Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
99. KEJUTAN ANNIVERSARY UNTUK ZYANO


"Apa tuan baik-baik saja? Mengapa wajahnya terlihat sangat murung dan tidak bersemangat begitu?" tanya Dave dalam hatinya. Saat ini Dave sedang menyetir. Namun, sesekali dia melirik ke belakang. Ia bisa melihat dengan jelas Wajah Zyano terlihat galau. Seperti sedang banyak pikiran.


Ting


Dering notifikasi pesan masuk mengalihkan perhatian Dave. Ia melirik ponselnya ada satu pesan masuk dari Katerina. Sebelum membuka Dave melirik dulu ke arah Zyano yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Tanpa berlama-lama Dave membaca pesan yang berisikan.


Katerina


Dave, kalau suamiku pulang tolong beritahu aku ya. Aku ingin memberikan kejutan untuknya.


^^^Dave membalas^^^


^^^Baik, nyonya^^^


^^^Saat ini saya sedang di jalan pulang menuju mansion.^^^


"Astaga, ternyata mereka sudah diperjalanan. Aku harus cepat-cepat menyelesaikan ini semua sebelum hubby datang." ucap Katerina buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya. Saat ini Katerina sedang memasak berbagai macam makanan terutama makanan kesukaan Zyano. Malam ini dia berniat makan malam romantis bersama suami tercinta.


"Lyla, tolong bantu siapkan meja makan ya." pinta Katerina.


"Baik, nyonya."


"Dan yang lain tolong bawa semua makanan yang sudah siap ini ke meja makan. Susun dengan rapi ya." ujar Katerina memerintah para maid nya.


"Baik, nyonya." Semua orang dimansion itu tampak sibuk mempersiapkan makan malam untuk Zyano. Mereka sibuk dengan tugasnya masing-masing.


Tit tit tit


Suara klakson mobil terdengar nyaring pertanda Zyano sudah sampai di mansion.


"Itu pasti hubby." ujar Katerina yakin.


"Bi, Asri tolong lanjutkan masakan ini ya. Biar aku saja yang menyambut Zyan di depan." pinta Katerina kepada Bu Asri.


"Baik, nyonya."


Setelah itu Katerina cepat-cepat keluar untuk menyambut kepulangan suaminya. Senyum merekah terbit di bibirnya saat melihat Zyano turun dari mobilnya.


"Welcome back to the mansion hubby." ucap Katerina tersenyum manis menyambut kepulangan Zyano. Ia pun langsung memeluk suaminya.


Zyano sedikit terkejut dengan sambutan ini. "Loh, ada apa ini sayang?" tanyanya sedikit bingung.


Katerina melonggarkan pelukannya dan mendongak menatap suaminya. "Tidak ada apa-apa hubby. Aku hanya ingin menyambut kepulangan suamiku. Tidak ada salahnya bukan?"


Zyano terkekeh geli sambil mengecup singkat bibir Katerina. "Tentu saja tidak sayang. Aku malah sangat bahagia."


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita masuk." ajak Katerina mengapit lengan suaminya dan berjalan bersama memasuki mansion.


"Tunggu sebentar." Langkah Zyano terhenti saat mencium aroma masakan.


"Ada apa hubby?" tanya Katerina.


"Aku seperti mencium bau makanan yang enak dari arah dapur sayang. Apa Bi, Asri sedang memasak sesuatu?"


"Hm, aku juga tidak tahu." jawabnya berbohong.


"Baiklah, aku cek dulu." ujar Zyano hendak mencek ke dapur tapi dengan cepat Katerina menghalanginya.


"Jangan hubby."


Zyano mengerutkan keningnya bingung. "Kenapa sayang?"


"Em itu..... hubby kan baru saja pulang. Aku tau hubby pasti sangat lelah. Jadi, ada baiknya hubby istirahat dulu. Ayo aku antar ke kamar." ujar Katerina beralasan. Ia tidak ingin Zyano tahu soal kejutannya nanti malam.


"Tapi.." belum sempat protes tangan Zyano sudah lebih dulu ditarik oleh Katerina. Ia hanya bisa pasrah mengikuti istrinya.


Begitu sampai kamar Katerina langsung membantu suaminya untuk melepaskan jas yang melekat di butuhnya. Tak lupa juga Katerina mempersiapkan bak mandi agar Zyano bisa membersihkan dirinya.


"Hubby, bak mandi sudah siap jadi mandilah dulu. Aku akan mempersiapkan pakaian untukmu." ujar Katerina.


"Tunggu sayang." tahan Zyano.


"Kenapa hubby?"


"Aku tidak tau apa ini hanya perasaanku saja akan tetapi aku merasa ada yang aneh dengan sikapmu hari ini, Kate."


"A-aneh bagaimana hubby?" tanya Katerina berusaha terlihat tenang. Ia tidak ingin Zyano tahu kalau dia sedang mempersiapkan kejutan untuk suaminya itu.


"Yah, aneh saja. Tadi siang kau menelpon ku dan menanyakan soal makanan apa yang ingin aku makan. Lalu saat aku pulang kau menyambut ku dan sekarang kau menyuruhku untuk mandi. Apa kau sedang merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan ku?" tanya Zyano menatap istrinya curiga. Entah mengapa dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Katerina tapi sayangnya dia tidak tahu itu.


Katerina menelan saliva susah. Ia berpikir keras mencari alasan agar Zyano tak curiga padanya. Melihat gelagat aneh dari istrinya membuat Zyano makin curiga. Sepertinya dugaannya benar kalau ada sesuatu yang direncanakan istri kecilnya itu. Tapi apa? pikir Zyano.


"Kenapa diam sayang? Ayo jawablah! Apa kau sedang merencanakan sesuatu hm?" tanya Zyano makin menekan Katerina hingga membuat wanita itu terpojokkan.


"Tidak hubby!" jawab Katerina seraya mendorong dada bidang suaminya agar menjauh sedikit. Detak jantungnya tidak normal karena wajah suaminya terlalu dekat.


"Oh ya?" tanya Zyano tersenyum smirk. Ia semakin yakin dengan dugaannya. Apalagi setelah melihat sikap aneh istrinya.


"Iya, apa tidak boleh aku menyambut kepulangan hubby? Apa menurut hubby aku terlihat aneh karena tiba-tiba menanyakan soal makanan yang ingin hubby makan? Atau mungkin hubby justru tidak menyukainya?" tanya Katerina memasang raut wajah sedih. Ia sedang berakting supaya Zyano berhenti bertanya lebih lanjut. Karena hanya ini satu-satunya jurus andalan Katerina ketika sedang terpojokkan.


Zyano terhenyak. "B-bukan begitu maksudku sayang. A-aku hanya merasa sedikit aneh saja. Ini tidak seperti biasanya. Yah, ku pikir mungkin ada sesuatu begitu. Tapi bukan berarti aku tidak menyukainya. Aku malah sangat menyukainya sayang hanya saja ini agak aneh menurutku." ujar Zyano kelabakan sendiri.


"Hubby, berpikir terlalu berlebihan. Aku hanya ingin menjalankan tugasku sebagai istri yang baik. Yaitu dengan menyambut kedatangan suaminya yang seharian sudah lelah bekerja." ucap Katerina sambil membelai wajah suaminya yang tampan itu.


"Yah, mungkin saja. Baiklah, aku mandi dulu." ujar Zyano tersenyum.


"Iya, hubby."


Zyano pun masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Katerina bergegas menyiapkan pakaian suaminya dan setelah itu dia turun ke bawah untuk memeriksa keadaan ruang makan yang sedang di dekorasi untuk acara makan malamnya nanti.


"Bagaimana? Apa semuanya sudah beres?" tanya Katerina menatap para maid nya.


"Untuk makanan sudah siap semuanya, nyonya. Dan untuk dekorasi tinggal sedikit lagi." ujar BI Asri melapor.


"Oke, baguslah kalau begitu."


"Iya, nyonya tenang saja pokoknya semuanya akan beres." sahut Lyla penuh keyakinan.


"Syukurlah kalau begitu." balas Katerina tersenyum senang mendengar nya.


"Iya, nyonya. Justru sekarang sebaiknya nyonya juga harus bersiap-siap sebelum tuan Zyano turun. kebawah." ujar Lyla.


"Yah, kau benar, Lyla. Ya sudah, kalau begitu aku bersiap dulu. Aku percayakan semuanya kepada kalian, oke?" pinta Katerina.


"Siap, nyonya." ujar para maid serentak.


Katerina tersenyum dan kemudian pergi bersiap.


****


Malam harinya........


Setelah selesai membersihkan diri Zyano keluar dari kamar mandi. Badannya terasa lebih segar sehabis berendam tadi. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyum tipis kala melihat pakaian nya sudah dipersiapkan oleh sang istri. Tanpa banyak pikir Zyano langsung memakai kemeja yang sudah disediakan.


"Di mana, Katerina?" gumam Zyano meletakkan iPad nya kembali dan kemudian turun dari kasur. Ia berniat mencari Katerina.


"Kate."


"Katerina." panggil Zyano.


"Sayang, kau dimana?" panggil nya namun, tidak ada sahutan. Zyano mulai merasa aneh. Bahkan mansion terlihat sangat sepi. Kemana para maid? pikir Zyano.


Ceklek


Tiba-tiba lampu padam. Semuanya pun menjadi gelap gulita. Langkah Zyano terhenti.


"Apa yang terjadi? Mengapa lampu tiba-tiba mati?" gumam Zyano. Saat dia hendak pergi mencek dari arah ruang makan terdengar suara teriakan Katerina.


"Aaaaaaaaaaaaa." teriakan itu sangat nyaring sehingga membuat Zyano terkejut. Tanpa pikir panjang Zyano langsung bergegas pergi menuju suara teriakan itu.


"Kate." teriak Zyano penuh kekhawatiran. Namun, begitu sampai di ruang makan Zyano malah di kejutkan dengan pemandangan indah. Lilin-lilin dengan dekorasi yang super indah terpasang menerangi pencahayaan disana. Tanpa sadar kaki Zyano melangkah masuk.


"Hubby." Zyano tersentak saat merasakan tangan halus seseorang memeluk pinggangnya dari belakang. Ia pun berbalik dan mendapati Katerina sangat cantik dalam balutan dress selutut yang warnanya senada dengan kemeja yang sedang dipakainya sekarang.


Seketika Zyano terhipnotis akan kecantikan istrinya itu. Ia bahkan sampai tak berkedip menatapnya. Namun, detik berikutnya Zyano langsung tersadar.


"Sayang, apa kau baik-baik saja? Tadi aku mendengar kau berteriak. Apa yang terjadi hm?" tanya Zyano mencek keadaan Katerina.


"Aku baik-baik saja hubby."


"Kau yakin sayang?"


"Iya."


"Lalu, kenapa kau berteriak seperti itu? Apa kau tau aku sangat khawatir padamu, Kate!"


"Aku sengaja melakukan itu agar hubby datang kesini."


Zyano mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu sayang?"


"Tenanglah, hubby. Ayo duduk dulu." ujar Katerina menarik tangan suaminya dan menyuruh Zyano untuk duduk di kursi yang sudah dia siapkan.


Sementara Zyano hanya bisa pasrah mengikuti kehendak sang istri. Dia masih tidak mengerti apa yang terjadi saat ini. Otaknya tiba-tiba blank apalagi setelah melihat penampilan istrinya yang sangat cantik malam ini.


Katerina melingkarkan tangannya di leher Zyano yang sedang duduk. Ia membisikkan sesuatu. "Hubby, apa kau ingat hari ini hari apa?"


"Tidak! memangnya hari ini hari apa?"


"Hubby, benar-benar tidak ingat hari ini hari apa?"


"Tidak."


Wajah Katerina terlihat sedih. "Baiklah, biar aku saja yang mengingatkan. Hari ini adalah hari anniversary pernikahan kita yang satu bulan hubby."


"Astaga, aku lupa sayang." ujar Zyano baru mengingatnya.


"Tidak apa hubby. Aku bisa mengerti kalau hubby lupa karena hubby kan sibuk bekerja." ujar Katerina.


"Tapi...."


"Shut......aku sengaja ingin memberikan kejutan untuk hubby."


"Kejutan apa?"


Katerina menjentik jarinya dan seketika lampu hiasan yang bertuliskan Happy Anniversary menyala dengan indahnya. Zyano dibuat kagum dengan kejutan yang diberikan Katerina untuknya.


"Apa hubby menyukainya?" tanya Katerina menatap suaminya.


"Ini sangat indah sayang." puji Zyano terpukau.


"Baguslah kalau hubby suka." ujar Katerina senang mendengarnya.


"Kapan kau mempersiapkan semua ini sayang?" tanya Zyano.


"Hm, adalah. Itu rahasia hubby." jawab Katerina.


"Oh ayolah sayang. Jangan main rahasia-rahasian denganku."


"Hubby, tidak perlu tau. Yang penting hubby menyukainya. Itu sudah lebih dari cukup untukku." ujar Katerina tersenyum manis.


Zyano menarik tangan Katerina hingga membuat wanita itu jatuh dalam pangkuannya. "Terima kasih sayang, ini semua sangat indah sampai aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Pantas saja aku merasa ada yang janggal. Ternyata kau menyiapkan kejutan ini untukku."


"Iya, hubby."


"Maaf, karena aku justru malah lupa sayang."


"Tidak masalah hubby. Aku bisa mengerti itu." ujar Katerina.


"Tapi, aku jadi tidak enak hati dengan mu sayang. Harusnya aku yang menyiapkan semua ini bukan malah dirimu." ucap Zyano merasa bersalah. Ia lupa karena terlalu memikirkan ucapan Sera.


"Sudahlah hubby, jangan menyalahkan diri sendiri seperti itu. Lebih baik kita nikmati saja malam ini dengan penuh kebahagiaan."


Zyano terkekeh. "Baiklah, sesuai keinginan mu sayang." ucap Zyano mengecup kening Katerina dengan cinta.


"Oh iya, aku juga sudah memasaka makanan kesukaan hubby. Tadaaaaaa." ujar Katerina membuka penutup makanan. Yang ternyata itu adalah omelette makaroni kesukaan suaminya.


"Wah." Lagi-lagi Zyano terdiam dengan semua kejutan ini.


"Ayo buka mulut hubby. Biar aku suapi." pinta Katerina.


Zyano tersenyum sesaat dan kemudian membuka mulutnya. Omelette makaroni pun masuk kedalam mulutnya. Dan ternyata rasanya sungguh lezat.


"Bagaimana? Enak tidak?"


"Luar biasa, ini sangat enak sayang."


"Baguslah, aku senang kalau hubby menyukainya."


"Tentu saja. Apapun yang kau buat untukku aku pasti menyukainya sayang."


Katerina terkekeh malu. "Hubby bisa saja."


"Aku serius sayang."


Keduanya pun menikmati malam tersebut dengan penuh kebahagiaan. Zyano sangat senang dan tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seindah ini dari istrinya. Dia meruntuki dirinya sendiri karena sudah melupakan hari yang paling penting bagi mereka berdua. Setelah ini Zyano bertekad akan memberikan kebahagiaan terus kepada Katerina.


Bersambung 😎


______________________________________________


Aaaaaa so sweet nyaaa😭😭😭


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰🥰👍🥰🥰🥰


^^^Coretan Senja ✍️^^^