Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
S2 : EPISODE 136


Katerina termenung menatap langit malam indah yang dihiasi bintang-bintang. Rambut panjangnya berterbangan karena hembusan angin. Udara malam itu terasa menyejukkan namun juga menusuk kulit. Kedua matanya terpejam menikmati suasana yang penuh ketenangan itu.


"Sayang, ternyata kau disini hm?"


Katerina tersentak saat merasakan tangan kekar seseorang memeluk perutnya dari belakang. Ia menolehkan kepalanya ke belakang dan mendapati suaminya tengah tersenyum menatapnya.


Cup


Satu kecupan manis mendarat di pipi kirinya. Merasa tak puas Zyano pun membalikkan badan sang istri lalu mencium bibirnya yang tampak menggoda. Ciuman itu lembut hingga membuat Katerina terbuai dengan permainan bibir suaminya. Setelah merasa kehabisan nafas keduanya pun menyudahi ciuman itu.


"Hubby." Wajah Katerina merona merah. Jantungnya berdegup kencang. Pipinya terasa panas karena malu. Netra keduanya bertatapan intens.


"Aku mencari mu kemana-mana tapi ternyata kau bersembunyi di taman. Apa yang kau lakukan sayang? Di sini dingin nanti kau masuk angin. Ayo kita masuk." ajaknya.


Katerina menjawab. "Maaf hubby tadi aku bosan makanya cari angin di luar."


"Ya sudah, kalau begitu sekarang ayo kita masuk."


Katerina menggeleng. "Nanti dulu hubby aku masih ingin disini."


"Tapi disini dingin, Kate. Aku tidak ingin kau masuk angin." ujar Zyano menatap istrinya khawatir.


"Please, hubby. Sebentar saja." pintanya dengan mata berbinar.


"Tidak ada bantahan sayang."


Aaaaaaaaa


Katerina memekik saat tubuhnya terangkat. Zyano menggendongnya dan membawanya kembali ke kamar. Sementara Katerina meronta-ronta minta diturunkan.


"Hubby, turunkan aku!"


Zyano tak menghiraukan perkataan istrinya meskipun Katerina beberapa kali memukul dada bidang nya.


"Ish, hubby tuli ya?" decak Katerina menggerutu kesal begitu sampai kamar Zyano baru menurunkan nya.


"Maaf."


Katerina menepis tangan Zyano. "Ah, sudahlah." Ia mendengus dan kemudian duduk di kasur dengan wajah manyun.


"Sayang, jangan marah. Aku hanya tidak ingin kau sakit karena terlalu lama di luar. Udara malam tidak baik untuk ibu hamil." ujar Zyano mendudukkan pantatnya di samping sang istri.


Katerina menghela nafas. "Aku tidak marah!" ujar Katerina mencebikkan bibirnya sebal.


"Lalu, kenapa bibirmu manyun begitu hm? Apa kau minta dicium?" tanyanya Zyano sengaja menggoda.


"T-tentu saja tidak!" jawabnya lekas-lekas menutupi bibir nya dengan tangan kanannya takut diserang singa jantan.


Zyano terkekeh pelan. Ia menarik pinggang ramping Katerina supaya lebih dekat.


"Sayang, aku sangat lelah." ucap Zyano sambil membenamkan wajahnya di celunguk leher istrinya, sementara kedua tangannya memeluk erat pinggang ramping Katerina. Niatnya ingin bermanja-manja dengan sang istri.


Katerina menghela nafas. Marahnya mereda saat melihat wajah suaminya yang tampak kelelahan. Akhir-akhir ini Zyano memang sangat sibuk bekerja sampai lupa waktu karena sebentar lagi dia akan menggantikan posisi ayahnya sebagai Presdir. Di tambah dia juga berniat mempersiapkan kejutan ulang tahun Zahra yang bertepatan dengan hari pelantikan nya nanti. Jadi, dia harus kerja ekstra untuk menyelesaikan semua pekerjaan nya.


"Hubby."


"Hm?" Zyano hanya berdehem tanpa menatap wajah Katerina. Dia masih nyaman dengan posisi nya yang sedang memeluk istrinya dari samping. Sesekali dia juga mengecup leher istrinya karena gemas.


"Aku punya usul. Bagaimana kalau aku saja yang mempersiapkan kejutan ulang tahun mommy nanti?"


"Tidak boleh!" tolak Zyano langsung duduk tegap menatap istrinya serius.


"Kenapa?" tanya Katerina bingung.


"Sayang, apa kau sudah lupa dengan perkataan dokter? Kau tidak boleh kelelahan. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu kalau kau melakukan aktivitas berat."


"Tapi hubby bagiku itu tidak berat."


"Aku bilang tidak boleh ya tidak sayang!" ujar Zyano tegas.


"Apa dimata hubby aku sangat lemah sehingga aku tidak boleh melakukan apapun? Aku jadi iri dengan para istri yang lain karena mereka bisa menyiapkan pesta ulang tahun untuk mertuanya. Pasti sangat menyenangkan. Sementara aku tidak bisa melakukan apa-apa." ujar Katerina memakai jurus andalan nya yaitu akting berpura-pura sedih supaya Zyano luluh.


"B-bukan begitu sayang. Astaga, jangan menangis." Zyano panik melihat istrinya berlinang air mata.


"Tapi kenyataannya begitu kan?"


"Oh ayolah, Kate. Ini semua demi kebaikan mu sayang."


"Tapi ini tidak baik untuk hubby!" bentak Katerina berdiri membuat Zyano terkejut.


Tangan nya terangkat membelai wajah Zyano. "Lihatlah, wajah hubby seperti zombie karena terlalu lelah mengurus banyak hal. Hanya karena hubby lebih kuat bukan berarti hubby tidak bisa kelelahan. Sama seperti hubby yang tidak ingin terjadi sesuatu padaku aku pun juga begitu. Aku tidak ingin suamiku sampai sakit karena terlalu over bekerja!"


Sesaat, Zyano tertegun mendengar perkataan istrinya. Ada rasa bahagia dihatinya karena istrinya mempedulikannya.


"Ku mohon hubby, sekali ini saja. Aku tidak ingin hubby sakit. Jadi, kali ini biarkan aku yang mengatur pesta ulang tahun mommy."


"Tapi sayang...."


"Jangan keras kepala, Zyan!" sarkas Katerina menghunus tatapan tajam kepada suaminya seolah tidak suka.


Zyano terkekeh. "Baiklah, tapi dengan syarat kau hanya jadi pengarah nya saja. Untuk hal yang bersifat berat seperti mengangkat dan semacamnya tidak diperbolehkan. Kau mengerti sayang?"


"Tenang saja hubby soal itu bisa diatur. Aku tidak akan memaksakan diri kalau memang tidak bisa."


"Oke, aku pegang ucapanmu. Aku tidak ingin mendengar kalau terjadi sesuatu padamu. Jika sampai itu terjadi maka aku akan menarik kembali perkataan ku!"


"Iya-iya hubby. Astaga, kau mengkhawatirkan ku terlalu berlebihan." ujar Katerina.


"Uwu, so sweet banget sih." ujar Katerina terharu mendengar nya. Ia membelai wajah tampan suaminya dan kemudian mengecup nya.


Cup


"Kalau bagi hubby aku yang paling utama maka bagi ku hubby juga yang paling utama. Jadi, jangan terlalu memaksakan diri. Okey?"


"Apa kau sedang mengkhawatirkan ku sayang?"


"Tentu saja. Aku selalu mengkhawatirkan hubby. Bukan hanya hubby saja yang mengkhawatirkan ku." jawabnya ketus.


Zyano terkekeh. "Benarkah?"


"Aku serius, Zyan!" ucap Katerina menangkup wajah Zyano dengan kedua tangannya. Ia benar-benar khawatir.


Zyano tersenyum. "Hm, aku tahu sayang." Ia memeluk pinggang ramping Katerina dan kemudian membenamkan wajahnya di perut sang istri. Sementara Katerina mengelus lembut kepala Zyano. Cukup lama mereka bertahan dalam posisi itu.


"Aku sudah tidak sabar menantikan kehadiran bayi kita." Ucap Zyano sambil mengangkat satu tangannya mengusap perut istrinya dengan lembut.


Katerina tersenyum mendengarnya. "Iya hubby aku juga tidak sabar tapi aku lebih penasaran seperti apa wajahnya nanti?"


"Yang pasti kalau laki-laki maka dia akan tampan seperti ayahnya dan kalau perempuan dia akan cantik seperti ibunya." ujar Zyano membuat Katerina tersipu malu.


"Tapi bagaimana kalau seandainya kembar?"


"Hm, kalau kembar maka wajahnya campuran antara kita berdua hahaha."


"Hahahaha benar juga." keduanya tertawa terbahak-bahak.


"Apapun hasilnya nanti aku berharap kalian selalu sehat."


"Tentu saja hubby."


"Hm, ya sudah sekarang lebih baik kau tidur. Besok kita akan pergi ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lanjutan."


"Iya hubby."


Setelah itu keduanya tidur saling berpelukan satu sama lain menjaga kehangatan.


******


Sementara itu di kediaman keluarga Argawihana tampak seorang pria paruh baya sedang terbaring lemah dengan berbagai macam alat penunjang hidup. Pria itu tak lain adalah Erland. Penyakit jantung nya kumat lagi hingga menyebabkan kesehatannya menurun drastis. Maya yang melihat nya tak tega.


Maya meraih tangan Erland dan menggenggam nya sambil berkata. "Tuan, ini saya, Maya."


Erland perlahan membuka kedua matanya yang terasa berat. Ia menoleh sedikit ke samping kanannya dan mendapati Maya sedang menatapnya sambil tersenyum pilu.


"Maya.." Ucapnya berat.


"Iya tuan, ini saya. Maaf karena saya baru datang mengunjungi tuan. Saya tidak tahu kalau tuan sedang sakit. Maafkan saya tuan." ujar Maya menunduk merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, Maya. Ini bukan salahmu. Lagipula aku memang sengaja tidak memberitahu mu karena aku tidak ingin menganggu mu."


"Jangan berkata seperti itu tuan. Anda sama sekali tidak menggangu. Saya lebih sedih kalau tuan tidak memberitahu saya."


Erland hanya tersenyum tipis. "Omong-omong bagaimana kabar cucuku? Apa dia baik-baik saja?"


"Anda tidak perlu khawatir tuan, Katerina baik-baik saja bahkan sekarang hidupnya penuh kebahagiaan. Suaminya menjaganya dengan baik bahkan dia juga sedang hamil."


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu. Aku senang mendengarnya." ujar Erland tersenyum lega.


"Daripada itu, tuan juga harus menjaga kesehatan supaya bisa melihat cicit tuan saat sudah lahir nanti."


"Aku harap juga begitu, Maya tapi sepertinya keadaan ku tidak memungkinkan."


"Anda jangan putus asa tuan. Saya yakin anda pasti sembuh dan sehat kembali." ujar Maya.


"Iya, Maya tapi sebelum itu aku ingin minta tolong padamu." ucap Erland.


Maya mengerutkan keningnya. "Minta tolong apa tuan?"


"Bisakah kau mempertemukan aku dengan, Katerina? Aku ingin bicara dengannya." ujar Erland.


Maya tampak terkejut. "Apa tuan ingin memberitahu semuanya kepada, Katerina?"


"Yah, karena ini sudah waktunya dia tahu siapa dirinya. Jadi, Maya, aku minta tolong padamu pertemukan aku dengan cucuku tanpa sepengetahuan Hendri. Apa kau bisa melakukan itu?"


"Tentu saja tuan. Secepatnya saya akan mempertemukan tuan dengan Katerina."


"Terima kasih banyak, Maya."


"Sama-sama, tuan."


"Ingat, jangan sampai Hendri tahu soal ini!"


"Baik, tuan saya mengerti."


Erland tersenyum menatap langit-langit kamarnya. "Aku sudah tidak sabar ingin bertemu cucuku dan mendengar nya memanggil ku kakek." gumamnya berharap.


Bersambung 😎


______________________________________________


Jangan lupa Like dan VOTE HARI SENIN NYAA YAK 😇😇😇💎


^^^Coretan Senja ✍️^^^