Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
113. BERTEMU TEMAN LAMA


Zyano turun dari mobil begitu sampai di tempat acara pernikahan rekan bisnis nya. Ia membukakan pintu mobil untuk Katerina. Keduanya bergandengan mesra berjalan menuju podium utama. Sontak saja hal itu mengundang banyak perhatian para tamu undangan yang sudah berhadir. Ada beberapa diantara mereka yang mengenal Zyano tapi ada juga yang tidak.


"Jangan jauh-jauh dariku sayang." ucap Zyano berbisik memperingati istrinya.


"Iya hubby." jawabnya.


Katerina menampilkan senyum termanis hingga membuat para pria terpesona. Bagaimana tidak? Penampilan Katerina hari ini sangat cantik bahkan sampai membuat para undangan tak berhenti memandangi nya. Zyano pun merasa cemburu. Ia makin mengeratkan rengkuhan tangannya di pinggang ramping Katerina.


"Selamat atas pernikahan nya ya pak, Samuel. Saya turut bahagia dan saya harap semoga kalian berbahagia selalu." ucap Zyano mengucapkan selamat kepada rekan bisnisnya itu.


"Iya, terima kasih banyak karena tuan, Zyano sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berhadir di acara pernikahan saya. Padahal saya tahu kalau anda sangat sibuk." balas Samuel tersenyum menjabat tangan Zyano.


Zyano terkekeh pelan. "Tidak perlu sungkan. Lagipula saya juga ada di sini. Jadi, tidak enak rasanya kalau saya tidak berhadir."


"Hahahaha, baiklah. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak."


Zyano menanggapinya hanya dengan tersenyum. Setelah itu Katerina juga ikut bersalaman dengan pengantin wanitanya. Namun, tiba-tiba saja alis Samuel mengerut menatap wanita cantik yang berdiri di samping Zyano.


"Loh, siapa wanita ini tuan, Zyano?" tanya Samuel penasaran.


"Ah iya, maaf saya lupa mengenalkan istri saya."


"I-istri?" tanya Samuel makin mengerutkan keningnya heran.


"Yah, kenalkan, ini istri saya, Katerina." ujar Zyano tersenyum seraya merangkul Katerina posesif.


"Hallo, pak, Samuel. Saya, Katerina." ucap Katerina tersenyum ramah.


Samuel sedikit terkejut tapi dengan cepat dia mengubah ekspresi nya.


"Yah, salam kenal nona, Katerina." balas Samuel tersenyum.


"Maaf, tuan Zyano saya sangat terkejut karena saya tidak tahu kalau anda sudah menikah." ujar Samuel.


"Tidak masalah. Saya paham karena saya belum mengumumkan tentang pernikahan saya ke publik. Jadi, tidak banyak yang tahu soal ini."


"Ah begitu, tapi kalau boleh saya tahu. Kapan kalian menikah?"


"Satu bulan yang lalu."


"Ohh begitu. Baiklah, saya ucapkan selamat atas pernikahan kalian." ujarnya.


"Hahahaha, saya jadi tidak enak hati. Ini kan pernikahan pak, Samuel. Kenapa jadi malah membahas tentang pernikahan saya."


"Tidak apa-apa, tuan, Zyano. Kita sama-sama pengantin baru. Oh, atau jangan-jangan anda ke sini karena sedang berbulan madu?" tebaknya.


"Iyah, benar." jawab Zyano.


"Ya ampun, saya minta maaf. Seharusnya saya tidak menganggu acara bulan madu kalian berdua." ucapnya merasa bersalah.


"Hahahaha, no problem pak, Anda tidak perlu merasa bersalah. Lagipula, saya juga ingin mengajak istri saya sekaligus memperkenalkan nya dengan pak, Samuel. Iya kan sayang?"


"Iya, hubby." jawab Katerina tersenyum.


"Ah, begitu. Saya ada beberapa rekomendasi tempat wisata di Paris yang cocok untuk bulan madu. Nanti saya kirimkan surel nya ke email tuan, Zyano."


"Wah, terima kasih banyak. Maaf, jadi merepotkan."


"Ah, tidak apa-apa. Sesama pengantin baru jangan sungkan."


"Nyonya, Amelia anda sangat cantik." puji Katerina tersenyum menatap pengantin wanita itu.


Amelia tersipu malu. "Ah, nona, Katerina bisa saja. Anda juga cantik."


"Saya tidak berbohong nyonya. Anda benar-benar masih cantik dan awet muda." ujar Katerina.


"Terima kasih nona, Katerina. Oh iya, saya lupa. Saya memiliki seorang seorang putri dia juga seumuran dengan nona, Katerina loh." ujarnya.


"Oh ya?"


"Iya, sebentar lagi dia turun. Saya ingin memperkenalkan nya dengan nona, Katerina."


"Baiklah, saya tidak sabar menantikan nya."


Tak beberapa lama kemudian akhirnya terlihat seorang wanita cantik memakai dress merah yang memperlihatkan kaki jenjangnya itu menuruni tangga. Penampilan nya menyita perhatian para tamu undangan. Dia adalah Laura.



"Nah, itu dia putri saya." ujar Amelia tersenyum bangga.


Katerina tampak terkejut melihat kehadiran Laura. Ia tak menyangka kalau putri Amelia adalah Laura. Tapi sebisa mungkin dia bersikap baik.


"Laura, sayang kenapa kamu sangat lama hah?!" tanya Amelia langsung mendekati putrinya itu.


"Maaf, mah. Tadi ada beberapa masalah tapi sudah beres kok." jawabnya tersenyum paksa.


"Laura, jangan membuat mama malu. Ingat, harus tersenyum!" bisik Amelia memperingati putri nya itu.


"Hm." Laura mati-matian menahan diri. Di depan orang banyak dia harus selalu tersenyum. Itulah yang selalu diperintahkan oleh ibunya.


"Tuan, Zyano, nona, Katerina kenalkan dia ini, Laura. Putri saya satu-satunya." ujar Amelia tersenyum bangga memperkenalkan putrinya.


Belum sempat membalas Laura sudah memotong nya.


"Loh, Zyan? Kenapa kalian berdua ada di sini?" tanya Laura tampak terkejut melihat Zyano dan Katerina.


"Kami sedang menghadiri acara pernikahan pak, Samuel." sahut Zyano.


"Apa?"


"Loh, apa kalian saling kenal?" tanya Amelia.


"Iya, mah. Zyan, ini teman aku waktu kuliah." jelas Laura.


"Wah, kebetulan sekali ya?" ujar Amelia.


"Jadi, Laura ini putri anda, nyonya Amelia?" tanya Katerina memastikan.


"Iyah, benar."


Setelah itu Katerina hanya diam tanpa berkomentar apapun. Moodnya langsung hancur. Entah mengapa setiap melihat Laura rasanya Katerina kesal. Sedangkan Zyano langsung menyadari hawa tidak mengenakan dari istrinya.


"Sayang, apa kau lelah? Ayo kita cari tempat duduk." ajak Zyano.


Katerina hanya mengangguk dan mengikuti kemanapun suaminya membawa nya pergi. Setelah mendapat tempat duduk Zyano mengambil beberapa makanan dan minuman untuk istrinya itu.


"Ini minumlah sayang." ujar Zyano menyodorkan minuman kepada istrinya. Tapi begitu hendak meminum Katerina merasa mual.


huekkkk huekkkkk


"Sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Zyano khawatir.


"Aku tidak apa-apa hubby."


"Lalu, kenapa kau mual?"


Zyano mengerutkan keningnya heran. "Apa lebih baik kita pulang saja? Wajahmu sangat pucat sayang?"


"Jangan!"


"Kenapa?"


"Hubby, kita kan baru saja datang. Aku tidak enak hati kalau pulang sekarang. Tunggu beberapa menit lagi ya?" pinta Katerina.


"Tapi..."


"Loh, Zyano?" sapa dua orang pria tiba-tiba menghampiri meja Zyano.


"Noel? Andrew?"


"Hahahaha, benar. Ternyata kau masih mengingat kami."


"Tentu saja mana mungkin aku lupa." ujar Zyano tertawa. Ternyata dua orang pria tadi adalah teman lamanya.


"Siapa wanita ini?" tanya Noel terpesona melihat kecantikan Katerina.


"Jaga tatapan mu! Dia istriku!" tegas Zyano menunjukkan kepemilikan nya.


"Astaga, bro. Apa kau bercanda? Wanita secantik ini istrimu? Bagaimana mungkin?" tukas Noel tak percaya. Sebab, dulu Zyano terkenal manusia dingin berhati batu. Tidak mudah mendekatinya.


"Hei, Zyan. Jangan mengada-ada. Kami semua tahu kalau kau paling tidak mungkin dekat dengan wanita. Lalu, bagaimana bisa dia istrimu? Jangan mengaku-ngaku bro." sahut Andrew sama tidak percaya nya.


"Terserah kalian ingin percaya atau tidak. Yang pasti dia istriku!" ujar Zyano.


"Baiklah, kalau begitu biar kami tanyakan langsung dengan wanita cantiknya." ujar Noel.


"Hei, nona. Apa benar yang dikatakannya?" tanya Noel.


"Iya, benar. Saya istrinya. Salam kenal." jawab Katerina tersenyum manis.


Noel dan Andrew tercengang. Keduanya saling pandang tak percaya. Ini sulit dipercaya.


"Hubby, mereka siapa?" tanya Katerina.


"Mereka teman lamaku sayang. Dia, Noel dan dia Andrew." ujar Zyano sambil menunjuk.


"Ohh." Katerina manggut-manggut paham.


Sementara Noel dan Andrew masih tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Tapi melihat interaksi keduanya seperti nya Zyano tidak berbohong.


"Bagaimana bisa? Kapan kau menikah, Zyan? Kenapa kau tidak mengundangku hah?!" cecar Noel dengan beragam pertanyaan tak terima.


"Satu bulan yang lalu!"


"Apaa? Tidak mungkin." ujar Noel shock.


"Terserah."


"Kenapa kau tidak mengundang kami, Zyan?" protes Andrew marah.


"Hm, nanti ku jelaskan."


Ketiganya saling berbincang-bincang sekaligus melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu. Tak ingin menganggu Katerina pun izin ke toilet. Akan tetapi tanpa mereka sadari ternyata dari kejauhan Laura sedang memperhatikan dan saat melihat Katerina pergi. Laura pun langsung beraksi menghampiri Zyano.


"Hai, guys." sapa Laura tersenyum.


"Hohoho, akhirnya bintang tamu kita datang juga. Apa kabar, Laura?" tanya Noel.


"Hm, baik. Kalian sendiri bagaimana?"


"Kita baik juga dong."


"Astaga, ini sama seperti sedang reunian kan hahahaha." ujar Noel tertawa renyah.


"Iya benar. Sudah lama kita tidak kumpul begini." sahut Andrew setuju.


Sementara Zyano hanya tersenyum tipis. Ia sangat malas kalau ada Laura. Zyano tak ingin terlalu berinteraksi dengan Laura sebab dia tak ingin membuat Katerina cemburu dan berakhir marah padanya. Sudah cukup kemarin dia diabaikan oleh Katerina hingga membuatnya frustasi sendiri.


"Loh, Zyan mau kemana?" tanya Laura menahan lengan Zyano yang hendak pergi.


"Aku ingin menyusul istriku."


"Ya ampun, Zyan. Kita kan baru kali ini berkumpul sama-sama begini. Ayolah, nikmati aja dulu oke?"


"Tapi..."


"Iya, benar bro." ujar Noel langsung merangkul pundak Zyano.


"Baiklah." Zyano hanya bisa menghela nafas pasrah. Kali ini dia tak berkutik sama sekali.


Sementara itu Katerina baru saja keluar dari toilet. Langkahnya terhenti saat melihat Zyano sedang berbincang dengan Laura dan kedua temannya tadi. Katerina tersenyum tipis melihat bagaimana Laura berusaha keras mendapatkan perhatian Zyano akan tapi sayangnya suaminya itu sama sekali tidak menghiraukannya. Malah justru mengabaikannya.


Laura merasakan ada yang menatapnya dari jauh. Sudut bibirnya menyeringai tipis. Ia melambaikan tangannya kepada seorang pelayan dan membisikkan sesuatu. Setelahnya dia makin menempel dengan Zyano. Katerina yang melihat itu pun muak. Saat ingin menghampiri meja suaminya tiba-tiba saja ada seorang pelayan yang menabrak Katerina hingga membuat sedikit anggur merah tumpah dan mengenai dress Katerina.


"Astaga, maaf nyonya." ucap pelayan itu hendak membantu membersihkan dress Katerina.


"Tidak perlu." Katerina pun terpaksa kembali ke toilet. Laura melirik dari jauh. Ia tersenyum licik. Rencananya berjalan lancar. Laura sengaja melakukan itu untuk mengundur waktu agar dia bisa lebih lama bersama Zyano tanpa gangguan.


"Ck, sial. Jadi kotor." decak Katerina menggerutu sendiri. Ia pun membasahi sedikit dress nya yang tekena anggur merah tadi. Namun, tiba-tiba saja Katerina merasa mual.


Huekkkkk Huekkk


Katerina terus saja mual-mual. Ia merasa perutnya sangat tidak nyaman. Ia memegangi perutnya. Tiba-tiba tubuhnya terasa lemas. Pandangannya juga mulai mengabur sampai akhirnya Katerina tak sadarkan diri. Ia jatuh pingsan.


"Ya ampun, mba."


"Tolong-tolong. Ada yang pingsan." teriak seorang wanita kaget melihat Katerina tergeletak di lantai.


"Ada apa ini?" tanya Noel heran melihat banyak orang berlarian.


"Itu katanya ada seorang wanita yang pingsan."


"Di mana?"


"Toilet."


"Apa?"


Bersambung 😎


______________________________________________


Waduhhh kira-kira kenapa tuh??


Jangan lupa, Like dan Vote nyaa guyssssss


maaf lama ga update soalnya otor sibuk banget 🙏


^^^Coretan Senja ✍️^^^