Mafia Girl

Mafia Girl
eps 47


Mereka pun baru sadar kalau Anastasia masih hilang kendari, mereka melihat beberapa guru yg mencoba menenangkan Anastasia. Tapi hasilnya nihil, Anastasia sama sekali tdk mendengar kan mereka, bahkan para guru itupun ketakutan karenanya.


" Nana, hentikan. kau bisa membunuhnya. " ucap Ryuzen.


" Sejak kapan kau peduli aku membunuh seseorang atau tdk, Ryu. " Anastasia menatap Ryuzen dgn tatapan tajam, bahkan Ryuzen dibuat merinding dgn tatapan itu.


" Nana, hentikanlah. Kita bisa membicarakan nya. " bujuk Damian.


Mendengar itu Anastasia langsung menghentikan tindakan nya, ia berbalik dan menatap Damian dan yg lainnya dgn tajam. Meski begitu ia juga mulai menangis, membuat mereka semakin panik dgn hal itu.


" Membicarakan nya? Membicarakan nya katamu. APA YG PERLU DIBICARAKAN LAGI!! DIA MENGHANCURKAN NYA, MENGHANCURKAN SATU-SATUNYA KENANGAN KAKEK. APA LAGI YG PERLU DIBICARAKAN?! " bentak Anastasia yg masih emosi.


Air mata nya semakin berlinang membasahi pipinya, kalung itu satu-satunya hal yg ia miliki utk mengenang mendiang kakek lin, dan itu telah dihancurkan. Hal itu yg membuatnya murka, selama ini dia sangat memperhatikan kalung itu, menjaganya dgn baik. Ia bahkan menyembunyikan nya dari keluarga itu agar tdk dirampas.


Tapi kalung itu dihancurkan begitu saja di depannya. Damian yg mendengar hal itu bisa mengerti dgn perasaan Anastasia, ia tahu jika kakek lin adalah satu-satunya sandaran saat ia masih kecil. Tapi ia juga tdk mau Anastasia larut dlm amarahnya. Hatinya sakit ketika ia melihat Anastasia menangis seperti itu didepan nya, ia pun mendekati Anastasia utk menenangkan nya yg sedang histeris.


" Damian apa yg kau lakukan? Menjauh darinya. " ucap Ryuzen.


Damian tdk menghiraukan ucapan Ryuzen dan terus mendekat kearah Anastasia.


" KENAPA?!KENAPA KAU TDK MEMBIARKAN KU MENGHABISI WANITA JA***G ITU!!. APA KAU MEMBELANYA?! PADAHAL KAU TAHU APA ARTI KALUNG ITU BAGIKU, TAPI KENAPA KAU MEMBIARKAN NYA BEGITU SAJA!! " Anastasia semakin histeris dgn apa yg terjadi.


Vero dkk dan yg lainnya terus memperingati Damian utk tdk mendekati Anastasia yg lepas kendali, tapi ia tetap tdk menghiraukan nya. Damian menarik Anastasia kedalam pelukannya, ia mendekapnya dgn sangat erat. Anastasia merasa terkejut karena Damian memeluknya tiba-tiba, ia menjatuhkan pisau lipatnya dan mematung karenanya.


" Aku tahu kalung itu sangat berharga, tapi jika kau seperti ini pun kakek lin tdk akan bangkit kembali. " ucap Damian.


Air mata Anastasia kembali berlinang, ia sadar dgn apa yg telah ia lakukan. Karena ia sangat marah, ia jadi tdk bisa mengendalikan dirinya. Ia memeluk Damian dgn sangat erat, ia sangat membutuhkan sandaran saat ini. Ia terus terisak didlm pelukan Damian.


" Hiks... Apa yg harus ku lakukan? hiks.. " ucap Anastasia disela tangisannya.


" Kau harus tetap berjalan, nana. Kau harus kuat, jika kau butuh seseorang yg bisa kau jadikan sandaran, aku ada disini. Semua teman kita ada disini, kau tdk sendiri. Jika kau ingin menangis, menangislah dgn keras. Lepaskan bebanmu dan bagilah masalah mu dgn kami. " Damian mengelus rambut Anastasia dgn sayang utk menenangkan nya.


Semua orang yg ada disana terkejut karena Anastasia bisa menangis seperti itu, tapi mereka juga merasa iba setelah mendengar alasan Anastasia. Mereka juga terkejut karena Damian memeluk Anastasia seperti itu, mereka mulai meyakini kalau Anastasia dan Damian saling mencintai.


Vero dkk dan yg lainnya pun merasa lega karena Anastasia sudah kembali tenang, Ryu meminta pihak sekolah dan semua murid disana utk merahasiakan hal ini. Mereka pun menyetujui nya, bagaimana pun sekolah ini juga milik Anastasia, mereka tdk berani utk mempermasalahkan ini setelah melihat Anastasia yg marah. Ryuzen juga meminta beberapa Anak buahnya utk membawa Luna pergi dari sana.


Saat Damian merasa bahwa Anastasia sudah lebih tenang ia melepaskan pelukannya. Tatapan Anastasia menjadi sangat kosong, ia tdk menunjukan ekspresi apapun lagi, hal itu membuat mereka menjadi semakin khawatir. Tdk lama kemudian pintu kantin kembali terbuka dan masuklah prensais, Zaroon, dan Justic kesana. Membuat semua orang kembali heboh dgn hal itu.


Prensais memang sedang bersama mereka saat Sherly menelponnya, karena itu mereka ikut utk melihat apa yg terjadi. Prensais langsung bergegas mendekati Anastasia dgn perasaan yg sangat khawatir, apalagi saat melihat Anastasia seperti itu.


" Nana, apa yg terjadi kpd Mu? kenapa kau jadi seperti ini? " ucap Prensais yg sangat khawatir.


" Kita bicarakan itu nanti saja, kakak. " ucap Sherly, yg merasa sedih.


Prensais pun mengerti dan mengiyakan ucapan Sherly, ia sangat kesal kpd dirimya sendiri karena datang saat semuanya berakhir.


" Entahlah, dia bahkan tdk merespon ucapan siapapun. " jawab Damian.


" Sebenarnya apa yg terjadi disini sih, kenapa semua berkumpul disini? " tanya Justic yg semakin penasaran.


" Kak Nana ngamuk, puas. " ucap Leo ketus.


" Ya ampun, kan cuma ditanya kenapa marah gitu. "


" Leo masih kesel sama wanita tadi, dia menyerah kak Nana utk menjauhi kak Damian, dan membuatnya menangis. " ucap Jordan.


" Lalu bagaimana kita.... " ucap Cassandra.


Ucapan nya terhenti karena Anastasia tiba-tiba saja ambruk didepan mereka, Damian langsung memangku Anastasia dan berlari menuju mobil, disusul yg lainnya. Mereka semakin panik karena Anastasia yg tiba-tiba tdk sadarkan diri, mereka langsung pergi kerumah sakit tempat Jeffrey karena hanya dia yg dipercaya utk memeriksa Anastasia.


Dirumah sakit suasana mereka menjadi hening, tdk ada yg bicara satupun. Sampai Keluarga Crawless dan Chornelia datang kesana. Kedua keluarga itu telah bertemu satu sama lain beberapa waktu yg lalu dan menjadi semakin akrab. Mereka langsung pergi kerumah sakit setelah mendengar kabar tentang Anastasia.


" Ren, apa yg terjadi kpd Nana? " tanya Clara dgn penuh kekhawatiran.


" Nana masih diperiksa, mah. " jawab prensais.


" Bagaimana ini bisa terjadi, Damian bukankah kau ada disana waktu itu? " tanya Claudia.


" Dia bertemu dgn Luna, bu. " ucap Damian yg merasa sangat pusing dgn semua kejadian ini.


" Luna? Maksudmu wanita itu? "


" Iya, siapa lagi? "


" Apa yg dia lakukan kpd Nana, Damian. Kenapa bisa seperti ini? " tanya Albert.


" Dia datang kesana dan menampar kak Nana, ayah. Dia juga menyuruh kak Nana menjauhi kak Damian, setelah itu ia menghancurkan kalung kak Nana dan membuat kak Nana mengamuk. " ucap Leo yg nyatanya masih kesal.


" Kalung apa? " tanya Aria.


" Kalung peninggalan kakek lin, itu adalah benda yg paling berharga bagi Nana. Kakek lin adalah satu-satunya orang yg peling berharga bagi Nana dari keluarga itu. " jelas Damian.


" Apa kak Nana akan baik-baik saja?. " tanya Violetta.


" Dia pasti baik. Tenang saja, Nana itu gadis yg kuat." ucap Cassandra menenangkan Violetta dan kedua keluarga itu, dan dianggukki oleh Vero, Katania, dan Adrian.


Mereka senang karena Anastasia mendapatkan teman seperti mereka, setidaknya ada orang yg bisa menemani Anastasia selain keluarga nya. Tdk lama kemudian pintu ruang tempat Anastasia terbuka dan keluarlah Jeffrey dari dlm sana.