Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
Makan Malam Yang Berantakan


KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Hallo semuanya selamat malam.” Sapa Hazal, pada Glo dan Thalia.


Glo hanya diam saja, dan berpura - pura tidak mendengar. Sedangkan Thalia masih meresponnya dengan senyuman.


“Aduh, kita datang telat ya, kalian sudah mulai makan malamnya.” Ujarnya lagi, membuat Glo memutar bola matanya malas.


Ren tahu jika adiknya tidak suka dengan situasi ini, tetapi tatapannya bukan sedang memantau adiknya. Tetapi dia sedang memantau reaksi Thalia.


Ren langsung mengambil posisi untuk duduk di sebelah Thalia. “Hem, Thalia, apakah kamu bisa pindah duduk di sebelah Glo? Karena aku ingin duduk bersebelahan dengan Hazal di sini.” Pinta Ren, dengan senyumnya menatap ke arah Hazal yang juga ikut membalas senyumnya dengan malu - malu.


“Ya ampun, Ren kamu bisa banget romantis gitu.” Sahut Hazal, membuat Glo hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


Thalia hanya diam, tetapi dia mencoba menuruti permintaan Ren itu. “Hemmm, Ren, aku mau duduknya di bekas tempat kamu itu, aku gak mau duduk di bekasnya wanita itu.” Ujar Hazal, memasang wajah memohonya pada Ren.


“Baikalah, sesuai keinginanmu.” Sahut Ren, dan langsung bangkit untuk pindah ke sisi yang tadi di duduki oleh Thalia.


Pandangan Glo tidak bisa lepas dari pada yang mereka lakukkan. Mereka saling melirik satu sama lain, dan bahkan saling suap - suapan. Benar - benar menjijikan.


“Kakak ipar, apakah kamu dengar? Tadi ada seseorang yang mengatakan tidak ingin duduk di kursi yang habis kamu duduki, tetapi orang itu malah sedari tadi memakan dan bahkan memuji masakanmu ini.” Seru Glo, membuat gerakan mengunyah di mulut Hazal terhenti.


“Apakah ini masakannya?” Tanya Hazal, dengan pandangannya yang cukup terkejut.


Glo menganggukan kepalanya pelan. “Ya, ini masakan dari kakak iparku, dan kamu bahkan sudah makan lebih banyak dari kita.” Jawabnya sinis, dan bahkan melirik sedikit ke piring Hazal.


Cukup lama dia terdiam, lalu Hazal kembali memasang senyumnya. “Ya sudah tidak apa - apa, anggap saja ini pertama dan terakhir kali aku memakan masakannya, karena kita tidak tahu bagaimana ke depannya nanti, tapi yang pasti Ren akan segera menceraikannya, dan panggilan kakak ipar itu, akan kamu sematkan untukku.” Tungkasnya benar - benar sangat percaya diri.


“Iyakan Ren sayang, kamu akan menceraikan gadis yang kamu beli ini kan?” Tanyanya, dengan sedikit menekan kata Membeli untuk menyinggung Thalia yang sejak tadi hanya diam saja.


Glo kembali tersenyum dengan getir, lalu meletakan sendok dan garpunya, “Oh ya, apakah kakak aku tidak memberitahumu? Kalau bicara dengan kakak iparku harus sangat hati - hati.”


“Memangnya dia siapa? Kenapa aku harus berhati - hati, wanita yang rela menjual dirinya untuk uang, tidak lebih dari sebuah sampah.” Sahut Hazal lagi, tanpa perduli dengan tatapan Thalia yang sudah menaiki ke arahnya.


“Kakak, apakah kamu tidak memberitahu *** *** mu ini, kalau istrimu kemarin baru saja memenggal kepala seseorang, dan membunuh kurang lebih 50 orang?” Tanya Glo pada Ren, yang sontak membuat Hazal tertegun mendengarnya.


“Kalau belum, sini aku kasih tau ke dia ya.” Glo kembali menatap wajah Hazal yang sudah mulai memucat.


Glo menarik tangan Thalia untuk berdiri. “Ayo kak, kita lebih baik makan di luar saja, aku udah muak satu meja dengan pe la cur seperti dia,” ajaknya pada Thalia, yang hanya diam saja ketika tangannya di tarik keluar oleh Glo.


Melihat Glo dan Thalia yang pergi, Ren hanya bisa menghela nafasnya dan menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Hazal, aku ingin istirahat sekarang, kamu pulang di antar supir bisakan?” Tanyanya, karena tiba - tiba saja dia sudah merasa moodnya yang mulai kurang baik.


“Loh kok -“ belum selesai Hazal mengajukan kalimat protesnya. Ren sudah bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Hazal di meja makam, dan dia naik ke atas kamarnya.


Di tinggalkan begitu saja, Hazal sedikit merasa sangat kesal. “Hishh, Ren sangat meyebalkan.” Keluhnya, tetapi tidak bisa mengatakan apapun. Dia khawatir kalau dia terlalu banyak protes malah Ren akan menjauhinya lagi.


Ketika dia sedang duduk cemberut, terlihat suara hujan yang turun begitu deras. “Wahhhh hujan,” ujarnya dengan sangat bersemangat.


“Kalau hujan, aku jadi bisa membuat alasan agar aku bisa bermalam di sini.” Tambahnya lagi, dan lalu mulai mencari kamar tamu yang akan menjadi tempatnya untuk tidur di rumah Ren malam ini.


***


Ketika dia masuk ke dalam kamar tamu yang ada di bawah, dia melihat barang - barang wanita yang ada di sana. “Apakah kamar ini di tempati oleh Wanita itu?” Tanyanya, melihat barang - barang Thalia yang membuatnya merasa sedikit jijik. karena tidak ada satupun barang Thalia yang terlihat dari barang - barang Brand ternama.


“Eh siapa itu? Masuk ke kamarnya Nyonya?” Nining memantau dari jauh, melihat siapa yang sudah berani memasuki kamar majikannya. Dan ternyata dia menemukan Hazal, wanita yang tadi di bawa oleh Tuannya.


“Waaahh, harus lapor sama Tuan ini.” Ujar Nining, yang kembali melihat apa yang di lakukkan Hazal di kamar Thalia.


Dan Semua pergerakan Hazal itu, tidak lepas dari pantauan Nining, yang tadinya dia ingin membereskan meja makan, malah dia langsung pergi ke atas ke kamar Ren, untuk melaporkan jika Hazal masuk ke kamar Thalia tanpa izin.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*