
Saat ini, Anastasia dkk sedang berada di kantin, setelah pelajaran yg membuat Anastasia pusing karena terus di mintai utk mengajari mereka memainkan piano, akhirnya Anastasia bisa beristirahat dari nya.
Terlihat sekali dari wajah kusut Anastasia, bahwa dia benar-benar sangat lelah menghadapi semua permintaan itu.
" Kak Nana, cape sekali ya? " tanya Sherly.
" Aku tdk pernah menjadi seleb dadakan seperti itu. " jawab Anastasia.
" Kau itu bukan seleb dadakan, tapi udah jadi pengusaha sukses tau. Sudah cepat makan makanan mu. " ucap Cassandra terkesan memerintah.
Anastasia hanya menatap nya tdk percaya, apa sekarang dia yg diperintahkan Cassandra. Tapi karena terlalu pusing utk berdebat ia pun hanya menurut saja.
" Eh, Eh. Nanti kita Bolos aja yuk. " ajak Veronica.
" Kau ini malah mengajak hal yg tdk benar. " sahut Cavita.
" Iya lagian, setelah ini jam pelajaran guru killer. Males dah liat wajah guru itu. "
" Setuju, dah ngejelasin gak ngerti di kasih soal juga banyak, kita bolos aja. " sahut Jordan yg juga di angguki oleh Leo.
" Itu mh kalian nya aja yg bodoh. " ucap Anastasia datar.
Mendengar ucapan Anastasia membuat mereka merasa seperti ditusuk sebuah pisau, bisa-bisa nya Anastasia mengatakan itu dgn wajah yg tdk berdosa. Mereka pun malah mengomel tdk jelas, dan yg pasti tdk di dengar oleh Anastasia.
" Haha... Sudahlah, jadi kita mau ke mana bolos nya? " tanya Katania.
" Atap gimana? " ucap Jordan.
" Bosen. " sahut Anastasia datar.
" Perpustakaan? " tanya Cavita.
" Kau mau bolos apa belajar? " tanya balik Anastasia.
Dan setelah sekian banyak tempat yg di sarankan oleh mereka, tdk ada yg berhasil membuat Anastasia tertarik.
" Arghh... Kak Nana ini gimana sih, katanya mau bolos? " tanya Leo.
" Iya, pilih tempat yg gak sering ku datangi dong, kan bosen ke sana mulu. " ucap Anastasia.
" Jadi kita mau ke mana, nih? " tanya Adrian.
" Aku sih ikut aja. " sahut Kriss.
" Bagaimana jika taman sekolah sebelah timur, disana tdk sering di datangi oleh orang-orang. " usul Sherly.
" Oke. " sahut Anastasia.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi ke sana, seharusnya dari awal mereka memilih tempat yg sepi utk Anastasia.
Namun di sisi lain, mereka tdk menyadari kalau mereka sedang di incar, atau lebih tepat nya Anastasia yg diincar. Beberapa pria sedang mengawasi mereka dari tempat yg di punggungi oleh Anastasia.
Mereka bahkan sudah menyiapkan senjata utk menembaknya, dan saat persiapan mereka selesai. Mereka langsung menargetkan Anastasia, meski mereka tdk berhasil pun setidaknya Sherly yg duduk di depan Anastasia pasti terkena tembakan itu. Dan itu akan membuat peluang utk mereka kabur.
Disaat yg sama Sherly tdk sengaja menjatuhkan telpon yg ia taruh di meja, otomatis dia pun menunduk utk mengambilnya.
" Oh, ya ampun. " ucap Sherly dan...
DOR....
Suara tembakan yg kuat membuat seisi kantin terkejut, mereka mengira kalau itu adalah suara benda jatuh, dan yg pasti mereka langsung mencari-cari asal suara itu.
Tdk terkecuali dgn Veronica dan yg lainnya, tapi yg membuat mereka lebih terkejut lagi, tembakan itu mengenai pipi sebelah kanan Anastasia. Meski hanya sebuah goresan kerena Anastasia sempat memiringkan kepalanya saat itu, tapi tetap saja darah mengalir dari sana.
" Kak Nana?!! " ucap Kriss terkejut.
Anastasia masih diam tdk berkutik, ia hanya menyentuh pipinya dan melihat darah yg menetes dari sana. Dia pun mulai geram dan berdiri sambil menggebrak meja di hadapan nya.
BRAK......
" Be******k!!. " ucapnya geram.
Anastasia berbalik menghadap asal tembakan itu dan menarik senjatanya yg ia sembunyikan dibalik rok nya. Cassandra yg menyadari itu pun memperingati semua orang yg ada di kantin.
" SEMUANYA TIARAP!!! " ucap Cassandra.
Mendengar itu semua orang pun langsung mengikuti intruksi darinya, beberapa ada yg langsung menggulingkan meja mereka ke samping utk memastikan mereka aman, mereka jadi ketakutan kerena gak itu, tdk terkecuali dgn Sherly dan Cavita yg masih tdk bisa membantu mereka.
Vero dkk pun mulai menyebar secara diam-diam saat Anastasia menembaki orang-orang itu. Mendapatkan perlawanan dari Anastasia tentu saja mereka juga tdk tinggal diam, akhirnya baku tembak pun terjadi di sana.
Anastasia berhasil menjatuhkan 3 diantara 5 pria itu, dan yg tersisa harus mendapatkan perlawanan dari Vero dkk, Leo dan Jordan dari jarak dekat. Saat kedua pria itu berhasil di bekuk, mereka pun langsung membawanya ke hadapan Anastasia yg sudah kembali duduk dgn tenang.
" Kak, pipimu terluka. Biarkan aku mengobatinya. " ucap Sherly yg langsung mengeluarkan beberapa plester dan obat luka dari balik sakunya.
" Kenapa kau membawa semua itu? " tanya Anastasia basa basi.
" Ah, i.. itu hanya utk jaga-jaga saja. " jawabnya tersenyum kikuk.
Ia pun mulai mengobati luka Anastasia, murid yg lainnya juga mulai kembali berdiri dan berkumpul di tempat Anastasia utk melihat apa yg terjadi. Mereka sangat kesal karena ada orang-orang yg mau membuat kerusuhan di sekolah mereka, juga membuat Anastasia terluka yg merupakan orang yg mampu melindungi mereka dari Merlia dkk. (Hubungan yg menguntungkan haha..)
" Katakan siapa yg menyuruh kalian? " tanya Anastasia dingin.
Kedua pria itu hanya diam karena ketakutan, mereka sudah dengar kalau terget mereka pasti di lindungi, tapi mereka tdk menduga kalau dia juga membawa senjata.
" Ka.. Kami tdk bisa memberi tahu mu. " ucap pria yg satu.
" Hooh, begitu? Kau tahu apa yg harus kau lakukan Leo. " ucap Anastasia.
" Oke. " sahut Leo.
Leo pun mulai memukuli pria yg tadi menjawab dgn sangat brutal, beberapa siswa yg ada di sana juga ketakutan karena melihat Leo yg berbeda dari biasanya. Sedangkan beberapa juga malah asik makan sambil melihat mereka.
Setelah puas memukuli pria itu, Leo melemparkan nya ke hadapan Anastasia. Anastasia hanya menatap pria yg sekarang berbaring tdk berdaya di hadapan nya dgn dingin, ia pun menginjak tubuh pria itu sambil menyilangkan kakinya.
" Apa kau juga tdk akan memberitahu ku? " tanya Anastasia kpd pria yg satu lagi, dgn tatapan mengintimidasi.
Pria itu bergetar hebat, baru kali ini dia bertemu dgn perempuan yg tdk memiliki belas kasihan seperti Anastasia. Apalagi situasi nya saat ini tdk menguntungkan, ia tdk mau berakhir seperti rekannya.
" Ka.. Kami di suruh seseorang. " ucapnya ketakutan.
" Siapa? "
" I.. Itu.... "
Veronica yg kesal karena pria itu tdk segera bicara mengeluarkan sebuah belati dari saku nya dan mengarah nya ke leher pria itu.
" Katakan dgn jelas, atau kau ingin ku gorok di sini sekarang juga. " ucapnya dingin.
" Hiii.... Dia... Dia bernama.... Siska. " ucap pria itu semakin ketakutan.
" Ck, dia masih belum menyerah juga, ya. " ucap Anastasia kesal.
" Kak, apa kau tdk akan membuat perempuan itu pergi saja? " tanya Jordan.
Anastasia tampak memikirkan perkataan dari Jordan, sebelumnya dia hanya membuat Siska merasa di teror oleh orang yg tdk ia kenal. Dia pikir itu sudah cukup tapi ternyata perempuan itu masih belum menyerah sebelum mendapatkan Damian.
" Tdk, masih belum. Ini hanya permulaan. " ucap Anastasia.
" Lalu pria ini?? Apa yg akan kau lakukan?? " tanya Cassandra.
" Hemm... Cavita, kau sudah menelpon Stev? " tanya Anastasia.
" Iya... Sebenarnya aku menelpon Jeffry saat kau bilang suruh beberapa orang datang, itu karena dia ada di monsion jadi dia bisa dgn cepat menyuruh orang-orang mu datang. " ucap Cavita mengalihkan pandangan nya dgn pipi yg merona malu.
Anastasia menatap temannya itu sebentar, kemudian memiringkan kepalanya sambil tersenyum.
" Kau semakin dekat dgn Jeffry, ya. " ucap Anastasia.
" Ti... Tdk. Mana ada. " elak Cavita dgn wajah memerah.
" Ekhm... Ekhm... "
Mendengar itu, Cavita langsung melihat kearah Veronica dan yg lainnya. Mereka tersenyum yg membuat nya merinding.
" A.. Ada apa? " tanyanya.
" Hemm... Sepertinya kita harus mempersiapkan utk orang yg jadian, nih. " ucap Leo.
Wajah Cavita pun semakin memerah karena mendengar itu.
" Ma.. Mana mungkin aku jadian sama dokter gaje seperti nya. " elaknya.
" Hemm... Tapi dia tampan kan? " ucap Katania memancing.
" Iya, dia tampan sih... Ma.. Maksud ku bukan.. Aduh gimana jelasinnya ya... Itu loh... " ucap Cavita gelagapan.
Saat itu Adrian menepuk pundaknya, membuat nya bingung dgn itu.
" Tenang saja, kami mengerti. Kau terlalu malu utk mengakuinya. " ucapnya sambil mengangguk.
" Apa maksud nya itu?!! " tanya Cavita kesal.
Sedangkan yg lain nya tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspresi Cavita, para murid yg lain pun juga ikut tertawa melihat keakraban mereka dan juga tingkah mereka.
Tdk lama kemudian terdengar sebuah derap langsung banyak orang yg datang ke sana.
" Lady. " ucap salah seorang bawahan Anastasia.
" Bawa mereka dan berikan kpd Alfa dan Seth. " ucap Anastasia.
" Baik Lady. "
" Apa Kiki kecil terbiasa dgn tempatnya?? " tanya nya lagi.
Kiki adalah beruang yg di berikan Leo kpd Anastasia saat kalah taruhan.
" Tentu Lady, kami sudah membuatkan tempat yg sesuai dgn habitatnya. " jawabnya.
" Bagus, kalian bisa kembali. " ucap Anastasia.
Mereka pun pergi dgn membawa kedua orang dan juga teman-temannya yg sudah tdk bernyawa karena Anastasia pergi dari sana. Dan beberapa membantu membereskan tempat itu sesuai intruksi.
Beberapa guru yg datang ke sana pun kembali setelah memeriksa tdk ada yg mengalami luka serius atau hal lainnya.