah beralih di sebelah kanan.
Tetapi mendengar Glo yang terus mengetuk pintu, membuatnya khawatir jika pintu itu akan lepas jika terus di gedor. Akhirnya dia memilih untuk membukanya saja.
Ckleeekkkk, Thalia membuka pintu itu dengan pelan, lalu dia melihat Glo yang bersandar di dinding sebelah kamar mandi dengan wajah murungnya.
“Kakak, kenapa lama banget sih?” Tanyanya kesal, ketika mendengar pintu terbuka.
Glo memasukan kepalanya, melihat kamar mandi itu dengan detail. “Hemmm, tidak ada ruang buat kabur kok, berarti aman.”
Lirihnya pelan, dan itu terdengar di telinga Thalia.
“Aku tidak akan kabur, tenang saja.” Sahut Thalia, memberikan sebuah kalimat yang bisa menenangkan adik iparnya yang sedikit lebay itu.
Glo tersenyum dengan manis, melihat penampilan kakak iparnya yang membuatnya sangat pangling. “Wahhhhh, kakak cantik banget sih.” Pujinya, dengan jujur. Dia bahkan terkesima dengan kecantikan Thalia yang selama ini tertutup dengan sikap tomboynya.
Tidak ingin menyia - nyiakan momen, Glo langsung mengambil ponselnya dan meminta Thalia untuk berpose sedikit. “Buat apa?” Tanya Thalia, ketika Glo memintanya untuk berpose.
“Sebagai bukti jika aku sudah menjalankan tugasku kak.” Jawab Glo, yang terdengar cukup masuk akal.
Lalu Thalia langsung mengambil pose se simple mungkin, dia tidak perduli apakah akan menghasilkan foto yang bagus atau tidak, toh itu hanya untuk bukti saja.
Glo mengambil 2 foto dan langsung mengirimkannya pada Ren. “Oke, done, kalau begitu sekarang aku yang bersiap - siap.” Ucapnya, setelah mengirim foto itu pada kakaknya.
“Kalau kamu bersiap - siap, berarti kamu ikut juga ya Glo?” Tanya Thalia, dengan mengambil posisi untuk duduk.
Dia terlalu lelah karena berdiri dengan mengenakan Heels yang cukup tinggi menurutnya.
“Tentu saja kak, karena yang menikah adalah keluarga dari Mamah dan adiknya merupakan sahabat kakak dari kecil, jadi aku juga harus datang, lumayan kan mendapampingi Valda, kasihan dia sendirian.” Jawabnya, yang di respon dengan senyuman oleh Thalia.
“Itu hanya maumu saja untuk menemani Valda, mencari kesempata di dalam kesempitan.” Thalia menggoda Glo yang sebenarnya jatuh cinta pada Valda asisten kakaknya itu.
Hanya saja, karena peraturan yang di miliki oleh kakaknya, membuat dirinya tidak bisa mengutarakan perasaan itu. Makanya Glo akan bersusah sekuat tenaga bahkan menggunakan tetes darah pengahabisannya untuk membuat hubungan Kakaknya dengan Kakak iparnya baik. Agar kakaknya itu bucin dan tunduk pada kakak iparnya.
Jadi dia bisa memulai hubungan dengan Valda atas bantuan dari Thalia. Ide yang cukup cemerlang bukan.
****
Sedangkan di sisi lain, Ren yang menerima pesan singkat dari adiknya itu, langsung membukanya. Dia melihat Glo yang mengirimkan laporan tugasnya mempercantik Thalia.
Ren tersenyum dengan manis, ketika melihat foto Thalia yang begitu manis menurutnya, dengan lesum pipit yang ada di wajahnya membuat gadis ini terlihat sangat cantik berkali - kali lipat.
“Valda, apakah kamu sudah menyiapkan segalanya?” Tanya Ren, pada Valda yang sedang menyupir mobilnya di depan.
Valda mengalihkan pandangannya ke arah spion untuk bisa melihat tuannya yang sedang duduk di belakang. “Sudah tuan, semuanya sudah selesai saya siapkan, Anda hanya tinggal menjalankannya saja, dan saya yakini 10.000% jika Nyonya Thalia tidak akan mengetahui hal ini.” Jawabnya dengan penuh keyakinan.
“Yosss, kalau rencana ini berhasil, aku yakin 1000% kalau dia akan menjadi milikku selamanya, dia akan terpesona dengan pesona ketampananku yang sudah seperti dewa langit ini.” Balasnya lagi, memperlihatkan tingkat kenarsisannya.
Dan Valda hanya diam saja, dia tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak, semua tergantung pada Bosnnya itu sendiri.
*To Be Continue. **
Penampilan Thalia Malam ini di Hotel ❤️
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*