Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
83. GAIRAH YANG TERTAHAN


Beberapa hari kemudian....


Di sebuah kamar ada seorang wanita yang terus mondar-mandir tidak tenang. Dia adalah Sera. Wanita itu terus saja memikirkan berbagai cara untuk membebaskan Andi dari penjara tapi sayangnya sampai saat ini dia tidak memiliki rencana apapun. Ia kehabisan akal.


Sera bisa saja menculik Katerina lalu memaksanya untuk membebaskan Andi tapi rencana itu terlalu beresiko untuknya. Malahan bisa saja dirinya sendiri yang akan masuk ke penjara dan itu justru menambah masalah baru. Untuk itu Sera berpikir keras agar rencananya tidak membahayakan dirinya sendiri. Mendapat desakan dari Olivia membuatnya tidak bisa berfikir apapun.


Sera terduduk lemah di kasur. Ia memijit keningnya pusing. Berkali-kali pun dia memikirkan tetap saja dia tidak memiliki rencana apapun. Ini sulit karena hubungannya dengan Katerina sangat buruk. Jadi tidak mudah untuk membujuknya.


"Apa yang harus kulakukan?" gumam Sera berpikir keras.


Drttttt drttttt


Sera tersentak begitu mendengar ponselnya berdering. Ada panggilan masuk dari Katerina.


"Hallo."


"Hallo, nyonya, Sera."


"Sepertinya kau masih mengingat bagaimana cara memanggil ku tapi sayangnya sekarang aku bukan majikan mu." ujar Sera tersenyum tipis.


"Ah ya, maaf saya lupa. Lalu, saya harus memanggil anda seperti apa? Ibu? Tante? atau bagaimana?" tanya Katerina menyindir.


"Tidak perlu basa-basi. Katakan saja apa mau mu menelpon ku?!" tanya Sera to the poin. Ia malas berbincang-bincang dengan Katerina.


Katerina terkekeh pelan. "Astaga, ternyata anda orang yang tidak sabaran ya nyonya, Sera."


"Tutup mulutmu! Kalau kau menelpon ku untuk hal yang tidak penting. Maaf, aku tidak punya waktu untuk meladeni mu karena aku sangat sibuk!" ujar Sera tegas.


"Ah begitu ya? Padahal saya ingin mengajak anda bertemu tapi sayangnya ternyata anda sibuk ya?" ucap Katerina tarik ulur.


"Bertemu? Untuk apa?" tanya Sera jadi penasaran.


"Hm ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan anda."


"Soal apa?"


"Soal, Andi Cristopher."


Sera terkejut mendengarnya. "Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Sera mulai tertarik.


Katerina menarik sudut bibirnya tersenyum. "Kalau anda memang tertarik maka datanglah ke Flight Restaurant siang ini! Saya tunggu." ujar Katerina.


"Untuk apa?"


Tuttttt


Panggilan dimatikan secara sepihak oleh Katerina.


"Hallo, Kate."


"Kate."


Sela berdecak sebal. "Ck, sial. Telponnya dimatikan begitu saja. Apa sebenarnya yang direncanakan anak itu? Apa maunya?" gumam Sera bertanya-tanya. Ia benar-benar penasaran.


"Aku harus menemuinya!" ujar Sera yakin.


Sementara Katerina menyeringai licik setelah mematikan telpon tadi. Ia sengaja membuat Sera penasaran dengan begitu maka wanita itu pasti akan datang menemuinya. Kalau bukan dengan cara tadi Sera tidak akan mungkin tertarik.


"Sayang, kau yakin ingin menemui wanita itu?" tanya Zyano tiba-tiba melingkarkan tangannya di leher Katerina dari belakang. Wanita itu sedang duduk di depan meja rias.


"Iya, Zyan. Lagipula hanya wanita itu yang bisa membujuk, Andi nanti." jawab Katerina tersenyum licik.


"Sepertinya istriku punya rencana yang besar. Aku jadi ikut menantikan nya."


"Tentu saja kau hanya perlu jadi penonton saja, Zyan."


Zyano terkekeh. "Baiklah, tapi aku sedih karena tidak bisa menemanimu sayang. Aku harus ke kantor hari ini." ucap Zyano lesu.


"Tidak masalah honey. Aku bisa melakukannya sendiri. Kau hanya perlu mempercayai istrimu ini." ujar Katerina membelai wajah tampan Zyano.


"Iya aku tau sayang tapi tetap saja aku mengkhawatirkan mu."


"Tidak perlu cemas honey. Aku kan pergi bersama Budi. Jadi, aku pasti baik-baik saja. Lagipula wanita itu tidak akan bisa melukai ku karena resikonya terlalu besar." ucap Katerina tersenyum.


"Ya sudah, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku!" pinta Zyano tegas.


"Iya, Zyan."


"Oh iya, kapan kau ke kantor, Zyan. Ini sudah jam delapan lewat. Kau bisa terlambat." ujar Katerina bangkit dari duduknya.


"Terlambat juga tidak apa sayang. Aku kan bosnya. Tidak ada yang berani memarahiku." ucap Zyano sombong.


"Aku yang akan memarahi mu!" tegas Katerina menjewer telinga Zyano.


"Augh, sakit sayang." jerit Zyano merintih menahan sakit karena jaweran Katerina. Wanita itu tidak disangka sangat kuat tenangnya.


"Makanya cepat pergi ke kantor!" ujar Katerina tegas.


"Iya-iya, lepaskan dulu telingaku, sayang." pinta Zyano.


Begitu di lepaskan Zyano menghela nafas lega. Telinganya sedikit memerah akibat jaweran istrinya. Tidak disangka ternyata Katerina kalau marah bahaya.


"Itu salahmu sendiri!"


"Kenapa jadi salahku?"


Katerina menghela nafas. "Zyan, aku tau kalau kau bos besar. Tapi sebagai bos harusnya kau bisa mencontoh kan yang baik kepada pegawai mu. Jangan terlambat ke kantor meskipun kau seorang bos. Apa kata orang nanti kalau seandainya bos-nya saja sering terlambat? Itu tidak baik untuk citra mu, Zyan. Aku tidak ingin suamiku di cap tidak baik oleh orang lain!" ujar Katerina.


Zyano tertegun. "Wah istriku ternyata sangat bijaksana. Aku tidak menyangka kau memikirkan citraku dimata orang lain. Tapi aku senang kalau kau mengkhawatirkan ku sayang." balas Zyano sambil menggoda.


"Cukup, Zyan! Jangan menggodaku terus!" ujar Katerina merona.


Zyano terkekeh pelan. "Baiklah, ayo pasangkan dasi untukku." pintanya.


Katerina pun memasangkan dasi untuk Zyano. Tangannya sangat lihai membelit dasi itu sampai akhirnya terikat rapi. Tak lupa juga Katerina memasangkan jas hitam kepada Zyano. Kini, suaminya sudah siap berangkat ke kantor.


"Astaga, suamiku sangat tampan." ucap Katerina memuji. Melihat Zyano dalam balutan jas membuat nya terpesona.


"Jangan menggodaku sayang. Kau tahu beberapa hari ini aku menahan diri untuk tidak menyentuhmu karena kau sedang datang tamu." ujar Zyano memperingati.


"Hohoho, kasian sekali suamiku ini. Kau pasti sangat menderita ya honey?" tanya Katerina meraba perut sixpack suaminya.


"Tanganmu nakal sayang." ucap Zyano langsung menahan tangan Katerina sebelum dirinya kehabisan akal.


"Ah maaf, aku tidak bermaksud begitu. Jangan marah honey." ujar Katerina menatap suaminya sendu. Ia melanjutkan perkataannya. "Dan sebagai permintaan maaf aku akan memberimu hadiah."


"Hadiah apa?"


Cup


Tanpa aba-aba Katerina langsung mencium bibir suaminya. Zyano yang mendapat serangan mendadak itu terkejut tapi dia tidak menolaknya. Justru Zyano malah menyukai saat Katerina bersikap agresif begini.


Ciuman itu sangat lembut sampai membuat Zyano terbuai akan belain istrinya. Tanpa sadar dia menginginkan lebih tapi sayangnya Katerina malah menghentikan ciuman itu.


"Kenapa berhenti sayang?"


Katerina memajukan wajahnya. "Kita lanjutkan nanti malam ya honey." bisiknya menggoda ditelinga Zyano.


Zyano tercengang. "Mana bisa begitu sayang? Kau harus bertanggung jawab karena sudah membangunkan singa tidur." ucap Zyano dengan tatapan penuh gairah.


"Iya, Zyan tapi tidak sekarang karena kau harus ke kantor!" ujar Katerina.


"Jangan bercanda sayang. Kau mau menyiksa ku hah?!" bentak Zyano kesal. Sudah di tengah jalan malah berhenti. Hadeh.


"Maaf, Zyan. Aku tidak bermaksud begitu." ucap Katerina memasang wajah bersalah. Pura-pura sedih lebih tepatnya.


Zyano mengembuskan napas gusar. "Baiklah, aku akan ke kantor." ujarnya sambil mengusap wajahnya kasar. Ia harus bisa menahan diri sampai malam.


"Iya, Zyan. Ayo aku akan mengantarmu ke bawah." ajak Katerina.


"Tidak perlu sayang. Kau tunggu disini saja."


"Loh kenapa?" Katerina mengerutkan keningnya.


Zyano memajukan wajahnya. "Kau harus banyak istirahat sebelum nanti malam kau kelelahan. Jadi, persiapkan dirimu baik-baik sayang." bisiknya menggoda.


Katerina menelan saliva susah. "Astaga, habis aku malam ini." batin Katerina meruntuki kebodohannya karena sudah membangunkan singa lapar.


"Aku pergi dulu sayang." ujar Zyano sambil mengecup kening Katerina.


"Iya hati-hati honey."


"Hm."


Melihat kepergian suaminya Katerina terduduk lemas di kasur. Ia menyadarkan punggung belakang nya di headboard.


"Mati aku malam ini dihabisi singa lapar." gumam Katerina bergidik ngeri membayangkan dirinya yang tepar karena Zyano. Apalagi dia sudah lama menahan diri.


Sedangkan Zyano kesal bukan main. Ia masuk ke dalam mobilnya dengan wajah muram.


"Arghhhhhhh, sial. Dia memang sengaja menyiksaku! Awas saja sayang, aku tidak akan berbaik hati nanti malam." ucap Zyano dalam hatinya sambil menyeringai tipis.


"Apa yang terjadi dengan tuan, Zyano? Mengapa dia tiba-tiba tersenyum aneh seperti itu?" tanya Dave dalam hatinya bingung.


"Ah, sudahlah itu bukan urusanku."


Bersambung 😎


______________________________________________


Haduh kasian banget Zyan udh setengah jalan eh malah berhenti 🀣🀣🀣🀣


menyiksa banget tuh pasti 🀭🀭


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya πŸ₯°πŸ‘πŸ₯°πŸ‘πŸ₯°πŸ‘πŸ₯°πŸ₯°


OH IYA JANGAN LUPA VOTE HARI SENIN🌹🌹🌹🌹


^^^Coretan Senja ✍️^^^