Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
70. SHOPPING BERSAMA IBU MERTUA


Dave membukakan pintu mobil begitu sampai di markas. Zyano keluar dengan wajah dingin dan datar. Melihat kedatangan bos besar semua orang yang berjaga di pintu utama menunduk hormat. Aura pengusaha Zyano terpencar jelas.


"Welcome bos." ujar Luca tersenyum hangat menyambut kedatangan Zyano. Di samping ada Lucky.


"Hm." Zyano hanya bergumam dan langsung masuk ke dalam. Sedangkan Dave memberikan kode kepada duo kembar itu agar ikut masuk ke dalam.


Zyano mendudukkan pantatnya di sofa. Ia bersandar dengan angkuhnya. Kedua kakinya menyilang layaknya penguasa. Sedangkan Dave, Luca dan Lucky berdiri di hadapannya.


"Duduk!"


"Baik, bos." Luca dan Lucky duduk bersebelahan sedangkan Dave sendiri.


"Dave, coba jelaskan apa yang terjadi?"


"Akhir-akhir ini ada yang mencoba meretas data king Draxler, tuan. Tapi untungnya Lucky bisa mengatasi hal itu." ucap Dave.


"Tidak hanya itu saja bahkan ada orang yang menyelidiki, tuan." ungkap Dave.


"Kau bilang, Lucky bisa mengatasi peretas itu? Lantas, kenapa masih ada orang yang menyelidiki tentang ku?" tanya Zyano.


"Kemungkinan mereka orang yang berbeda, tuan." ujar Dave.


"Ah, Jadi, maksudmu ada dua orang yang menyelidiki tentang ku? Satunya menyelidiki King Draxler dan satunya lagi menyelidiki tentang kehidupan pribadiku?"


"Benar, tuan." jawab Dave mengangguk.


Zyano terdiam sejenak. Ia heran mengapa ada orang yang menyelidiki tentang kehidupan pribadi nya. Padahal Zyano sudah menutup rapat identitas nya. Lalu siapa yang menyelidiki nya?


"Bos tenang saja. Identitas bos sebagai ketua king Draxler tidak akan terungkap. Lucky juga sudah memperkuat sistem keamanan. Jadi, tidak akan mudah diretas begitu saja." ujar Luca sambil menyeruput minumannya.


"Bukan itu yang ku pikirkan."


Luca dan Lucky saling pandang heran. "Lantas, apa bos?"


"Aku hanya penasaran siapa yang menyelidiki kehidupan pribadiku? Mengapa dia tertarik dengan kehidupan ku? Padahal tidak ada yang tahu siapa aku." ujar Zyano bertanya-tanya.


"Apa mungkin dia orang terdekat bos?" tanya Lucky.


"Tapi untuk apa dia mencari tau tentang bos?" tanya Luca bingung.


"Yah, karena dia ingin tahu lebih banyak tentang bos. Atau lebih tepatnya dia sedang mencari kelemahan bos." jawab Lucky yakin.


Zyano menarik sudut bibirnya. "Yah, kau benar, Lucky. Tidak ada alasan yang masuk akal selain itu."


"Apa bos ingin kami mencari tau soal itu?" tawar Luca.


"Tidak perlu karena aku sudah tau siapa orangnya." ujar Zyano menyeringai tipis.


"Siapa bos?" tanya Luca ikut penasaran.


"Hanya ada satu jawaban. Yang pasti dia orang yang ingin menjatuhkan bos. Tapi sayangnya dia tidak akan mendapatkan apa-apa dengan mencari tahu kehidupan pribadi bos." jawab Lucky.


"Tentu saja, karena kehidupan pribadi, tuan sangat bersih. Dia tidak akan bisa mendapatkan informasi apapun." sahut Dave.


Zyano tersenyum tipis. "Sepertinya kau sudah tau siapa orangnya, Dave?"


"Iya, tuan. Maaf saya terlambat memahami hal itu."


"Tidak masalah. Lagipula, informasi pribadiku tidak akan bermanfaat untuknya." ucap Zyano sambil menyeruput minumannya.


"Kali ini kau kalah cepat dengan, Lucky, Dave." ujar Luca.


"Yah, tuan, Lucky memang hebat dalam menganalisis sesuatu." balas Dave.


"Tidak juga. Itu hanya salah satu keahlian ku." ujar Lucky merendah diri. Padahal dalam hati senang bukan main.


"Ah ya, aku punya permintaan. Cari tahu siapa yang berusaha meretas data king Draxler. Temukan orang itu! Dia bisa jadi orang yang berbahaya untuk kita." Perintah Zyano.


"Baik, bos." jawab mereka bersamaan.


"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu." ucap Zyano bangkit dari duduknya.


"Apa bos langsung pergi begitu saja? Apa bos tidak ingin bermain-main dulu dengan para wanita yang sudah kami sewa?" tanya Luca menawarkan. Ia menepuk tangan sekali dan tak beberapa lama kemudian ada 4 wanita berpakaian seksi masuk. Mereka adalah wanita ****** yang sudah di sewa oleh Luca.


"Kemarilah." ujar Luca menyuruh para wanita itu duduk di sampingnya. Dua orang lagi duduk disamping Lucky.


"Ayo kita bersantai dulu, bos. Jangan terlalu tegang." ujar Lucky menarik salah satu wanita itu untuk duduk di pangkuannya sehingga memperlihatkan pahanya yang putih mulus.


"Haish, kalian cari mati." batin Dave dalam hatinya.


"Kau bilang apa tadi, Luca?" tanya Zyano memasang wajah datar.


"Apa bos tidak ingin bermain-main dengan wanita cantik ini? Ayolah, bos. Tidak ada salahnya mencoba. Mereka juga wanita pilihan. Tarifnya lumayan mahal." ujar Luca tanpa rasa bersalah.


Tanpa disuruh salah satu wanita itu mendekati Zyano. Ia mencoba merayu Zyano dengan menyentuh dada bidangnya. Belum sempat menyentuh tangan wanita itu sudah di pelintir Zyano. Ia mendorong tubuh wanita itu sampai jatuh di lantai.


"Jangan menyentuhku ******-!" geram Zyano mengeratkan rahangnya marah. Sorot matanya tajam. Sedangkan Wanita itu meringis kesakitan.


"Astaga, bos." Luca dan Lucky terkejut melihat kemarahan Zyano.


"Dengar baik-baik! Aku tidak tertarik dengan wanita manapun selain istriku! Sekali lagi kalian menyewa wanita ****** untukku aku tidak akan pernah memaafkan nya!" tegas Zyano sangat marah.


"M-maafkan kami bos."


Zyano langsung menyemprotkan cairan disenfektan ke tangannya tadi. Ia tidak suka ada wanita lain yang menyentuhnya. Zyano merasa jijik.


"Ayo pergi, Dave."


"Baik, tuan."


"Kalian aman kali ini." ujar Dave berbisik pada dua kembar itu. Mereka berdua menelan saliva susah. Tidak menyangka Zyano akan marah karena hal itu.


"Aku tidak tahu kalau bos sangat mencintai istrinya."


"Yah, kita sudah melakukan kesalahan fatal."


"Astaga, bodohnya." mereka berdua meruntuki kebodohannya masing-masing.


Sementara Zyano keluar dari markas dengan wajah muram. Dave dapat merasakan kemarahan Zyano. Terbukti para bawahan yang dilewatinya menunduk takut.


"Beraninya mereka menyewa wanita ****** untukku?! Apa mereka pikir aku menyukai wanita murahan itu?! Cih, melihatnya saja aku jijik apalagi menyentuhnya." gerutu Zyano sangat kesal.


Dave lebih memilih diam daripada berkomentar. Ia takut salah menjawab nanti malah kena semprot. Saat ini Zyano sedang marah besar. Jadi diam adalah solusi terbaik.


******


Sementara di mall Zahra dan Katerina sedang belanja. Keduanya sibuk memilih baju di toko mahal. Katerina berniat membelikan Zyano kemeja. Sambil dia juga membeli baju untuk dirinya.


"Kate, apa kau membelikan kemeja untuk, Zyano?" tanya Zahra.


"Iya, mom. Menurut mom bagus yang mana?" tanya Katerina sedikit bingung.


"Hm, semuanya bagus. Kau beli saja semuanya, Kate." jawab Zahra santai.


"Astaga, mom. Itu terlalu banyak."


"Tidak apa, Kate. Beli saja semuanya. Mom yakin, Zyano pasti suka apalagi yang membelikan nya istrinya. Dia tidak mungkin menolak." ujar Zahra.


Katerina tersipu malu. "Baiklah, aku beli semuanya saja."


"Good." Zahra mengacungkan jempol.


Setelah selesai berbelanja mereka memutuskan untuk makan di restoran terlebih dahulu sebelum pulang ke mansion. Zahra memesankan makanan kesukaan dirinya dan juga Katerina.


"Kate, apa kau lelah?" tanya Zahra.


"Yah, tapi aku senang bisa belanja bersama mom." jawab Katerina tersenyum.


"Benarkah? Mom juga senang bisa belanja bersama menantu mom. Lain kali kita sering-sering begini ya, Kate." pinta Zahra senang mendengarnya.


"Iya, mom." balas Katerina.


"Oh iya, Kate. Soal cucu kau tidak perlu memikirkannya lagi. Mom tidak akan ikut campur lagi. Itu terserah kalian berdua. Mom hanya ingin kalian bahagia dengan pernikahan ini." ujar Zahra.


"Aku tidak pernah menyalahkan mom. Aku tau mom sangat menginginkan cucu. Aku dapat mengerti hal itu mom."


"Yah, untuk sekarang kau tidak perlu memikirkannya lagi, Kate. Berbahagialah dengan pernikahan kalian. Nikmati saja masa-masa seperti ini."


"Iya, mom."


Setelah itu suasana menjadi canggung. Zahra tidak tahu lagi harus berkata apa begitupun Katerina. Keduanya sama-sama diam sambil menikmati makanan yang sudah tersedia.


"Harusnya aku tidak membahas soal cucu. Jadinya canggung begini kan." batin Zahra meruntuki kebodohannya. Susah payah dia membuat Katerina bahagia agar bisa melupakan hal itu tapi dirinya malah mengingatkan lagi. Hadeh.


"Apa, Zyan memberitahu mom soal kesedihan aku kemarin?" tanya Katerina dalam hatinya. Ia jadi merasa tidak enak hati dengan Zahra.


"Oh, iya, Budi. Kau berikan ini kepada, Lyla. Dan katakan padanya kalau ini hadiah dari mu!" ujar Zahra memberikan baju yang dipilihnya langsung.


"Tapi kenapa, nyonya? Bukankah ini hadiah dari nyonya?" tanya Budi heran.


Zahra menepuk jidatnya pusing. "Astaga, Budi. Kau ini memang bodoh. Aku ini sedang membantumu mendapatkan hati, Lyla! Jadi turuti saja perkataan ku!"


"Baik, nyonya. Terima kasih banyak."


"Haish, anak muda sekarang tidak peka sekali." gerutu Zahra berdecak sebal.


"Tunggu sebentar. Jadi, Budi menyukai, Lyla?" tanya Katerina baru tahu.


"Iya, Kate. Tapi dia terlalu bodoh. Masa sampai sekarang belum mengungkapkan perasaan? Hadeh, capek." jawab Zahra lelah.


"Astaga." Katerina terkejut mendengarnya.


"Kau benar-benar menyukai, Lyla?" tanya Katerina menatap Budi serius.


"Iya, nyonya."


"Bagus, aku mendukungmu, Budi. Kalau kau butuh bantuan katakan saja padaku!" ujar Katerina memberi jempol.


"B-baik, nyonya." Budi jadi bingung. Ia tidak menduga dua nyonya besarnya mau membantunya seperti ini. Benar-benar di luar dugaan.


"Ya, sudah sebaiknya kita pulang sekarang." ujar Zahra.


"Iya, mom. Aku juga sudah lelah."


"Ayo."


Saat mereka hendak pergi tiba-tiba saja ada yang menyapa Zahra.


"Jeng, Zahra?"


Zahra berbalik dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa orang yang menyapanya.


Bersambung 😎


______________________________________________


Diketik 1421 kata


Jangan lupa, Like, Vote Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰👍🥰👍🥰


^^^Coretan Senja ✍️^^^