Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
44. KEPULANGAN ZAHRA DAN ZEANO


******


"Oh astaga, mereka sampai menunda pertunangan karena masalah ini." ucap Maya tidak menyangka setelah melihat konferensi pers dadakan tadi.


"Itu pasti ka Maya, karena masalah ini sudah sangat besar." sahut Kenzie.


"Aku tahu alasan ka Rei mengadakan konferensi pers dadakan itu. Dia pasti ingin media tahu kalau Alberto Company tidak terlibat dalam masalah ini. Jika tidak memberikan keterangan maka sudah dipastikan akan berdampak buruk untuk Alberto Company. Itulah sebabnya ka Rei cepat mengambil tindakan ini." ungkap Kenzie.


"Kau benar Ken, Rei pasti tidak ingin merasa rugi dengan masalah ini. Tapi aku hanya tidak menyangka mengapa dia terlihat senang saat mengatakan pertunangan nya ditunda? Harusnya dia bersedih bukan?" tanya Katerina merasa bingung.


"Iya ya, dilihat dari ekspresi nya tadi Rei sangat puas. Apa mungkin dia terpaksa melakukan pertunangan ini?" sahut Maya berpikir keras.


"Terpaksa? tapi kenapa?" kening Katerina berkerut.


"Aku rasa ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Aku tahu Rei sangat mencintaimu Kate, bahkan saat kau mengakhiri hubungan mu dengannya. Rei juga berusaha mati-matian untuk menjelaskan semuanya padamu bukan? Aku rasa ada hal yang membuat Rei menerima pertunangan itu." ungkap Maya mengatakan kecurigaannya.


"Atau jangan-jangan Olivia hamil di luar nikah?" seru Maya tiba-tiba terpikirkan kesana.


"Kau jangan bicara aneh Maya. Mana mungkin Olivia hamil di luar nikah." bantah Katerina tidak percaya.


"Kate, apa yang tidak mungkin terjadi di dunia ini hah? semuanya bisa saja terjadi. Kalau benar Olivia hamil diluar nikah maka itu sudah dapat dipastikan kalau Rei mau menerima pertunangan ini. Itulah sebabnya mereka langsung memberitahukan pada publik kalau sebentar lagi mereka akan menikah." ucap Maya terdengar masuk akal.


Katerina terdiam sejenak, berusaha mencerna setiap perkataan Maya. Sejujurnya dia juga merasa janggal dengan pertunangan Olivia dan Rei yang tiba-tiba mendadak. Terlebih lagi saat itu Katerina juga melihat perut Olivia sedikit membesar. Bisa saja apa yang dikatakan Maya benar.


"Kalau benar Olivia memang hamil maka itu pasti akan menjadi berita yang super heboh." seru Maya.


"Dua keluarga akan hancur secara bersamaan." sambung Kenzie.


"Kalian benar tapi kita harus memastikannya terlebih dahulu. Apa benar Olivia hamil ataukah tidak." sahut Katerina.


"Aku setuju tapi bagaimana caranya?" timpal Maya.


"Soal itu tenang saja ka. Aku tahu bagaimana caranya." tukas Kenzie tersenyum miring.


"Maksudmu? kau punya rencana?" tanya Katerina dan Maya bersamaan.


"Iya, kalian tenang saja untuk mencari informasi itu serahkan saja semuanya padaku. Aku akan menyelidikinya. Informasi apapun pasti akan kudapatkan." jawab Kenzie tersenyum bangga.


"Benarkah? bagaimana caranya?"


"Ada lah ka, itulah salah satu keahlian khusus ku. Pokoknya kalian percayakan saja semuanya padaku. Masalah penyelidikan akulah ahlinya, hehehe." ucap Kenzie cengengesan.


Katerina terkekeh "Baiklah, kami percayakan semuanya padamu, Ken." balas Katerina.


"Benar, kami tunggu beritanya dari mu saja."


"Siap kak, aku pasti tidak akan mengecewakan kalian." ucapnya yakin.


"Ya sudah, sebaiknya kita pulang saja. Hari sudah sore." seru Katerina melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 16:00.


"Ayo."


******


Sepanjang perjalanan menuju mansion Katerina hanya termenung sambil menatap jalanan di balik kaca jendela mobil. Pikirannya melayang tentang kecurigaan bahwa Olivia sedang hamil. Sebenarnya, Katerina juga merasa janggal atas berita pertunangan Olivia dan Rei yang mendadak apalagi setelah hubungan mereka yang baru saja kandas.


"Aku harus memastikannya agar semuanya lebih jelas." gumam Katerina.


"Tapi bagaimana caranya? Apa Kenzie bisa mendapatkan informasi?" batin Katerina sedikit ragu.


"Ah sudahlah, sepertinya kali ini aku hanya bisa mengharapkan Kenzie. Aku rasa anak itu punya keahlian khusus." gumamnya tersenyum tipis.


Sesampainya di mansion, Budi dengan cepat keluar membukakan pintu mobil untuk Katerina.


"Terima kasih, Budi." ucap Katerina tersenyum.


"Sama-sama, nyonya." balas Budi membungkukkan sedikit badannya.


Katerina melangkahkan kakinya memasuki mansion dan ternyata disambut oleh Zahra.


"Kate, akhirnya kau pulang sayang." sambut Zahra memeluk Katerina sebentar.


"Iya, mom." balas Katerina tersenyum.


Tapi kening Katerina tiba-tiba mengerut. "Mom, kau ingin ke mana?" tanya Katerina bingung melihat Zahra membawa koper.


"Sayang, mom hari ini akan pulang ke mansion utama." jawab Zahra menggenggam tangan menantunya.


"Mansion utama? kenapa tidak tinggal disini saja mom?"


"Iya Kate, ini mansion Zyano dan mom tidak mungkin tinggal di sini selamanya. Lagipula, kalian juga sudah menikah. Jadi mom tidak ingin menganggu keromantisan kalian." ucap Zahra tersenyum.


"Mom jangan bicara begitu, aku lebih suka mom tinggal di sini. Mansion sebesar ini akan sangat sepi tanpa adanya kalian." balas Katerina mengerucutkan bibirnya.


"Tapi kami harus tetap pulang, Kate." sahut Zeano yang baru saja keluar dari kamarnya sambil menarik dua koper. Bersamaan dengan itu Ziva juga turun dari kamarnya sambil membawa kopernya.


"Ziva, kau juga ingin pergi?" tanya Katerina pada adik iparnya itu.


"Iya kaka ipar, aku akan kembali ke Inggris untuk melanjutkan sekolah ku di sana." jawab Ziva.


"Apa kalian harus pulang hari ini? maksudku kenapa tidak seminggu lagi. Aku masih sangat merindukan kalian." seru Katerina memelas.


"Tidak bisa sayang. Liburan Ziva sudah berakhir, dia harus kembali ke Inggris, sedangkan Mom and Dad sudah terlalu lama tinggal di sini. Jika kau merindukan kami nanti kau bisa berkunjung ke mansion utama bersama Zyano." balas Zahra.


"Baiklah, tapi sebelum kalian pergi kita makan malam bersama dulu. Bisa kan?" tanya Katerina memohon penuh harap.


"Ya sudah, terserah padamu Kate. Lagipula kita juga harus menunggu Zyano pulang dulu." jawab Zahra tersenyum.


"Baik, sudah diputuskan sebelum pergi kita makan malam bersama dan kali ini biar aku saja yang akan menyiapkan segalanya." seru Katerina antusias.


"Kalian bertiga istirahatlah dulu, nanti kalau sudah waktunya aku akan memanggil kalian untuk makan malam." ujar Katerina.


"Iya, Kate."


Ketiganya pun kembali ke kamar. Namun, tidak dengan Katerina. Ia bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Kali ini dia yang akan memasaknya.


Katerina meminta bantuan kepada para maid dan koki untuk membantunya. Ia memasak berbagai makanan terutama kesukaan kedua mertuanya, adik iparnya dan suaminya. Hari ini Katerina mungkin akan sedikit lelah tapi tidak masalah baginya karena memasak merupakan salah satu hobinya.


*****


Sementara ditempat lain Zyano masih di kantor, sibuk berkutik dengan berbagai berkas dan komputer. Tetapi tiba-tiba saja ponselnya bergetar, ada notifikasi pesan masuk. Zyano melirik ke layar ponselnya terdapat pesan dari ibunya. Zyano pun meraih lalu membuka ponselnya untuk melihat pesan apa yang dikirimkan oleh ibunya.


Mom


Zyan..mom cuman ingin memberitahu mu kalau hari ini mom and dad akan pulang ke mansion utama. Jadi kau cepatlah pulang jika masih ingin bertemu mom.


Zyano


Jangan pergi sebelum aku pulang mom!


Zyano memencet telpon yang terhubung dengan Dave, asistennya.


"Dave, siapkan mobil kita pulang sekarang!" perintah Zyano beranjak dari duduknya lalu meraih jas dan memasangnya. Setelah itu ia melangkah keluar dari ruangannya.


Begitu melihat Zyano sampai di lobi dengan sigap Dave membukakan pintu mobil. Zyano masuk dan begitupun dengan Dave. Mobil mereka pergi meninggalkan perusahaan.


"Dave, apa istriku sudah pulang?" tanya Zyano tiba-tiba teringat dengan Katerina.


"Sudah tuan, tadi Budi mengabari saya kalau nyonya Katerina sudah pulang ke mansion dengan selamat." jawab Dave sambil menyetir.


"Hm, baguslah."


...*****...


"Akhirnya selesai juga." ucap Katerina tersenyum bahagia melihat semua makanan telah tersaji di meja makan.


"Iya nona, makanan sebanyak ini bisa selesai dalam waktu singkat. Jujur itu luar biasa nona." ungkap Lyla memuji.


"Ini semua juga berkat bantuan kalian. Jika tidak ada kalian mana mungkin aku bisa memasak makanan sebanyak ini sendirian? Terima kasih banyak ya semuanya." imbuh Katerina tersenyum menatap semua maid dan koki yang sudah membantunya menyiapkan makan malam.


"Tidak perlu berterima kasih nona, itu semua sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu nona."


"Itu pasti tuan Zyano, ayo kita sambut." ucap Lyla.


"Tidak perlu, kalian siapkan saja semuanya dengan baik. Aku yang akan menyambut Zyano di depan." seru Katerina kepada para maid


"Baik nona." para maid mengangguk paham.


Katerina bergegas pergi ke depan untuk menyambut kedatangan suaminya. Begitu pintu utama dibuka terlihatlah Zyano yang baru keluar dari mobilnya.


"Zyan, akhirnya kau pulang juga." sambut Katerina tersenyum manis menatap suaminya.


"Hai sayang." balas Zyano meraih pinggang Katerina lalu mengecup singkat bibirnya.


Katerina melotot "Zyan." tegurnya karena melihat masih ada Dave.


"Tuan, saya pamit pulang dulu." ucap Dave meminta izin.


"Iya, kau bisa pergi Dave."


"Baik, tuan." Dave pamit undur diri.


Zyano dan Katerina pun memutuskan untuk masuk ke dalam.


"Dimana mom sayang?" tanya Zyano mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Mom lagi dikamar, Zyan."


"Oh iya, katanya mom and dad akan pulang hari ini tapi mengapa mereka masih di kamar?" tanya Zyano bingung.


"Mom akan pulang setelah makan malam Zyan. Jadi sekarang kau mandilah dulu."


"Hm, kau benar tubuhku sudah sangat lengket. Aku akan ke atas untuk mandi." balas Zyano.


"Pergilah, nanti aku akan menyusul setelah selesai menyiapkan makan malam."


Zyano mengangguk lalu naik ke lantai atas untuk membersihkan dirinya karena seharian lelah bekerja. Sementara Katerina kembali ke dapur untuk memastikan apakah makan malamnya sudah siap.


Setelah memastikan semua hidangan tersaji dengan cantik di meja makan.


Katerina memanggil semua anggota keluarga untuk makan malam. Zahra, Zeano, Ziva dan juga Zyano akhirnya turun dari kamarnya. Mereka semua malam ini terlihat sangat fresh.


"Wah-wah banyak sekali makanan enak." ucap Zahra dengan mata berbinar-binar.


"Oh my good sticky toffee pudding. Makanan kesukaan ku." seru Ziva sangat bahagia. matanya langsung berbinar begitu melihat makanan kesukaannya sudah tersaji di meja makan.


"Kaka ipar, apa kau yang memasak ini semua?" tanya Ziva takjub.


"Tidak juga, aku memasak dibantu oleh para maid dan koki." jawab Katerina apa adanya.


"Ayo dimakan." ucap Katerina mempersilahkan mereka semua untuk menikmati makanan yang sudah tersedia.


"Duduklah sayang, kau juga harus makan." sahut Zyano menyuruh istrinya untuk duduk di sampingnya.


Katerina mengangguk paham. Ia pun berjalan dan mendudukkan pantatnya di samping kursi Zyano. Setelah itu mereka pun menikmati acara makan malam dengan penuh kebahagiaan. Sesekali mereka tertawa dan bercengkrama dengan bahagia. Ruang makan itu kini penuh dengan tawa kebahagiaan.


Setelah selesai makan malam. Saatnya perpisahan untuk Zahra dan juga Zeano yang akan pulang ke mansion utama. Sedangkan Ziva dia akan langsung terbang ke Inggris.


"Zyan, jaga dirimu baik-baik. Mom and Dad akan pulang sekarang." ucap Zahra memeluk putranya.


"Iya mom, aku pasti akan baik-baik saja." balas Zyano mengusap punggung belakang ibunya.


"Ingat Zyan, kau jangan sampai lupa untuk mengunjungi mom di mansion utama. Mom akan menunggu kedatangan kalian berdua di sana oke?" pinta Zahra.


"Iya, mom."


Setelah itu Zahra beralih memeluk menantunya. Ia pasti akan sangat merindukan Katerina.


"Kate, jaga dirimu baik-baik ya. Kalau Zyan menyakitimu katakan saja pada mom. Mom pasti akan langsung menghajarnya." tukas Zahra sambil melirik Zyano.


Katerina terkekeh "Siap, mom."


"Mom, apa kau pikir aku akan menyakiti istriku sendiri? Aku bukan suami jahat mom." timpal Zyano dengan nada tidak suka.


"Mana ada yang tahu, bisa saja nanti kau menyakiti Katerina. Itu hanya peringatan besar untukmu, Zyan." balas Zahra tajam.


"Kau terlalu berlebihan mom." ucap Zyano memutar bola matanya malas.


"Zyan, sebagai kepala rumah tangga kau harus bijaksana. Jika terjadi masalah dalam rumah tangga atau istrimu merajuk. Kau jangan membentaknya. Dad percayakan semuanya padamu, Zyan." ucap Zeano menepuk pundak putranya.


"Iya Dad."


"Putraku sekarang sudah dewasa. Aku jadi tidak perlu khawatir lagi."


"Aku memang sudah dewasa dad. Apa kau baru menyadarinya?" sarkas Zyano kesal.


Zeano hanya terkekeh "Ya sudah, dad dan mom pergi dulu."


"Hm."


"Ka Zyan, aku pasti akan sangat merindukan kaka." ucap Ziva memeluk Zyano dengan eratnya.


"Oh adikku yang manja. Kaka juga akan sangat merindukanmu Ziva. Jaga dirimu baik-baik di sana." balas Zyano mencium pucuk kepala Ziva dengan sayangnya.


"Jika liburan ku tidak berakhir mungkin aku masih akan tinggal di sini. Huaaa miss you kakak." ucap Ziva terisak-isak.


"Sudahlah Ziva, kau sudah besar. Kenapa masih saja cengeng. Kita bukannya tidak bertemu lagi bukan? nanti kalau liburan, kau bisa datang lagi." ujar Zyano.


"Ish, kaka kok gitu sih." Ziva mencebikan bibirnya kesal.


"Ayo Ziva, kita harus pergi sekarang." desak Zahra sudah berada dalam mobil.


"Iya sebentar mom."


"Kaka ipar, jaga dirimu baik-baik ya. Nanti jangan lupa selalu hubungi aku, oke." ucap Ziva menatap kaka iparnya.


"Iya Ziva. Kau juga ya" balas Katerina memeluk adik iparnya sebentar.


"Dah kak." Ziva melambaikan tangannya lalu bergegas masuk kedalam mobil.


Zyano dan Katerina melambaikan tangan menatap kepergian mereka. Setelah itu keduanya masuk kedalam.


"Zyan, Mansion ini jadi sangat sepi." ucap Katerina cemberut.


"Apa kau ingin mansion ini jadi ramai kembali?" tanya Zyano.


"Iya tentu saja, tapi bagaimana caranya?"


Zyano tiba-tiba langsung menggendong tubuh Katerina sampai sang empunya terlonjak kaget.


"Zyan, apa yang kau lakukan hah?" tanya Katerina refleks mengalungkan tangannya ke leher Zyano, takut jatuh.


"Kau ingin ramai bukan? kalau begitu kita buat anak saja agar mansion ini ramai kembali sayang." jawab Zyano berbisik di telinga Katerina.


"Tapi.."


Belum sempat Katerina membalas ucapan Zyano. Pria itu sudah menyambar bibirnya. Katerina tidak bisa menolak. Ia hanya bisa pasrah menerima Zyano mencium bibirnya.


Zyano membawa Katerina masuk kedalam kamar, masih dalam keadaan bibir yang saling menyatu. Ia seolah tidak ingin melepaskannya karena terlalu nikmat. Sedangkan Katerina sendiri juga nampak terbuai dengan ciuman panas dari suaminya.


Bi Asri yang lewat tidak sengaja melihat apa yang dilakukan suami istri itu.


"Aku rasa sebentar lagi mansion ini akan ramai dengan anak-anak." gumam Bi Asri mengulum senyum, membayangkan banyak anak-anak di mansion. Pasti sangat ramai.


Bersambung 😎


______________________________________________


Jangan lupa Like, Vote, Komen dan Share ya guys :)


^^^Coretan Senja ✍️^^^