Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
S2 : EPISODE 122


"Video apa yang kau maksud hah?!" tanya Andi mengerutkan keningnya bingung.


"Sebuah video yang jika disebarkan akan membuat hidup anda hancur dalam sekejap!" ungkap Katerina penuh misteri.


Andi tersenyum sinis. "Heh, memangnya video apa sehingga bisa membuat hidupku hancur? Jangan bercanda, Kate. Kau membuatku ingin tertawa." ujarnya mengejek.


"Baiklah, kalau anda sangat ingin tahu. Saya akan memperlihatkan nya."


Katerina mengambil ponselnya yang tersimpan di dalam tas. Ia menyentuh layarnya hingga kemudian memperlihatkan sebuah video seorang pria yang sedang duduk di bar. Pria itu mabuk-mabukan di temani oleh salah satu ******, tak hanya itu bahkan pria itu juga menciumi wanita penghibur itu dengan panasnya. Setelahnya mereka pergi ke sebuah hotel, menikmati malam yang panas hingga fajar.


Seketika mata Andi membulat sempurna, mulutnya terbuka lebar saking tak percaya nya dengan apa yang baru saja di lihatnya. Pria di dalam video itu tak lain adalah dirinya sendiri. Tentu saja Andi shock berat. Ia merebut paksa ponsel Katerina dan kemudian melemparkannya ke lantai hingga rusak parah.


"Apa-apaan ini hah?! Dari mana kau bisa mendapatkan video itu?!" tanya Andi dengan sorot mata tajam, urat-urat lehernya terlihat saking marahnya dia saat ini.


"Wow, tenanglah tuan, Andi. Kenapa anda terlihat sangat kaget? Apa anda tidak menyangka kalau perbuatan keji anda bisa diketahui oleh saya?!"


Andi mengigit bibirnya. Ia berusaha tenang. "Lalu, kau ingin melakukan apa dengan video itu? Memberitahu istriku? begitu?"


"Tentu saja."


"Cih, itu hanya cinta satu malam. Semua orang bisa melakukan kesalahan tidak terkecuali diriku. Aku hanya perlu minta maaf maka semua masalahnya selesai. Istriku sangat mencintai ku. Jadi, dia tidak akan bisa marah terlalu lama." ujar Andi dengan percaya dirinya.


Katerina tertawa renyah. Namun, detik berikutnya wajahnya berubah datar. "Bagaimana kalau itu bukan sekedar cinta satu malam? Melainkan sebuah perselingkuhan?!"


Deg


Tubuh Andi langsung menegang kaku. Keringat dingin membanjiri keningnya. Jantung nya bergemuruh, memompa lebih cepat. Mengapa tiba-tiba dia merasa takut? Sementara Katerina justru tersenyum puas melihat ekspresi ketakutan dari wajah Andi.


"Apa katamu? Perselingkuhan?" Andi terkekeh pelan. "Jangan mengarang cerita, Kate." lanjutnya berucap.


"Kalau bukan perselingkuhan lalu ini apa?" ujar Katerina seraya menunjukan beberapa surat penting yang membuat Andi shock. "Anda memberikan wanita itu rumah dan beberapa aset lainnya bahkan anda juga mengirimi uang kepada wanita itu setiap bulan? Apakah ada cinta satu malam yang seperti itu tuan, Andi?"


"I...itu hanya sebagai kompensasi saja!" ujar Andi masih tak mau mengakui.


"Benarkah? Lalu bagaimana anda bisa menjelaskan tentang foto ini?!" Katerina mengeluarkan sebuah foto yang memperlihatkan Andi sedang menghadiri acara pernikahan bersama wanita itu.


"Foto... i-ini." bibir Andi bergetar gagap.


"Yah, itu foto saat anda menemani wanita itu ke acara pernikahan temannya dan anda juga mengakui kalau wanita itu adalah kekasih anda? Bagaimana itu bisa terjadi tuan, Andi yang terhormat?!"


"Setau saya, cinta satu malam tidak akan berani mengakui kalau itu adalah kekasihnya. Tapi anda malah melakukannya di depan orang banyak? Ini jelas bukan cinta satu malam yang biasa akan tetapi perselingkuhan!"


"CUKUP!" bentak Andi tak tahan lagi mendengarnya. Kupingnya terasa panas. Andi sudah tak bisa mengelak lagi. Semua bukti yang ditunjukkan Katerina terlalu jelas. Ia tak bisa membantahnya lagi.


"Saya sungguh kasian. Bagaimana anda bisa setega itu mengkhianati nyonya, Sera? Padahal dia rela melakukan apapun demi anda tapi anda malah berselingkuh di belakang nya. Entah bagaimana reaksinya kalau tau hal ini? Mungkin saja dia akan langsung meninggalkan anda atau mungkin dia melabrak wanita itu? Ah, membayangkannya saja sepertinya seru." ujar Katerina semakin menakuti Andi.


"TIDAK!" Andi tiba-tiba berteriak histeris. "Sera tidak boleh tahu hal ini!" ujar Andi meremas rambutnya frustasi. Matanya tertuju kepada semua kertas yang ada di atas meja. Tanpa pikir panjang Andi langsung merobek semua bukti perselingkuhan nya. Ia tidak ingin bukti itu sampai ke tangan istrinya karena semuanya akan tambah kacau. Dia bisa kehilangan Sera dan juga Olivia.


Prok prok prok


Katerina bertepuk tangan sambil tertawa bahagia. Ia tidak menduga reaksi Andi akan setakut ini. Tidak sia-sia dia menyuruh orang untuk menyelidiki Andi. Sedangkan untuk semua bukti video dan foto itu dia dapatkan dari bantuan Kenzie yang berhasil meretas beberapa cctv hotel tempat Andi melakukan pertemuan rahasia dengan wanita selingkuhannya. Dengan semua bukti itu Katerina bisa langsung menghancurkan hidup Andi dalam sekejap akan tetapi Katerina punya rencana lain. Baginya terlalu awal untuk kehancuran Andi. Dia masih ingin bermain-main sampai Andi merasa frustasi dengan hidupnya sendiri dan berpikir lebih baik mati daripada hidup.


"Tidak! Jangan lakukan itu, Kate! Ku mohon, Sera tidak boleh tahu hal ini. Dia bisa menyakiti wanita itu." pinta Andi memohon.


Katerina tersenyum kecut. "Heh, di saat seperti ini anda masih bisa memikirkan wanita itu? Sungguh konyol. Benar ya kata orang, sekali berselingkuh maka selamanya akan tetap begitu." ejeknya.


"DIAM KAU!" Andi memukul dinding marah. "Kate, kau benar-benar keterlaluan! Kenapa kau ingin menghancurkan hidup ayahmu sendiri hah?!"


"Hm, kenapa ya?" Katerina memegang dagunya seolah berpikir. "Ah, karena saya senang apalagi melihat keluarga kalian hancur!"


"DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI! Bisa-bisanya kau menginginkan kehancuran atas keluarga yang sudah merawat mu. Apa kau tidak punya hati nurani hah?!"


"Jangan membicarakan tentang hati nurani kalau anda sendiri juga tidak punya hati nurani! Ayah mana yang diam saja saat melihat putrinya di siksa oleh ibu tirinya sendiri? Dan ayah mana yang mengusir anaknya hanya karena anak tiri? Anda tidak pantas membicarakan hati nurani kepada orang yang sudah anda sakiti tuan, Andi!"


"Tapi kau memang pantas mendapatkan nya, Kate! Kau anak tidak tahu diri. Aku menyesal telah membesarkan mu. Jika tahu begini aku akan membuang mu bersama ibu mu! Kalian berdua sama-sama wanita tidak tau di untung."


BRAK


"Anda bisa menghina saya sesuka hati tapi anda tidak berhak menghina ibu saya!" ujar Katerina memukul meja karena marah. Ia tidak terima kalau ibunya di hina.


"Hohoho, kenapa kau marah, Kate? Aku hanya berkata yang sejujurnya. Ibumu itu wanita ******!" ucap Andi.


"DIAM!" Teriak Katerina membentak keras. Darahnya terasa mendidih saat anda orang yang menghina ibunya. Kedua tangannya terkepal kuat. Nafasnya memburu menahan amarah. Katerina merasa tangannya gatal ingin menonjok wajah Andi.


"Sayang, tenanglah. Tanganmu jadi terluka." sahut Zyano sambil meraih tangan istrinya yang tampak memar itu. Katerina tak sadar tangannya memerah karena memukul meja terlalu keras. Ia bahkan tak merasakan sakit karena hatinya jauh lebih sakit mendengar orang menghina ibunya.


"M-maaf hubby. Aku....aku." Katerina mengigit bibirnya menahan sesak. Hatinya bagai di hantam belati mendengar hinaan dari Andi. Katerina tidak terima ibunya di hina sebagai wanita ******. Padahal ini semua terjadi karena Andi yang menghancurkan keluarga nya.


"Shut," Zyano menutup bibir istrinya dengan jari telunjuk nya. "Duduklah sayang."


"Kau tidak perlu menyakiti dirimu sendiri karena ucapan pria itu! Aku tidak suka." ujar Zyano mengecup tangan Katerina yang memar tadi.


"M-maaf, Zyan." Katerina menunduk.


Zyano menghela nafas. "Baiklah, tenangkan dirimu dulu sayang. Pria itu biar aku yang mengurusnya!" Katerina mengangguk patuh.


Zyano mengalihkan pandangannya ke arah Andi. Tatapannya sangat tajam dan menusuk. Zyano menggertakan giginya.


"Sepertinya kau memang harus di beri pelajaran, Andi Cristopher." ucap Zyano menyeringai devil.


Bersambung 😎


______________________________________________


Waduh Zyano mau apa nih guys??


Jangan lupa Like dan Vote nya dong biar otor semangat nulisnya hehehe 😁😁🙏


^^^Coretan Senja ✍️^^^