
Keesokan harinya, berita tentang Andi Cristopher terus saja memanas bahkan masih dalam urutan pertama. Banyak hujatan dan hinaan di akun media sosial yang menghina Andi. Meski sudah beberapa hari terlewatkan tetap saja nama Andi Cristopher jadi pencarian utama di berbagai media.
Orang tua macam apa yang tega-teganya melakukan itu semua demi relasi bisnis? sungguh pikiran bejat.
Iya benar, tidak seharusnya ayah kandung melakukan hal segila itu, apalagi sampai melukai putrinya sendiri.
Apa dia pikir anak itu barang yang bisa ditukar sesuka hati? Dasar pria tidak berperikemanusiaan.
Hukum saja dia, jika perlu selamanya mendekam di penjara!
Setuju, dia pantas di penjara.
Dasar manusia sampah, tidak berguna!
Kasian sekali Olivia, harus menanggung malu mempunyai orang tua seperti itu. Dan bahkan pertunangan nya juga harus dibatalkan. Hahahaha miris.
Apa kalian tidak merasa aneh, mengapa jadi Olivia yang bertunangan dengan Rei? bukankah seharusnya Katerina? ini sedikit aneh.
Itu tidak perlu diherankan lagi, sudah pasti Olivia yang merebutnya.
Sekarang tidak ada yang bisa dipercaya, bahkan adik sendiri bisa merebut kekasih kita.
Pelakor ada dimana-mana, jadi berhati-hatilah.
Itulah cacian dan hinaan di media sosial. Olivia yang melihat dan membacanya sangat geram. Ia melempar barang-barang yang ada disekitarnya sampai pecah berkeping-keping.
"Astaga Olivia, apa yang kau lakukan hah?!" pekik Sera terkejut melihat semua barang pecah belah dilantai, hingga vas bunga kesayangannya juga hancur lebur.
"Arghhhhh aku benci ini semua." teriaknya frustasi, meremas kepalanya dengan kasar.
"Olivia, tenangkan dirimu sayang." ucap Sera menghampiri putrinya.
"Bagaimana aku bisa tenang bu? Rei membatalkan pertunangannya dan sekarang semua orang juga ikut menghinaku. Apa lagi yang harus aku lakukan bu?" bentak Olivia mengusap wajahnya gusar. Ia benar-benar frustasi.
"Lihatlah, mereka mengejekku bu." ucap Olivia sembari memperlihatkan komentar negatif kepada Sera.
Sera terdiam, tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Ia juga bingung harus melakukan apa. Meskipun sudah berusaha untuk menekan media agar tidak memberitakan tentang itu. Namun, tetap saja media memberitakan nya bahkan malah semakin menjadi-jadi.
"Katakan bu, apa yang bisa aku lakukan? Aku tidak ingin pertunangan ku dengan Rei batal. Tapi sekarang apa? Aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa bu." sentak Olivia tertawa getir. Ia terus saja melempar barang disekitarnya. Olivia saat ini benar-benar kalut.
"CUKUP OLIVIA! Tenangkan dirimu." bentak Sera marah.
"Mana bisa aku tenang bu." balas Olivia gusar.
"Olivia, dengarkan ibu. Kau harus tenang sayang, untuk bisa menghadapi lawan yang tangguh. Kita juga harus lebih pintar dari musuh itu sendiri. Bukannya malah kalut seperti ini." ucap Sera menangkup wajah Olivia.
"Tapi bagaimana bu? kita tidak ada cara lain. Jalan kita saat ini buntu bu." balas Olivia terisak.
"Ada Olivia, ibu punya rencana agar Katerina mau membebaskan ayahmu dari penjara." ungkap Sera membuat Olivia mengerutkan keningnya.
"Apa bu?" tanya Olivia.
"Kau lihat saja nanti sayang." jawab Sera tersenyum licik.
Drtttt drttt
Ponsel Sera bergetar ada panggilan masuk.
"Hallo nyonya, ini saya Austin asisten tuan Andi."
"Iya ada apa, Austin?"
"Nyonya, saya hanya ingin memberitahukan kalau Olivia harus datang ke perusahaan untuk rapat dengan para pemegang saham."
"Untuk apa?"
"Ini tentang masalah tuan Andi nyonya, sebagai putri dari tuan Andi dan juga sebagai pemegang saham di perusahaan Cristopher company, maka nona Olivia harus datang untuk menghadiri rapat nyonya."
"Apa tidak bisa lain kali saja Austin? saat ini Olivia sedang kacau."
"Tidak bisa nyonya, masalah ini sudah sangat besar dan berdampak buruk untuk perusahaan. Jika nona Olivia tidak berhadir maka para pemegang saham akan mencabut saham mereka. Kalau hal itu terjadi maka perusahaan akan bangkrut dan tutup nama."
"Baiklah, kau tenang saja Olivia akan hadir."
"Baik, terima kasih nyonya."
Sera menutup telponnya dan langsung menatap Olivia yang tengah menatapnya dengan alis mengerut.
"Ada apa bu? Apa terjadi sesuatu?" tanya Olivia.
"Iya Olivia, para pemegang saham mengadakan rapat dadakan jadi kau harus berhadir. Austin mengatakan masalah ini sudah sangat mempengaruhi perusahaan, bisa saja perusahaan kita tutup nama karena masalah ini. Jadi sekarang tugasmu adalah menyakinkan para pemegang saham supaya mereka tidak mencabut sahamnya di perusahaan Cristopher." jawab Sera menjelaskan.
"Tapi bagaimana cara menyakinkan para pemegang saham bu? saat ini kita masih belum punya solusi untuk masalah ayah." ujar Olivia bingung.
"Itu tugasmu Olivia, kau yang harus memikirkan caranya." balas Sera.
"Hah, kenapa jadi aku bu?" Olivia tercengang.
"Olivia, bukankah kau ingin jadi direktur utama? maka kau harus bisa membuktikan kalau kau memang pantas. Yakinkan para pemegang saham bahwa masalah ini akan selesai. Untuk hal lain, ibu yang akan memikirkannya. Tugasmu hanyalah menyakinkan saja Olivia." ujar Sera.
"Oke bu, aku akan melakukannya."
"Bagus." Sera tersenyum menatap putrinya begitupun Olivia.
"Bersiaplah sekarang, mereka semua pasti sudah menunggumu."
"Iya bu."
"Aku harus melakukan sesuatu agar Katerina mau membebaskan Andi dari penjara. Dengan begitu masalah ini selesai dan Olivia bisa melanjutkan pertunangannya dengan Rei." gumam Sera tersenyum licik.
Bersambung 😎
______________________________________________
Apa lagi dah rencana mak lampir?🤦🤦🤦 bikin resah aja
Jangan lupa, Like, Vote, Komen, dan Share ya guys :)
Terima kasih atas dukungannya ❤️❤️❤️🌷❤️🌷❤️🌷🌷❤️🌷
^^^Coretan Senja ✍️^^^