Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
Suhu Bela Diri


KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Di mobil, Thalia terlihat hanya diam saja, membuat Valda menjadi sedikit khawatir melihat sikap diamnya Thalia ini.


“Thalia, are you okay?” Tanya Valda, mencoba menanyakan keadaan istri tuannya, setelah tadi terkena tamparan satu kali.


Thalia terkejut ketika mendapatkan pertanyaan dari Valda, karena saat ini sebenanrnya dia sedang tidak memikirkan masalah dengan Ren tadi.


Tetapi dia malah sedamg berpikir tentang strateginya apa yang harus dia siapkan ke depannya nanti.


“Ya, ya, iam okay.” Jawab Thalia, dengan memperlihatkan senyum manisnya.


“Aku minta maaf ya, atas nama tuanku.” Ucap Valda lagi, kembali membuat Thalia tersenyum, walaupun itu hanyalah senyuman palsu.


“Iya tidak apa - apa, lagian tadi juga salah aku, karena tidak bisa membedakan mana gula dan mana garam.” Balas Thalia, dan kembali melihat ke arah lain.


Valda lagi - lagi hanya terdiam, dia merasa seperti mulai merasa ada yang aneh dengan Thalia.


“Siapa sebenanrnya kamu Thalia? Kenapa kamu terlalu misterius untuk mengungkapkan jati dirimu? Bahkan tadi di saat Tuan Ren menamparmu begitu keras saja, kamu tidak ada goyah sama sekali, apa lagi merasakan sakit?” Batin Valda, bertanya - tanya tentang identitas asli Thalia yang sampai detik ini belum berhasil dia temukan.


“Thalia,” gumamnya lagi dalam hati.


“Kamu seperti memiliki kepribadian yang lain Thalia, mungkin tubuhmu di sini, tapi tidak dengan pikiranmu. Entah apa yang sedang kamu pikirkan, sampai rasa sakitpun tidak membuatmu meringis.” Valda terus memantau setiap pergerakan Thalia. Bukan untuk Tuannya. Tetapi ini untuk melunturkan rasa penasaraanya atas identitas Thalia.


***


Sepanjang jalan mereka terus diam saja, tidak ada lagi yang mereka berdua obrolin. Sampai mobil Valda masuk di parkiran rumah Ren.


“Kamu masuk dan beristirahatlah, aku akan kembali ke kantor.” Ucap Valda, tanpa turun dari mobil. Dan memberikan kepercayaan penuh untuk Thalia masuk ke dalam rumah Ren.


“Terima kasih ya,” balas Thalia, lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah untuk segera membersihkan tubuhnya dari rasa lengket sehabis beraktifitas tadi.


Ketika dia masuk ke kamar mandi, Thalia melihat pipinya yang memar akibat tamparan Ren tadi. Membuat dia tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya pelan.


“Tamparanmu bahkan tidak ada rasanya sama sekali.” Gumam Thalia, meremehkan kekuatan Ren yang tidak ada apa - apanya dengan apa yang pernah dia rasakan.


Thalia terihat mencuci wajahnya, menghilangkan semua make up dari wajahnya. “Sepertinya aku bisa menggunakan waktu luang ini untuk berlatih.” Lirihnya pelan, lalu segera mengganti pakaiannya dengan baju singlet dan juga celana pendek.


Berulang kali Thalia menarik nafasnya. Sebelum dia keluar dari kamarnya. “Aku akan ke Rooftop mungkin lebih baik.” Tandasnya lagi, namun dia tidak langsung naik ke atas.


Dia memilih melangkahkan kakinya ke dapur terlebih dahulu mengambil sebuah botol untuk di isi air, sebagai bekalnya nanti di atas.


“Bisa - bisanya aku berada di tangan seorang pria yang tamak akan sebuah harta dan kesombongan.” Gumam Thalia, tidak habis pikir dengan semua sifat buruk yang ada pada Ren.


Sepertinya tidak ada sifat baik dari pria itu, membuatnya merasa enggan untuk tunduk pada pria semacam Ren.


Setelah mengisi botol air minumnya, dan juga mendapatkan snack untuk menjadi cemilannya. Thalia terlihat sudah siap untuk naik ke atas. Dia bahkan menaiki lift, tanpa perduli apakah itu di perbolehkan atau tidak tetapi Thalia tetap menaikinya.


Sesempainya di rooftop, Thalia melihat pemandangan yang begitu indah, dan bahkan angin yang sepoy - sepoy membuatnya sedikit merasa tenang.


Gedung - gedung tinggi yang terlihat, membuat Thalia yakin, jika rumah Ren ini berada di pusat kota, sehingga dirinya bisa melihat banyaknya gedung - gedung besar yang berdiri dengan kokoh.


Thalia mulai menarik hembuskan nafasnya, dia mengatur pernafasannya sebelum akhirnya dia mengambil kuda - kuda bersiap untuk membuat sebuah pukulan.



“Cha,,chaaa.” Teriak Thalia, ketika pukulan itu dia layangkan dengan kuat ke udara. Hingga anginpun bisa ikut berbunyi menandakan seberapa kuatnya dia menggunakan kekuatannya itu.


Thalia berlatih dengan sangat serius, tanpa dia sadari jika sejak tadi Valda memantaunya dari pintu masuk rooftop.


Tadinya Valda ingin mengantarkan makan siang untuk Thalia. Karena dia tahu jika Thalia tidak bisa membedakan mana gula dan garam, apa lagi untuk masak. Jadi dia berinisiatif untuk membelikan Thalia makan siang untuk hari ini.


Namun dia sudah keliling mencari Thalia di mana - mana, sampai akhirnya dia melihat rekaman Cctv yang memperlihatkan Thalia naik ke Rooftop.


Melihat Thalia yang berlatih seperti itu, Valda semakin terjebak dengan rasa penasaraannya. Pasalnya, jika Thalia berlatih bela diri hanya untuk melawan Ren, maka bela dirinya yang dia gunakan tidak akan seperti itu.


Bahkan Thalia tidak terlihat seperti seorang amatir. Melaikan sepertinya dia yang memegang Suhu Bela diri.


“Sepertinya kamu memang bukan gadis sembarangan Thalia.” Gumam Valda, sambil terus memantau latihan Thalia.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*