
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Sudah seharian ini, Ren mencoba mengajak Thalia untuk berbicara. Namun Thalia sama sekali tidak meresponnya.
Mungkin memang sedikit merespon, tetapi seperti irit kata.
Braaakkkk, Ren masuk ke dalam ruangan kerjanya dengan perasaanya yang sama sekali tidak bisa di kontrol.
“Sial! Wanita ini bisa - bisanya dia memandang rendah kepadaku, dia pikir siapa dia!” Tungkasnya penuh dengan emosi.
“Hem, mungkin Nyonya Thalia -“
“Diam Valda! Aku sedang tidak ingin berbicara apapun saat ini.” Sentaknya, seakan - akan menjadikan Valda tempat pelampiasan untuk saat ini.
Valda tentu saja memilih untuk diam menjadi patung untuk saat ini. Di bandingkan dirinya harus menjadi tameng plampiasan.
“Apa yang bisa membuat wanita ini jatuh cinta sama aku? Apakah aku harus membuatnya cemburu, ataukah aku harus berhubungan dengan banyak wanita, agar dia tahu jika suaminya ini memiliki banyak Fans?” Tanyanya pada Valda. Namun Valda kembali hanya diam saja.
“Valda.” Panggilnya lagi, dan tetap saja Valda hanya diam.
“Valda! Kalau kamu tidak menjawab aku akan -“
“Kan Tuan menyuruh saya diam, lalu sekarang di suruh jawab, bagaimana yang benar?” Protes Valda, mulai berani menunjukan taringnya pada bosnya.
“Kamu aku suruh diam ketika aku tidak bertanya! Tapi kalau aku bertanya kamu harus jawab!” Balasnya lagi.
Valda sampai harus mengusap wajahnya kasar. Merasa jika dia benar - benar muak dengan keadaan ini.
“Kalau memang Tuan mau membuat siasat seperti itu, ya Mungkin bisa Anda coba Tuan, bukannya ada pribadaha yang mengatakan kalau tidak di coba ya tidak akan tahu. Maka silahkan Anda mencobanya.” Valda memberikan jawaban yang ada di kepalanya. Padahal dia jelas tahu, akibat apa yang akan terjadi jika ide itu benar - benar akan di jalankan.
“Lalu, menurutmu siapa yang cocok untuk menjadi wanita itu?” Tanya Ren lagi.
“Nona Hazal mungkin, diakan sangat mencintai Anda Tuan, wanita itu pasti akan sangat mendalami perannya jika mengatahui Anda sudah menikah.” Jawabnya lagi, membuat Ren langsung memikirkan jawaban dari Valda itu.
“Kalau begitu, cepat kamu hubungi Hazal, dan atur pertemuan romantis dengannya!” Perintah Ren.
“Baik Tuan.” Sahut Valda, yang akhirnya bisa berpamitan keluar.
Akhirnya dia terbebas dari jeratan orang yang sedang datang bulan.
***
Sedangkan di sisi lain, Thalia terlihat sedang duduk di taman, dengan membaca - baca buku yang ada untuk sedikit menambah pengetahuannya.
“Kamu di sini rupanya.” Tegur seseorang mengejutkan Thalia.
Glo tersenyum, lalu mengambil posisi untuk duduk di samping Thalia. “Baru saja.” Jawabnya, sambil menyempil cemilan milik Thalia.
Thalia sekarang memang sudah bisa santai, karena sepertinya Ren sudah belajar dari kejadian kemarin. Jika Thalia sama sekali tidak bisa menjadi seorang Budak. Dan akhirnya dia memilih untuk memanggil semua pembantunya itu kembali, dan meminta agar Thalia tidak menyentuh pekerjaan apapun. Karena dia khawatir jika dia harus pindah rumah lagi, karena hal - hal yang tidak di inginkan.
“Thalia.” Panggil Glo, ketika kakak iparnya itu kembali fokus pada bukunya.
“Aku mau curhat deh, tapi kamu jangan kasih tahu sama kakak aku.” Ujarnya, membuat Thalia langsung menyeritkan keningnya bingung.
Thalia tersenyum, lalu menutup bukunya. Dan kini fokus menatap ke arah Glo. “Kamu pulang, bukan karena mau repot - repot curhatkan?” Tanya Thalia, dengan tatapan sedikit menyelidik.
“Enggaklah, aku pulang karena aku sudah selesai sidang, dan 3 bulan ke depan baru ada panggilan Wisuda.” Jawabnya, dengan sedikit kesal.
Menganggukan kepalanya pelan, hanya itu respon yang di berikan oleh Thalia. “Lalu, apa yang membuatmu gusar, sampai ingin curhat?” Tanya Thalia lagi.
Dan kali ini Glo bangkit dari duduknya, dan sedikit mondar mandir, karena dia harus berpikir untuk memulai cerita dari mana. “Aku suka sama Valda.” Jawabnya, sontak membuat Thalia membulatkan matanya besar.
“Valda? Asistennya Ren?” Glo menjawab dengan anggukan kepalanya pelan.
“Ya udah, ungkapkanlah, kamu tidak maukan dia di ambil sama orang lain.” Thalia memberikan saran yang menurutnya sangat simple untuk seorang wanita mengungkapkan perasaan cintanya.
Glo membalikkan tubuhnya, dan lalu berkata. “Nah itu masalahnya, kakak aku tidak akan setuju kalau aku jatuh cinta sama Asistennya.”
“Kenapa?”
“Karena semenjak papah aku selingkuh dengan sekertarisnya, semenjak itu juga kakak aku menerapkan, tidak ada yang boleh mempunyai hubungan di kantor, dan jika ketahuan pasti akan langsung di pecat dan akan sulit mendapatkan pekerjaan.” Glo, kembali duduk di sebelah Thalia. Membuat Thalia sedikit paham akan situasinya.
“Thalia, bisa tidak kamu tanyakan pada Valda, apakah dia juga mencintaiku atau tidak?” Pinta Glo pada kakak iparnya dengan raut wajah yang memohon.
“Hanya tanyakan saja ya, aku tidak bisa membantumu apa pun.” Balas Thalia, yang di respon dengan anggukan kepala cepat oleh Glo.
“Baiklah, aku akan mencari waktu untuk berbicara dengan Valda.”
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*