
Pagi harinya, Anastasia bangun dari tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi. Hari ini dia berencana utk pergi melihat cabang yg ada di sana, setelah selesai bersiap ia pun turun dan melihat yg lainnya sudah berkumpul di meja makan.
" Kak, hari ini mau ke mana?? " tanya Kriss.
" Melihat cabang perusahaan, Stev mana?? " tanya Anastasia.
" Dia sudah pergi lebih dulu, katanya ada yg perlu dia urus. " sahut Cassandra.
" Kenapa dia sesibuk itu?? " tanya Veronica.
Cassandra hanya mengangkat kedua bahunya sebagai tanda ia tdk tahu, mereka pun sarapan dgn damai. Setelah selesai Anastasia pun bergegas membawa mobilnya utk pergi ke cabang perusahaan nya.
Damian dan Prensais juga sama dgnnya kerena itu mereka sangat sibuk, sedangkan Vero dkk dan yg lain berjaga di rumah. Beberapa Anastasia tugaskan utk mengecek persiapan yg dilakukan keluarga itu dan apa saja yg mereka rencanakan.
Setelah berkendara selama hampir setengah jam, Anastasia pun sampai di cabangnya. Anastasia segera turun dari mobilnya dgn sebuah kaca mata hitam yg ada di matanya dan mesuk ke gedung yg ada di depannya.
Saat masuk bukan hal baru bagi Anastasia jika ia menjadi pusat perhatian, karena semua karyawan yg bekerja di sana belum mengenalinya sebagai pemimpin. Yg mereka kenali hanya Stev atau Cassandra yg sesekali di tugaskan Anastasia ke sana.
Saat melewati lobi utamanya, Anastasia berhenti sejenak. Di sisi lain ia berdiri terlihat sekumpulan orang-orang yg sedang memperhatikan keributan, Anastasia tdk suka melihat nya. Bukan kpd orang-orang yg berkumpul dan tdk berkerja, tapi kpd orang yg membuat keributan di sana.
Ia pun berjalan mendekati kumpulan itu dan melihat apa yg terjadi. Ia melihat seorang yg sepertinya mendapatkan kedudukan tinggi di sana, sedang menindas orang yg ada di bawahnya.
" Kau bisa kerja yg benar gak, sih?!! Jika kau lalai kita bisa rugi!! " ucap wanita itu dgn nada membentak.
" Ma.. Maafkan saya. " ucap yg satu lagi.
" Maaf, maaf. Dari tadi maaf terus. Kau sadar gak, sih. Kerja mu itu gak becus!! Buat apa kau kerja di sini jika tugas kaya gini aja gak bisa!! "
Perempuan itu terus saja membentak dan mencaci orang yg ada di depannya itu, sedangkan yg lainnya hanya dia karena tdk berani melawan.
" Hemm.... Dia masuk ke dlm jenis wanita angkuh, ya. " batin Anastasia.
Karena tdk tahan lagi dgn keributan itu, ia pun memutuskan utk ikut campur dgn tangannya sendiri.
" Hentikan, apa hak mu membentak nya?? " tanya Anastasia.
Akhirnya semua mata pun tertuju kpdnya, begitu pun dgn kedua perempuan itu. " Ah, menyusahkan. " batinnya.
" Siapa kau?!! Berani sekali ikut campur urusan kami?!! " tanya perempuan itu angkuh.
" Kau tdk tahu siapa aku?? Kalau begitu kau siapa, hah?? "
" Huh, aku?!! Aku Lila siskia, direktur keuangan di sini. "
" Aku benci sifat angkuhnya. " batin Anastasia. " Kau, panggil Stev kamari, fast. "
Anastasia menyuruh orang yg ada di sebelah nya itu utk memanggil asisten nya, dan tanpa orang itu sadari dia langsung mengikuti keinginan Anastasia. " Kenapa aku menurutinya, ya. Ah, sudahlah lakukan saja. " batin orang itu.
" Heh, perempuan sombong. Jawab pertanyaan ku tadi. Siapa kau, hah?? " tanya nya lagi.
Anastasia hanya menatapnya datar, ia tdk tertarik bicara dgn perempuan itu lebih lama. Ia sudah tahu siapa perempuan itu dan bekerja sebagai apa dia, itu saja sudah cukup utk menerus kesalahan nya karena tdk sopan kpdnya.
Tdk lama kemudian Stev pun datang bersama dgn peria yg tadi di suruh Anastasia, pria itu masih bingung karena tubuhnya bergerak sendiri mendengar perintah Anastasia.
" Lady, ada yg bisa ku bantu?? " tanya Stev.
" Stev, pecat perempuan bernama Lila Siskia dari direktur keuangan. " ucap Anastasia datar.
Mendengar itu membuat semua yg ada di sana tersentak, terutama Lila. Perempuan yg ia hina tadi bilang ingin dia di pecat.
" Baik Lady. " ucap Stev, ia tahu dari pria yg menemuinya tadi. Sepertinya perempuan itu menyinggung Lady nya.
" Tuan... Tuan Stev, aku mohon jgn pecat aku. Aku sudah bekerja dgn baik selama ini. " mohon Lila.
" Maaf sekali, nona. Aku hanya mengikuti keinginan CEO. " ucap Stev.
Sekali lagi itu membuat semua orang yg ada di sana terkejut, CEO dia bilang, perempuan semuda itu CEO mereka. Sulit di percaya oleh mereka, tapi itulah yg kebenarannya.
Perempuan itu pun melirik Anastasia, ia pun kembali memohon-mohon utk tdk di pecat dari sana.
" Saya mohon, nona. Tolong jgn pecat saya, saya benar-benar minta maaf. " ucap Lila.
" Hooh, kemana keangkuhan mu tadi, hah?? " tanya Anastasia dgn senyum mengejek, sambil melepaskan kaca mata nya.
" Sa.. Saya benar-benar minta maaf, nona. Saya tdk tahu jika.... "
" Tdk tahu jika aku atasan mu. " potong Anastasia cepat. " Huh, seharusnya kau tahu kontrak kerja mu dari awal. Peraturan paling penting selain berkerja dgn baik dan tdk mencurangi perusahaan adalah tetap rendah hari. Aku tdk suka orang angkuh ada di wilayah ku, jadi sebaiknya kau koreksi sikap mu terlebih dahulu. "
Mendengar itu Lila hanya diam terduduk, ia tdk tahu jika CEO akan berkunjung hari ini. Jika tdk maka ia pasti akan berusaha tampil baik di hadapan nya. Yg lainya pun ikut mendengar kan semua perkataan Anastasia dgn baik, mereka tdk mau kembali mengulang kesalahan seperti perempuan yg sekarang ada di depan mereka.
Ia pun pergi meninggalkan mereka yg masih mematung dia sana, Stev mengurus sisanya tentang pemecatan orang yg Anastasia maksud. Yg lain pun ikut bubar setelah atasan mereka pergi, mereka tdk membicarakan sifat Anastasia. Tapi mereka kagum dgn nya karena keadilan nya, Anastasia terkenal sangat perhatian meski tdk pernah datang langsung ke sana. Dan saat dia datang ia lengsung mencuri hati orang-orang utk menaati semua yg ia perintahkan.
Anastasia sampai di ruangan nya, ia pun langsung duduk di kursinya. Ia menghela nafasnya memikirkan apa yg harus ia lakukan selanjutnya, apa dia harus mengumumkan kedatangan nya atau lebih baik jadi kejutan saja. Mungkin pilihan kedua lebih baik.
Lamunan Anastasia pun buyar ketika mendengar suara pintu nya di ketuk.
" Masuk. " ucap Anastasia.
Pintu itu pun terbuka dan masuklah seorang gadis, gadis yg tadi di bully di loby.
" Oh, kau.. "
" Iya, nona. Saya.... Saya ingin mengucapkan Terima kasih. " ucap gadis itu sambil membungkuk badannya.
" Siapa namamu?? "
" Iya, Nona. Ah, nama saya Thea, nona. "
" Mulai sekarang kau akan menggantikan posisi perempuan itu, kuharap kau akan bekerja dgn baik. "
Gadis di depannya tercengang mendengar keputusan Anastasia, ia tahu ia terlalu mudah memberikn itu. Tapi dari laporan Stev salama ini gadis itulah yg paling aktif di bagian ke uangan.
" Kau tdk mau?? " tanya Anastasia.
" Eh, ti... Tdk, saya hanya terkejut. " ucap nya gugup.
" Jadi?? "
" Saya.. Saya akan menerimanya. Saya akan berusaha utk tdk mengecewakan anda, nona. "
" Kalau begitu kembalilah. " ucap Anastasia sambil memutar kursinya membelakangi gadis itu.
" Baik. "
Gadis itu pun kembali membungkuk sebelum akhirnya pergi, dan Anastasia kembali memikirkan apa yg tadi ia pikiran. Ia pun mengambil telpon di atas mejanya yg langsung terhubung kpd Stev.
" Stev, keruangan ku segera. " ucap Anastasia, kemudian langsung mematikan telpon nya.
Tdk lama pintunya kembali di ketuk dan masuklah Stev ke dlm sana.
" Lady. " panggilan.
Anastasia kembali memutar tubuhnya menghadap Stev.
" Bagaimana kerja sama dgn kedua keluarga itu?? " tanya Anastasia.
" Mereka belum menyadarinya kalau kita yg membantu sekaligus menyerang mereka, Lady. Sedangkan utk perusahaan Manhave, kita sudah mendapatkan 30 persen saham di sana. " jelas Stev.
" Bagus, dgn begitu kita bisa menekan mereka. "
Anastasia menyeringai ketika mendengar laporan itu, ia sudah tdk sabar utk melihat kehancuran mereka.
" Bagaimana dgn undangan dari mereka?? "
" Ada Lady, ini"
Stev pun memberikan amplop undangan di tangannya, ia juga sudah mendapatkan beberapa utk yg lain.
" Kapan mereka mengadakan pestanya?? " ucap Anastasia tanpa melihat isi amplopnya.
" Sekitar 3 hari lagi, Lady. Mereka akan melakukan nya di kediaman baru milik mereka. Karena kami berhasil membuat mereka meninggal kediaman yg lama dan meledakkan nya. "
" Hemmm... Bagus, apa ada yg curiga? "
" Tdk, Lady. Semua yg ada di negara ini, sama seperti negara S. Sudah kita kendalikan dgn baik, mereka mengira kalau ledakan itu berasal dari kebocoran gas. "
" Baiklah, kau bisa kembali. Oh, tunggu. "
" Iya Lady?? "
" Aku ingin kau menghancurkan karir artis bernama Lolita Laurasia. Sebarkan video prostitusi nya utk mendapatkan ketenaran, dan keterangan serta bukti lain. Ingat utk mengunci video itu agar tdk bisa di hapus orang lain. "
" Baik Lady. "
Stev mengangguk paham apa yg diinginkan Lady nya, ia pun segera pergi dan memaksakan apa yg di perintah kan.
" Akhirnya aku akan membalas kalian semua, Orang-orang tdk tahu Terima kasih. " ucap Anastasia dgn seringai yg sangat mengerikan.