Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
Perubahan Sikap Yang Membuat Risih


KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah menunggu kurang lebih 1 jam lamananya, kini terlihat Valda yang kembali datang dengan membawa bingkisan makanan untuk Ren.


“Apakah kamu makan di luar?” Tanya Ren, ketika merasa Valda terlalu lama untuk keluar jika hanya sekedar mencari makan saja.


“Tidak Tuan Tuan, saya hanya pergi mencari makanan yang dapat Anda makan, bukankah Anda tidak menyukai jajajan kaki lima.” Jawabnya, membuat Ren terdiam dan mengambil bingkisan makanan itu dari Valda.


Dan di saat itu juga, bersamaan dengan seseorang yang datang mengantarkan makan pagi untuk Thalia yang memang di sediakan dari rumah sakit.


“Terima kasih.” Ucap Valda dengan ramah pada pengantar makanan itu. Karena dia tahu jika bosnya tidak akan mengucapkan kata - kata seperti itu.


Ren hanya melihat saja intraksi antara Valda dan pengantar makanan itu. Tetapi ketika Valda mendekati Thalia. Tentu saja itu membuat dia langsung terlonjak dari duduknya, dan buru - buru menghalangi Valda mendekati istrinya.


“Mau apa kamu?” Tanya Ren, langsung memblok langkah Valda.


Valda merasa bingung dengan sikap bosnya kali ini, “saya ingin membangunkan Nyonya Thalia Tuan, karena ini sudah jamnya makan pagi, dan dia harus minum obat.” Jawab Valda, menunjukan jam di tangannya pada Ren. Jika sarapan pagi memang sudah waktunya.


Ren menggelengkan kepalanya pelan, “kamu duduk!” Perintah Ren pada Valda.


“Ta - tapi kenapa Tuan?” Tanya Valda bingung.


“Duduk! Dan makan sarapanmu!” Perintah Ren lagi, tidak menjawab pertanyaan yang di berikan oleh asistennya itu.


Dan mau tidak mau, Valda menganggukan kepalanya dan menurut saja apa yang di minta oleh bosnya ini.


Setelah melihat Valda duduk dan mulai membuka makananya miliknya, Ren terlihat menarik nafasnya sedalam mungkin, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Dia melakukkan berulang kali. Sampai dia mengeluarkan senyumnya.


Dan semua itu otomatis di tangkap oleh pandangan Valda, yang merasa jika bosnya sedang tidak baik - baik saja.


Ren membalikkan tubuhnya, lalu dia menepuk bahu Thalia singkat. “Thalia.” Panggilnya dengan pelan.


“Ssssstttt,” ringis Thalia, kesakitan, sepertinya dalam mode tidur saja dia bisa merasakan sakit ketika tanganya yang luka di tepuk seperti itu Ren.


“Thalia, bangun, ini sarapan dulu.” Ucapnya lagi, dan kali ini Valda semakin bingung dengan sikap bosnya yang perlahan - lahan semakin lembut pada Thalia. Padahal kemarin tidak seperti itu.


“Apa yang sedang di rencakan pria satu ini?” Batin Valda kembali bergejolak, karena merasakan jika Ren pasti sedang membuat satu rencana.


Karena di panggil berulang - ulang, akhrinya Thalian terbangun dari tidur. “Ada apa?” Tanya Thalia pada Ren, ketika ke dua matanya terbuka dan melihat sosok Ren yang ada di depan matanya.


“Kamu butuh sarapan, setelah itu baru minum obat.” Jawab Ren, menunjuk ke arah sarapan yang di bawa oleh pengantar makanan tadi.


Thalia menghela nafasnya, sembari memperbaiki perasaanya. “Aku tidak biasa dengan makanan rumah sakit.” Ucap Thalia, sambil bangkit dari posisi duduknya untu berbaring.


Thalia terdiam sejenak, lalu kembali mengerjap - ngerjapkan makanannya. Dia bahkan sampai mengusap wajahnya itu, agar ngantuknya bisa cepat hilang.


“Kamu bisa tidak?! Jangan sok perhatian, agak aneh soalnya.” Tegur Thalia, merasa jika baru pertama kali ini selama 5 hari menjadi istri Ren, dia diperhatikan oleh pria itu.


Apa lagi awal - awal pernikahaan mereka, Ren terus mengatakan jika dia adalah seorang budak, dan mendapatkan perhatian dari Ren secara tiba - tiba. Tentu saja Thalia merasa risih.


“Aku -“


“Bersikpalah selayaknya Ren! Jika memang kamu di awal menganggap aku Budak, makan sampai sekarang akan tetap seperti itu.” Tambahnya lagi, membuat Ren dian seketika.


Karena tentu saja dia tidak punya bantahan untuk menjawab. Bahkan senyum yang tadi di pancarkan oleh Ren, tiba - tiba saja hilang, dan kini semakin membekukan wajahnya.


“Aku hanya ingin mengurus kamu, karena kamu -“


“Aku bisa mengurus diriku sendiri, bahkan sebelum ada kamu.” Sahut Thalia lagi, selalu memotong kalimat yang akan keluar dari mulut Ren.


Thalia bahkan langsung mengambil sendok dan mulai memakan sarapan paginya. “Oh Okey.” Balas Ren lagi, lalu mau tidak mau dia kembali ke tempat duduknya untuk memakan sarapan miliknya.


Sedangkan Valda, sudah mulai tersisa separuh menuju selesai.


“Apakah kamu merasa jika gadis ini terlalu dingin padaku?” Tanya Ren, berbisik pelan pada Valda, agar Thalia tidak bisa mendengarnya.


“Sepertinya, masa lalu yang membuatnya jadi sedingin itu Tuan, jika memang Anda ingin mendapatkan hatinya, maka berjuanglah.” Jawab Valda, sontak membuat Ren terkejut mendengarnya.


“Aku tidak berjuang mendapatkan hatinya.” Bantah Ren, tidak mau jika sampai Valda tahu jika dia berencana ingin membuat Thalia jatuh Cinta padanya.


Valda hanya merespon dengan senyuman manisnya saja. Karena yang seperti ini jika di bantah tetap saja dia tidak akan mengakuinya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*