Menikahi Budak Tak Berguna

Menikahi Budak Tak Berguna
Menemukan Thalia


KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah kejadian semalam, kini Maria sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Dia belum boleh pulang karena lukanya masih sangat basah setelah di jahit kemarin.


Maria terbangun pagi ini, dengan sedikit mengerjap - ngerjapkan matanya. Karena dia merasa sangat pusing sekali, mungkin karena pengaruh obat bius semalam.


“Maria, kamu sudah bangun?” Tanya Bunchi, ketika dia melihat ke dua mata Maria yang perlahan mulai terbuka.


Maria sedikit tertegun karena Bunchi pagi - pagi sudah ada di ruangannya. “Jangan kaget seperti itu, aku tidak di sini dari malam.” Tegur ya, karena mengetahui sikap Maria yang sedikit terkejut karena kedatangannya.


“Maria, aku datang ke sini bukan karena ingin menganggu kamu, tapi aku ingin memberikan uang sisa tabunganan terakhirku sama kamu,” ucapnya, lalu memberikan sebuah atm pribadinya pada Maria, dia meletakan kartu itu di atas meja.


“Di dalamnya masih ada uang sekitar 2,5M, aku harap kamu bisa menggunakan uang itu dengan baik, beli rumah baru, hidup baru dan jika kamu mau buka usaha juga bisa.” Tambahnya lagi, lalu mengambil posisi untuk duduk di ranjang Maria, dan Mariapun menggeser sedikit tubuhnya, agar Bunchi muat untuk duduk.


“Terima kasih ya Bunchi, atas semua bantuanmu selama ini, dan termasuk uang 3M yang kemarin aku pakai.” Maria menatap Bunchi dengan pandangan yang sangat dalam. Dia benar - benar terbantu dengan adanya Bunchi dalam hidupnya.


Bunchi hanya tersenyum sebentar, lalu kembali memasang wajah seriusnya. “Maria, setelah ini hiduplah dengan Normal, seumur aku mengenalmu, sedetikpun aku tidak pernah melihatmu tertawa, bahkan senyumpun terlihat sangat terpaksa.”


“Rubahlah pandanganmu terhadap dunia Maria, dan jika bisa, minta kepastian dengan pria yang menjadi suamimu itu, kalau memang kalian mau bercerai, maka bercerailah. Agar kamu bisa mendapatkan suami yang lainnya.”


“Buatlah keluarga baru dengan uang itu Maria, temukan kebahagian kamu sendiri.” Nasihat demi Nasihat dia berikan pada Maria. Karena dia juga sudah menganggap Maria seperti anaknya sendiri.


Dahulu Bunchi mempunyai anak dan istri, Namun mereka sudah di kubur hidup - hidup oleh musuhnya pada waktu itu.


Di masa lalu, Bunchi bukanlah pria yang kuat seperti sekarang, sehingga waktu istri dan anaknya di sakiti. Bunchi tidak bisa melakukkan apapun. Dan sekarang, karena adanya Maria, membuat dirinya merasa jika dia masih memiliki keluarga.


***


Di sisi lain, Ren baru saja mendarat di pulang, karena Sejak kemarin dia merasa sangat tidak tenang ketika melihat berita Thalia sore itu. Hingga dia memilih untuk pulang saja dan ingin langsung melihat keadaan Thalia yang berhasil di temukan oleh Valda.


“Di mana dia?” Tanya Ren, ketika baru saja masuk di mobil, dengan Valda yang duduk di belakang kemudi.


Bersyukur karena pesawat Ren, bisa mendarat dengan cepat pagi ini. Jadi mereka tidak akan khawatir jika Thalia sudah keluar karena tidak akan ada staf yang melayani di luar jam kerja.


Sesampainya di rumah sakit, Ren dan Valda langsung mempercepat jalan mereka, agar bisa segera sampai ke dalam ruangan Thalia.


“Di lantai berapa?” Tanya Ren lagi pada Valda ketika mereka baru memasuki lift.


“8 Tuan.” Jawab Valda, dan lansung menekan angka 8. Membuat Lift itu naik dan mengantarkan mereka ke lantai di mana Thalia berada.


Ketika mereka masuk ke dalam ruangan itu, mereka tidak melihat adanya Thalia di sana. Namun, barang - barang dan juga bekas makanan ada di sana yang meyakinkan mereka jika tempat itu pernah ada yang menepati.


Ckleeekkk, pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Thalia ya g keluar dengan membawa tiang infusnya. “Thalia.” Lirih Ren pelan, membuat wanita yang bersusah payah melangkah itu kini menaiki pandangannya dan melihat Ren yang ada di depan matanya.


“Kamu ngapain di sini?” Tanya Thalia dengan bingung.


Ren yang tadinya merasa jantungnya berdegup dengan kencang. Akhirnya bisa bernafas dengan legah, karena ternyata ini benar - benar ruangan Thalia istrinya.


Tadinya dia sudah sempat berpikir jika ruangan ini bekas punya orang lain. Namun, ketika melihat Thalia yang masih ada di depan matanya berdiri, itu artinya gadis itu belum meninggal.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*