Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
Transmigrasi ke Kamar Ren


KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah mendapatkan laporan dari Nining, Ren terlihat langsung bergegas turun ke bawah. Dia ingin memeriksa apakah laporan Nining tentang Hazal yang masuk ke dalam kamar Thalia itu benar.


Sesampainya di bawah, dia langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Thalia. dan benar saja dia melihat Hazal yang sedang membuka lemari milik Thalia. “Apa yang sedang kamu lakukkan?!” Tegur Ren, dan itu sontak mengejutkan Hazal yang terlihat terlalu fokus memeriksa barang - barang Thalia.


Hazal membalikkan tubuhnya, dan melihat Ren yang sesang berdiri di sana. “Eh, Ren, aku -“ Hazal terbatah dalam menjawab pertanyaan dari Ren itu.


Membuat Ren langsung memasang wajahnya dingin, dan lalu langsung menarik tangan Hazal untuk keluar dari kamar Thalia.


“Ren, ihh jangan di tarik gitu, sakit!” Hazal, berusaha melepaskan tangan Ren, dan menghempaskan tangan pria yang sedang menarik tangannya itu.


Ren menghela nafasnya berat, lalu dia membalikkan tubuhnya menatap nyalang ke arah Hazal. “Aku sudah minta kamu buat pulang! Dan kenapa kamu masih di sini?” Tanya dengan suaranya yang terdengar tidak ramah.


Hazal mengelus pergelangan tangannya yang perih karena cengkraman Ren barusan. “Hujan deras, bagaimana aku mau pulang? Nanti kalau ada apa - apa gimana?”


“Kamu pulang dengan supir Hazal! Dan naik mobil, bukan motor jadi tidak akan tekena hujan.” Tegas Ren, tidak menyukai jika ada orang lain ada di rumahnya.


Belum lagi kalau Thalia tahu jika ada orang lain yang masuk ke kamarnya dan memeriksa barangnya. Bisa pusing dia mendengar amarah Thalia.


“Yakan -“ Hazal sudah kehabisan alasan, sampai akhirnya dia memilih untuk melingkarkan tangannya di lengan kekar milik Ren.


“Kamu masa tega sih, nyuruh aku pulang hujan deras gini? Mana ini malam lagi?” Tanyanya, berusaha membujuk Ren agar memperbolehkan dirinya untui menginap di rumah itu.


Ren terlihat terdiam untuk sejenak, lalu menoleh ke arah Bi Ningsih. “Bi,” panggilnya, membut Bi Ningsih langsung menoleh dan mendatangi bosnya itu.


“Iya, Tuan.” Sahutnya, ketika dia sudah berada di depan Ren.


“Bereskan semua barang Thalia! Dan pindahkan ke kamarku! Panggil Pak Yono dan Anti agar pekerjaan kalian bisa lebih cepat!” Perintahnya. Membuat Bi Nining langsung menyeritkan keningnya bingung. Begitupun dengan Hazal.


Dia langsung tersenyum palsu, karena mencoba untuk mengerti apa yang di bicarakan oleh Ren.


“Ren, kenapa? Kenapa ? Kamu tiba - tiba, mau dia pindah ke kamarmu?” Tanya Hazal, mempertanyakan ulang niat Ren yang mau memindahkan Thalia ke kamarnya.


“Ya? Kenapa? Di rumah ini hanya ada 5 kamar, dan duanya sudah di tempati oleh Asisten rumah tanggaku dan juga beberapa pengurus rumah. Jadi, kalau kamu mau tidur di sini, ya berarti aku harus mengosongkan kamar tamu, lagian gak ada salahnya Thalia tidur sama aku, dia adalah istriku.” Jawabnya dengan tegas, memberikan jawaban bahkan sebelum Hazal memberikan pertanyaan kembali.


Setelah mengucapkan hal itu, Ren menoleh kembali ke arah Bi Nining yang sejak tadi hanya diam saja melihat intraksi antara bosnya dengan wanita yang belum pernah dia lihat sebelumnya. “Bi, cepat pindahkan barang Thalia! Tamu kita sudah mau berisitirahat.” Perintahnya lagi, lalu langsung pergi meninggalkan Bi Nining dengan Hazal.


“Baik Tuan.” Balas Bi Nining lagi, meskipun suaranya itu tidak akan terdengar oleh Ren yang sudah terlihat naik ke atas.


Dia kesal, karena niatnya bermalam di rumahnya, agar dirinya bisa lebih dekat dengan pria yang sangat dia cintai itu. Tapi bukannya lebih dekat, malah dia membuat Ren dan Thalia yang tadinya tidur terpisah, sekarang malah bersatu.


***


Setelah dua jam berlalu, hujanpun terlihat sudah mulai redah, dan kini terlihat Thalia dan Glo yang baru saja pulang dan memasukin rumah.


“Eh, Nyonya, dan Nona sudah pulang.” Tegur Bi Nining yang baru saja mau mengecek pintu - pintu, sebelum dirinya pergi tidur.


Glo tesenyum ketika melihat Bi Ningin menyambut mereka di depan pintu. “Kakak ada di rumah Bi?” Tanya Glo, mencari sosok Ren, yang tidak nampak di manapun.


“Ada Non, Tuan Ren ada di kamarnya, dan oh ya, barang - barang Nyonya Thalia juga ada di kamar Tuan.” Bi Nining lebih dulu melaporkannya pada Thalia. Dari pada nanti Nyonyanya itu masuk ke kamarnya yang sudah di isi oleh orang lain.


Glo mengalihkan pandnaganya menatap ke arah Iparnya dengan bingung. “Kenapa di pindahkan Bi?” Tanya Thalia dengan raut wajahnya yang seperti tidak terima jika barang - barangnya di pindahkan.


“Kata Tuan Ren, kamar Nyonya memang seharusnya di atas bersama dengan Tuan, dan kamar yang Nyonya tempati kemarin itu, khusus untuk Tamu, seperti malam ini Tamu Tuan mau menginap, dan Tuan memberikan kamar itu.” Jawabnya dengan jujur, semakin membuat tanda tanya besar di dalam otak Thalia dan juga Glo.


Thalia yang bingung, memilih untuk naik ke atas untuk pergi ke kamar Ren, sedangkan Glo, masih terus berpikir dan mengingat, siapa tamu kakaknya yang dengan berani malam - malam menginap di rumah.


“Bi, tamu kakak siapa ya?” Tanya Glo, ketika Bi Nining terlihat sedang mengunci pintu rumah.


“Tamu Tuan yang perempuan tadi Non, katanya tadi alasannya hujan Non, jadi dia tidak berani pulang, dan akhirnya Tuan memberikannya kamar itu.” Bi Nining menjawab sekaligus memberikan penjelasan pada Glo, sebelum akhirnya dia pamit pergi ke dapur, untuk kembali berberes agar bisa segera beristirahat.


Sedangkan Glo, wajahnya langsung berubah cemberut tidak suka, ketika mendengar tamu kakaknya yang tidak lain adalah Hazal. Niatnya tadi dengan sengaja berlama - lama makan di luar agar tidak melihat wajah dari si Keong racun, malah kini si Keong Racun ada di rumahnya menginap.


“Lihat saja, sampai kamu berani macam - macam, habis kamu sama aku.” Gumam Glo, yang lalu dengan rasa malasnya di mengikuti langkah Thalia yang mendatangi kakaknya untuk meminta penjelasan kenapa Hazal di biarkan menginap di rumah.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*