
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Sesampainya di atas, Maria di sambut oleh seorang pria yang sepertinya adalah anak buah dari Darius.
“Kamu pasti Mariakan.” Sapanya, lalu duduk di sebuah sofa yang berhadap - hadapan.
Maria memilih untuk duduk terlebih dahulu, menunggu apa yang akan pria ini katakan kepadanya.
“Sebagai orang yang sudah mati, kamu terlihat sangat cantik Maria.” Pujinya, lalu terlihat beberapa wanita yang datang dan duduk menjadi dayang - dayang pria itu.
Maria menghela nafasnya, lalu mengambil sebuah gelas yang berisikan bir di dalamnnya lalu meminumnya.
“Bagaimana kehidupan barumu setelah mengkhianati Black Rose Maria?” Tanya pria itu dengan tersenyum ramah.
“Orang suruhanmu sepertinya kurang.” Ucap Maria, menolak menjawab pertanyaan yang di berikan oleh pria itu.
“Karena bos berpikir, bahwa Mimi saja sudah cukup menangangimu.” Sahutnya, memberikan penjelasan kenapa penjagaan di Club itu sangat - sangat kurang sekali.
“Tetapi sepertinya Bos, selalu sial jika mengenai tentang wanita.” Timpalnya lagi.
“Yang paling sial, wanita itu sudah mati di dalam toilet.” Tungkas Maria dengan sinis pada pria itu.
Lalu Maria kembali menghelas nafasnya, daj meletakan gelas yang tadi dia pegang dengan keras di atas meja. “Di mana Darius?” Tanya Maria dengan serius. Membuat wajah pria itu terlihat berubah, hingga senyumnya kini luntur.
Pria itu mengeluarkan ponselnya dari kantong jasnya, dan memberikannya pada Maria. “Kita damai.” Ucapnya, tidak mau berurusan dengan Maria.
Melihat jika dia di berikan ruang untuk berkomunikasi dengan Darius, Maria menganggukan kepalanya dan langsung beranjak berdiri ingin melangkahkan kakinya pergi.
“Titip salamku untuk Nathan.” Ucapnya, membuat langkah Maria terhenti. Dan menatapnya dengan tajam.
Maria langsung mengeluarkan pisaunya yang dia simpan di sela - sela karet dalam pahanya. Dan langsung menusuk leher pria itu, dan memasukan ratusan obat yang ada di atas meja ke dalam mulutnya.
“Areegghhhhh, aregghhhh.” Teriak wanita - wanita yang ada di sekelilingnya, merasa ketakutan dengan aksi pembunuhan itu.
Maria menatap pria itu dengan tatapan kemarahannya. Tadinya memang dia akan berdamai, dan menganggap jika pria itu adalah teman. Namun, hanya karena satu kalimat terakhir yang dia ucapkan. Benar - benar memancing kemarahan Maria dan menjadi akhir hidupnya yang tragis.
Maria mencabut pisau kesayangannya, ketika dia sudah memastikan pria itu mati. Dan kembali menyimpannya di tempat semula.
Maria melihat sebuah tas besar yang berisikan uang, dan tanpa berpikir panjang, Maria langsung membuang uang - uang itu ke bawah, membuat semua orang yang ada di bawah sana berebutan hujan uang yang di lakukkan oleh Maria.
***
“Aku ingin kamu menjalani misi untuk menangani Gubernur!” Perintahnya pada anak sulungnya itu.
“Kali ini selesaikan pekerjanmu! Dangan jangan bermain - main.” Timpalnya lagi, memberikan peringatan kepada anak pertamanya itu.
“Lalu, bagaimana dengan permasalahan Maria?” Tanya Seggy, tidak menginginkan tugas menangani pembunuhan Gubernur yang dia rasa sangatlah mudah.
“Darius yang akan menanganinya.” Jawab Kaleb dengan cepat.
“Dahulu Darius sudah gagal membunuh Maria, dan kenapa Papah berpikir jika kali ini dia akan berhasil?” Tanya Seggy, selalu merasa jika papahnya itu selalu membangga - banggakannDarius untuk menyelesaikan misi. Walaupun pada kenyataan Darius sering gagal, tetapi Papahnya itu tetap saja membanggakan adik laki - lakinya itu.
“Biarkan Darius menangani Maria, jangan membuat hal yang sangat sulit bagimu Seggy!” Tegas Kaleb, memperjelas kalimatnya. Jika dia tetap akan memberikan Maria pada Darius.
Seggy menarik hembuskan nafasnya, “kamu tahu?! Aku sudah muak karena kamu selalu meremkan kemampunku!” Tungkasnya, tidak ada kalimat sopan yang terjalin untuk Papahnya.
“Jaga cara bicaramu!” Sentak Kaleb, tidak menerima kalimat Seggy yang terlalu kasar padanya.
“Aku adalah pria yang paling sabar, tetapi tak mungkin, aku membiarkan kamu mengaturku untuk melakukkan segalanya keinginan kamu!” Makinya, membuat Seggy terdiam dan tak bisa mengeluarkan kata - katanya.
Kaleb terus menatap wajah putra sulungnya itu. “Kamu tidak akan pernah bisa seperti Darius! Kamu tidak akan pernah aku biarkan untuk memimpin keluarga dan kelompok ini!” Serunya, semakin membuat Seggy merasa marah.
“Pergi! Dan tangani Gubernur!” Perintah Kaleb lagi. Dan mau tidak mau Seggy beranjak pergi untuk menjalankan misinya atas perintah papahnya untuk membunuh Gubernur yang entah sudah menjadi musuh siapa, sampai mereka menyewa Black Rose untuk menangnis kasus ini.
Melihat Seggy yang pergi, Kaleb menatap jalan yang di lewati oleh Seggy tadi. Dia tahu kalau dirinya sedang memupuk kebencian di hati anak sulungnya.
Tetapi, bisnis gelap ini, tidak bisa dia percaykan oleh orang yang ceroboh dan tamak seperti Seggy, dan selalu Dariuslah yang menjadi terbaik, apa lagi dulu dia memiliki Maria sebagai pendampingnya. Dan Maria jugalah yang kini menjadi beban mereka.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*