Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
2 Mangsa Terakhir


KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Maria kembali mempersiapkan senjatanya, karena lagi - lagi, pelurunya habis. Dia bahkan harus berganti - ganti senjata, karena persedian pelurunya yang terbatas.


Setelah selesai melakukkan pengisian peluru lagi, Maria berdiri dan kembali mencari musuh yang mulai mendekatinya.


Dan setelah berjalan kurang lebih 5 menit, terlihat sebuah bayangan yang membuat Maria dengan cepat bersembunyi.


Penjaga itu terlihat mulai maju dan mendekati Maria. Namun, dengan cepat Maria menahan pistol penjaga itu, dan mendorongnya ke belakang.


Tetapi, sepertinya Maria salah dalam memprediksi keseimbanganya, dia terbentur dengan tangki yang ada di belakangnya, karena pukulan telak di dadanya.


Dan ketika pukulan ke dua ingin di layangkan, Maria menahan tangan dan senjata penjaga itu, lalu merampasnya.


Dorr, satu tembakan berhasil dia lepaskan, dengan menggunakan senjata penjaga itu yang berhasil dia rampas.


Namun, karena posisi tubuhnya yang masih kurang seimbang, Maria juga ikut temundur hingga kembali terbentur dengan tangki itu, karena menahan tekanan peluru yang keluar.


Dalam hitungan detik, Maria kembali memperbaiki keseimbangannya, lalu kembali mengokang senjata penjaga yang tewas barusan. Dan kembali mencari mangsa yang lainnya.


Ketika Maria jalan mengelilingi Tangki, ternyata sudah ada yang menunggunya.


Dorr, Maria menembak kepala penjaga yang tiba - tiba muncul, dengan meletakan ujung senjatanya di bahu penjaga yang menerjangnya.


Dorr, kembali Maria melepaskan senjatanya, ketika pria yang menyergapnya itu lengah. Dan membuat pria itu tekapar di tanah.


Dorr, tembaknya lagi tepat di kepala penjaga itu, karena ternyata dia belum mati dan masih berusaha untuk bangun.


**


“Status?” Tanya anak buah Darius, yang merupakan atasan dari semua penjaga. Dia bertanya dengan semua anak buahnya, dengan alat komunkasi yang terpasang di masing - masing dari tubuh mereka.


“Status?” Ulangnya lagi, namun sepertinya dia tidak mendapatkan jawaban.


Pria itu lalu menoleh menatap Darius yang terlihat duduk kebingungan di kursinya.


“Bos, tidak ada jawaban satupun dari mereka.” Ucapnya memberitahu Darius, tentang situasi saat ini.


Darius yang sejak tadi menundukan kepalanya, langsung menatap ke arah Miru yang sejak tadi berdiri di depanya.


Dan tentu saja, mendengar laporan itu Miru langsung tersenyum ketika Darius menatapnya. “Jadi? Apakah kita bisa ke posisi kita sekarang?” Tanya Miru untuk ke sekian kalinya pada Darius.


Dengan tangannya yang gemetaran, Darius masih memegang gelasnya yang berisikan Alcohol. Dan kembali meneguknya.


“Baiklah, mari kita lihat seberapa hebatnya kamu,” jawab Darius, yang tentu saja tidak di sia - siakan oleh Miru untuk mengambil kesempatan ini menjalankan misi dari bosnya Seggy.


Miru dan seluruh bawahannya, kini berjalan keluar, Namun, mereka tidak berpencar mencari Maria. Tetapi mereka malah berdiri berjejer di depan ruangan Darius.


“Apa yang mereka tunggu?” Tanya Darius pada anak buahnya yang masih tersisa di dalam ruangan. Dan lalu dia beranjak berdiri untuk melihat apa yang sedang di lakukkan oleh Miru dan seluruh anak buahnya.


Dan ternyata target utama Miru dan anak buahnya, bukanlah Maria, tetapi Darius itu sendiri, agar bosnya Seggy bisa mendapatkan kekuasaan yang sebenanrya.


Darius tidak tinggal diam, dia juga mengambil senjatanya, lalu menembak satu persatu anak buah Seggy dari persembunyiannya di belakang jendela.


Dan bersamaan saat itu pula, dua mobil terlihat datang ke lokasi di mana tragedi itu terjadi.


Cuuutttttt, suara tembakan yang halus terdengar seperti panah yang mengincar, dan tiba - tiba saja mendarat sempurna di kepala pria yang baru saja keluar dari mobil.


Cuutttttt, cuttttt,,cutttttt,cutttt, 5 tembakan lembut berhasil di keluarkan. Membuat Seggy yang merupakan pemimpin mereka juga ikut keluar dari dalam mobil dan memainkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Dreettt,drrttttt, suara dering ponsel berbunyi, membuat seseorang yang sedang mengincar mangsanya itu terganggu, namun dia tetap mengangkat panggilan itu.


“Hallo, Yesus Kristus is here.” Jawabnya, memperkenalkan dirinya dengan bebas. Karena Marialah yang memberikan ide untuk menggonta ganti namanya.


“Bunchi, aku tahu itu kamu!” Tegas Seggy, yang sepertinya sangat hafal dengan permainan Bunchi yang selalu bermain jarak jauh dalam diam.


“Tapi bukannya kamu sudah pensiun? Makanya kita buat berjanjian untuk tidak saling menyentuh, lalu kenapa kamu ikut campur dalam hal ini?” Tanyanya lagi, mencoba bernegosiasi dengan Bunchi.


“Ya, benar, aku memang sudah Pensiun, tetapi aku hanya datang untuk menjadi wasit untuk memastikan pertandingannya adil.” Jawab Bunchi dengan santai, namun masih terus mengeker mangsanya.


“Kamu membunuh semua anak buahku! Itu melanggar kesepakatan kita! Kau harusnya ingat itu!”’ Tegas Seggy, memperingatkan kembali perjanjian damai yang ada di antara mereka.


“Aku tidak menyentuhmu, itu kesepakatannya.” Bantah Bunchi, jika ucapan Seggy tadi, bukanlah kesepakatan yang sebenarnya.


“Kamu pengkhianat tua bangka!” Umpat Seggy, karena Bunchi selalu saja ada jawaban ketika dia berbicara.


Cuuutttttttt, satu tembakan halus kembali di lepaskan oleh Bunchi tepat di kepala Seggy, dan tentu saja pria itu mati dalam seketika bahkan sebelum dia mendengar kalimat balasan dari Bunchi.


“Kesepakatan adalah aku tidak boleh menyentuhmu, tetapi aku masih boleh membunuhmu.” Gumamnya, lalu kembali mengincar mangsa yang lainnya. Agar Pergerakan Maria bisa lebih cepat selesai.


Dan bahkan pergerakan Bunchi, benar - benar sangat cepat. Dari posisinya saat ini, benar - benar sangat menguntungakannya karena menembak kepala musuh - musuhnya dari titik buta yang pasti mereka tidak bisa mencari di mana peluru halus itu berasal.


Setelah semua anak buah Darius dan Seggy mati, Bunchi kembali melihat Miru yang mencari Maria. “Sepertinya aku biarkan saja Maria yang menyelesaikan dua orang yang tersisa.” Lirihnya, membicarakan Darius dan Miru yang akan menjadi lawan terakhir Maria.


Bunchi menarik senjatanya dan kembali memasukan ke dalam sarangnya. Lalu dia mengambil sebatang rokoknya untuk melihat kematian dari Darius sedari Jauh.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*