
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Malam ini, seperti keinginan Maria yang akan menyelesaikan kejadian di masa lalu. Dia akan mencari Darius untuk mengakhiri penderitaanya selama ini.
Dentuman musik terdengar begitu nyaring, dan suasanpun terlihat sangat gelap. Hanya sebagian lampu yang menyala mambuat pandangan harus sedikit di tajamkan.
Maria masuk ke dalam sebuah Club malam untuk mencari keberadaan Darius. Dia berjalan masuk mengenakan gaun hitamnya, yang memperlihatkan belahan sampai pada paha. Membuat penampilannya begitu sexy malam ini.
Dari posisinya, Maria bisa melihat Mimi yang berdiri di atas sembari memantau keadaan di bawah.
Hingga ketika pandangan mereka beradu, Maria tersenyum tipis, lalu masuk ke dalam toilet.
Mimi yang melihat itu, langsung sigap memanggil anak buahnya dan ikut masuk ke dalam toilet.
Hingga dia bertemu dengan Maria yang sedang berdiri sambil melihat cermin, seakan - akan sedang memperbaiki riasan wajahnya.
“Aku bahkan tidak mengerti,” ucapnya, menghampiri Maria, dan berdiri di samping wanita itu seakan dia juga ikut memperbaiki pakaiannya.
“Kamu bahkan tidak cantik dari perkiraanku.” Timpalnya lagi, yang membuat Maria tersenyum lalu menatap ke arahnya.
“Dia sudah menurunkan standar keinginanya.” Sahut Maria, menatap Mimi dari atas hingga ke bawah, lalu kembali menatap ke arah cermin.
Namun, Maria tidak menyadari kalimatnya itu sangat - sangat menyinggung Mimi. Hingga membuat gadis itu menatap tajam ke arahnya.
“Menurunkan standarnya?” Tanya Mimi dengan sinis.
“Di bandingkan dengan kamu, aku bahkan jauh lebih baik dari kamu.” Jawabnya sendiri, merasa sangat percaya diri.
Lagi - lagi Maria hanya tersenyum menanggapi setiap kalimat yang keluar dari mulut Mimi. “Jangan buang Nafasmu, katakan saja di mana dia?” Tanya Maria lagi, masih dengan nadanya yang terkesan lembut.
“Jangan cemaskan Darius, lebih baik kamu cemaskan aku yang ada di depan sekarang.” Jawabnya, lalu terlihat tangannya yang ingin mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
Namun dengan secepat kilat, Maria menahannya, dan langsung memberikan sebuah pukulan telak di wajah Mimi dengan pisau kesayangannya yang berbentuk sabit.
Bughhh, “arrghhh.” Teriak Mimi, dan di balas dengan pukulan.
Kini mereka terlibat saling memukul, dan Maria tidak henti ingin mengarahkan pisau pada Mimi.
Hingga Mimi mendekatinya, membuat Maria dengan cepat menendang perut Mimi hingga wanita itu termundur beberap Centi.
Dan jeda itu dia gunakan untuk memperbaiki caranya memengan pisau. Dan kembali mengarahkannya menunggu serangan Mimi.
Buggghhh, bugghh, Mimi memukul Maria, namun dengan cepat Maria membalasnya dengan sikunya hingga Mimi terbentur dinding di sebelahnya.
Perkelahian mereka terus terjadi, hingga Maria mencoba menahan tubuh Mimi, namun Mimi menendang perut Maria berkali - kali menggunakan lututnya. Hingga Maria hilang keseimbangan dan mereka berdua terjatuh dalam salah satu Kloset dalam toilet itu.
Maria dengan cepat berdiri namun gerakan Mimi sangat cepat, sehingga dia langsung mencekik Maria, namun Maria juga tidak mau kalah dia memukul ke dua telinga Mimi dengan begitu keras. Hingga cekikan pada lehernya kini melonggar.
Maria balik mengunci tangan Mimi, dan menghantupkan kepala mimi berulang kali di dinding. Namun Mimi juga dengan cepat membalasnya. Hingga pukulan demi pukulan kini mulai terjadi kembali.
Maria memeluk tubuh Mimi, dan mendorongnya dengan keras ke dinding. Hingga dinding kayu di toilet itu rubuh dan menimpa Mimi yang posisi tubuhnya ada di bawah Maria.
Bughhhh,buggghhhh,bugghhhh. “Areeggghhhhh.” Teriak Mimi, mendorong tubuh Maria hingga menabrak cermin hingga pecah.
Mimi kembali ingin melayangkan pukulan, namun dengan cepat Maria menahannya. Dan kembali memukul Mimi.
Bughhh. Pukulnya lalu, menghantamkan kepala Mimi ke beton Wastafel sebanyak 3 kali hingha kepala Mimi pecah di bagian depan, membuat Wanita itu mati seketika.
Maria memundurkan dirinya sejenak, mencoba mengatur nafasnya. Dan melihat Mimi, memastikan apa gadis itu sudah benar - benar mati.
30 detik dia menunggu, dan dia melihat sama sekali tidak ada pergerakan dari Mimi.
Hingga dia mendekati mayat Mimi dan menginjak kepala Mimi dengan healsnya yang lancip itu.
***
Sedangkan di luar toilet, dua penjaga itu, merasa jika Mimi sudah terlalu lama di dalam. Hingga mereka berdua memutuskan untuk masuk ke dalam untuk memastikan keadaan Mimi.
Namun, ketika mereka masuk, mereka melihat Mimi yang tergeletak di bawah. Membuat mereka sigap untuk mengambil pistol dari kantong mereka.
Salah satu dari mereka, kini mencoba untuk mendekati bilik toliet, sedangkan satunya lagi, sedang memastikan kondisi Mimi yang ternyata sudah tidak bernafas.
Perlahan namun pasti, salah satu penjaga itu mulai memberanikan diri untuk membuka salah satu pintu itu.
Bughhhh, Maria yang lebih dulu membuka pintu dan langsung menendang kukubird pria itu hingga terduduk menahan sakit. Dan dengan cepat, Maria membelokkan tangan pria itu dan mengarahkan ke penjaga yang ada di samping tubuh Mimi.
Dorr, Dorrr, dua peluru yang dia tembakan berhasil membunuh dua penjaga itu. Membuat 3 mayat tergeletak di toilet.
Melihat ke tiganya sudah mati, Maria memperbaiki perasaanya, lalu dia berjalan keluar sebelum ada yang melihatnya membunuh ke tiga orang itu.
Dia berjalan, memasuki kerumunan orang - orang yang sedang menari di bawah lampu kelap kelip.
Namun, ketika Maria berjalan, dia melihat ada dua orang pria yang mendatanginya.
Bugghhhh, bugghhhh, bugghhh. Tanpa mengeluarkan senjata apa pun, Maria sudah berhasil melumpuhkan mereka, dan membuat mereka pingsan.
Maria tidak ingin membuang waktu, dia meninggalkan pria - pria itu, dan membiarkan pengunjung lain melihat aksinya.
Dia berjalan naik ke atas, masih dengan misi mencari Darius. Di tempat di mana Mimi tadi berdiri.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*