
"Kenzie, kau sudah pulang sayang?" tanya wanita yang bernama Mira. Dia merupakan ibu angkat Kenzie.
"Iya mah." jawab Kenzie mencium punggung tangan ibunya.
"Kau pasti lelah, ganti bajumu dan setelah itu makan siang. Mama sudah memasakkan makanan kesukaanmu." ujar Mira.
"Iya mah, tapi di mana Sasha?"
"Adikmu sedang tidur, mungkin dia kelelahan."
"Ohh gitu." Kenzie menaiki tangga menuju kamarnya. Ia masuk lalu merebahkan diri ke kasur sambil menatap langit-langit kamarnya. Kenzie merasa beruntung bisa memiliki keluarga yang mau menerimanya.
Tok tok tok
Kenzie tersentak saat mendengar jendelanya di ketuk. Ia bergegas bangun dan membukakan pintu jendelanya. Seorang pria berpakaian serba hitam masuk dalam kamarnya.
"Maaf menganggu waktu istirahat, tuan muda." ucap pria itu.
"Tidak apa, katakan! Informasi apa yang kau dapatkan?" tanya Kenzie to the poin.
"Sesuai permintaan anda saya sudah mengikuti nona Olivia. Hari ini dia ke rumah sakit dan bertemu dengan seorang pria yang bernama Bryant Astrope."
"Untuk apa dia ke rumah sakit dan siapa pria yang ditemuinya?"
"Nona, Olivia datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan."
"Jadi, dia benar-benar hamil?"
"Benar, tuan muda."
Pria itu mengeluarkan sebuah surat. "Ini surat pemeriksaan kandungan nona, Olivia serta hasil tes USG nya, tuan muda."
Kenzie membuka surat itu dan membacanya dengan seksama. Di sana tertulis jelas informasi kehamilan Olivia bahkan ada foto USG bayinya.
"Tadi kau bilang dia bertemu dengan Bryant Astrope, siapa dia?" tanya Kenzie.
"Bryant Astrope, dia mantan bos sekaligus mantan pacar Olivia. Dulunya dia bos besar perusahaan Starlight tapi sekarang dia bangkrut setelah kasus skandal dengan para artisnya."
"Ternyata mereka punya hubungan khusus ya?" sudut bibir Kenzie melengkung membentuk senyuman licik. Ia mendapatkan informasi yang luar biasa.
"Benar, tuan muda dan tadi saya juga mendengar kalau anak yang dikandung nona, Olivia bukan anak tuan, Rei."
Kening Kenzie berkerut. "Lalu, anak siapa itu?"
"Maaf, saya belum bisa menjawabnya, tuan muda. Informasi yang saya dapatkan masih tabu."
"Baiklah, sekarang tugasmu adalah mencari tau siapa ayah dari bayi itu!" perintah Kenzie.
"Baik, tuan muda."
"Kerja bagus, kau selalu membuatku kagum, Roy." ucap Kenzie tersenyum puas sambil menepuk pundak Roy.
"Terlalu awal untuk pujiannya, tuan muda."
Kenzie terkekeh. "Tidak apa, bagiku ini informasi yang luar biasa."
"Saya senang bisa membantu anda, tuan muda."
"Baiklah, kau boleh pergi."
"Kalau begitu saya pamit, tuan muda." Roy membungkukkan badannya lalu pergi.
"Kakak pasti sangat suka dengan berita ini. Aku harus bertemu dengannya secepatnya." gumam Kenzie tersenyum puas.
******
Mobil Zyano berhenti di depan pintu utama mansion. Ia keluar dari mobilnya dan di sambut baik oleh para maid yang saat itu berjaga. Katerina yang mendengar suaminya pulang langsung bergegas keluar.
"Zyan, akhirnya kau pulang." ucap Katerina tersenyum menyambut kepulangan suaminya.
"Iya, sayang." balas Zyano mengecup singkat bibir sang istri.
"Ayo masuk." ajak Katerina mengapit lengan suaminya.
"Tunggu, kening mu kenapa sayang?" tanya Zyano terkejut saat melihat kening Katerina yang terbalut hansaplast.
"Ah iya, itu tadi aku tidak sengaja membentur pintu. Jadinya luka deh, tapi kau tenang saja lukanya tidak parah dan sudah di obati." jawab Katerina berbohong. Ia tidak ingin Zyano tahu bahwa dirinya tadi sempat bertengkar dengan Olivia.
"Tidak, Zyan."
"Baiklah, lain kali kau harus berhati-hati sayang. Aku tidak ingin kau terluka sedikitpun." tegas Zyano.
"Iya honey. Ya sudah, ayo masuk." sebelum masuk Zyano sempat melirik Budi. Tatapan tajamnya seolah sedang meminta penjelasan tentang Katerina yang terluka. Tentu saja Zyano tidak langsung percaya begitu saja.
"Zyan, kau mandilah dulu. Aku akan menyiapkan makan malam." ujar Katerina.
"Hm." Zyano mengangguk paham. Ia masuk ke dalam kamarnya sedangkan Katerina menyiapkan makan malam.
Katerina memasak berbagai macam makanan kesukaan Zyano sambil di bantu para koki dan maid. Tak perlu waktu lama akhirnya makanan siap tersaji di meja makan. Bersamaan dengan itu Zyano turun dari kamar.
"Ayo makanlah, Zyan." ucap Katerina.
Zyano tertegun melihat banyak makanan tersaji apalagi semuanya makanan kesukaannya. Begitu dinikmati ternyata rasanya sangat enak.
"Wow, luar biasa. Ini sangat enak. Ternyata istriku sangat pandai memasak." puji Zyano.
Katerina tersenyum. "Aku senang kalau kau menyukainya."
"Tentu saja, apapun yang istriku masak aku pasti menyukainya."
"Kau bisa saja." Katerina tersenyum malu mendengar ucapan Zyano.
"Oh iya, bagaimana rapat dengan para pemegang saham hari ini sayang? Apa semuanya lancar?" tanya Zyano.
"Tentu saja. Aku berhasil mengambil alih perusahaan itu dan sekarang akulah Presdir nya bahkan Olivia saja tidak berkutik." jawab Katerina tersenyum puas saat mengingat wajah muram Olivia.
"Seperti yang diharapkan. Istriku sangat hebat."
"Itu semua juga berkat bantuan mu, Zyan. Kalau bukan karena saham yang kau berikan mana mungkin aku bisa mengambil alih perusahaan itu." ucap Katerina sangat berterimakasih.
"Sudah tugas suami membantu istrinya." balas Zyano.
Zyano memotong steak nya. Sedangkan Katerina melamun memikirkan kecurigaan nya tentang Olivia yang hamil. Entah mengapa setelah kejadian tadi pagi Katerina merasa yakin kalau Olivia benar-benar hamil tapi sayangnya dia tidak punya bukti apa-apa.
"Lalu, apa rencana mu selanjutnya sayang?" tanya Zyano.
Tidak ada jawaban. Katerina masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Sayang?" panggil Zyano tetapi tidak ada sahutan.
"Kate."
"Ah iya, kenapa?" Katerina tersentak saat Zyano menyentuh tangannya.
"Aku sedang bertanya sayang. Apa yang kau pikirkan? Apa ada masalah?" tanya Zyano cemas. Tidak biasanya Katerina melamun seperti itu. Ia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi. tapi apa? pikir Zyano.
"Em.... tidak ada." jawab Katerina terpaksa berbohong. Ia tidak bisa memberitahu Zyano dulu karena ini hanya dugaannya saja. Kecuali, kalau semuanya sudah benar baru dia akan memberitahu Zyano.
"Benarkah? Kau sedang tidak berbohong dengan ku kan sayang?" tanya Zyano memperingati.
"T-tentu saja. Ah, iya. Tadi kau bertanya soal apa?" tanya Katerina dengan cepat mengubah topik.
"Apa rencana mu selanjutnya?"
"Untuk sementara aku akan menguasai perusahaan itu dan membuat para pemegang saham mempercayai ku. Setelah nya aku akan merebut semuanya hingga Andi tidak memiliki wewenang lagi di perusahaan itu." ucap Katerina menjelaskan.
"Rencana yang bagus. Kalau kau butuh bantuan katakan saja padaku."
"Iya, Zyan." balas Katerina tersenyum.
"Aku yakin ada yang Katerina sembunyikan dariku. Tapi apa?" tanya Zyano dalam hatinya. Ia merasa Katerina menyembunyikan sesuatu darinya. Terlihat dari kerutan di dahi Katerina yang menandakan kalau wanita itu sedang memikirkan sesuatu.
"Maaf, Zyan. Aku belum bisa memberitahu mu soal kecurigaan ku tentang Olivia. Kecuali, sampai semuanya jelas baru aku akan menceritakan semuanya padamu." batin Katerina.
Bersambung 😎
______________________________________________
Jangan lupa Like, Vote, Komen dan Share ya guys :)
^^^Coretan Senja ✍️^^^