Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
88. MEMINTA MAAF


"Hubby, apa hari ini jadwal mu padat?" tanya Katerina sambil mengikatkan dasi untuk Zyano.


"Hm, sepertinya tidak. Memangnya kenapa sayang?" ujar Zyano balik bertanya.


"Tidak apa-apa. Jangan pulang larut malam nanti kau kelelahan. Aku tidak ingin suamiku sakit." ucap Katerina perhatian.


Zyano terkekeh senang. "Hohoho ternyata istriku sangat mengkhawatirkan ku ya?" tanyanya menggoda.


Katerina tersipu malu. "Tentu saja."


"Baiklah, kau tenang saja sayang. Setelah semua pekerjaan ku di kantor selesai aku pasti akan langsung pulang." ujar Zyano yakin.


"Janji ya?"


"Iya sayang. Lagipula kalau aku terlalu lama di kantor nanti kau kesepian di sini."


"Oke aku tunggu."


Tok tok tok


Keduanya menoleh kearah pintu ketika terdengar ada yang mengetuk nya dari luar.


"Maaf tuan, nyonya. Ini saya, Rena." ucap Rena dari luar.


"Biar aku saja yang membuka pintu." ujar Katerina sedangkan Zyano memasang jam tangannya.


Ceklek


Begitu pintu terbuka maka terlihat Rena yang sedang berdiri.


"Ada apa, Rena?" tanya Katerina menatap maid nya itu.


"Itu nyonya saya hanya ingin memberitahu kalau di luar ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan, Zyano."


Katerina mengernyit. "Siapa?"


"Tuan, Felix dan istrinya nyonya."


"Ohh." Katerina hanya ber-oh ria. Walaupun sebenarnya dia tidak tahu siapa itu tuan Felix.


"Ada apa sayang?" tanya Zyano menghampiri istrinya.


"Itu loh hubby katanya ada tuan, Felix dan istrinya yang ingin bertemu hubby. Mereka sedang menunggu di ruang tamu." jawab Katerina.


Zyano tampak terkejut mendengarnya. "Tuan, Felix? Dia datang bersama istrinya?"


"Iya, tuan." sahut Rena.


"Untuk apa mereka datang ke sini?"


"Soal itu saya tidak tahu tuan."


Zyano terdiam sejenak. Ia menghela nafas. "Baiklah, aku akan menemuinya. Jadi siapkan minuman untuk mereka berdua."


"Baik, tuan. Kalau begitu saya permisi dulu." ucap Rena pamit undur diri. Ia langsung membuatkan minuman untuk tamu.


Tatapan Katerina beralih kepada suaminya. "Hubby, siapa itu tuan, Felix? Apa dia rekan bisnis mu?"


"Iya sayang tapi sekarang sudah tidak lagi."


Katerina mengerutkan keningnya bingung. "Maksudnya?"


"Kalau kau ingin tahu ayo ikut aku. Kita temui mereka berdua." ajak Zyano langsung menarik tangan istrinya.


"Tunggu dulu hubby." tahan Katerina.


Langkah Zyano terhenti. "Kenapa sayang?"


"Kau temui saja sendiri. Aku tidak ingin menganggu. Kalian pasti membicarakan masalah bisnis kan?"


"Bukan sayang!"


"Loh terus apa dong?"


"Makanya ikuti aku! Nanti kau juga tahu sayang." ujar Zyano menyeringai tipis.


Katerina hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik oleh suaminya. Dalam hatinya dia bertanya-tanya siapa Felix? Mengapa dia harus ikut menemui nya?


"Maaf sudah membuat kalian menunggu." ucap Zyano membuat Felix dan Irene refleks berdiri begitu melihat kedatangan pasutri itu.


"Ah iya, tidak apa-apa tuan. Saya dan istri saya juga baru datang." ujar Felix tersenyum ramah.


"Anda bukannya tante, Irene teman mommy Zahra kan?" tanya Katerina tampak shock melihat Irene.


"Iya, senang bisa bertemu dengan mu lagi, Katerina." ucap Irene tersenyum manis. Ia pura-pura bersikap baik dengan Katerina didepan suaminya.


"J-jadi anda istrinya tuan, Felix?" tanya Katerina.


"Iya, maaf saya lupa mengenalkan Irene. Dia istri saya." sahut Felix.


"Ohh begitu." Katerina mengangguk paham meskipun dia cukup terkejut mendengarnya. Akan tetapi ada keperluan apa Irene dan suaminya datang kemari? tanyanya dalam hati.


"Silahkan duduk tuan, Felix." ujar Zyano mempersilahkan keduanya untuk duduk.


"Ya, terima kasih tuan."


Tak beberapa lama akhirnya Rena datang membawakan minuman dan sedikit cemilan untuk tamu.


"Silahkan diminum tuan." ujar Rena.


"Iyaa terima kasih."


"Sama-sama tuan. Kalau begitu saya permisi dulu." ujar Rena kembali ke dapur.


Zyano duduk sambil menyilang kan kedua kakinya seperti bos besar. Ia menyandarkan punggung belakangnya ke sofa seraya menatap kedua tamu nya itu. Sedangkan Katerina masih bertanya-tanya dalam hatinya untuk apa Irene dan suaminya datang.


"Jadi, ada apa gerangan tuan, Felix tiba-tiba datang ke sini? Pasti ada hal penting yang ingin disampaikan bukan?" tanya Zyano menyeringai tipis.


Felix melirik istrinya sebentar dan kemudian berkata. "Ah ya, sebenarnya tujuan saya dan istri saya datang kemari ingin meminta maaf secara langsung kepada nyonya Katerina."


"Sebelumnya maaf, saya tidak tahu kalau istri saya sudah menyakiti perasaan nyonya Katerina dengan mengatakan hal yang tidak sepantasnya. Saya sangat terkejut dan tidak menyangka kalau istri saya melakukan hal itu. Makanya saya dan Irene datang ke sini untuk minta maaf." ucap Felix mengatakan maksud kedatangannya.


"Iya, Kate saya benar-benar minta maaf atas kejadian tidak mengenakan di restoran waktu itu. Saya sudah bersikap keterlaluan karena sudah menghina mu dan juga Zahra. Saya benar-benar menyesalinya." sahut Irene menundukkan kepalanya.


Katerina terdiam sejenak. Ia tidak menduga Irene akan datang dan meminta maaf seperti ini. Katerina tidak tahu harus mengatakan apa. Jujur saja dia masih marah tapi melihat etiket baik Irene yang sampai datang ke sini membuatnya jadi merasa tidak enak hati.


"Apa anda benar-benar menyadari kesalahan anda Nyonya, Irene?" tanya Zyano tidak percaya. Ia merasa wanita itu hanya berpura-pura.


"Tentu saja. Saya tulus ingin meminta maaf."


Zyano tersenyum kecut. "Tapi apa menurutmu hanya dengan kata maaf saja itu sudah cukup? Apa kau pernah memikirkan bagaimana perasaan istriku dan juga mommy setelah kau menghina mereka hah?!" bentak Zyano kesal.


"S-saya........." Irene terbata-bata tidak tahu harus berkata apa. Ia terserang panik karena dibentak.


"Zyan." Katerina menggenggam tangan suaminya. Ia tidak ingin Zyano lepas kontrol.


"Ku tanya padamu. Apa kau datang ke sini atas kemauan mu sendiri atau karena permintaan suamimu?" tanya Zyano.


Irene sangat terkejut dengan pertanyaan Zyano. Ia meneguk ludahnya susah. Bagaimana bisa Zyano tahu kalau dia datang kemari karena permintaan Felix?


"T-tentu saja atas kemauan saya sendiri. Saya benar-benar menyesal karena sudah menghina Katerina. Mulut saya memang suka berbicara sembarang. Untuk itu saya minta maaf. Tolong maafkan saya." ujar Irene memohon dengan kedua tangannya.


"Gampang sekali anda minta maaf. Kalau seandainya Katerina di posisi anda bagaimana? Apa mungkin ada akan memaafkan nya begitu saja?" ucap Zyano marah.


"S-saya tahu kalau kesalahan saya sangat berat untuk dimaafkan tapi setidaknya tolong hargai kedatangan saya kemari. Saya benar-benar tulus ingin meminta maaf. Saya mengakui bahwa saya salah." ujar Irene.


"Heh, apa hanya itu yang bisa anda lakukan? Setelah menghina istri dan juga ibu saya anda hanya bisa meminta maaf? Cih, semua orang juga bisa meminta maaf!" bentak Zyano marah.


"Saya paham kalau anda tidak akan mudah memaafkan kesalahan istri saya tuan, Zyano tapi kedatangan kami kemari benar-benar tulus ingin meminta maaf. Soal memaafkan atau tidak itu terserah kalian. Tapi yang pasti kami kesini dengan niatan minta maaf." sahut Felix ikut buka suara.


"Kalau........"


"Zyan, sudah cukup! Ku mohon, jangan marah."


"Tapi sayang......"


"Hubby, kau percaya padaku kan?" ujar Katerina semakin mengeratkan genggaman tangannya kepada Zyano. Ia sangat takut dengan situasi sekarang. Apalagi suaminya itu terlihat sangat marah. Ia tidak ingin merusak hubungan Felix dan Zyano hanya karena masalah ini.


Zyano hanya bisa menghela nafas panjang. Ia lemah kalau Katerina menatapnya seperti itu. "Baiklah, lakukan apapun yang kau inginkan sayang."


"Makasih hubby." Tatapan Katerina beralih kepada Irene yang masih menunduk.


"Saya menghargai niat baik anda Tante, Irene. Tapi bukankah saya sudah pernah mengatakan kalau saya tidak marah saat anda menghina saya tapi saya tidak terima kalau anda menghina ibu mertua saya. Seharusnya anda meminta maaf dengan mommy bukan saya!" ucap Katerina tegas.


"Tapi saya juga sudah menghina mu, Katerina. Itu artinya saya juga bersalah kepada anda."


"Saya tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena saya merasa ucapan anda tidak sepenuhnya salah. Saya juga sadar diri akan posisi saya. Jadi anda tidak perlu merasa bersalah lagi." ujar Katerina tersenyum.


"Sayang!" tegur Zyano tidak suka mendengar ucapan istrinya yang merendahkan dirinya sendiri.


"Tidak apa-apa hubby." ucap Katerina.


Zyano membuang muka kesal. Ia paling tidak suka mendengar kalau Katerina merendahkan dirinya seperti itu. Sedangkan Irene dan Felix cukup terkejut. Mereka tidak menyangka Katerina semudah itu memaafkan kesalahan yang telah diperbuat Irene. Dari sini hati Irene tersentuh. Perasaanya jadi campur aduk. Ia jadi merasa sangat bersalah dan tidak enak hati.


"J-jadi, kau mau memaafkan ku, Kate?" tanya Irene hampir tidak percaya.


"Iya Tante. Lagipula aku tidak ingin hubungan pertemanan tante dan juga mommy rusak hanya karena aku." jawab Katerina.


Hati Irene terhenyak. "K-kau sangat baik, Kate."


"Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan. Tapi yang penting kita menyadarinya dan mau meminta maaf. Itu sudah lebih dari cukup." ujar Katerina tersenyum manis.


"Terima kasih banyak, Kate." ucap Irene bernafas lega mendengarnya.


"Sama-sama tapi jangan lupa anda harus meminta maaf dengan mommy."


"Pasti! Aku pasti akan meminta maaf."


"Baguslah kalau begitu."


"Terima kasih atas kemurahan hati anda nyonya, Katerina. Anda memang wanita berhati malaikat." sahut Felix.


"Jangan terlalu memuji saya tuan, Felix. Saya hanya manusia biasa dan bukankah sesama manusia harus saling memaafkan?"


"Ah ya, anda benar."


Mereka terkekeh bahagia sedangkan Zyano hanya memasang wajah datar. Ia masih tidak bisa memaafkan kesalahan Irene.


"Tuan, Zyano kali ini saya akan mengatakan langsung kalau anda sangat beruntung bisa memiliki istri seperti Nyonya, Katerina. Dia sangat murah hati." ujar Felix memuji Katerina.


"Yah, aku tahu saking baiknya dia langsung memaafkan kesalahan orang lain padahal itu sangat fatal. Harusnya dia tidak terlalu baik nanti orang bersikap melunjak lagi." sindir Zyano menohok.


"Zyan!" tegur Katerina.


Felix tahu kalau Zyano masih tidak bisa memaafkan kesalahan istrinya. Tapi dia tidak marah karena Felix dapat mengerti kemarahan seorang suami saat istrinya dihina itu adalah hal yang wajar. Karena kalau dia diposisi itu dia pasti juga seperti Zyano.


"Baiklah, karena tidak ada hal lain lagi saya dan istri saya pamit pulang dulu." ujar Felix.


"Iya, benar. Kami pamit pulang dulu, Kate."


"Ya sudah mari saya antar keluar." ujar Katerina.


Mereka pun akhirnya keluar dari mansion. Katerina melambaikan tangannya saat mobil Felix melaju pergi meninggalkan mansion.


"Akhirnya satu masalah beres." batin Katerina lega.


Bersambung 😎


______________________________________________


Maaf otor baru bisa update yah karena sibuk bgt πŸ™πŸ™tapi otor selalu usahakan untuk tetap update walaupun ga teratur hihihi


Terima kasih atas pengertiannya πŸ₯°πŸ₯°


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya πŸ₯°πŸ‘πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


^^^Coretan Senja ^^^