
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Setelah apa yang mereka sepakati, sore ini Ren sudah berada di sebuah Bar.
Valda tadi siang memang sudah menghubungi Hazal dan mengatakan jika Tuannya Ren ingin bertemu dengannya.
Tentu saja, ajakan itu di respon dengan baik oleh Hazal. Karena inilah yang sudah dia nanti - nanti selama ini. Dan tidak mungkin dia akan melewakannya begitu saja.
“Hai Ren.” Sapanya, dan langsung menempelkan pipinya ke wajah Ren untuk bercipika dan cipiki.
Ren tersenyum dengan tipis, dia harus sabar berada di dekat Hazal, karena ini adalah bagian dari rencananya. “Hai Hazal,” sapanya balik.
Setelah itu Hazal mengambil duduk di sebelah Ren. “Ada apa nih? Kenapa tiba - tiba ngajak ketemu?” Tanya Hazal, merasa penasaraan karena Ren tidak bisanya mengajaknya bertemu seperti ini.
Ren mengambil gelasnya, dan meneguk minumannya. Dan menjawab pertanyaan dari Hazal itu. “Tidak ada, mungkin hanya merindukanmu.”
“Merindukanku?” Hazal langsung tersenyum lebar, dan bahkan dia tidak bisa menyembunyikan rasa kebahagaiannya ketika mendengar Ren merindukannya.
Ren yang mual sendiri dengan kalimatnya, terlihat memilih untuk terus meneguk minumnya, untuk menghilangkan rasa muaknya pada diri sendiri.
“Ren, kamu tahukan, kalau selama ini aku mencintaimu, jadi -“ Hazal berbicara sambil mulai menggelayutkan tangannya di lengan kekar milik Ren.
“Iya, aku tahu itu.” Respon Ren, dengan tersenyum ke arah Hazal.
“Kalau aku sampai se Effort ini, merendahkan harga diriku hingga bersama Hazal, berarti Thalia harus benar - benar tahu, jika banyak yang mencintaiku.” Batinnya, memikirkan bagaimana reaksi Thalia yang mungkin akan cemburu ketika melihatnya bersama dengan wanita lain.
***
Di sisi lain, Thalia terlihat sedang belajar memasak. Dia di ajarkan oleh Nining, pembantu rumah tangga yang ada di rumah.
Sudah dari siang dia mengacau pekerjaan Nining, hanya untuk minta di ajarkan memasak. Dan akhirnya untuk makan malam, Nining mengizikan dirinya untuk membantu.
“Apakah ini sudah selesai? Bi?” Tanyanya, ketika dia baru saja di suruh untuk menyajikan masakan yang ada di pan ke piring khusus.
“Sudah Nyonya, sudah bisa di tata di meja.” Jawab Nining, mempersilahkan Thalia untuk menghidangkan makanan - makanan itu ke meja makan.
Thalia tersenyum tipis, lalu dia mulai mengangkat dua piring yang berisikan sayur capcay, dan juga yang satunya lagi berisikan Rendang.
Di tengah - tengah perjalanan ke meja makan, Thalia kembali menghirup aroma dua masakan itu. Dan tak lama kemudian terlihat Glo yang juga baru saja turun.
“Wah, Kakak ipar habis masak ya?” Tanyanya dengan begitu antusias, menghampiri Thalia yang baru saja meletakan piring berisikan makanan itu ke meja.
Thalia tersenyum menanggapi pertanyaan dari Glo itu. “Tidak, aku hanya membantu Bi Nining, dan sekedar untuk di lajarin masak.” Jawabnya, lalu mengambil sendok dan memberikannya pada Glo.
“Kamu cobain deh.” Pintanya pada adik iparnya itu.
Glo sedikit bingung, karena yang masakan Bi Nining ya tentu saja enak. “Yang buat bumbunya memang Bi Nining, tapi aku yang masukin garam, dan lain - lain, tapi atas pengawasan Bibi juga sih.” Thalia menjelaskan, karena dia tahu jika pasti Glo merasa bingung kenapa dia di suruh mencoba.
Mendengar hal itu, Glo langsung menggerkan sendoknya untuk mencoba masakan pertama dari kakak iparnya. “Hemmm, ini enak kok.” Pujinya, dengan senyum di wajahnya.
“Benarkah?” Thalia sangat antusias, ketika masakannya bisa pas di lidah adik iparnya.
“Tidak Non, ini masakannya ada 5 macam, Bibi masak di Bantu sama Nyonya Thalia.” Ujar Bi Nining, yang terlihat muncul dari dapur dengan membawa dua piring makanan lagi.
“Oh ya udah kalau gitu aku bantu ambil yang lainnya.” Glo melihat bibi membawa dua, dan kakak iparnya tadi membawa dua, berarti masih ada 1 makanan lagi yang belum keluar.
Thalia tersenyum, karena ternyata adik iparnya tidak seburuk yang dia bayangkan. Awal pertemuan dia mengira jika Glo adalah tipikal wanita yang sangat sombong dan aroghant. Tetapi ketika di make up olehnya dulu, dan setelah mereka mengobrol banyak. Akhirnya dia paham jika adik iparnya itu bersifat lembut dan baik hati. Walaupun sedikit jutek.
“Bi tolong siapkan piring dan nasinya ya.” Pinta Thalia pada Nining, ketika Glo sudah kembali mengambil makanan dari dapur.
“Kakak kamu tidak pulang?” Tanya Thalia pada Glo.
Glo mengambil posisi untuk duduk, begitu pula dengan Thalia, yang menjadikan posisi mereka kini berhadap - hadapan. “Pulang kok, tadi dia bilang akan makan malam di rumah.” Jawabnya, lalu melihat ke arah ponselnya untuk melihat jam yang ada di sana.
Thalia menganggukan kepalanya mengerti.
Dan tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang terbuka, di susul dengan suara Ren. “Itu kakak.” Ujar Glo, dan kemudian dia melihat kakaknya membawa seorang wanita bersamananya.
Glo yang tadinya tersenyum, langsung memutarkan bola matanya malas. Dan bahkan langsung memasang wajah cemberutnya. “Ahh, sial, wanita ular ini lagi.” Keluhnya dan itu terdegar oleh Thalia yang juga sedang menatap ke arah Ren dan juga wanita yang dia bawa.
“Memangnya siapa wanita itu?” Tanya Thalia, mulai mengecilkan suaranya karena mereka sedang berjalan mengarah ke meja makan.
“Dia adalah Hazal, teman kuliah kakak dulu, cuman masih aja godain kakak aku, padahal udah di tolak berkali - kali.” Jawab Glo, lalu mulai mengunyah makanan yang ada di piringnya. Dengan sedikit mengerucutkan bibirnya, karena tidak senang dengan kedatangan Ren yang membawa serta Hazal ke rumah mereka.
Sedangkan Thalia hanya diam saja, sambil menikmati makan malamnya, dan bersikap acuh pada apa yang di lakukkan Ren.
*To Be Continue. **
Visual Hazal
Babang Ren
Thalia
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*