
Setelah mendapatkan perintah dari Zyano. Dave langsung mengabari setiap media tentang kasus Andi yang sedang mendekam di penjara. Sontak saja hal itu membuat para media mendapatkan berita spektakuler.
Kini, berbagai media ramai memberitakan tentang Andi Cristopher yang sedang dipenjara, bahkan para wartawan langsung berdatangan ke perusahaan Cristopher company untuk menanyakan lebih terkait pimpinan mereka yang sedang dipenjara.
Nama Andi kini menjadi perbincangan hangat diberbagai media hanya dalam waktu singkat. Semua berita tentang skandal artis langsung turun drastis hanya karena berita Andi. Berbagai spekulasi manusia bermunculan di media. Ada yang terang-terangan menghina Andi dan lain sebagainya.
Olivia yang baru saja sampai di perusahaan Alberto Company langsung di gundrung para wartawan. Tidak hanya Cristopher Company yang didatangi para wartawan. Namun, ternyata Alberto Company juga jadi sasaran para wartawan karena mereka tahu Olivia dan Rei akan bertunangan.
"Nona, Olivia mengapa Andi Cristopher bisa dipenjara?"
"Iya nona, saya dengar Andi Cristopher melakukan percobaan pembunuhan dengan Katerina putri kandungnya sendiri. Apa benar begitu nona, Olivia?"
"Mengapa, Andi Cristopher ingin membunuh putrinya sendiri? Apa yang sebenarnya terjadi nona? mohon berikan kami keterangan yang jelas?!"
Olivia tidak menjawab pertanyaan dari para wartawan. Sebisa mungkin dia menghindarinya karena tidak bisa memberikan keterangan apapun.
Bukannya berhenti para wartawan malah semakin gencar ingin tahu segalanya. Mereka terus saja menghimpit bahkan mendorong tubuh Olivia hingga terjatuh di tanah.
"Hentikan! Jangan membuat keributan di perusahaan ku atau kalian semua aku tuntut!" teriak Rei yang akhirnya memutuskan untuk keluar dari perusahaannya.
Mendengar teriakan itu sontak saja para wartawan mundur. Dengan cepat Rei dan Angga bergegas menghampiri Olivia yang sedang menahan sakit akibat terjatuh. Rei segera mengendong Olivia dan membawanya masuk kedalam perusahaannya.
"Angga, bereskan semua kekacauan ini!" perintah Rei pada asistennya.
"Baik tuan, Rei."
Rei membawa Olivia masuk kedalam ruangannya sedangkan Angga mengusir para wartawan agar tidak membuat keributan di Alberto Company.
Rei meletakkan Olivia di sofa, lalu menyuruh sekretarisnya untuk mengobati luka dilutut Olivia yang tergores. Sesekali Olivia meringis saat obat merah itu dioleskan ke lututnya. Setelah selesai sekretaris Rei keluar dari ruangan untuk membiarkan Rei dan Olivia untuk berbicara.
"Apa yang sebenarnya terjadi Olivia? Apa benar ayahmu ada dipenjara?" tanya Rei duduk di meja menatap Olivia tajam.
Olivia mengangguk lemah "Iya, ayahku memang ada dipenjara."
"Kenapa bisa sampai masuk penjara?" tanya Rei tidak habis pikir.
Olivia pun menceritakan semua yang dilakukan Andi pada Katerina. Rei yang mendengar itu jadi emosi dan langsung menggebrak meja dengan kerasnya.
"Dasar bedebah sialan! Apa dia sudah kehabisan akal? Mengapa dia bisa berpikir untuk menikahkan Katerina dengan pria tua bangka seperti tuan Heri? Wajar saja jika Katerina menolak dan menuntut ayahmu. Dia memang pantas mendekam di penjara!" tukas Rei, geram menggertak giginya marah.
Olivia bangkit dari duduknya "Rei, mengapa kau jadi menghina ayahku hah! Apa kau tidak memikirkan jika ayahku dipenjara maka hancur sudah reputasinya dan pertunangan kita terancam batal." sarkas Olivia marah.
"Dia memang pantas dipenjara dan aku setuju dengan apa yang dilakukan suami Katerina. Jika aku yang menjadi suami Katerina, maka aku juga pasti akan melakukan hal yang sama dengannya." tegas Rei dengan sorot mata setajam silet.
"Tapi apa pernah kau berpikir jika ayahku dipenjara maka semua masalah ini kita yang terkena dampaknya?!" ujar Olivia.
"Lalu, apa pernah juga ayahmu berpikir bahwa dirinya sangat bodoh. Dengan memaksa Katerina untuk menikah dengan tuan Heri lalu mencoba melakukan percobaan pembunuhan. Apa sempat dia berpikir bahwa itu semua akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri! Tidak bukan? ayahmu itu sangat egois dan pantas dipenjara." cibir Rei sangat menohok.
"CUKUP REI! Jangan menghina ayahku lagi! Aku tahu kau masih mencintai kakakku tapi ingat satu hal dia sudah menikah dan kau tidak akan mungkin bisa bersama dengannya. Camkan itu baik-baik!" bentak Olivia.
Rei tertawa sarkas. "Aku memang masih mencintai Katerina, bahkan mungkin sangat mencintainya tapi karena dirimu aku jadi kehilangannya. Dan aku juga tahu kalau Katerina sudah menikah tapi bisa saja cinta itu akan mempersatukan aku dan Katerina kembali. Lantas, kau bisa apa hah?!"
"Jangan harap kau bisa bersama Katerina! Itu tidak pernah terjadi karena aku sendiri yang akan menjadi penghalang untuk hubungan kalian!"
"Kau harus ingat Rei, dalam perutku ini ada anakmu dan kalau kakakku tahu akan hal itu. Apa mungkin dia mau menerima pria brengsek sepertimu hah?!"
"Dan menurutku suaminya jauh lebih baik darimu." lanjut Olivia mengejek.
"Diam! Jangan pernah kau memuji pria arrogant itu didepan ku. Dia sama sekali tidak pantas dibandingkan dengan diriku." sarkas Rei tidak terima.
"Iya kau benar, karena suaminya lebih hebat darimu itulah sebabnya dia tidak pantas dibandingkan dengan dirimu yang tidak ada apa-apanya."
"Cukup Olivia! Jika kau ingin memujinya puji saja didepannya jangan didepan ku!" sarkas Rei kesal.
BRAK!
Pintu dibuka dengan kasarnya membuat keduanya langsung menatap ke arah pintu. Rei langsung berdiri ketika melihat papahnya datang dengan wajah masam dan penuh amarah.
"Papa." lirih Rei.
"Apa-apaan ini Rei! Berita macam apa ini hah?!" bentak Rangga melempar kasar surat kabar di atas meja membuat Rei dan Olivia terlonjak kaget.
Didalam surat kabar itu terlihat dengan jelas berita Andi Cristopher melakukan percobaan pembunuhan dan pemaksaan nikah untuk melancarkan relasi bisnisnya. Tidak hanya itu saja bahkan Alberto Company juga ikut serta dilibatkan terkait dalam kasus itu.
"Lihatlah, berita gila apa ini hah! Apa kau tahu berita ini menyebabkan saham kita menjadi turun drastis." tukas Rangga sangat marah.
Rangga menatap calon menantunya dengan hati marah "Olivia, bisa kau jelaskan semua ini hah! Kenapa ayahmu sampai berbuat hal menjijikkan seperti itu? Apa otaknya sudah tidak waras lagi?" tanya Rangga penuh amarah.
"Om, aku minta maaf. Aku juga tidak tahu kalau ayah bisa melakukan hal segila itu untuk relasi bisnisnya. Aku juga sama terkejutnya dengan Om saat tahu kalau ayah ingin menikahkan kaka dengan tuan Heri."
"Maaf mu tidak berguna Olivia! Faktanya sekarang semua masalah yang terjadi di keluarga mu berdampak buruk untuk perusahaan ku. Aku tidak mau tahu, kau harus menyelesaikan semua ini dan mengatakan pada media kalau Alberto Company sama sekali tidak terlibat dalam kasus ayahmu. Jika tidak, maka aku sendiri yang akan bertindak."
"Karena perbuatan gila ayahmu saham Alberto Company turun drastis. Perusahaan mengalami kerugian besar!" tegas Rangga naik pitam.
"Pah, tenang dulu. Nanti jantung papa sakit lagi." sahut Rei khawatir.
"Bagaimana aku bisa tenang hah! Saat ini semua media hanya memberitakan tentang Andi Cristopher dan lebih parahnya mereka mengaitkan permasalahan itu kedalam Alberto Company karena statusmu yang akan segera bertunangan dengan, Olivia." sarkas Rangga meninggikan suaranya.
"Aku tahu pah, tapi apa dengan marah semua permasalahan ini akan selesai? cobalah untuk lebih tenang. Aku berjanji akan menyelesaikan semua ini. Alberto Company tidak akan terlibat dalam kasus ini." seru Rei, menenangkan ayahnya karena takut penyakit jantung Rangga kambuh lagi.
"Baiklah, aku akan memberikan kalian waktu selama 3 hari. Bereskan semua masalah dan kekacauan ini. Jika tidak, maka dengan sangat terpaksa aku akan membatalkan pertunangan kalian sampai masalah ini reda." ancam Rangga serius.
"Om, aku mohon jangan batalkan pertunangan ini." pinta Olivia cemas.
"Maaf Olivia, aku tidak bisa berjanji. Jika kau bisa menyelesaikan permasalahan ini dalam 3 hari kedepan maka pertunangan akan tetap berlanjut tapi jika tidak, maka dengan sangat terpaksa pertunangan kalian harus dibatalkan!" balas Rangga.
"Tapi om aku sedang hamil. Jika dibatalkan bagaimana nasib anak ini?" tanya Olivia memegangi perutnya.
"Aku tahu Olivia, tapi semua ini terjadi karena ulah ayahmu. Jika ayahmu tidak melakukan hal gila ini maka semua permasalahan ini tidak mungkin terjadi dan Alberto company tidak harus menanggung kerugian besar. Salahkan ayahmu sendiri karena sudah berbuat hal gila seperti ini." jawab Rangga tegas lalu melangkah keluar dengan wajah masam.
"Om, aku mohon jangan dibatalkan." lirih Olivia memohon tapi Rangga keburu pergi.
"Arghhhhh sial." teriak Olivia frustasi. Sedangkan Rei tersenyum bahagia.
Inilah yang paling ditakutkan Olivia karena perbuatan ayahnya pertunangan nya dengan Rei terancam batal.
"Kau dengar sendiri Olivia? jika kau tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini maka pertunangan kita batal!" ucap Rei nampak sangat senang.
"Jangan senang dulu Rei. Apa kau pikir dengan batalnya pertunangan kita maka kau akan lepas dari tanggung jawabmu? Heh, jangan bermimpi. Ingat jika aku memberitahu media mengenai kehamilan ku maka sudah dipastikan kita akan hancur bersama-sama."
"Beraninya kau mengancam ku Olivia. Jangan coba-coba untuk melakukan hal gila itu atau kau akan menambah masalah baru." ujar Rei memperingati Olivia.
"Aku memang gila sama seperti ayahku. Jika aku hancur kalian juga harus hancur!" sarkas Olivia tersenyum miring.
"Dasar wanita gila, aku benar-benar menyesal mengapa aku bisa tergoda dengan wanita ular sepertimu." cibir Rei.
"Salahkan dirimu sendiri karena tergoda dengan tubuhku."
Rei berdecih "Cih."
"Sekarang kau harus membantu ku untuk menyelesaikan permasalahan ini, jika tidak maka semuanya akan semakin kacau." ucap Olivia memijit pelipisnya.
"Pikirkan saja sendiri, kau yang harus bertanggung jawab atas perbuatan ayahmu. Kenapa jadi aku yang harus memikirkan semuanya." ujar Rei malas.
"Sial, apa yang harus aku lakukan sekarang? aku benar-benar kehabisan akal." batin Olivia berpikir keras.
"Aku harus memikirkan bagaimana caranya agar Olivia tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini. Dengan begitu setidaknya pertunangan aku dan Olivia akan batal. Dia tidak akan bisa memaksaku untuk menikah sampai ayahnya keluar dari penjara." ucap Rei dalam hatinya, tersenyum licik.
"Tapi sebelum itu aku harus mengatakan pada media kalau Alberto Company sama sekali tidak terlibat dalam kasus ini agar kemarahan papa sedikit mereda."
...*******...
Sedangkan ditempat lain Zyano nampak tersenyum puas melihat berita hot yang sedang meraja lela di media sosial. Tidak hanya itu saja bahkan Alberto Company juga tekena dampaknya. Hal itu tentu saja membuat Zyano tambah senang.
"Reino Alberto, ingin berebut wanita denganku? Heh, jangan harap kau bisa merebut apa yang sudah menjadi milikku. Apa yang menjadi milikku tidak akan bisa tersentuh oleh siapapun termasuk dirimu, Reino Alberto."
"Ini hanya sekedar peringatan besar untukmu Reino. Jangan coba-coba mengusikku atau menganggu milikku karena setelahnya kau tidak akan bisa tenang." ucap Zyano menangkup kedua tangannya dengan seringai licik menghiasi bibirnya.
Bersambung 😎
______________________________________________
Hohoho sekali mendayung dua pulau terlampaui 🤣🤣
Zyano kalau balas dendam gak main-main 😌
Jangan lupa, Like, Vote, Komen, dan Share ya guys :)
^^^Coretan Senja ✍️^^^