Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
26. DINNER WITH FAMILY


Begitu masuk kamar, Zyano langsung melepas semua pakaiannya. Sontak saja hal itu membuat Katerina menutup kedua matanya dengan jantung berdegup kencang. Apalagi melihat roti sobek yang sangat menggoda iman.


"Zyan, apa yang kau lakukan?" tanyanya.


"Aku ingin mandi memangnya apa lagi?" jawab Zyan bingung dengan reaksi berlebihan Katerina.


"Kenapa harus melepas baju disini? mengapa tidak dikamar mandi saja!" balas Katerina membuang muka kesamping.


"Apa salahnya? Lagipula ini kamarku. Tidak ada yang melarang ku untuk buka baju di sini bukan?" tukas Zyano.


"Ohh, atau jangan-jangan kau malu?" goda Zyano melangkahkan kakinya mendekati Katerina.


"T-tidak, aku tidak malu." jawab Katerina terbata-bata dan masih membuang muka.


"Benarkah?" tanya Zyano semakin mendekat sehingga dengan refleks Katerina mundur kebelakang sampai terpojokkan didinding.


"A-apa yang ingin kau lakukan?" Katerina menelan saliva nya susah, saat Zyano terus saja mendekatkan tubuhnya.


"Menurutmu?" Zyano menyeringai. Suka sekali membuat wajah Katerina memerah seperti tomat.


Zyano semakin memajukan wajahnya sampai nafas hangatnya terasa di wajah cantik Katerina. Seketika bulu kuduk Katerina meremang. Tangannya menopang didinding sehingga membuat Katerina kesusahan untuk bergerak.


"Apa yang kau pikirkan, hm? Apa kau pikir aku akan menerkam mu sekarang?" tanya Zyano dengan suara berat.


Katerina semakin gugup "T-tidak, aku..aku hanya."


Cup!


Zyano mengecup singkat bibir manis Katerina.


"Jangan malu, kau istriku. Aku mandi dulu. Siapkan pakaian untuk ku, kita akan makan malam bersama." ucap Zyano menjauhkan diri dari Katerina lalu masuk kedalam kamar mandi.


Katerina memegangi dadanya, jantungnya berpacu dengan ritme yang sangat cepat. Iman Katerina benar-benar diuji saat melihat roti sobek Zyano yang sangat menggoda.


"Apa, Zyan akan melakukan hal itu malam ini?" tanya Katerina dalam hati.


Katerina menggeleng cepat, menepis segala pikiran buruk yang ada dalam benaknya.  Tak ingin memikirkan hal itu Katerina segera menyiapkan pakaian untuk Zyano.


Tak selang waktu lama, akhirnya Zyano keluar dari kamar mandi dengan wajah segar. Rambutnya yang basah, serta perutnya yang sixpack membuat kadar ketampanan Zyano meningkat. Sesaat Katerina terpana melihatnya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu, apa kau begitu terpesona melihat ketampanan suami mu ini, Kate?" tanya Zyano dengan nada menggoda.


Katerina tersadar "Tidak, kau sangat percaya diri sekali. Ah sudahlah, aku ingin mandi." jawab Katerina beranjak.


"Ah ya, untuk pakaianmu sudah aku siapkan." ucap Katerina menunjuk pakaian Zyano yang telah siap diatas ranjang.


"Terima kasih, istriku sayang." bisik Zyano.


Katerina tersipu malu dan cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi sampai-sampai dia lupa membawa pakaian ganti untuknya.


Zyano segera memakai pakaian yang telah disiapkan oleh Katerina.  Setelah selesai ia mendudukkan pantatnya di kasur king size lalu menyandarkan punggungnya di beadboard. Tangannya meraih iPad yang ada di atas nakas. Zyano berniat untuk mencek email perusahaan.


"Astaga, aku lupa membawa pakaian ganti ku. Aduh, bagaimana ini? Kenapa bisa sampai lupa sih." Katerina menepuk jidatnya. Ia meruntuki kebodohannya yang sampai lupa membawa pakaian ganti.


Katerina telah selesai mandi tapi sayangnya dia lupa membawa pakaian ganti karena buru-buru masuk. Katerina mondar-mandir tidak tenang memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa mengambil pakaian gantinya.


"Apa aku harus meminta bantuan pada Zyano? tapi...ah sudahlah, tidak ada pilihan lain daripada aku mati kedinginan di sini." gumam Katerina.


Katerina membuka sedikit pintu kamar mandi, menampilkan kepalanya saja.


"Zyan?" panggil Katerina.


Zyano menoleh "Ya, ada apa?"


"Em...itu.. bisakah kau membantuku?" tanyanya menggigit bibir menahan malu.


"Membantu apa?" tanya Zyano meletakkan iPad nya diatas nakas lalu beranjak dari kasur untuk menghampiri Katerina.


"Itu...em..."


"Apa kau terluka? mengapa tidak keluar?" tanya Zyano ingin menarik pintu kamar mandi tapi ditahan kuat oleh Katerina.


"Jangan dibuka!" sentak Katerina.


"Kenapa?" Zyano semakin kebingungan.


"Zyan, aku lupa membawa pakaian ganti. Em bisakah kau mengambilkannya?" ucap Katerina sangat malu.


Zyano terkekeh "Hanya itu saja? aku pikir kau terluka, Kate. Baiklah, dimana kau meletakkannya?"


"Itu ada di atas kasur." tunjuk Katerina.


Zyano segera mengambilnya lalu memberikannya kepada Katerina.


"Terima kasih." ucap Katerina langsung menutup pintu kamar mandi.


Tok tok tok


Suara pintu yang diketuk dari luar. Zyano pun bergegas untuk membukakan pintu.


"Mom." Zyano terkejut melihat Zahra telah siap dengan pakaian yang sangat rapih.


"Zyan, apa kau sudah selesai mandi?" tanya Zahra.


"Sudah mom."


"Baguslah, kita akan makan malam di luar.  Hari ini para koki kelelahan, jadi mom memutuskan kita akan makan malam di luar saja. Kau tidak keberatan kan Zyan?" ucap Zahra memberitahukan.


"Tidak mom, baiklah aku dan Kate akan segera keluar."


"Iya, mom tunggu ya."


Zahra berlalu pergi, sedangkan Zyano menutup kembali pintu kamar bersamaan dengan Katerina yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Zyan, siapa yang mengetuk pintu?" tanya Katerina.


Zyano menelan saliva susah melihat jenjang leher Katerina yang begitu menggoda. Apalagi rambut Katerina yang basah.


"Itu tadi mom. Dia bilang kita akan makan malam diluar. Jadi, bersiaplah." jawab Zyano menahan gairah yang bergejolak dalam dirinya.


Katerina hanya mengangguk, lalu melanjutkan aktivitas nya. Ia berjalan dan duduk didepan cermin rias. Mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


Tanpa sadar Zyano melangkahkan kakinya mendekati Katerina, lalu memeluknya dari belakang, meletakkan kepalanya di celunguk leher Katerina untuk mencium aroma jasmine yang begitu memabukkan.


Katerina mematung, darahnya berdesir hebat kala nafas hangat Zyano terasa dilehernya. Bulu kuduknya nya meremang. Sementara, Zyano tidak sanggup lagi menahan gairah nya. Ia pun mencium leher Katerina dengan lembut.


Katerina hanya diam membiarkan bibir Zyano mencium lehernya. Melihat tidak ada perlawanan Zyano berani mencium, lalu menggigit leher Katerina sampai membiru, membuat tanda kepemilikan disana.


"Ahh." suara lenguhan keluar dari mulut Katerina hingga membuat Zyano langsung tersadar dan menjauhkan diri dari Katerina.


"Maaf Kate, segera lah bersiap. Aku akan menunggumu di luar." tukas Zyano bergegas keluar sebelum dirinya tidak bisa menahan diri.


Katerina meraba lehernya. Dari pantulan cermin dapat terlihat jelas lehernya membiru akibat perbuatan Zyano tadi. Pipi Katerina seketika merona mengingat dirinya juga nampak menikmati apa yang dilakukan Zyano tadi.


Tak ingin membuang waktu lama, Katerina segera merias diri lalu memakai gaun yang senada dengan warna kemeja Zyano tadi. Tak lupa juga Katerina memakai syal dilehernya untuk menutupi kissmark.


Setelah selesai Katerina turun dari kamar dan melihat keluarganya sudah menunggunya.


"Maaf semuanya aku terlambat. Apa kalian sudah menunggu lama?" tanya Katerina tidak enak hati.


"Tidak apa Kate. Baiklah, ayo kita berangkat sekarang!" ajak Zahra.


"Ayoo."


Mereka semua pun berangkat menuju restoran untuk makan malam bersama. Zyano pergi bersama Katerina sedangkan Zahra bersama Zeano dan juga Ziva.


Sesampainya di sana mereka disambut baik oleh manajer restoran. Bagaimana tidak? restoran itu milik keluarga Brawitama tentu saja harus disambut baik. Setelah itu mereka diantarkan ke ruang VIP termewah yang ada di restoran tersebut.


Para pelayan restoran segera menyiapkan makanan yang super enak untuk mereka semua. Dimulai dari makanan Appetizer, main course, dan dessert. Kini berbagai hidangan makanan telah tersaji dengan rapi di meja makan.


"Ayoo, silahkan dinikmati." ucap Zahra mempersilahkan.


"Selamat makan."


Zahra memberikan perhatian kepada suaminya dengan mengambilkan makanan kesukaan Zeano, lalu meletakkannya di piring. Katerina tampak begitu memerhatikan apa yang Zahra lakukan. Ka pun juga berinisiatif untuk memotong kan steak lalu memberikannya kepada Zyano.


Zyano tersenyum tipis melihat Katerina yang berusaha memberikan perhatian untuknya.


"Apa kau tidak ingin menyuapiku sayang?" tanya Zyano berbisik.


Katerina tersipu malu "Kau punya tangan sendiri, Zyan."


"Tapi aku ingin istriku yang menyuapiku." ujar Zyano berucap dengan manja.


"Baiklah, buka mulutmu." pinta Katerina.


Dengan senang hati Zyano membuka mulutnya, lalu Katerina memasukkan stek yang sudah dipotongnya kecil kedalam mulut Zyano.


"Bagaimana?"


"Hm, sangat lezat apalagi setelah disuapi oleh istri tercinta." jawab Zyano tersenyum menggoda.


"Zyan." Katerina tersenyum malu.


"Iya sayang, apa kau juga ingin aku menyuapi mu?" tanyanya suka sekali menggoda Katerina.


"Tidak! Aku bisa makan sendiri." tolak Katerina tersipu malu.


Zahra dan lainnya hanya terkekeh lucu melihat tingkah pengantin baru itu. Katerina masih malu-malu sedangkan Zyano suka sekali menggoda sampai pipi Katerina memerah.


"Aku senang melihat kalian berdua bahagia. Setidaknya, saat aku tiada nanti aku tidak perlu mengkhawatirkan kau lagi, Zyan." ungkap Zahra menatap kedua pengantin yang sedang dimabuk asmara.


"Mom, jangan berkata seperti itu. aku tidak suka mendengarnya." sanggah Zyano tidak suka.


"Baiklah, jika begitu kalian harus cepat-cepat memberikan cucu untukku ya. Agar aku bisa menikmati masa tuaku nanti bersama cucuku." pinta Zahra.


"Mom doakan saja, semoga aku bisa mencetak gol dan memberikan mom banyak cucu." balas Zyano tanpa rasa malu.


"Mantap, kalau perlu 5 cucu, Zyan." seru Zahra tertawa bahagia.


"Iya mom, kalau bisa 10 juga tidak apa, mom." balas Zyano membuat Katerina tercengang.


"Kau ingin membuatku mati Zyan?" tanya Katerina menatap tajam suaminya.


"Tidak sayang, kenapa kau berkata seperti itu?" jawab Zyano.


"Kau pikir melahirkan itu mudah hah?! Satu anak saja antara hidup dan mati, Zyan." tukas Katerina berdecak.


"Baiklah, aku hanya bercanda sayang." seru Zyano tertawa.


Katerina memutar bola matanya malas. Ia mendengus kesal, Zyano benar-benar merusak mood nya.


"Kate, jangan marah. Kami hanya bercanda. Kau memberikan satu cucu saja aku sudah sangat bahagia." tutur Zahra tersenyum ramah menatap menantunya.


"Benar kaka ipar, aku juga ingin mempunyai keponakan. Pasti sangat lucu dan imut." sahut Ziva.


"Kau dengar itu sayang, mereka menginginkan cucu dan keponakan yang lucu." bisik Zyano ditelinga Katerina.


"Aku tahu Zyan, kau tidak perlu menggoda ku seperti itu." Balas Katerina.


"Baiklah, itu artinya kau harus bersiap untuk mencetak gol malam ini." balas Zyano.


Katerina tersipu malu, tangan kanannya mencubit pinggang Zyano hingga sang empu menjerit kesakitan.


"Tidak perlu terburu-buru. Aku ingin kalian menikmati pernikahan ini dengan penuh kebahagiaan, soal cucu, aku memang menginginkannya tapi aku tidak akan memaksa kalian. Aku hanya ingin kalian bahagia dalam pernikahan ini." ungkap Zahra bijak.


"Iya, mom." jawab keduanya bersamaan.


"Ya sudah, lanjutkan makan nya." ucap Zeano.


"Terimakasih tuhan. Kau memberikanku kebahagiaan ini. Aku harap kebahagiaan ini tidak akan berakhir." ucap Katerina dalam hatinya.


Bersambung 😎


______________________________________________


Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN AND SHARE cerita ini ya guys :)


Menurut kalian cerita ini gimana??


Seru ga?


^^^Coretan Senja ✍️^^^